NU Nahdlatul ulama tetap jaya di Nusantara

NU Nahdlatul ulama tetap jaya di Nusantara

Share

cinta tanah air belajar sepanjang masha

22/09/2024
22/07/2023

Mugi-Mugi pinaringgan sehat sedoyo .
NU selalu di hati

01/09/2022

Ibu Nyai Heni Maryam Maimoen Zubair Sarang, Garwo Syaikhona Maimoen Zubair wafat sore ini.

إنا لله وإنا إليه راجعون

23/08/2022

Pesan untuk para santri

08/08/2022

“Kurang baik kalau menyantuni anak yatim di jadikan acara, kasian mereka nelongso kalau dipertontonkan

KH M.Anwar Manshur Lirboyo

Photos from NU Nahdlatul ulama tetap jaya di Nusantara's post 31/07/2022

Benarkah nama negara kita
*"I N D O N E S I A"*
diberi nama sesuai dgn.Akronim Para
*"WALI SONGO "*?

1. *I* *Ibrahim Malik*
_*(Sunan Gresik)*_
2. *N* *Nawai Macdhum*
_*(Sunan Bonang)*_
3. *D* *Dorojatun R Khosim*
_*(Sunan Drajat)*_
4. *O* *Oesman R Djafar Sodiq*
_*(Sunan Kudus)*_
5. *N* *Ngampel R Rahmat*
_*(Sunan Ampel)*_
6. *E* *Eka Syarif Hidayatullah*
_*(Sunan Gunung Jati)*_
7. *S* *Syaid Umar*
_*(Sunan Muria)*_
8. *I* *Isyhaq Ainul Yaqin*
_*(Sunan Giri)*_
9. *A* *Aburahman R Syahid*
_*(Sunan Kalijaga)*_

Jumlah huruf *INDONESIA = 9*
sesuai dgn. jumlah Wali/Alim Ulama dikala itu =
*WaliSongo*= *9 Wali*
laluuuuuu...

Pernahkah Kita Menghitung Angka dari Kata
*"INDONESIA"*?

,
Akan di dapat Keajaiban yg.
*"LUAR BIASA"*,

Mari, Kita coba Hitung :
Abjad = Urutan Angka

*I* : 9
*N*: 14
*D* : 4
*O* : 15
*N* : 14
*E* : 5
*S* : 19
*I* : 9
*A* : 1

Dari Semua Angka, yang Muncul Hanya
Angka *"1-9-4-5"*

Tdk ada angka 2,3,6,7,8

Tentu ini Bukan Kebetulan...
Ini adalah Kehendak & Karunia dari
*"TUHAN YME"*

Mari Coba Kita Jumlahkan semua Angka dari
Kata
*"INDONESIA"*
Jumlahnya "90",
Dalam *AL QURÀN,*
Surat ke-90
adalah
*"Surat Al-Balad,"*
yang Artinya
*"NEGERI"*

Tentu ini Bukan Suatu
Kebetulan ini semua Karunia yang
*Luar Biasa*
dari
*TUHAN YME*

Mungkin ini Juga Jawaban pada
*HADITS ROSULLULAH*
yang Mengatakan Bahwa akan ada Negeri di atas Awan Bernama
Samudra.
yang di-Kelilingi Air & menghasilkan Banyak Ulama...
Ternyata Negeri itu adalah...
*INDONESIA*- Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur

Mari kita jadikan
*INDONESIA*
menjadi Negara yang bermartabat, berdaulat & kita wujudkan *Rohmatan lil 'alaamiin...*

*Agar menambah pengetahuan kita ....*
☝🏻🇲🇨🇲🇨🤝🏻

*Apakah ini sebuah kebetulan,... oh TIDAK ?.*
*Ini semua adalah, rencana Allah SWT.*
🤲🤲🤲

Photos from NU Nahdlatul ulama tetap jaya di Nusantara's post 20/07/2022

PEMBELAAN KH.MASRURI ABDUL MUGNI KEPADA GUSDUR




KH. Masruri Abdul Mughni, Pengasuh Ponpes Al-Hikmah 2 Benda Brebes, pernah sama-sama nyantri bersama Gus Dur kepada KH.Abdul Fatah Hasyim di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang. Kamar Kiai Masruri dan Gus Dur bersebelahan. Kiai Masruri di kamar Pangeran Diponegoro 7 sedangkan Gus Dur di kamar Pangeran Diponegoro 6.

Kata Kiai Masruri, Gus Dur berkali-kali pernah bilang padanya bahwa yang benar-benar menjadi gurunya adalah Mbah Fatah (KH. Abdul Fatah Hasyim) dan Mbah Chudlori (KH. Chudlori) Tegalrejo Magelang.

Ketika semua orang mengecam Gus Dur karena mau berangkat ke Israel, ia mengatakan,:
“Biar semua orang mau bilang apa yang penting Mbah Fatah dan Mbah Chudlori mangestoni (memberi restu).”

Padahal kedua gurunya itu sudah wafat. Karena itulah banyak yang yakin cucu KH. Hasyim Asy’ari itu punya kemampuan berkomunikasi dengan dunia ghaib.

