23/05/2026
Menenun Generasi Emas: Sinergi Peran Orang Tua dan Budaya Sekolah dalam Pendidikan Karakter Di Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya
Pendidikan karakter kini bukan lagi sekadar suplemen dalam kurikulum, melainkan inti dari seluruh proses pendidikan itu sendiri. Di tengah gempuran era digital dan disrupsi moral, kecerdasan akademis semata tidak lagi cukup untuk menjamin masa depan anak. Anak membutuhkan kompas moral yang kuat: jujur, empati, tangguh, dan bertanggung jawab.Pertanyaannya, siapakah yang paling bertanggung jawab memahat karakter tersebut? Jawabannya terletak pada dua pilar utama kehidupan anak: Orang tua di rumah dan Budaya yang hidup di sekolah.
Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Selalu mengajak siswa / siswi Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya untuk menerapkan BUDAYA SEKOLAH DALAM PENDIDIKAN Orang tua adalah "kurikulum tersembunyi" pertama bagi anak. Jauh sebelum anak mengenal bangku sekolah, mereka telah merekam, meniru, dan menginternalisasi nilai-nilai yang dipraktikkan di dalam rumah. Beberapa peran krusial orang tua dalam pendidikan karakter antara lain:
1)Keteladanan (Modelling): Anak adalah peniru ulung. Orang tua yang menginginkan anaknya jujur harus menunjukkan kejujuran dalam ucapan sehari-hari. Karakter tidak bisa diajarkan lewat instruksi verbal semata, melainkan lewat perilaku yang disaksikan anak setiap hari.
2)Pemberian Kasih Sayang dan Rasa Aman: Anak yang tumbuh dalam lingkungan rumah yang penuh penerimaan dan minim kekerasan emosional cenderung memiliki regulasi emosi yang baik. Rasa aman di rumah membuat anak tidak perlu mencari validasi negatif di luar rumah.
3)Pembiasaan (Habitual Action): Menanamkan disiplin melalui aturan rumah yang konsisten, seperti merapikan tempat tidur, berbicara dengan santun, hingga membatasi waktu layar (screen time).
Jika rumah adalah tempat menanam benih karakter, maka sekolah adalah tanah tempat benih itu tumbuh dan diuji. Namun, pendidikan karakter di sekolah tidak akan efektif jika hanya diajarkan sebagai materi hafalan di kelas Pancasila atau Agama. Karakter harus mewujud menjadi Budaya Sekolah (School Culture). Budaya sekolah adalah totalitas atmosfer, aturan, tradisi, dan interaksi sehari-hari yang dirasakan oleh seluruh warga sekolah. Budaya sekolah yang sehat mencakup:
Dalam kesempatan ini Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Alumni S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN Unesa Menyampaikan bahwa Membentuk karakter anak tidak bisa dilakukan secara parsial atau dibebankan kepada satu pihak saja. Orang tua dan sekolah laksana dua sayap dari seekor burung; jika salah satunya patah atau tidak berfungsi, maka anak tidak akan pernah bisa terbang tinggi menuju potensi terbaiknya. Ketika rumah memberikan fondasi kasih sayang yang kokoh dan sekolah menyediakan ekosistem budaya yang sehat, maka kita sedang mempersiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga anggun secara moral.
Penulis
H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd
Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E
Email : [email protected]
NO HP 083857963098
21/05/2026
Mengasah Kreativitas Tanpa Batas: Serunya Membuat Hasta Karya Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya dari Bahan Lunak Membuat Bunga Mawar
Pernahkah Anda merasa jenuh dengan rutinitas harian dan ingin mencoba sesuatu yang baru? Atau apakah Anda sedang mencari cara seru untuk melatih fokus dan imajinasi? Jika ya, membuat hasta karya dari bahan lunak adalah jawabannya. Kerajinan tangan bukan sekadar aktivitas pengisi waktu luang. Lebih dari itu, seni mengubah bahan mentah menjadi karya estetis adalah salah satu cara terbaik untuk mengasah belahan otak kanan kita alias pusat kreativitas.
Mengapa Harus Bahan Lunak?
Bahan lunak adalah material yang memiliki sifat fisik empuk, lentur, lembut, dan mudah dibentuk tanpa memerlukan alat-alat berat atau keahlian ekstrem. Sifatnya yang fleksibel ini memberikan kebebasan penuh bagi jemari dan imajinasi kita untuk berkreasi. Secara umum, bahan lunak dibagi menjadi dua kategori:
1)Bahan Lunak Alami: Diperoleh langsung dari alam. Contohnya tanah liat (clay alami), serat alam (pelepah pisang, eceng gondok), dan kulit hewan.
