25/05/2026
|๐๐๐๐ โ ๐ฉ๐ผ๐น๐๐บ๐ฒ ๐ญ๐ฏ ๐ก๐ผ. ๐ฎ (๐ฎ๐ฌ๐ฎ๐ฑ)|
Keselamatan pasien masih menjadi isu penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di berbagai negara. Budaya keselamatan pasien tidak hanya berkaitan dengan prosedur, tetapi juga komunikasi, teamwork, dan dukungan organisasi di lingkungan rumah sakit.
๐ Studi systematic literature review ini merekam berbagai perspektif global terkait survei budaya keselamatan pasien. Hasilnya menunjukkan bahwa komunikasi terbuka, kolaborasi tim, serta dukungan pimpinan menjadi faktor utama dalam membangun budaya keselamatan pasien yang positif.
Menariknya, meskipun banyak rumah sakit menggunakan instrumen survei yang sama, hasilnya tetap berbeda karena dipengaruhi oleh budaya organisasi, sistem kerja, dan lingkungan masing-masing institusi kesehatan.
Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan patient safety culture membutuhkan lebih dari sekadar kebijakan. Diperlukan ๐ค๐จ๐ฆ๐ฎ๐ง๐ข๐ค๐๐ฌ๐ข ๐ฒ๐๐ง๐ ๐ญ๐๐ซ๐๐ฎ๐ค๐, ๐ค๐จ๐ฅ๐๐๐จ๐ซ๐๐ฌ๐ข ๐ญ๐ข๐ฆ, ๐ฌ๐๐ซ๐ญ๐ ๐๐ฎ๐ค๐ฎ๐ง๐ ๐๐ง ๐จ๐ซ๐ ๐๐ง๐ข๐ฌ๐๐ฌ๐ข yang konsisten demi menciptakan pelayanan kesehatan yang lebih aman dan berkualitas bagi pasien.
๐ https://doi.org/10.20473/jaki.v13i2.2025.232-241
๐๐๐๐
๐๐๐น๐๐ถ๐๐ฎ๐๐ฒ. ๐๐ผ๐น๐น๐ฎ๐ฏ๐ผ๐ฟ๐ฎ๐๐ฒ. ๐๐ผ๐ป๐ป๐ฒ๐ฐ๐.
07/05/2026
Belakangan ini, publik kembali menyoroti kasus dokter internship yang meninggal setelah diduga mengalami kelelahan akibat tingginya beban kerja. Dalam perspektif administrasi kesehatan, fenomena ini tidak hanya berkaitan dengan individu, tetapi juga dengan sistem kerja, distribusi SDM kesehatan, budaya organisasi, serta lingkungan kerja di fasilitas pelayanan kesehatan.
Burnout tenaga kesehatan dapat berdampak pada kesejahteraan tenaga medis hingga kualitas pelayanan kesehatan. Tekanan jam kerja panjang, tuntutan pelayanan yang tinggi, dan budaya senioritas yang masih kuat menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian dalam pengelolaan sumber daya manusia kesehatan di Indonesia.
Penelitian terkait burnout, kepuasan kerja, dan distribusi tenaga kesehatan menunjukkan bahwa sistem kesehatan yang berkelanjutan juga perlu didukung oleh lingkungan kerja yang aman, sehat, dan suportif bagi tenaga kesehatan.
๐ Temukan artikel-artikel seputar burnout tenaga kesehatan, distribusi SDM kesehatan, kepuasan kerja, patient safety, hingga manajemen sistem kesehatan melalui IJHA.
๐ https://e-journal.unair.ac.id/JAKI
๐๐๐๐
๐๐๐น๐๐ถ๐๐ฎ๐๐ฒ. ๐๐ผ๐น๐น๐ฎ๐ฏ๐ผ๐ฟ๐ฎ๐๐ฒ. ๐๐ผ๐ป๐ป๐ฒ๐ฐ๐.
27/04/2026
|๐๐๐๐ โ ๐ฉ๐ผ๐น๐๐บ๐ฒ ๐ญ๐ฏ ๐ก๐ผ. ๐ฎ (๐ฎ๐ฌ๐ฎ๐ฑ)|
BPJS mau naik, tapi ternyata hampir tidak ada yang punya asuransi cadangan. ๐ถ
๐ Riset dari 179 ribu data penduduk Indonesia menunjukkan: hanya ๐ฌ,๐ฑ% yang memiliki asuransi kesehatan swasta. Studi ini mengungkap siapa mereka โ dan faktor apa yang membuat sisanya belum bisa.