“Gus Dur yakin betul melawan Israel tidak bisa dengan kekerasan, tetapi mau tidak mau harus pakai jalur diplomatik. Ya harus ke sana bicara baik-baik,”
tutur Kiai Masruri, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikmah 2, Benda, Sirampog, Brebes itu.

Demikian p**a saat terjadi penembakan terhadap umat Islam minoritas di India, KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Bali malah mengatakan,:
“Kalau Mahatma Gandhi Islam, ia adalah wali besar.”

Pernyataannya itu kemudian dikutip sebuah majalah Ibu Kota tanpa kata-kata “Kalau”. Sehingga seolah-olah Gus Dur menyebut Mahatma Gandhi wali besar. Gegerlah semua kiai dan habaib di Indonesia. Melalui jalur Forum Demokrasi (Fordem) India, Gus Dur menempuh jalur diplomasi. Hasilnya umat Islam minoritas tidak ditembaki lagi.
“Saya sedih dihujat umat Islam Indonesia, tetapi saya senang karena umat Islam India tidak ditembaki lagi,”
tutur Gus Dur seperti ditirukan Kiai Masruri.

Banyak hal yang sudah dilakukan Gus Dur tanpa orang lain mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Contoh bagaimana humanisnya cucu KH. Hasyim Asy’ari itu disampaikan Drs. H. Ali Mufiz MPA. Saat itu ia yang menjadi Wakil Gubernur Jateng menemui Gus Dur di kantor PBNU. Gus Dur satu mobil bersama pamannya, KH. M. A. Sahal Mahfudh keluar dari kantor mengambil honor tulisan di Kantor Majalah Tempo.

Pada saat tiba kembali di kantor PBNU, tiba-tiba datang seorang temannya yang mengeluh butuh biaya untuk mengobati keluarganya yang sakit. Tanpa menengok kanak-kiri, amplop honor tulisan yang baru saja diambil dari Majalah Tempo langsung diserahkan kepada temannya itu, tanpa sempat membuka isinya terlebih dahulu. Ya, Gus Dur telah tiada, tetapi spiritnya akan terus ada sampai akhir masa.


Red:
Sya’roni As-Samfuriy/Pustaka Muhibbin)
_________________________________________

صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ
صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ
صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ

📸 Keterangan :

Foto Saat GUSDUR silaturahim dengan KH.Masruri, berkunjung ke Pondok Pesantren Alhikmah 2 Benda, ketika GUSDUR masih menjabat sebagai Presiden RI

17/07/2022

Selamat mabruk atas terpilihnya Hj. Margaret Aliyatul Maimunah Sebagai Ketua Umum dalam Kongres XVI di Palembang. Semoga amanah, membawa fatayat maju dan berdaya memberdayakan kader perempuan Nahdlatul Ulama’.

14/07/2022

Tarbiyah:
Tugas Mulia Pondok Pesantren

KH. A. Mustafa Bisri dalam mauidhoh hasanah di PP. Mansajul Ulum Cebolek Margoyoso Pati dalam rangka Haul Ibu Nyai Salamah Muhammadun, istri KH. Abdullah Rifa'i (selasa malam rabu, 12 Juli 2022) menjelaskan: di pesantren, tarbiyah (pendidikan) lebih dominan dari pada ta'lim (pengajaran).

Tarbiyah sebagaimana keterangan Syaikh Mustafa Al-Ghulayaini dalam kitab 'Iddhatun Nasyiin' adalah menanam akhlak utama pada anak didik (غرس الاخلاق الفضيلة). Akhlak utama ini menjadikan anak didik kreatif, moralis dan dedikatif bagi orang lain, bangsa dan negara. Mereka mengedepankan kepentingan orang lain di atas kepentingan pribadi.

Para kiai tidak hanya mengajarkan wudlu', shalat, dan lain-lain. Tapi mereka mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari dan mendidik santri supaya meneladani. Para kiai mengajarkan sifat jujur dan amanah dan memberikan contoh kepada para santri bagaimana hidup jujur dan amanah.

Internalisasi karakter ala pesantren ini menjadi kunci bagaimana pesantren mampu menghasilkan orang-orang hebat yang bermanfaat dalam skala lokal, regional, nasional dan internasional. Pondasi akhlak mereka sangat kuat sehingga ilmu yang diberikan semata-mata untuk menggapai ridlo Allah dan mengabdi kepada sesama.

Tugas mulia pesantren ini harus didukung oleh semua pihak.

Pertama, orangtua harus benar-benar mendoakan anak-anaknya supaya dijadikan Allah generasi yang berkualitas (berakhlak mulia dan berilmu tinggi). Jangan lupa melakukan shalat malam dan mendoakan anak-anaknya yang sedang studi di pesantren.

Kedua, anak-anak yang studi di pesantren harus membangun niatnya yang benar: menggapai ridlo Allah, menghilangkan kebodohan, dan menghidupkan agama Allah. Para santri harus belajar sungguh-sungguh supaya diberi Allah anugerah ilmu yang dalam, luas, dan berkah untuk menyebarkan ilmu Allah kepada sesama manusia.