2)Bahan Lunak Buatan: Hasil olahan manusia menggunakan campuran kimia. Contohnya polymer clay, sabun batangan, lilin, gips, bubur kertas, dan kain flanel.
Manfaat Mengasah Kreativitas Lewat Kerajinan Tangan
"Kreativitas adalah kecerdasan yang bersenang-senang." – Albert Einstein
Saat Anda meremas tanah liat, mengukir sabun, atau memotong kain flanel, ada banyak manfaat psikologis dan motorik yang Anda dapatkan:
1.Melatih Otot Motorik Halus: Sangat baik untuk koordinasi mata dan tangan, baik bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan maupun dewasa untuk menjaga fokus.
2.Media Katarsis & Pereda Stres: Menyentuh dan membentuk bahan lunak memiliki efek terapeutik yang menenangkan pikiran (mindfulness).
3.Mengikis Takut Salah: Dalam seni bahan lunak, tidak ada istilah "gagal". Jika bentuknya belum sesuai, Anda tinggal meremasnya kembali (seperti pada clay) dan memulainya dari awal.
4.Peluang Bisnis Berdaya Jual: Karya yang unik dan estetik kini punya nilai ekonomi tinggi di pasar handicraft digital.
3 Ide Hasta Karya Bahan Lunak yang Bisa Dicoba di Rumah
Bagi Anda yang ingin mulai mencoba, berikut adalah beberapa ide kerajinan sederhana namun estetik yang bisa dibuat di rumah:
1. Tatakan Perhiasan (Trinket Dish) dari Air-Dry Clay
Air-dry clay adalah jenis tanah liat buatan yang bisa mengeras sendiri hanya dengan diangin-anginkan, tanpa perlu dibakar di oven.
Cara Membuat: Ambil sebongkah clay, pipihkan dengan rol, lalu bentuk menjadi mangkuk kecil atau piringan estetik. Anda bisa menambahkan tekstur daun atau mencetaknya dengan pola unik. Setelah kering (24 jam), cat menggunakan akrilik dan beri lapisan bening (varnish).
2. Ukiran Estetik dari Sabun Batangan
Punya sabun batangan beraroma harum di rumah? Jangan cuma dipakai mandi, Anda bisa mengubahnya menjadi pajangan mini.
Cara Membuat: Gambar pola sederhana (seperti bentuk kura-kura, bunga, atau daun) di permukaan sabun menggunakan pensil. Gunakan pisau ukir kecil atau cutter untuk membuang bagian sabun di luar pola secara perlahan hingga membentuk objek 3 dimensi.
3. Lilin Aromaterapi Hias (Scented Candle)
Lilin bukan lagi sekadar penerang saat mati lampu, melainkan dekorasi ruangan yang menenangkan.
Cara Membuat: Cairkan lilin lebah (beeswax atau soy wax), campurkan beberapa tetes minyak esensial favorit Anda. Tuang ke dalam gelas kaca estetik, selipkan sumbu di tengahnya, dan hias bagian atasnya dengan bunga kering sebelum lilin mengeras sepenuhnya.
Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Selalu ASAH KREATIVITAS Siswa / Siswi Nya Agar Kelak Mereka bisa menjadi manusia yang berguna dan berdaya Terampil.
Dalam kesempatan ini Ibu NIDYA VERAWATI ,S.Sos Selaku Guru Seni Budaya Mengajak Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya membuat KREATIVITAS MEMBUAT HASTA KARYA KERAJINAN DARI BAHAN LUNAK Dalam kesempatan ini siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya Membuat bunga mawar dari sabun Kerajinan bahan lunak
Dalam kesempatan ini Penulis yang Juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Alumni S2 MANAJEMEN Pendidikan UNESA Mengajak siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya Mengasah kreativitas tidak butuh modal yang mahal atau studio seni yang mewah. Kreativitas tumbuh subur saat Anda berani mencoba dan membiarkan tangan Anda kotor oleh eksperimen.
Ambil satu bahan lunak yang paling mudah Anda temukan di sekitar rumah hari ini, matikan ponsel Anda sejenak, dan mulailah membentuk karya pertama Anda.