Spoiler: bukan soal malas. Ini soal ๐๐ค๐ฌ๐๐ฌ ๐๐๐ง ๐ค๐๐ญ๐ข๐ฆ๐ฉ๐๐ง๐ ๐๐ง.
Baca Selengkapnya:
๐ https://doi.org/10.20473/jaki.v13i2.2025.219-231
๐๐๐๐
๐๐๐น๐๐ถ๐๐ฎ๐๐ฒ. ๐๐ผ๐น๐น๐ฎ๐ฏ๐ผ๐ฟ๐ฎ๐๐ฒ. ๐๐ผ๐ป๐ป๐ฒ๐ฐ๐.
22/04/2026
|๐๐๐๐ โ ๐ฉ๐ผ๐น๐๐บ๐ฒ ๐ญ๐ฏ ๐ก๐ผ. ๐ฎ (๐ฎ๐ฌ๐ฎ๐ฑ)|
Stunting masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. Berbagai program bantuan sosial seperti PKH, BLT, dan BPNT telah dijalankan sebagai upaya untuk menekan angka stunting, namun efektivitasnya perlu terus dikaji.
๐ Studi ini menganalisis efektivitas perlindungan sosial dalam menurunkan stunting di Indonesia dengan melibatkan lebih dari 323 ribu anak. Hasilnya menunjukkan bahwa secara statistik, program bantuan sosial belum memberikan dampak signifikan secara langsung terhadap penurunan stunting. Sebaliknya, faktor lingkungan seperti akses air bersih, sanitasi layak, dan penggunaan energi masak bersih justru memiliki pengaruh yang lebih kuat.
Temuan ini menegaskan bahwa penanganan stunting ๐ญ๐ข๐๐๐ค ๐๐๐ฉ๐๐ญ ๐๐๐ซ๐ ๐๐ง๐ญ๐ฎ๐ง๐ ๐ฉ๐๐๐ ๐ฌ๐๐ญ๐ฎ ๐ฃ๐๐ง๐ข๐ฌ ๐ข๐ง๐ญ๐๐ซ๐ฏ๐๐ง๐ฌ๐ข ๐ฌ๐๐ฃ๐. Diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif melalui ๐ข๐ง๐ญ๐๐ ๐ซ๐๐ฌ๐ข ๐๐๐ง๐ญ๐ฎ๐๐ง ๐ฌ๐จ๐ฌ๐ข๐๐ฅ, ๐ฉ๐๐ซ๐๐๐ข๐ค๐๐ง ๐ฅ๐ข๐ง๐ ๐ค๐ฎ๐ง๐ ๐๐ง, ๐ฌ๐๐ซ๐ญ๐ ๐๐๐ฎ๐ค๐๐ฌ๐ข ๐ ๐ข๐ณ๐ข ๐๐๐ง ๐ฉ๐๐ซ๐ฎ๐๐๐ก๐๐ง ๐ฉ๐๐ซ๐ข๐ฅ๐๐ค๐ฎ ๐๐ข ๐ญ๐ข๐ง๐ ๐ค๐๐ญ ๐ซ๐ฎ๐ฆ๐๐ก ๐ญ๐๐ง๐ ๐ ๐.
๐https://doi.org/10.20473/jaki.v13i2.2025.206-218
๐๐๐๐
๐๐๐น๐๐ถ๐๐ฎ๐๐ฒ. ๐๐ผ๐น๐น๐ฎ๐ฏ๐ผ๐ฟ๐ฎ๐๐ฒ. ๐๐ผ๐ป๐ป๐ฒ๐ฐ๐.
13/04/2026
|๐๐๐๐ โ ๐ฉ๐ผ๐น๐๐บ๐ฒ ๐ญ๐ฏ ๐ก๐ผ. ๐ฎ (๐ฎ๐ฌ๐ฎ๐ฑ)|
Akses terhadap fasilitas kesehatan masih menjadi tantangan penting dalam sistem kesehatan di Indonesia. Meskipun layanan tersedia, tidak semua masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk memanfaatkannya.