Ketiga, orangtua dan anak harus memuliakan kiai sebagai ahlul ilmi. Orangtua memasrahkan anaknya kepada kiai dengan sungguh-sungguh memohon kepada kiai supaya mendidik anaknya menjadi generasi shalih berkualitas.

Keempat, meneladani kiai dan bu nyai dalam segala hal, khususnya dalam memaknai kehidupan dan berjuang di tengah masyarakat.

Ibu Nyai Salamah contohnya adalah sosok Bu Nyai yang hebat yang mengajar anak-anak dan para santri serta mendampingi suami, KH. Abdullah Rifa'i, dengan penuh kesabaran, istiqomah, dan kasih sayang yang luar biasa. Anak-anaknya menjadi kader-kader hebat yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara. Begitu juga santri-santrinya menjadi kader penerus perjuangan agama dan bangsa.

Menjadi Partner Setia

KH. A. Mustafa Bisri secara panjang lebar menjelaskan bahwa haul Ibu Nyai Salamah ini menunjukkan bahwa perempuan adalah sosok hebat yang punya peran signifikan dalam pergulatan keilmuan dan sosial sekaligus.

Perempuan tidak diposisikan sebagai 'konco wingking' dan makhluk kedua. Laki-laki dan perempuan sama-sama berperan aktif dalam kehidupan di berbagai aspek kehidupan.

Nabi bersabda:

النساء شقائق الرجال
Perempuan adalah saudara kandung laki-laki

ما اكرم النساء الا كريم وما أهانهن الا لئيم
Hanya orang mulia yang mampu memuliakan perempuan dan hanya orang hina yang merendahkan perempuan

الجنة تحت أقدام الامهات
Surga berada di bawah telapak kaki para Ibu

Hadis-hadis di atas meneguhkan posisi sentral perempuan sebagai makhluk Allah yang setara, bahkan sangat mulia.

Ibu Nyai Salamah adalah bukti nyata seorang perempuan tangguh yang mendidik anak-anak dan para santri serta mendampingi suami, KH. Abdullah Rifa'i, dalam berkhidmah pada ilmu dan masyarakat. Semoga kita mampu meneladaninya, amiin

تغشاهما الله تعالي بالرحمة والمغفرة والرضا وأسكنهما فسيح جناته أمين يا رب العالمين

Pati, 13 Juli 2022/ 13 Dzulhijjah 1443

30/06/2022

PESAN-PESAN INDAH MBAH MOEN.

Berikut diantara Dawuh Mbah Moen.

1.Jangan meremehkan kebaikan sekecil apapun,bisa jadi seseorang itu masuk surga bukan karena puasa sunahnya,bukan karena panjang sholat malamnya tetapi bisa jadi karena akhlak baiknya dan sabarnya ia ketika musibah datang melanda".

2.kita sekalian meskipun orang biasa bukan keturunan kiai,bukan keturunan ulama tidak bisa memiliki anak-anak yang Sholeh jangan berkecil hati,berdoalah dan mendekatlah kepada para kiai,para ulama. Allah maha mendengar,dan akan mengabulkan doa hamba-hambanya,tentu dengan tetap ada usaha"

3. jika engkau melihat seekor semut terpeleset dan jatuh di air, maka angkat dan tolonglah,barangkali itu menjadi penyebab ampunan bagimu di akherat".

4.Jangan mudah berburuk sangka, biar hatimu tidak gelap dan tidak sengsara".

5.Jika engkau menjumpai batu kecil di jalan yang bisa menggangu jalannya kaum muslimin, maka singkirkanlah, barangkali itu menjadi penyebab dimudahkannya jalanmu menuju surga".

6.Ketika melihat murid-murid yang menjengkelkan dan melelahkan,terkadang hati diuji kesabarannya, namun hadirkanlah gambaran diantara satu dari mereka kelak akan menarik tangan kita menujuh surga".

7.Jika engkau menjumpai anak ayam terpisah dari induknya, maka ambil dan susulkan ia dengan induknya, semoga itu menjadi penyebab Allah mengumpulkan dirimu dan keluargamu di surga".

8.Jangan mikir kelak akan jadi apa yang penting belajar saja yang giat".

9.Jika engkau melihat orang tua membutuhkan tumpangan, maka antarkanlah ia,barangkali itu mejadi sebab kelapangan rezekimu di dunia".

10.Lebih baik menjadi orang bener, meski tidak pinter sebab membuat orang jadi bener membutuhkan kejernihah hati dan keluasan cinta".

11.Jika engkau bukanlah seorang yang mengusai banyak ilmu agama, maka ajarkanlah alif ba' ta' kepada anak-anak mu, setidaknya itu menjadi amal jariyah untukmu.yang tak akan terputus pahalanya meski engkau berada di alam kuburmu".

12.Jika engkau tidak bisa berbuat kebaikan Sama sekali Maka Tahanlah tangan dan lisanmu dari menyakiti, setidaknya Itu menjadi sedekah untuk dirimu".

Kagem Syaikona Mbah Maimoen Zubair Lahul Fatihah

Want your school to be the top-listed School/college in Surabaya?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Telephone

Address


Pesantren Majelis Ilmu Tanjung Medan
Surabaya