Selamat berkreasi!
Penulis
H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd
Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E
Email : [email protected]
NO HP 083857963098
20/05/2026
Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara
Hari Kebangkitan Nasional yang kita peringati setiap tanggal 20 Mei bukan sekadar ritual tahunan untuk mengenang berdirinya Boedi Oetomo pada tahun 1908. Lebih dari itu, momen ini adalah alarm sejarah yang mengingatkan kita bahwa kedaulatan sebuah negara tidak hanya dijaga dengan moncong senjata di perbatasan, melainkan disemai melalui kualitas generasi mudanya. Membicarakan masa depan Indonesia berarti membicarakan bagaimana kita hari ini merawat "tunas bangsa". Kata "tunas" menyiratkan sesuatu yang baru tumbuh, rapuh, namun menyimpan potensi raksasa untuk menjadi pohon yang kokoh. Di tangan anak-anak dan remaja hari inilah, nasib kedaulatan NKRI dipertaruhkan dalam beberapa dekade mendatang.
Jika pahlawan masa lalu bangkit melawan kolonialisme fisik, tunas bangsa hari ini menghadapi musuh yang kasat mata: penjajahan gaya baru (neo-kolonialisme) melalui perang asimetris, infiltrasi budaya, dan polarisasi digital. Kedaulatan negara saat ini tidak hanya diukur dari batas teritorial, tetapi juga dari kedaulatan digital, ekonomi, dan pemikiran. Ketika generasi muda kita lebih terpikat pada ideologi transnasional, terjebak dalam pusaran hoaks, atau mengalami degradasi moral akibat konsumsi konten yang tidak sehat, maka runtuhnya kedaulatan bangsa tinggal menunggu waktu. Bangsa yang besar tidak akan punah karena diserang dari luar, melainkan karena keropos dari dalam akibat generasi penerusnya kehilangan jati diri.
Tiga Pilar Menjaga Tunas Bangsa
Untuk memastikan tunas-tunas ini tumbuh menjadi benteng kedaulatan yang kokoh, diperlukan sinergi dari tiga aspek utama:
1)Pendidikan Berkarakter dan Berbasis Pancasila Pendidikan tidak boleh hanya mencetak anak-anak yang pintar secara akademis, tetapi tumpul secara empati dan nasionalisme. Tunas bangsa harus dibekali dengan literasi digital yang kuat agar mampu memfilter informasi, serta penanaman nilai-nilai Pancasila yang aplikatif, bukan sekadar hafalan di atas kertas.
2)Kesehatan Fisik dan Mental (Pengentasan Stunting) Kita tidak bisa bicara tentang kedaulatan bersaing di kancah global jika tunas bangsa kita masih dibayangi oleh masalah stunting (tengkes) dan gizi buruk. Menjaga kedaulatan negara dimulai dari dapur rumah tangga—memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan hak nutrisi dan kesehatan mental yang layak agar tumbuh menjadi manusia yang kompetitif.
3)Keteladanan dari Generasi Pendahulu Tunas tumbuh mengikuti arah cahaya. Generasi tua—baik orang tua, guru, maupun para pemimpin publik—harus mampu menjadi "cahaya" yang memberikan teladan integritas. Anak muda tidak butuh khotbah moral; mereka butuh contoh nyata tentang bagaimana mencintai republik ini dengan pembuktian kerja dan kejujuran.
Dalam rangka memperingati 118 Hari Kebangkitan Nasional Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Pada Hari Rabu 20/5/2026 Pukul 07.00 di lapangan SMP PGRI 6 Surabaya mengadakan kegiatan Upacara PERINGATAN HARI KEBANGKITAN NASIONAL.
Dalam kesempatan ini yang bertindak menjadi Pembina Upacara adalah Penulis yang Juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Alumni S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA.
Dalam sambutannya Penulis menyampaikan Kalian semua yang berdiri di lapangan hari ini adalah tunas-tunas bangsa tersebut. Di pundak kalianlah masa depan Indonesia diletakkan. Namun ingat, tantangan kalian hari ini berbeda dengan pahlawan masa lalu. Penjajahan zaman sekarang tidak lagi menggunakan senjata, melainkan masuk melalui gawai di tangan kalian—berupa hoaks, degradasi moral, judi online, hingga budaya asing yang mengikis jati diri bangsa.
