Pak Kamad

Pak Kamad Lembaga pendidikan yang hebat adalah yang mampu menghasilkan output berkompeten tinggi dari input yang rendah bahkan gak jelas.

25/04/2026

Guru sederhana

@

AKHIRNYA SAYA TAHU KENAPA GURU-GURU SENIOR KELIHATAN MALAS DAN APATISDulu, saya adalah orang pertama yang akan stress ke...
14/04/2026

AKHIRNYA SAYA TAHU KENAPA GURU-GURU SENIOR KELIHATAN MALAS DAN APATIS

Dulu, saya adalah orang pertama yang akan stress ketika melihat guru-guru senior duduk diam di pojok ruang guru, tampak tak acuh saat ada sosialisasi program baru dari pemerintah. Dalam hati saya yang saat itu masih muda dan berapi-api, saya melabeli mereka dengan satu frasa: malas terlibat dalam kemajuan.

Dulu Saya adalah si motor penggerak. Saya pemburu pelatihan, pengadopsi pertama setiap ada aplikasi pendidikan terbaru, dan orang yang paling sibuk mengurus administrasi inovasi, serta peserta tetap lomba-lomba guru. Saya narasumber pengimbasan inovasi dan ilmu baru di lapangan untuk para guru.
Di momen itu, Saya merasa, guru senior acapkali menjadi hambatan tersendiri untuk gerakan perubahan. Sebab mereka cenderung apatis setiap kali diajak berinovasi. Tak bersemangat seperti kita yang muda-muda. Terkesan seperti penghambat kemajuan saja.

Namun kini,…

setelah waktu membawa saya ke posisi guru senior itu sendiri, saya menyadari betapa kelirunya penilaian saya dulu. 🙏🏻

———

Ternyata, Apa yang saya rasakan sekarang, dan apa yang mereka rasakan dulu, bukanlah kemalasan. Melainkan Itu adalah sebuah “kelelahan sistemik”.

Sebuah kondisi di mana mental dan semangat seorang pendidik perlahan terkikis bukan oleh murid-muridnya, melainkan oleh birokrasi yang terus berputar tanpa arah yang jelas. Seperti lari maraton tak berujung.

Bagi mereka yang sudah mengajar puluhan tahun, mereka telah melihat pola yang berulang. Seringkali setiap ada menteri baru maka itu berarti kurikulum akan baru. Terobosan baru, gaya baru. Namun praktiknya tetap 11-12.

Mereka telah melihat program-program yang awalnya digembar-gemborkan sebagai revolusioner, namun selalu berakhir menguap begitu saja, hanya menjadi tumpukan dokumen yang memenuhi gudang sekolah atau folder di laptop. Untuk kemudian ditimpa oleh program yang baru oleh rezim selanjutnya.

———

Ternyata Sikap apatis yang muncul di kalangan guru senior sebenarnya adalah sebuah mekanisme pertahanan diri. Ada beberapa alasan pahit di baliknya:

1️⃣ Mereka memiliki arsip mental tentang tren pendidikan yang hanya berganti merek (re-branding). Mereka sadar bahwa istilah-istilah keren bisa berubah, namun beban administrasi biasanya justru bertambah berat. Namun hasilnya tak ada. Berkali-kali mereka mengalami itu seumur hidupnya.

2️⃣ Di fase senior, mereka tidak lagi mengejar pengakuan atau sertifikat untuk terlihat hebat. Fokus mereka bergeser. Mereka tidak lagi bertanya "Bagaimana cara saya menguasai aplikasi ini agar terlihat inovatif?", melainkan "Apakah aplikasi ini benar-benar membantu murid saya paham, atau hanya membuang waktu saya yang seharusnya bisa dipakai untuk mengajar?"

