07/10/2014
Ketika ada orang yang iseng bertanya padanya, “Wahai habib,
bukankah Rasul SAW juga punya rumah walau sederhana?”
Beliau tertegun dan menangis, beliau berkata, “Iya betul,
tapikan Rasul SAW juga tidak beli tanah. Beliau diberi tanah oleh Kaum
Anshar, lalu bersama sama membangun rumah. Saya takut
dipertanyakan Allah kalau ada orang muslim yang masih berumahkan
koran di pinggir jalan dan digusur-gusur, sedangkan bumi menyaksikan
saya tenang-tenang di rumah saya.”
- - -
Pernah ada seorang wali besar di Tarim, guru dari Guru Mulia
Almusnid Alhabib Umar bin Hafidh, namanya Hb Abdulqadir
Almasyhur. Ketika Hb Munzir datang menjumpainya, maka habib itu yg
sudah tua renta langsung menangis dan berkata: WAHAI
MUHAMMAD…! (SAW)”
Maka Hb Munzir berkata, “Saya Munzir, nama saya bukan
Muhammad.
Maka habib itu berkata, “ENGKAU MUHAMMAD SAW…!
ENGKAU MUHAMMAD SAW!”
Maka Hb Munzir diam….
Lalu ketika Al Habib Umar bin Hafidh datang maka segera
Alhabib Abdulqadir Almasyhur berkata, “Wahai Umar, inilah Maula
Jawa (Tuan Penguasa Pulau Jawa).”
Maka Alhabib Umar bin Hafidh hanya senyam-senyum. (Kalo ga
percaya boleh tanya pada alumni pertama DM). *DM= Darul Musthofa,
Tarim Hadramaut Yaman, pesantrennya Habib Umar bin Hafidz.
- - -
Lihat kemanapun beliau pergi pasti disambut tangis ummat dan
cinta. Bahkan sampai ke pedalaman Irian, ongkos sendiri, masuk ke
daerah yg sudah ratusan tahun belum dijamah para da’i. Ratusan
orang yang sudah masuk islam ditangannya. Banyak orang bermimpi
Rasul SAW selalu hadir di majelisnya.
Bahkan ada orang wanita dari Australia yang selalu mimpi Rasul
saw. Ia sudah bai’at dengan banyak thariqah dan 10 tahun ia tak lagi
bisa melihat Rasul saw entah kenapa. Namun ketika ia hadir di Majelis
Hb Munzir di Masjid almunawar, ia bisa melihat lagi Rasulullah saw.
Maka berkata orang itu, “Sungguh habib yang satu ini adalah
syeikh futuh ku. Dia membuka hijabku tanpa ia mengenalku, dia benar
benar dicintai oleh Rasul saw.”
Kabar itu disampaikan pada Hb Munzir dan beliau hanya
menunduk malu.
- - -
Beliau itu masyhur dalam dakwah syariah, namun mastur
(menyembunyikan diri) dalam keluasan haqiqah dan makrifahnya.
Bukan orang yang sembarangan mengobral mimpi dan perjumpaan
gaibnya ke khalayak umum.
- - -
Ketika orang ramai minta agar Hb Umar Maulakhela didoakan
karena sakit, maka beliau tenanh-tenang saja dan berkata, “Hb Nofel
bin Jindan yg akan wafat, dan Hb Umar Maulakhela masih panjang
usianya.”
Benar saja, keesokan harinya Hb Nofel bin Jindan wafat, dan Hb
Umar Maulakhela sembuh dan keluar dari opname. Itu beberapa tahun
yang lalu.
- - -
Ketika Hb Anis Alhabsyi Solo sakit keras dan dalam keadaan
kritis, orang-orang mendesak Hb Munzir untuk menyambangi dan
mendoakan Hb Anis. Maka beliau berkata pada orang-orang dekatnya,
“Hb Anis akan sembuh dan keluar dari opname, Insya Allah kira kira
masih sebulan lagi usia beliau.”