Oleh karena itu, menjaga kedaulatan negara saat ini artinya kalian harus bangkit melawan rasa malas. Bangkit untuk menguasai teknologi dengan bijak, rajin membaca, menjaga kesehatan fisik dan mental, serta saling menghargai dalam keberagaman.Kepada Bapak dan Ibu Guru, mari kita bersama-sama menjaga, merawat, dan menuntun tunas-tunas muda ini dengan penuh keikhlasan dan keteladanan. Jadikan sekolah kita rahim tempat lahirnya generasi yang cerdas akalnya dan mulia akhlaknya. Mari kita jadikan momentum 118 tahun Kebangkitan Nasional ini untuk melangkah lebih maju. Jangan jadi generasi yang rebahan, jadilah generasi yang membawa perubahan!
Penulis
H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd
Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E
Email : [email protected]
NO HP 083857963
18/05/2026
Antisipasi DBD, SMP PGRI 6 Surabaya Gandeng Puskesmas Wonokusumo dan KSH Lakukan Fogging Menyeluruh
Guna mengantisipasi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di lingkungan sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir menggelar aksi preventif berupa pengasapan (fogging), Senin (18/5). Langkah sigap ini dilakukan melalui kerja sama erat dengan petugas kesehatan dari Puskesmas Wonokusumo, Kecamatan Semampir, serta dibantu oleh kader Kampung Surabaya Hebat (KSH) setempat.
Kegiatan ini menyasar seluruh sudut area sekolah demi memastikan tidak ada ruang bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak. Petugas dengan APD lengkap menyisir setiap ruangan secara mendetail.
Sterilisasi Total Ruang Belajar dan Fasilitas Umum
Proses fogging dilakukan secara menyeluruh dan terjadwal agar tidak mengganggu aktivitas vital sekolah. Beberapa titik krusial yang menjadi fokus pengasapan antara lain:
a)Ruang Kelas & Ruang Komputer: Tempat utama siswa beraktivitas dalam durasi lama dipastikan steril dari nyamuk.
b)Ruang Guru & Ruang UKS: Area kerja guru serta ruang kesehatan tidak luput dari penyemprotan guna menjamin kenyamanan dan keselamatan warga sekolah.
c)Fasilitas Ibadah & Literasi: Mushola sekolah dan Ruang Perpustakaan turut difogging secara hati-hati agar fasilitas di dalamnya tetap aman namun bebas dari sarang nyamuk.
d)Kamar Mandi: Sebagai salah satu area dengan kelembapan tinggi dan berpotensi menjadi tempat penampungan air, area toilet dan kamar mandi mendapatkan perhatian khusus dari petugas.
Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III N0 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Alumni S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas respons cepat dan dukungan penuh dari pihak Puskesmas Wonokusumo serta para kader KSH Kecamatan Semampir.
"Kesehatan siswa dan seluruh staf adalah prioritas utama kami. Di tengah cuaca yang tidak menentu seperti sekarang, ancaman DBD nyata adanya. Melalui sinergi dengan Puskesmas Wonokusumo dan KSH, kami berharap lingkungan SMP PGRI 6 Surabaya menjadi ekosistem belajar yang aman, sehat, dan bebas dari penyakit," ujarnya.
Pihak Puskesmas Wonokusumo juga memberikan apresiasi kepada SMP PGRI 6 Surabaya yang dinilai proaktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Selain fogging, petugas juga mengimbau agar sekolah tetap konsisten menerapkan gerakan 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur ulang, plus menghindari gigitan nyamuk) secara mandiri setiap minggu. Dengan terlaksananya kegiatan ini, SMP PGRI 6 Surabaya berkomitmen untuk terus menjaga kebersihan lingkungan sekolah secara berkala demi mewujudkan sekolah yang sehat dan prestasi siswa yang optimal.
Penulis
H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd
Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E
Email : [email protected]
NO HP 083857963
13/05/2026
Mengubah Ruang Kelas Menjadi Petualangan Digital: Belajar Seru dan Aman dengan IFP di SMP PGRI 6 Surabaya
Di era digital yang berkembang pesat, SMP PGRI 6 Surabaya terus berinovasi untuk menghadirkan pengalaman belajar yang tak terlupakan bagi para siswanya. Salah satu langkah revolusioner yang diambil adalah pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) atau papan digital interaktif di dalam kelas.Bukan sekadar mengganti papan tulis kapur atau spidol, penggunaan IFP di "Sekolah Inspirasi" ini bertujuan menciptakan ekosistem pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, dan tetap aman bagi siswa.
