KB / TKIT Wildani 2

KB / TKIT Wildani 2 Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak - Kanak (TK) dengan sistem full day school berbasis islami di Sosial Emosi

3. Kognitif dan Sains

5. Seni

6.

Kurikulum yang dikembangkan oleh KB / TKIT Wildani 2 adalah :

Perpaduan antara kurikulum Diknas ( Departemen Pendidikan Nasional ), Depag ( Departemen Agama ) dan kurikulum pendidikan anak usia dini LPI Al Haromain Surabaya yang meliputi pengembangan kompetensi dasar sebagai berikut :

1. Moral Agama, yang meliputi : Aqidah, ibadah, akhlak baca tulis Al Qur'an
(BTQ), h

afalan surat - surat pendek dan do'a sehari - hari serta asmaul
husna

2. Bahasa, yang meliputi Bahasa Indonesia, Arab dan Inggris )

4. Fisik / motorik

26/02/2024
07/07/2022

Apa Musuh TERBESAR Orangtua Mendidik Anak?

www.abaihsan.id

Internet, televisi atau lingkungan pergaulan?
musuh terbesar justru ada pada diri orangtua sendiri
sebuah sifat yang disebut: M-A-L-A-S

malas mematikan handphone saat bermain bersama anak
tapi berharap anak lebih dekat dengan orangtua daripada dengan teman

malas mendengar tangisan saat anak dilarang
tapi menuntut anak patuh dan mempercayai orangtua

malas mendengarkan isi hati anak
hanya ingin “menceramahi” anak

malas memberikan pengaruh pada anak dengan ngobrol tiap hari
tapi berharap anak tidak terpengaruh oleh buruknya lingkungan pergaulan

malas melihat tingkah anak, rumah acak-acakan
tapi berharap anak kelak dewasa banyak kemauan

malas mendampingi anak belajar
tapi berharap anak kelak dewasa mencintai kebenaran

malas mengajarkan Qur’an,
tapi berharap anak kelak dewasa mencintai agamanya

Ya Rabbi Pendidik Kami, Jauhkan yang Membaca Ini
Dari Seburuk-buruknya Sifat Malas

-Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari-

Baarokalloh mas Ibrahim... Semoga semakin memacu semangatmu untuk lebih berprestasi lagi. Dan jadi penyemangat juga untu...
01/03/2022

Baarokalloh mas Ibrahim... Semoga semakin memacu semangatmu untuk lebih berprestasi lagi. Dan jadi penyemangat juga untuk teman - teman yang lain

Ngobrol, komunikasi, apapun namanya... Sangat dibutuhkan dalam mendidik anak
22/12/2021

Ngobrol, komunikasi, apapun namanya... Sangat dibutuhkan dalam mendidik anak

The Power of Ngobrol

Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari

Banyak anak yang harga dirinya hancur di rumah, berapa banyak anak yang betah duduk berlama-lama di dekat orangtua? Serem, garing, nggak nyambung , galak, telinga mereka panas mendengar nasehat orangtuanya. Ternyata kalau caranya salah nasehat bisa menghancurkan? Kenapa? Karena over dosis

Zaman dulu orangtua membesarkan anak tanpa ada pesaing, tahun 70an belum ada TV swasta, 80an belum ada internet, cukup teladan orangtua belum ada cara verifikasi informasi. Jangan jadi orangtua yang not close not real

Jangan juga jadi orangtua yang so close but not real
Kalau hanya orangtua yang ngomong namanya taklim, kalau anak juga ngomong itu baru ngobrol. Manusia itu diciptakan sesuai fitrah apa yang Allah s**ai manusia s**a, apa yang dibenci Allah manusia tidak s**a.

Jangan menyalahkan orang lain karena yang merubah fitrah adalah orangtua. Jika pengaruh orangtua lebih besar maka pengaruh lingkungan akan kecil.

Karena tidak punya skill ngobrol, maka bisa celaka dunia akhirat. Maka carilah skill, belajar! kantor saja menginvestasikan banyak uang untuk training karyawannya agar memiliki skill

Anak boleh jadi pemalu di luar rumah tapi tidak boleh jadi pendiam di dalam rumah. Banyak nasehat masuk ke telinga kanan keluar telinga kanan, karena tidak pernah di keluarkan perasaannya. Ajak ngobrol meskipun hal yang sepele. Wibawa ayah tidak dibangun oleh kejaiman namun oleh ketegasan dan tanggung jawabnya!

Mengajak anak mengerjakan pekerjaan rumah adalah untuk kebaikan mereka kelak...
22/12/2021

Mengajak anak mengerjakan pekerjaan rumah adalah untuk kebaikan mereka kelak...

19/12/2021

Aku Tidak Diajak Temanku
Karena Tidak Sekufu dengan Mereka

Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari



Apa jawaban Anda ketika seorang anak bertanya "Ayah Ibu, teman-temanku menjauhiku karena katanya aku tidak gaul, tidak tahu games terkini." atau "Aku gak boleh ikut main sama mereka karena tidak tahu drakor terkini."


Pernah dengar ucapan macam ini dari buah hati anak kita? Apakah lalu gegara ini kemudian kita jadi membiarkan anak blending dengan teman pergaulan yang seperti itu?

Tentu saja tidak kan? Pertama-pertama, dari kecil bantu anak tentang mindset hidup mati berasal dan akan kembali kepada Allah. Artinya, Allah yang seharusnya jadi acuan utama, pelindung utama bukan pendapat teman-teman. 


Kedua, sebelum anak kita bergaul dengan temannya, tentu saja anak kita harus "bergaul" dengan orangtuanya. Jadilah kita teman terbaik dengan anak kita. Sehingga andaikan seluruh dunia meninggalkan anak kita, yang penting anak kita tidak meninggalkan prinsip-prinsip kebaikan yang ditanamkan orangtuanya.


Ketiga, tidak adakah teman yang sekufu? Mungkin bukan satu kompleks, tapi di tempat lain. Jika ada, yuk sering-sering playdate. Undang mereka ke rumah anak kita, atau kita yang berkunjung ke mereka. Jika tidak ada, bantu anak membuat circle baru (komunitas pergaulan baru)

Akhirnya tidak mudah memang bertahan atau konsisten menjaga dan membentuk keluarga dan anak-anak kita akan tetap memiliki pikiran dan perilaku positif. Tapi itulah memang seni dan perjuangan semua orangtua di dunia. 



Semoga siapapun yang baca postingan ini diberikan kekuatan untuk senantiasa mendampingi anak-anak kita. (abaihsan)

01/12/2021

Alhamdulillah, beberapa hari yang lalu, 2 orang guru kami yang turut dalam kompetisi "MembaTIK" atau Membuat Bahan Ajar berbasis TIK yag diselenggarakan oleh Kemdikbud, mendapat juara 2 dan juara 3. Baarokalloh ya.... semoga menjadi pemicu semangat untuk kami semua agar lebih berprestasi lagi di masa mendatang...

Address

Ketintang Barat III/198
Surabaya

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when KB / TKIT Wildani 2 posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to KB / TKIT Wildani 2:

Shortcuts

Share

Category