3️⃣ Di usia menjelang pensiun, energi adalah komoditas mahal. Mereka mulai melakukan kalkulasi terhadap energi yang dikeluarkan. Jika sebuah program terasa hanya bersifat seremonial menyukseskan program dari pusat (yang hanya sementara dan suatu saat akan berganti), mereka memilih menarik diri demi menjaga kestabilan emosional saat berhadapan dengan siswa di kelas. Mereka sudah banyak makan asam garam, sehingga jeli untuk memilah mana program musiman atau proyek, dan mana yang benar-benar berguna untuk mengajar.

———

Menjadi senior menyadarkan saya bahwa pendidikan bukan tentang seberapa banyak aplikasi yang kita unduh atau seberapa sering kita ikut pelatihan di hotel berbintang. Pendidikan adalah tentang interaksi manusia di dalam kelas.

Banyak dari guru senior yang memilih untuk "diam" bukan karena berhenti peduli, tapi karena mereka memilih untuk tetap fokus pada apa yang paling nyata: yaitu anak didik di kelas. Bukan data di dalam dashboard LMS. Mereka lebih memilih menjaga kewarasan mental agar tetap bisa tersenyum saat mengajar, daripada habis terbakar oleh tuntutan program dan administrasi yang sering kali tidak menyentuh akar permasalahan di lapangan.

———

Untuk rekan-rekan guru muda yang sekarang sedang bersemangat: teruslah berlari. Kami tidak bermaksud menghalangi. Namun, jangan buru-buru menghakimi diamnya kami sebagai bentuk ketidakpedulian.

Kami tidak berhenti bergerak, kami hanya sedang memilih jalan pintas yang paling pendek menuju pemahaman murid, bukan jalan yang paling ramai dengan tepuk tangan birokrasi. Kami sedang mengatur napas, agar api kecil di dalam diri kami tidak padam sebelum tugas ini benar-benar tuntas.

06/02/2026

Dilema guru part1

06/02/2026

MENGAPA GURU SEKARANG TIDAK DIHARGAI?

1 Guru dituntut mendidik karakter, tapi dibatasi saat menegur, mendisiplinkan, atau bersikap tegas. (Otoritas guru dilemahkan oleh sistem)
Akhirnya guru terlihat ragu, murid melihat celah.
2. Sekolah diposisikan seperti jasa, murid & orang tua jadi “pelanggan”. (Pendidikan berubah jadi layanan)
Siswa sebagi Pelanggan selalu merasa benar, guru harus mengalah.
3. Satu insiden → rekam → unggah → vonis publik. Seribu kebaikan → dianggap kewajiban. Kesalahan guru diviralkan, kebaikannya disenyapkan. Wibawa runtuh di ruang digital.
4. Saat masalah muncul: guru sering sendirian
pembelaan datang terlambat atau tidak ada
Guru merasa: “kami disuruh bertanggung jawab, tapi jarang dibela.”
5. Masyarakat lupa: hormat itu diajarkan, bukan diwariskan. Dulu guru dihormati karena:
rumah mendukung dan lingkungan sejalan
Sekarang :
rumah, sekolah, dan lingkungan sering saling lempar tanggung jawab.
🥹berilah guru ruang untuk mendidik dengan wibawa, maka penghargaan itu akan ada

27/01/2026

Berikut upaya konkret yang dapat dilakukan sekolah agar jumlah siswa bertambah, disusun dari yang paling berdampak hingga pendukung, dan relevan untuk konteks sekolah di Indonesia (terutama SD/SMP):

1. Meningkatkan mutu layanan pembelajaran
Orang tua memilih sekolah bukan karena gedungnya, tetapi karena hasil dan kenyamanan anak.
Upaya:
Pembelajaran aktif, menyenangkan, dan ramah anak
Guru menjadi teladan (santun, sabar, komunikatif)
Tidak ada kekerasan fisik maupun verbal
Anak merasa aman, dihargai, dan senang berangkat sekolah
👉 Anak senang = orang tua bercerita ke orang tua lain.

