Lentera Islam

Lentera Islam "Menebar cahaya ilmu, menginspirasi kebaikan, dan mempererat ukhuwah Islamiyah."
(1)

Assalamualaikum...
30/06/2026

Assalamualaikum...

Assalamualaikum
29/06/2026

Assalamualaikum

Assalamualaikum....Apa yang Membuat Halimah as Sa'diyah dipilih Allah untuk Menyusui Nabi Muhammad? Ini Jawaban Allah
29/06/2026

Assalamualaikum....
Apa yang Membuat Halimah as Sa'diyah dipilih Allah untuk Menyusui Nabi Muhammad? Ini Jawaban Allah

Assalamualaikum,Debu beterbangan, dentingan pedang beradu, teriakan menggema ke segala arah. Di tengah hiruk-pikuk itu, ...
23/06/2026

Assalamualaikum,Debu beterbangan, dentingan pedang beradu, teriakan menggema ke segala arah. Di tengah hiruk-pikuk itu, muncul sosok yang nggak pernah lo bayangin bakal jadi bintang lapangan—atau lebih tepatnya, woman of the match.

Namanya Nusaibah binti Ka'ab, alias Ummu Umarah.

Awalnya, Nusaibah datang ke medan Perang Uhud bareng suami dan dua anaknya bukan buat angkat senjata, tapi buat misi kemanusiaan: ngasih air dan ngurusin prajurit yang terluka. Simpel banget, kan? Tapi ternyata, takdir punya plot twist yang gila.

Ketika pasukan pemanah Muslim melanggar perintah dan posisi jebol, musuh langsung ngegas ke lini belakang. Target mereka jelas: Rasulullah SAW. Semua orang panik, kocar-kacir. Tapi Nusaibah? Instingnya langsung nyala. Dia nggak lari.

Begitu lihat Nabi dalam bahaya, Nusaibah ngelempar wadah airnya, nyambar pedang yang jatuh, ambil busur, dan berdiri jadi tameng hidup. She literally became a human shield.

Bareng suami dan anak-anaknya, dia bertarung habis-habisan. Setiap musuh yang coba nyerang Rasulullah, Nusaibah maju duluan. Bahkan sempat duel sama penunggang kuda, nebas kaki kudanya sampai jatuh, lalu bikin si penunggang tumbang.

Rasulullah SAW sampai kagum dan bilang: “Ke mana pun aku menoleh, baik kanan maupun kiri, aku selalu melihat Nusaibah berperang demi melindungiku.”

Pertempuran itu brutal. Nusaibah kena sekitar 12 luka parah, termasuk sabetan pedang dalam di bahunya dari serangan Ibnu Qami’ah. Tapi tiap kali terluka, dia cuma balut cepat-cepat, lalu balik lagi ke arena. Rasa sakit? Nggak ada artinya dibanding keselamatan Nabi.

Kisah Nusaibah nunjukin kalau pahlawan super itu nyata. Mereka nggak pakai jubah fiksi, tapi keberanian dan loyalitas tanpa batas. Bayangin aja: kayak konser rock yang tiba-tiba rusuh, tapi versi ribuan tahun lalu di Perang Uhud.

Address

Surabaya

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Lentera Islam posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share