29/08/2024
Mengapa kita lebih mudah mengkritik daripada mengapresiasi?
Disadari atau tidak, saat kita ditanya apa yg anda lihat dari kertas di atas? Hampir 99% mengatakan, "Ada noda/kotoran/cipratan di kertas putih"
Semua mata fokus pada "noda" yang berada di tengah-tengah kertas.
Tapi hanya sedikit pandangan mata yg berfokus pada banyaknya area bersih pada kertas dg berkata. "Ada kertas putih dg setitik noda".
Kita cenderung lebih mudah menemukan "celah", kekurangan dari apa yang kita lihat. Dibandingkan apa yg "sudah baik".
Ini generalisasi, karena tidak semua dari kita begitu. Tetapi, saya sendiri jg merasakan hal yg sama. Bahwa, lebih mudah menemukan kekurangan, lalu mengkritiknya, dibandingkan menemukan kebaikan lalu mengapresiasinya (dalam sekali pandang dan pertama kali memandang).
Makanya, kita dilatih untuk senantiasa menemukan kebaikan-kebaikan di kehidupan kita agar kita menemukan "rasa syukur" atas kebaikan tersebut.
Dalam konteks pendidik, memang setiap anak tidak luput dari kekurangan, kesalahan, keonaran dan hal lainnya yg pasti membuat kita menemukan "celah" tersebut lalu memberikan kritik atau dalam bentuk omelan, nasihat berbalut omelan, keluhan, dan sejenisnya.
Namun, dibalik kekurangan tsb ada banyaaaak sekali kebaikan yg seringkali kita luput untuk menemukan dan memandangnya.
Bisa jadi ia usil dan tidak bisa diam, namun saat menemukan temannya kesulitan dia orang pertama yg menawarkan bantuan.
Bisa jadi ia begitu lemah dalam urusan hitung-hitungan, hafalan apalagi. Namun, ia orang pertama yg paling cepat menawarkan diri saat kita bertanya "ada yg bisa bantu Pak Guru?".
Bisa jadi ia tidak pernah sekalipun mendapatkan penilaian harian yg menyentuk KKM, namun suatu saat bertahun-tahun kemudian, ia orang pertama yg mengenali anda lalu menyapa, "Assalamualaikum Pak Guru, bagaimana kabarnya Pak??"
Ada begitu banyak hal yg boleh jadi kita lewatkan karena keseringan kita menemukan "celah". Coba hari ini kita lakukan hal yg berbeda, menemukan "kebaikan" di setiap diri mereka, lalu memberikan apresiasi yg tulus kepadanya.
Selamat beraktivitas..
Bang Ridlo
Teman Belajar-Mengajar
NB: Tiba-tiba ingin nulis ini saat berselancar di media sosial. Tulisan ini bebas lepas dibagi-bagikan tanpa perlu minta ijin. Oh ya, sudah ikut waitinglist hari Sabtu besok? Belum? Yuk ikutan disini >> https://bit.ly/eicebreaking
06/04/2024
H-3 Penutupan Launching PPDB Starter Kit v2. Jika sekolah masih membutuhkan "senjata", ini waktu yg tepat utk mendapatkan tambahan "senjata" baru.
Intip seperti apa "senjata" tersebut di
▶️ https://marketingsekolah.com/ppdbsk2
28/03/2024
Era serba informasi membuat orang mudah berubah pikiran dan pilihan.
Citra sekolah dengan mudah tersebar dalam hitungan detik.
Akibatnya, satu kesalahan kecil dalam memberikan layanan berdampak sangat besar.
Data statistik juga menunjukkan bahwa penyebab 7 dari 10 walimurid berpindah merekomendasikan sekolah lain karena kecewa dengan pelayanan yang diberikan.
Oleh karena itu kami mengundang anda untuk mengikuti webinar bagaimana merancang pengalaman customer (walimurid) untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan kita di Webinar Excellent Services through Customer Experiences Batch 1 yang akan diadakan pada Jumat & Sabtu, 29 & 30 Maret 2024.
Pada webinar ini kita akan belajar tentang:
✅ Paradigma “layanan” yang benar, dan bisa di-install kepada tim di sekolah.
✅ Konsep dimensi pelayanan prima serta contoh praktis dari masing-masing dimensi pelayanan prima.
✅ Konsep Customer Journey Map (CJM).
✅ Memetakan titik CJM tersebut agar menjadi “pelayanan prima” yang sesungguhnya.
Selain itu anda akan mendapatkan fasilitas webinar berikut:
⭐️ 2x Sesi Zoom (Tanggal 29 & 30 Maret 2024)
⭐️ Rekaman Sesi Zoom
⭐️ Slide PDF
⭐️ Worksheet Customer Journey Map (CJM)
⭐️ Komunitas EDUBranding & Marketing
Webinar ini akan difasilitasi oleh
Ronald Healtha Dedi Satria
Trainer, Entrepreneur, Asesor, Konsultan Service Experience dan Berpengalaman 18 tahun sebagai bankir profesional yang menangani pelayanan.
