28/07/2026
๐งฎ Saat Guru Matematika Pernah Demo Menolak Kalkulator di Sekolah
Pada 5 April 1986, sebuah surat kabar memuat berita tentang aksi protes guru-guru sekolah dasar terhadap penggunaan kalkulator di kelas. Mereka khawatir jika anak-anak memakai kalkulator terlalu dini, mereka tidak akan benar-benar memahami konsep dasar matematika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, hingga kemampuan berhitung di luar kepala.
Sekilas terdengar aneh, apalagi sekarang kalkulator ada di hampir setiap ponsel. Tapi saat itu, kekhawatiran mereka cukup masuk akal. Pada era 1980-an, penggunaan kalkulator di sekolah mulai meningkat, dan banyak pendidik berdebat soal kapan alat ini sebaiknya diperkenalkan kepada siswa. Yang menarik, guru-guru tersebut bukan menolak teknologi sepenuhnya. Mereka lebih menekankan bahwa siswa harus menguasai dasar-dasar matematika terlebih dahulu sebelum bergantung pada kalkulator.
Menurut mereka, jika fondasi berhitung sudah kuat, kalkulator bisa menjadi alat bantu yang sangat berguna, bukan pengganti kemampuan berpikir. Hingga sekarang, perdebatan serupa masih ada. Banyak kurikulum modern akhirnya mengambil jalan tengah: siswa belajar berhitung manual di jenjang awal, lalu mulai menggunakan kalkulator ketika materi sudah lebih kompleks, seperti aljabar, statistik, atau sains.
Jadi, ternyata kekhawatiran soal teknologi "membuat orang jadi malas berpikir" bukan cuma muncul karena AI saat ini. Empat puluh tahun lalu, kalkulator pun pernah memicu perdebatan yang hampir sama.
https://s.shopee.co.id/6fg2KobndI
https://s.shopee.co.id/6fg2KobndI