๐ Tulisan ini mengkaji faktor-faktor sosiodemografi yang memengaruhi pemanfaatan fasilitas kesehatan di Indonesia. Hasil studi menunjukkan bahwa kepemilikan asuransi kesehatan menjadi faktor dominan dalam meningkatkan akses layanan. Namun, kesenjangan wilayah dan tingkat pendidikan masih menjadi hambatan yang signifikan.
Temuan ini menegaskan bahwa upaya peningkatan akses kesehatan tidak cukup hanya dengan menyediakan layanan, tetapi juga perlu memastikan bahwa setiap kelompok masyarakat memiliki kesempatan yang setara untuk menjangkaunya. Oleh karena itu, kebijakan yang lebih inklusif sangat diperlukan untuk mengurangi kesenjangan akses.
๐ https://doi.org/10.20473/jaki.v13i2.2025.195-205
๐๐๐๐
๐๐๐น๐๐ถ๐๐ฎ๐๐ฒ. ๐๐ผ๐น๐น๐ฎ๐ฏ๐ผ๐ฟ๐ฎ๐๐ฒ. ๐๐ผ๐ป๐ป๐ฒ๐ฐ๐.
06/04/2026
|๐๐๐๐ โ ๐ฉ๐ผ๐น๐๐บ๐ฒ ๐ญ๐ฏ ๐ก๐ผ. ๐ฎ (๐ฎ๐ฌ๐ฎ๐ฑ)|
Program JKN-PBI hadir sebagai upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan finansial bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan. Namun, sejauh mana program ini benar-benar mampu mengurangi beban pengeluaran kesehatan masih menjadi pertanyaan penting.
๐ Tulisan ini mengkaji dampak JKN-PBI terhadap pengeluaran kesehatan yang dibayar langsung oleh rumah tangga di Indonesia. Hasil studi menunjukkan bahwa program ini berkontribusi dalam menurunkan beban biaya kesehatan, tetapi dampaknya tidak dirasakan secara merata antar kelompok sosial ekonomi maupun wilayah tempat tinggal.
Temuan ini menegaskan bahwa meskipun JKN-PBI telah memberikan manfaat, masih terdapat kesenjangan dalam distribusi perlindungan finansial. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan agar program ini dapat menjangkau kelompok yang paling membutuhkan secara lebih optimal.
๐ https://doi.org/10.20473/jaki.v13i2.2025.182-194
๐๐๐๐
๐๐๐น๐๐ถ๐๐ฎ๐๐ฒ. ๐๐ผ๐น๐น๐ฎ๐ฏ๐ผ๐ฟ๐ฎ๐๐ฒ. ๐๐ผ๐ป๐ป๐ฒ๐ฐ๐.
30/03/2026
|๐๐๐๐ โ ๐ฉ๐ผ๐น๐๐บ๐ฒ ๐ญ๐ฏ ๐ก๐ผ. ๐ฎ (๐ฎ๐ฌ๐ฎ๐ฑ)|
Kolaborasi antar tenaga kesehatan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman pasien. Namun, implementasinya di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari komunikasi hingga perbedaan peran antar profesi.
๐ Tulisan ini mengkaji bagaimana interprofessional collaboration berperan dalam meningkatkan kepuasan pasien di Indonesia. Hasil studi menunjukkan bahwa kerja sama yang efektif antar tenaga kesehatan berkontribusi positif terhadap kepuasan pasien, terutama melalui komunikasi yang jelas, koordinasi yang baik, dan saling memahami peran masing-masing.
Temuan ini menegaskan bahwa penguatan kolaborasi lintas profesi perlu menjadi perhatian dalam pengembangan sistem pelayanan kesehatan yang berfokus pada pasien.
๐ https://doi.org/10.20473/jaki.v13i2.2025.172-181
๐๐๐๐
๐๐๐น๐๐ถ๐๐ฎ๐๐ฒ. ๐๐ผ๐น๐น๐ฎ๐ฏ๐ผ๐ฟ๐ฎ๐๐ฒ. ๐๐ผ๐ป๐ป๐ฒ๐ฐ๐.