2. Membangun citra sekolah yang positif
Sekolah yang baik harus terlihat baik di mata masyarakat.
Upaya:
Dokumentasikan kegiatan positif (belajar, lomba, pembiasaan, keagamaan)
Aktif di media sosial sekolah (WhatsApp, Facebook, Instagram)
Publikasikan prestasi sekecil apa pun
Pasang spanduk/konten positif di depan sekolah
👉 Sekolah dikenal → dipercaya → dipilih.

3. Menguatkan hubungan dengan orang tua
Orang tua adalah “agen promosi” paling kuat.
Upaya:
Komunikasi yang ramah dan terbuka
Libatkan orang tua dalam kegiatan sekolah
Dengarkan keluhan dan saran orang tua
Sampaikan perkembangan anak secara berkala
👉 Orang tua puas → merekomendasikan sekolah.

4. Program unggulan yang membedakan sekolah
Sekolah perlu ciri khas, tidak sama dengan yang lain.
Contoh:
Program keagamaan (tahfiz, sholat berjamaah, adab)
Program literasi dan numerasi yang nyata
Ekstrakurikuler menarik (drumband, pramuka aktif, seni, olahraga)
Pembiasaan karakter (salam, senyum, disiplin, tanggung jawab)
👉 Sekolah kecil tapi punya keunggulan jelas.

5. Lingkungan sekolah bersih, rapi, dan ramah anak
Tampilan sekolah memengaruhi kesan pertama.
Upaya:
Sekolah bersih dan tertata
Dinding edukatif dan penuh warna
Toilet bersih
Guru menyambut siswa dengan senyum
👉 Orang tua langsung menilai dari kesan awal.

6. Menghilangkan stigma negatif sekolah
Jika sekolah pernah ditinggalkan siswa, harus ada perubahan nyata.
Upaya:
Evaluasi jujur: guru, disiplin, pelayanan
Perbaiki cara berkomunikasi dengan siswa
Ganti pendekatan keras dengan pendekatan mendidik
Tegaskan: “Sekolah kami sudah berubah”
👉 Perubahan harus dirasakan, bukan sekadar slogan.

7. Jemput bola ke masyarakat
Jangan menunggu siswa datang.
Upaya:
Sosialisasi ke TK/PAUD sekitar
Kunjungan ke rumah tokoh masyarakat
Kerja sama dengan masjid, TPA, dan majelis taklim
Kegiatan sosial yang melibatkan warga
👉 Sekolah hadir di tengah masyarakat.

8. Pelayanan administrasi yang ramah dan mudah
Hal kecil tapi menentukan.
Upaya:
Pendaftaran mudah dan transparan
Tidak mempersulit orang tua
Sopan dalam komunikasi
Solutif terhadap keterbatasan ekonomi
👉 Orang tua merasa dihargai, bukan dihakimi.

Kesimpulan
Siswa bertambah bukan karena promosi besar, tetapi karena:
Sekolah membuat anak bahagia, orang tua percaya, dan masyarakat bangga.

23/11/2025
31/10/2025

Yang masih sibuk dengan bisnis PKKM selamat menikmati.. Tenang saja kawan.. ada lho sebagian Pengawas yang gak ngerti apa itu PKKM..
Ada juga Pengawas yang di normalisasikan se akan-akan mereka sudah piawai.. padahal.. Word dan Excel saja tidak bisa... sebagian kepala Madrasah ada yang santai, ada yang sibuk, ada yang sok penting, ada juga yang memang benar-benar sibuk -- bukan kerana akan ada tamu pengawas, tapi memang kepala tipe ini punya cita-cita dan harapan memajukan lembaga dengan berbagai cara.. pontang panting sana sini mencari celah supaya lembaga tetap berjalan dan bisa tetap berbenah di tengah-tengah minimnya sumber penghasilan.
Fenomena PKKM yang mestinya hanya di peruntukkan satuan negeri kini justru jadi ladang bisnis yang merambah ke swasta... Gak peduli lembaga swasta tersebut kembang kempis dengan dana operasional tambal sulam dengan tabungan siswa yang hanya "se uprit" tetap saja para mereka melenggang demi "bontotan dan amplop" gak peduli walau hanya sekedar foto dan ttd buku tamu.. Gak masalah yang penting sudah dapat "sesuatu"
Kunjungan yang hanya modal file aplikasi "ecek-ecek excel v-pro" plagiat entah dari kabupaten mana dan tahun berapa di buat.. tetap saja mereka sok jagoan di depan para kamad.
Bagi kamad yang sedikit faham tentang PKKM adalah ajang bisnis.. senyum-senyum saja..