1. Visualisasi yang Menghidupkan Materi
Pernahkah kalian merasa bosan melihat gambar statis di buku paket? Dengan IFP, materi pelajaran menjadi lebih hidup.
a)Eksplorasi 3D: Dalam pelajaran IPA, siswa tidak lagi hanya membayangkan struktur sel, tapi bisa memutar dan memperbesar model sel 3D langsung di layar.
b)Video Pembelajaran Interaktif: Guru dapat memutar video dan langsung memberikan anotasi (catatan) di atas video yang sedang berjalan untuk menekankan poin penting.
2. Belajar Sambil Bermain (Gamifikasi)
Belajar tidak harus selalu kaku. IFP memungkinkan integrasi berbagai platform edukasi berbasis permainan seperti Quizizz atau Kahoot.
a.Kompetisi Sehat: Siswa dapat maju ke depan untuk menjawab tantangan secara langsung pada layar sentuh yang responsif.
b.Kolaborasi Tim: Fitur multi-touch pada IFP memungkinkan beberapa siswa bekerja bersama di papan digital secara bersamaan, melatih kerja sama tim dalam memecahkan masalah.
3. Keamanan Digital dan Kenyamanan Mata
Aspek keamanan adalah prioritas utama di SMP PGRI 6 Surabaya. Penggunaan IFP dirancang agar tetap ramah bagi kesehatan dan mental siswa:
a)Teknologi Anti-Glare & Blue Light Filter: Layar IFP modern sudah dilengkapi pelindung mata, sehingga siswa tidak cepat lelah meskipun memperhatikan layar dalam waktu lama.
b)Internet Terfilter: Akses internet pada papan digital dikelola secara ketat oleh sekolah, memastikan hanya konten edukatif yang dapat diakses oleh siswa.
c)Lingkungan Tanpa Debu: Berbeda dengan papan tulis kapur, IFP menjaga kebersihan udara kelas, sangat aman bagi siswa yang memiliki alergi atau asma.
vvTips Belajar Menyenangkan dengan IFP untuk Siswa:
1)Jangan Ragu Mencoba: IFP didesain untuk disentuh. Jadilah proaktif saat guru meminta bantuan untuk mengoperasikan simulasi di depan kelas.
2)Manfaatkan Fitur Save & Share: Hasil coretan dan diskusi di papan digital bisa disimpan dalam bentuk PDF atau gambar, jadi kalian tidak perlu terburu-buru menyalin dan bisa lebih fokus mendengarkan penjelasan.
3)Kreativitas Tanpa Batas: Gunakan berbagai warna dan bentuk yang tersedia di aplikasi papan digital untuk membuat peta konsep (mind mapping) yang estetik dan mudah diingat.
Memasuki Semester Genap Tahun Pelajaran 2025/2026 Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir dalam menciptakan Pembelajaran yang Aman dan Nyaman Bagi Peserta Didik Di SMP PGRI 6 Surabaya Mulai 27 APRIL 2026- 30 APRIL 2026 Mengadakan Pembelajaran yang aman dan Nyaman Menggunakan Papan DIGITAL Di RUANG UKS SMP PGRI 6 Surabaya.
Dalam kesempatan Ini Penulis yang Juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Sekaligus ALUMNI S2 Jurusan MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA Mengajak Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya "Teknologi hanyalah alat. Namun, di tangan guru yang tepat dan dengan semangat siswa yang tinggi, IFP di SMP PGRI 6 Surabaya adalah jendela menuju masa depan yang lebih cerah."
Di Akhir Penulis mengajak siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya Dengan perpaduan teknologi canggih dan bimbingan guru yang inspiratif, SMP PGRI 6 Surabaya membuktikan bahwa sekolah bisa menjadi tempat yang sangat seru untuk mengeksplorasi dunia digital secara bijak
Yuk, semangat belajar di Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya!