21/03/2026
๐ ๐ฆ๐ฒ๐น๐ฎ๐บ๐ฎ๐ ๐๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐ฅ๐ฎ๐๐ฎ ๐๐ฑ๐๐น ๐๐ถ๐๐ฟ๐ถ ๐ญ๐ฐ๐ฐ๐ณ ๐ โจ
Dalam semangat kemenangan setelah menjalani bulan Ramadan, IJHA mengucapkan Selamat Idul Fitriโmomen untuk saling memaafkan, mempererat kebersamaan, dan memperbarui niat menuju kebaikan.
Semoga hari yang fitri ini membawa kedamaian, kebahagiaan, dan kekuatan baru untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera.
IJHA
Cultivate. Collaborate. Connect.
10/03/2026
Kasus campak kembali meningkat di Indonesia. Dalam perspektif administrasi kesehatan, keberhasilan program imunisasi tidak hanya bergantung pada ketersediaan vaksin, tetapi juga pada kualitas layanan kesehatan, komunikasi kebijakan, dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan.
Penelitian menunjukkan bahwa kepuasan orang tua terhadap layanan imunisasi berpengaruh pada keputusan untuk memvaksin anak. Hal ini menegaskan pentingnya penguatan implementasi program imunisasi dalam sistem pelayanan kesehatan.
๐ Baca artikel lengkapnya melalui IJHA.
https://e-journal.unair.ac.id/JAKI
๐๐๐๐
๐๐๐น๐๐ถ๐๐ฎ๐๐ฒ. ๐๐ผ๐น๐น๐ฎ๐ฏ๐ผ๐ฟ๐ฎ๐๐ฒ. ๐๐ผ๐ป๐ป๐ฒ๐ฐ๐.
04/03/2026
|๐๐๐๐ โ ๐ฉ๐ผ๐น๐๐บ๐ฒ ๐ญ๐ฏ ๐ก๐ผ. ๐ฎ (๐ฎ๐ฌ๐ฎ๐ฑ)|
Inovasi dalam terapi kanker membawa harapan baru bagi pasien. Namun, ketika akses terhadap obat onkologi inovatif masih bergantung pada pembayaran mandiri (self-paying), muncul pertanyaan penting mengenai keadilan dan keberlanjutan pembiayaan kesehatan.
๐ Tulisan ini menganalisis distribusi penggunaan obat kanker inovatif yang dibayar sendiri oleh pasien serta implikasinya terhadap beban finansial dan akses layanan. Temuan studi menunjukkan bahwa skema out-of-pocket masih menjadi mekanisme dominan, dengan konsekuensi ekonomi yang signifikan bagi pasien.
Studi ini menegaskan pentingnya evaluasi kebijakan pembiayaan untuk memastikan inovasi medis tidak memperlebar ketimpangan akses layanan kesehatan.
๐ https://doi.org/10.20473/jaki.v13i2.2025.162-171
๐๐๐๐
๐๐๐น๐๐ถ๐๐ฎ๐๐ฒ. ๐๐ผ๐น๐น๐ฎ๐ฏ๐ผ๐ฟ๐ฎ๐๐ฒ. ๐๐ผ๐ป๐ป๐ฒ๐ฐ๐.
24/02/2026
|๐๐๐๐ โ ๐ฉ๐ผ๐น๐๐บ๐ฒ ๐ญ๐ฏ ๐ก๐ผ. ๐ฎ (๐ฎ๐ฌ๐ฎ๐ฑ)|
Penerapan standar tarif pelayanan kesehatan dalam skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara regulasi pembiayaan dan keberlanjutan layanan. Implementasi kebijakan tarif tidak hanya berdampak pada aspek administratif, tetapi juga pada operasional fasilitas kesehatan di lapangan.
๐ Tulisan ini menganalisis penerapan standar tarif layanan kesehatan serta implikasinya terhadap kecukupan pembiayaan di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Temuan studi memberikan gambaran mengenai tantangan implementasi kebijakan dan pentingnya evaluasi berbasis bukti dalam penguatan sistem pembiayaan kesehatan.
๐ https://doi.org/10.20473/jaki.v13i2.2025.152-161
๐๐๐๐
๐๐๐น๐๐ถ๐๐ฎ๐๐ฒ. ๐๐ผ๐น๐น๐ฎ๐ฏ๐ผ๐ฟ๐ฎ๐๐ฒ. ๐๐ผ๐ป๐ป๐ฒ๐ฐ๐.