demikian
edisi kudu ngguyu adanya PKKM

Apa yang Sebenarnya Siswa Cari dari Seorang Guru?Berikut penjabarannya, 1. Guru yang MengertiSiswa ingin dipahami, baik ...
01/07/2025

Apa yang Sebenarnya Siswa Cari dari Seorang Guru?
Berikut penjabarannya,

1. Guru yang Mengerti
Siswa ingin dipahami, baik dalam kesulitan belajar maupun kondisi emosional mereka

2. Motivasi dan Inspirasi
Sosok yang bisa membangkitkan semangat dan percaya pada potensi mereka

3. Kesabaran
Mereka menghargai guru yang sabar menjelaskan tapa membuat mereka merasa bodoh

4. Pengajaran yang Menarik
Belajar lebih menyenangkan dengan guru yang kreatif dan tidak membosankan

5. Sikap Adil
Guru yang memperlakukan semua siswa sama tanpa pilih kasih

6. Panutan Hidup
Guru yang menjadi contoh baik akan selalu dikenang

Nomor 5 paling penting jadilah guru yang adil
Jangan pilih kasih Karna ini akan berkesan kepada siswa

11/03/2025

TIPS KOMUNIKASI RAHASIA DENGAN MURID,
SEHINGGA MEREKA NURUT DAN TERBUKA DENGAN KITA :

1. *PILIH WAKTU DAN TEMPAT YANG TEPAT*: Pastikan Anda memiliki waktu dan tempat yang cukup untuk berbicara dengan murid tanpa gangguan. Ini akan membantu mereka merasa lebih nyaman dan terbuka.

2. *TUNJUKKAN EMPATI DAN PERHATIAN*: Mulailah percakapan dengan menunjukkan empati dan perhatian terhadap perasaan dan kebutuhan murid. Ini akan membantu mereka merasa didengar dan dipahami.

3. *GUNAKAN BAHASA YANG SEDERHANA DAN JELAS*:
Hindari menggunakan bahasa yang terlalu kompleks atau teknis. Gunakan bahasa yang sederhana dan jelas sehingga murid dapat memahami dengan mudah.

4. *AKTIF MENDENGARKAN*:
Pastikan Anda mendengarkan murid dengan aktif, yaitu dengan memberikan perhatian penuh dan tidak memotong pembicaraan mereka.

5. *JANGAN MENGHAKIMI*:
Hindari menghakimi atau menyalahkan murid. Ini akan membuat mereka merasa tidak nyaman dan tidak terbuka.

6. *TAWARKAN BANTUAN DAN DUKUNGAN*: Tawarkan bantuan dan dukungan kepada murid jika mereka membutuhkannya. Ini akan membantu mereka merasa lebih percaya diri dan terbantu.

7. *RAHASIAKAN INFORMASI MURID*: Pastikan Anda merahasiakan informasi yang diberikan oleh murid. Ini akan membantu mereka merasa lebih aman dan terpercaya.

Dengan melakukan komunikasi rahasia yang efektif, Anda dapat membantu murid merasa lebih nyaman, terbuka, dan percaya diri. Ini akan membantu meningkatkan hubungan Anda dengan murid dan membuat mereka lebih nurut dan terlibat dalam proses belajar.

Address

Jalan Nyamplungan X/3A
Surabaya

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pak Kamad posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share