Penulis
H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd
Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E
Email : [email protected]
NO HP 083857963
10/05/2026
Mengetuk Pintu Langit: Ikhtiar Spiritual dan Silaturahmi Demi Kelancaran SPMB 2026/2027
Di SMP PGRI 6
Menghadapi Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) tahun akademik 2026/2027 bukan sekadar pertarungan intelektual di atas kertas ujian. Di balik persiapan belajar yang intensif dan try-out yang melelahkan, ada kekuatan doa dan restu yang menjadi penentu utama. Memahami hal ini, keluarga besar [Nama Sekolah] menyelenggarakan kegiatan bertajuk "Sambang dan Ziarah: Harmoni Ikhtiar untuk Masa Depan".Kegiatan dimulai dengan agenda Sambang, yaitu mengunjungi kediaman para guru purnabakti dan sesepuh sekolah, serta mengundang perwakilan orang tua murid. Guru adalah orang tua kedua, dan restu mereka adalah "pelicin" bagi jalannya ilmu yang telah diberikan.
Dalam suasana yang hangat, para siswa dan jajaran sekolah memohon doa restu agar angkatan 2026/2027 diberikan ketenangan, kejernihan pikiran, dan hasil terbaik dalam menembus perguruan tinggi impian. Silaturahmi ini menegaskan bahwa keberhasilan siswa adalah keberhasilan kolektif yang melibatkan kasih sayang guru dan ketulusan doa orang tua.Setelah memperkuat hubungan antarmanusia (Hablum Minannas), kegiatan dilanjutkan dengan ziarah ke makam para tokoh pendidik dan leluhur. Ziarah ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momen refleksi bagi para siswa.
Di sela-sela pembacaan tahlil dan doa bersama, para siswa diingatkan bahwa perjuangan menuntut ilmu adalah bagian dari ibadah. Ziarah memberikan ketenangan batin, mengurangi kecemasan berlebih (anxiety) menghadapi ujian, dan menumbuhkan sikap tawakal—berserah diri setelah berusaha maksimal.
Tujuan utama dari rangkaian kegiatan ini adalah menyatukan visi antara sekolah, orang tua, dan siswa. Dengan batin yang tenang dan dukungan moral yang kuat, diharapkan:
a)Mental Siswa Lebih Tangguh: Tidak mudah goyah oleh tekanan kompetisi.
b)Fokus yang Tajam: Siswa dapat belajar dengan lebih bermakna karena merasa didukung penuh.
c)Keberkahan Ilmu: Apa yang dipelajari selama di sekolah menjadi manfaat dan membuka pintu kemudahan menuju kampus tujuan.
Guru Guru Sekolah Inspirasi SMP PGRU 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Pada Hari Jum’at 8/5/2026 Pukul 10.00 sebanyak 10 Guru Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya berangkat menuju kediaman Ibu DINA AYU SEPTYARINI ,S.Pd Untuk Jenguk Ayah Beliau yang baru Keluar dari Rumah Sakit Di BANGIL dengan mengendari HIECE DPRD Kota Surabaya yang di kemudikan Mas PUJI . Di Kediaman Ibu DINA AYU SEPTYARINI ,S.Pd bapak / Ibu Guru SMP PGRI 6 Surabaya Ngobrol banyak dan ditutup dengan Doa Untuk Kesehatan Kesembuhan Bapak Nya DINA AYU SEPTYARINI ,S.Pd
Sepulang dari Kediaman Ibu DINA AYU SEPTYARINI ,S.Pd , Bapak/ Ibu Dewan Guru SMP PGRI 6 Surabaya mampir ke Makam SYARIFAH KHODIJAH MBAH RATU AYU , Di sana Guru Guru SMP PGRI 6 Surabaya di pimpin Ibu ANIS LAILY MUFIDAH ,S.Pd membaca YASIN , TAHLIL Dan ISTIGHOSAH Untuk Kelancaran SPMB 2026 Di SMP PGRI 6 Surabaya mendapatkan Siswa / Siswi Yang banyak Berkah Barokah Selama Nya, Selesai Dari ZIARAH Tersebut Bapak / Ibu Guru SMP PGRI 6 Surabaya mampir ke tempat oleh Oleh Klepon Wahyu Di Gempol , Selesai dari Klepon Bapak / Ibu Guru SMP PGRI 6 Surabaya mampir Bakso SOLO Di Depan KANTOR POS Sidoarjo
Dalam Kesempatan ini Penulis yang juga Kepala Sekolah inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Alumni S2 MANAJEMEN Pendidikan UNESA Menyampaikan SPMB 2026/2027 memang sebuah tantangan besar, namun dengan perpaduan antara Kerja Keras (Ikhtiar) dan Ketukan Pintu Langit (Doa & Ziarah), tidak ada gerbang yang mustahil untuk dibuka. Semoga seluruh siswa angkatan ini diberikan kelancaran dan lulus di program studi yang mereka cita-citakan.