Betul saja, Hb Anis sembuh, dan sebulan kemudian wafat
- - -
Ketika gunung Papandayan bergolak dan sudah dinaikkan
posisinya dari siaga 1 menjadi “awas”, maka Hb Munzir dengan santai
berangkat ke sana. Sampai ke ujung kawah, berdoa, dan melemparkan
jubahnya ke kawah. Kawah itu reda hingga kini dan kejadian itu adalah
7 tahun yang lalu (VCD nya disimpan di markas dan dilarang
disebarkan)
- - -
Demikian p**a ketika beliau masuk ke wilayah Beji Depok yang
terkenal dengan sihir dan dukun dukun jahatnya. Maka selesai acara
Hb Munzir malam itu, keesokan harinya seorang dukun mendatangi
panitia. Ia berkata, “Saya ingin jumpa dengan tuan guru yang semalam
buat maulid di sini!”
Semua masyarakat kaget, karena dia dukun jahat dan tak
pernah shalat dan tak mau dekat dengan ulama dan sangat ditakuti.
Ketika ditanya, “Kenapa?”
Ia berkata, “Saya mempunyai 4 Jin khodam, semalam mereka
lenyap. Lalu subuh tadi saya lihat mereka (jin-jin khodam itu) sudah
pakai baju putih dan sorban, dan sudah masuk islam. Ketika kutanya,
‘kenapa kalian masuk islam dan jadi begini?’. Maka jin-jin ku berkata,
‘Apakah juragan tidak tahu?’ Semalam ada Kanjeng Rasulullah saw
hadir di acara Hb Munzir, kami masuk Islam!’”
- - -
Kejadian serupa di Beji Depok seorang dukun yang mempunyai
dua ekor macan jadi-jadian yang menjaga rumahnya. Malam itu macan
jejadiannya hilang. Ia mencarinya, ia menemukan kedua macan jadi
jadian itu sedang duduk bersimpuh di depan pintu masjid
mendengarkan ceramah hb munzir.
- - -
Demikian p**a ketika berapa muridnya berangkat ke Kuningan
Cirebon, daerah yang terkenal ahli santet dan jago-jago sihirnya. Maka
Hb Munzir menepuk bahu muridnya dan berkata, “Ma’annabiy!,
berangkatlah, Rasul saw bersama kalian.”
Maka saat mereka membaca maulid, tiba-tiba terjadi angin
ribut yang mengguncang rumah itu dengan dahsyat. Lalu mereka
minta kepada Allah perlindungan dan teringat Hb Munzir dalam
hatinya, tiba-tiba angin ribut reda, dan mereka semua mencium
minyak wangi Hb Munzir yang seakan lewat di hadapan mereka, dan
terdengarlah ledakan bola-bola api di luar rumah yang tak bisa masuk
ke rumah itu. Ketika mereka p**ang mereka cerita kepada Hb Munzir,
beliau hanya senyum dan menunduk malu.
- - -
Demikian p**a pedande-pandande Bali, ketika Hb Munzir
kunjung ke Bali, maka berkata muslimin disana, “Habib, semua hotel
penuh, kami tempatkan Hb di tempat yang dekat dengan kediaman
Raja Leak (raja dukun leak) di Bali.”
Maka Hb Munzir senyum-senyum saja. Keesokan harinya Raja
Leak itu berkata, “Saya mencium wangi Raja dari Pulau Jawa ada
disekitar sini semalam.”
- - -
Demikian p**a ketika Hb Munzir dicaci maki dengan sebutan
“Munzir Ghulam Ahmad” Karena ia tidak mau ikut demo anti
Ahmadiyah. Beliau tetap senyum dan bersabar, beliau memilih jalan
damai dan membenahi ummat dengan kedamaian dari pada kekerasan
dan beliau sudah memaafkan pencaci itu sebelum orang itu minta
maaf padanya. Bahkan menginstruksikan agar jamaahnya jangan ada
yang mengganggu pencaci itu.
Kemarin beberapa minggu yang lalu di acara al Makmur Tebet
Hb Munzir malah duduk berdampingan dengan si pencaci itu. Ia tetap
ramah dan sesekali bercanda dengan da’i yang mencacinya sebagai
murtad dan pengikut Ahmadiyah.