Jangan lewatkan kesempatan ini dan mari mulai membangun budaya pelayanan dengan kualitas bintang 5 sekarang juga.
Klik tautan berikut untuk informasi lebih lanjut dan melakukan pendaftaran:
▶️ https://primainovasi.com/wesce1
Daftar manual lewat WA bisa klik
🖱 https://wa.link/gwoasc
Semoga bermanfaat..
24/01/2024
Sampai hari ini, meskipun kata orang segalanya serba digital dan canggih, bagi saya pulpen ini masih menjadi pilihan utama untuk corat coret.
Terutama saat mendampingi dan memfasilitasi peserta, menawarkan layanan, mengajukan proposal, melakukan kunjungan dan lain-lain selalu terselip di saku benda ini.
Jika ada sesuatu yg perlu, dan menarik dicatat segera bisa tereksekusi dengan baik.
Kadang-kadang benda ini tertinggal dan memaksa saya menggunakan gawai beserta perangkat di dalamnya untuk mencatat sesuatu. Namun tetap tidak se-agile benda ini.
Tetapi untuk urusan administrasi, kadang juga nyari teman berbedat, sampai pada brainstorming saya mulai beralih memanfaatkan teknologi AI.
Mengasah kemampuan menganalisa Capaian Pembelajaran lalu mengekstraknya menjadi Tujuan Pembelajaran berdasarkan Taksonomi Bloom dan beradu dengan teknologi AI menjadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus mengkhawatirkan.
Jika kehabisan ide, saya pun juga menggunakan teknologi AI selayaknya dia berperan sebagai konsultan ide.
Jika anda ingin tahu bagaimana cara saya memanfaatkannya, mari kita bedah bersama insyaAllah di awal Februari besok
Info lengkapnya >> https://primainovasi.com/wmwcgm1
25/11/2015
Kegiatan puncak tema TANAMAN
10/01/2015
Di sela - sela belajar tahfidz santri - santri ini juga berkompetisi membuat karya dari kertas origami,,,tampak semangat sekali.....
30/11/2014
acara silahturahmi & persiapan lounching majalah Guru - Q bersama tim redaksi dan pengurus salam QI
10/11/2014
"RAHASIA SUJUD KETIKA SHOLAT"
Sujud melibatkan 5 anggota badan yang bertumpu pada bumi, yaitu:
dahi, hidung, kedua telapak tangan, lutut dan kedua ujung jari kaki.
Sujud adalah konsep merendahkan diri, memuji Allah dan memintasegala macam permintaan kepada Allah.
Sekaligus, mengikis sifatsombong, riya', takabur, dll.
Dr Fidelma O'Leary, Phd Neuroscience dari St Edward'sUniversity, telah menjadi mu'allaf, karena mendapati fakta tentang manfaat sujud bagi kesehatan.
Dalam kajiannya ditemukan bahwa
ada beberapa urat syaraf di dalam otak manusia yg tidak dimasuki darah, dan urat ini baru bisa dimasuki darah ketika manusia bersujud.
Tetapi urat saraf ini hanya memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja.
Yaitu, pada waktu-waktu sholat yang telah ditetapkan Islam (shubuh, dzuhur, 'ashar, maghrib, Isya').
SubhanAllah...
Jadi, siapa yang tidak sholat maka urat ini tidak menerima darah sehingga otaknya tidak berfungsi secara normal.
Salah satu indikasinya adalah timbul macam-macam gejala sosial di masyarakat yg tidak bersholat saat ini.
Karena letak otak di atas jantung, maka kata Prof Hembing, jantung hanya mampu membekalkan 20% darah ke otak manusia,
maka dibantu lagi dengan sujud yang lebih lama agar menambah kekuatan aliran darah ke otak.
Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan Rasulullah, supaya kita sujud berlama-lama pada raka'at terakhir.
Manfaat sujud berlama-lama ini,untuk menolak pening, dan migrain, menyegarkan otak,menajamkan akal pikiran (peka), melegakan sistem pernapasan, membetulkan pundi peranakan yang jatuh, memperbaiki kedudukan bayi sungsang, dll.
Dan yang menakjubkan, jika kita memperhatikan, bentuk saraf yang ada dalam otak kita berbentuk seperti orang yang bersujud...
SUBHANALLAH..........
Jika anda menshare ini kepada 1 orang artinya anda sudah menyebarkan 10 kebaikan di akhirat
Ya Allah,
jadikanlah kami yang mengucapkan 'Subhanallah' di kolom komentar
menjadi manusia sehat, bermanfaat, dan wafat dalam keadaan khusnul khatimah.
Aamiin ya Rabbal'alamiin
22/10/2014
Yayasan Pendidikan Salam QI telah membuka pendaftaran santri/santriwati, Di jalan Ngampelsari 167, Candi, Sidoarjo,,monngo yang mau daftar.
10/10/2014
Ya Allah Jadikan lah mereka generasi Qur'ani