Mari kita iringi langkah putra-putri kita dengan doa terbaik di setiap sujud kita.
Penulis
H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd
Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E
Email : [email protected]
NO HP 083857963
08/05/2026
Tak Ada Kata Lelah: Semangat Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Membumikan Selawat di Jumat Berkah
Pagi yang tenang di kawasan Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Surabaya, mendadak syahdu. Suara lantunan ayat-ayat suci berkumandang dengan kompak, memecah keheningan pagi. Di dalam aula SMP PGRI 6 Surabaya (Sekolah Inspirasi), terlihat ratusan siswa duduk bersila dengan rapi. Tidak ada gurauan, tidak ada wajah mengantuk yang tampak; yang ada hanyalah gema doa yang tulus. Bagi siswa-siswi SMP PGRI 6 Surabaya, hari Jumat bukan sekadar akhir pekan sekolah. Ini adalah momen Jumat Berkah, di mana "tak ada kata lelah" untuk mengejar rida Ilahi melalui pembacaan Yasin, Tahlil, dan Ratibul Haddad.
Kegiatan rutin ini telah menjadi napas bagi Sekolah Inspirasi. Sejak bel pagi berbunyi, para siswa sudah bersiap dengan kitab kecil di tangan mereka. Pembacaan Yasin dan Tahlil ditujukan untuk mendoakan para leluhur, keluarga besar sekolah, serta bangsa Indonesia. Namun, yang membuat suasana semakin khidmat adalah pembacaan Ratibul Haddad. Dzikir yang berisi kumpulan doa dan selawat ini dipercaya menjadi benteng diri bagi para remaja agar tetap berada di jalur yang positif di tengah gempuran arus modernisasi.
Mungkin bagi sebagian remaja, duduk diam selama satu jam untuk berdzikir terasa berat. Namun, siswa SMP PGRI 6 Surabaya membuktikan hal berbeda. Ada beberapa alasan mengapa semangat mereka tak pernah luntur:
a)Pembangunan Karakter: Sekolah menekankan bahwa kecerdasan otak (IQ) harus seimbang dengan kecerdasan spiritual (SQ).
b)Kedisiplinan Diri: Bangun lebih pagi dan fokus dalam kekhusyukan adalah latihan disiplin yang nyata.
c)Rasa Kekeluargaan: Saat melantunkan doa bersama, sekat antar kelas hilang. Mereka adalah satu keluarga besar yang saling mendoakan.
Salah satu guru pendamping menyampaikan bahwa kegiatan ini membawa dampak signifikan terhadap perilaku siswa di kelas.
"Anak-anak menjadi lebih tenang, sopan kepada guru, dan memiliki rasa empati yang tinggi terhadap sesama. Energi positif dari dzikir pagi terbawa hingga jam pelajaran usai."
Melalui pembacaan Yasin, Tahlil, dan Haddad, SMP PGRI 6 Surabaya berhasil membuktikan bahwa sekolah bukan hanya tempat untuk mengejar nilai di atas kertas, tetapi juga tempat untuk menanamkan benih iman yang kokoh.
Di balik label "Sekolah Inspirasi", terselip harapan besar agar para lulusannya nanti tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga menjadi pribadi yang religius. Bagi mereka, lelah itu wajar sebagai manusia, namun menyerah pada rasa lelah dalam beribadah bukanlah pilihan. Semangat Jumat Berkah ini akan terus bergulir, menjadi bukti nyata bahwa di sudut kota Surabaya, ada generasi muda yang tetap menjaga tradisi langit tetap membumi.
SMP PGRI 6 Surabaya: Tiada Hari Tanpa Prestasi, Tiada Jumat Tanpa Doa.
Penulis
H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd
Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E
Email : [email protected]
NO HP 083857963
06/05/2026
Menjemput Mimpi di Gerbang Sekolah: Perjuangan Inspiratif Tim Promosi
SMP PGRI 6 Surabaya
Dalam setiap langkah kaki yang menapaki gerbang sekolah dasar demi sekolah dasar, ada satu api semangat yang tak pernah padam: keinginan untuk menyambut generasi penerus dengan tangan terbuka. Bagi tim promosi SMP PGRI 6 Surabaya, kegiatan promosi bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah misi untuk menjadi "jembatan" bagi mimpi anak-anak bangsa.
Di bawah terik matahari Surabaya yang menyengat, tim kami—yang terdiri dari guru-guru berdedikasi dan siswa-siswa teladan—berkeliling dari satu sekolah dasar ke sekolah dasar lainnya. Kami membawa bukan hanya tumpukan brosur, melainkan harapan. Kami sadar bahwa memilih Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah keputusan besar bagi siswa kelas 6 dan orang tua mereka. Perjuangan ini bukan tanpa tantangan. Ada kalanya rasa lelah menyapa, namun saat melihat binar mata siswa-siswi SD yang antusias bertanya tentang ekskul, suasana kelas, hingga kehangatan lingkungan SMP PGRI 6 Surabaya, rasa lelah itu seketika sirna. Interaksi itulah yang menjadi bahan bakar semangat kami.
Kegiatan promosi ini membuka mata kami bahwa setiap anak memiliki keunikan. Beberapa anak bertanya dengan semangat tentang tim olahraga, yang lain bertanya tentang kegiatan seni. Orang tua pun kerap menitipkan harapan yang sama: "Apakah sekolah ini aman? Apakah anak saya bisa berkembang di sini?" Di sinilah letak perjuangan sesungguhnya. Kami berusaha menjelaskan dengan sepenuh hati bahwa SMP PGRI 6 Surabaya bukan hanya tempat untuk belajar angka dan teori. Kami adalah rumah untuk bertumbuh. Kami berkomitmen menciptakan lingkungan yang inklusif, suportif, dan penuh dengan nilai-nilai karakter yang membentuk pribadi tangguh di masa depan.
Kami percaya bahwa pendidikan adalah investasi terbaik. SMP PGRI 6 Surabaya memiliki visi untuk tidak meninggalkan satu pun siswa di belakang. Setiap anak berhak mendapatkan perhatian, pengembangan bakat, dan rasa percaya diri yang dibangun dengan kasih sayang. Perjuangan tim promosi di lapangan adalah langkah awal dari komitmen ini. Kami ingin menjemput mereka agar tidak salah langkah dalam memilih rumah kedua untuk tiga tahun ke depan. Kami ingin memastikan bahwa setiap siswa yang bergabung dengan keluarga besar SMP PGRI 6 Surabaya merasa disambut, didukung, dan dihargai.
Kepada adik-adik kelas 6 SD di seluruh Surabaya, kalian adalah masa depan yang kami nantikan. Jangan ragu untuk melangkah dan bertanya. SMP PGRI 6 Surabaya selalu siap membuka pintu bagi kalian yang ingin mengeksplorasi potensi diri, menjalin pertemanan baru, dan mengukir prestasi yang membanggakan. Terima kasih kepada seluruh tim yang telah bekerja keras tanpa lelah, dan kepada pihak sekolah dasar yang telah menyambut kami dengan hangat. Perjuangan kita hari ini adalah benih bagi kesuksesan siswa-siswi kita di masa depan.
Dalam mempersiapkan SPMB Tahun 2026-2027 Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Pada hari Rabu 6/5/2026 Pukul 10.30 Tim Promosi SPMB 2026-2027 yang terdiri dari Ibu FENTY AYU RESMANAWATI,S.Pd , Ibu SUGIARTI ,S.Pd , Ibu DINA AYU SEPTYARINI ,S.Pd , SITI NUR AMELIA , AULIA NOVITA SANI Berangkat ke SD NEGERI Wonokusumo IV Surabaya Untuk Mengais Rezeki Promosi SPMB Kepada Siswa / Siswi Kelas 6 SDN Wonokusumo IV Tersebut
Seluruh siswa / Siswi SDN Wonokusumo IV Surabaya sangat antusias mendengarkan paparan PPT SPMB SMP PGRI 6 Surabaya yang di sampaikan Tim Promosi SPMB SMP PGRI 6 Surabaya 2026-2027
Sebelum Mengakhiri TIM PROMOSI SPMB SMP PGRI 6 Surabaya Mengajak Siswa / Siswi SDN Wonokusumo IV Surabaya
SMP PGRI 6 Surabaya: Berkarakter, Berprestasi, dan Berbudaya.
Mari bergabung dan tumbuh bersama kami!
Penulis
H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd
Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E
Email : [email protected]
NO HP 083857963