Diana

Directions Website

Diana Saat hiburan mudah viral, mari kita buat pengetahuan dan kebaikan ikut bersinar. 📚 Hai!
(1)

Bagikan setiap postingan yang kamu percaya bahwa nilai di dalamnya layak mendapat tempat yang lebih luas.

💎📔 https://s.id/BukuPeganganAIUntukGuru 🤖💎 Aku Diana 📚

Aku adalah seorang pendidik sekaligus pencinta dunia edukasi yang percaya bahwa ilmu pengetahuan itu bukan untuk disimpan, tapi untuk dibagikan. ✨ Baik saat mengajar di kelas, membuat materi pembelajaran, atau sekadar membahas tren pendidikan terbaru, aku selalu semangat menyalakan rasa ingin tahu dan menumbuhkan potensi. Di luar jam mengajar, kamu bisa menemukan aku sedang mencatat ide untuk proyek belajar berikutnya, mencoba tools edukasi terbaru, atau menikmati kopi sambil membaca buku tentang cara otak belajar. ☕🧠📖

Yuk, temani aku dalam perjalanan berbagi ilmu, belajar sepanjang hayat, dan menjadikan pendidikan sebagai sumber inspirasi sehari-hari! 🍎🌱💡

Kabar terbaru ‼️👉 Guru PW disebut naik PPPK tanpa tes.👉 PPPK bisa ikut tes untuk menjadi PNS. Gagal tes? Status PPPK tet...
15/09/2026

Kabar terbaru ‼️

👉 Guru PW disebut naik PPPK tanpa tes.
👉 PPPK bisa ikut tes untuk menjadi PNS. Gagal tes? Status PPPK tetap aman.
👉 Non-ASN di atas 35 tahun: disebut diangkat PPPK tanpa tes.
👉 Non-ASN di bawah 35 tahun: ikut tes. Jika gagal, disebut tetap diakomodasi menjadi PPPK.

🔥 Semoga segera terealisasi dan menjadi kepastian bagi guru non-ASN yang selama ini menunggu!

GURU DAN HASIL PISA 2025:Kedaulatan Rakyat, Senin 14 September 2026Kita terlalu sering bertanya mengapa anak-anak Indone...
14/09/2026

GURU DAN HASIL PISA 2025:
Kedaulatan Rakyat, Senin 14 September 2026

Kita terlalu sering bertanya mengapa anak-anak Indonesia belum mampu menjawab soal PISA. Mungkin pertanyaan yang lebih jujur adalah sudahkah sekolah kita memberi mereka cukup kesempatan untuk berpikir? Pertanyaan ini penting karena PISA 2025 bukan sekadar berbicara tentang angka dan peringkat. Ia berbicara tentang kualitas proses belajar yang berlangsung setiap hari di ruang kelas. Di sanalah guru mengajar, siswa belajar, dan masa depan pendidikan Indonesia sesungguhnya sedang dibentuk.

Hasil PISA 2025 menunjukkan gambaran yang belum menggembirakan. Skor Indonesia berada pada 389 untuk sains, 365 untuk membaca, dan 364 untuk matematika, masih jauh di bawah rata-rata OECD yang masing-masing 482, 461, dan 463. Dibanding 2022, skor Indonesia memang berubah positif pada sains dan membaca, tetapi OECD menegaskan perubahan tersebut tidak signifikan secara statistik. Matematika bahkan turun tipis. Yang lebih penting, hanya sekitar 37 persen siswa mencapai Level 2 atau lebih dalam sains, 27 persen dalam membaca, dan 17 persen dalam matematika.

Ini menunjukkan bahwa persoalan kita bukan sekadar kurang menguasai materi, melainkan belum cukup kuat menggunakan pengetahuan untuk memahami persoalan, bernalar, dan mengambil keputusan.

Ada satu temuan yang juga patut direnungkan. Hanya 30 persen siswa Indonesia melaporkan memiliki growth mindset, yakni keyakinan bahwa kemampuan dapat berkembang melalui usaha, strategi, dan umpan balik; rata-rata OECD mencapai 69 persen. Temuan ini mengingatkan bahwa sekolah bukan hanya tempat mentransfer pengetahuan. Sekolah juga harus menumbuhkan keberanian menghadapi kesulitan, ketekunan, dan keyakinan bahwa kegagalan bukan akhir dari proses belajar.

Di titik inilah guru menjadi aktor perubahan. PISA memberi pesan bahwa sekolah tidak boleh terlalu sibuk mengajarkan jawaban, tetapi harus lebih serius melatih cara berpikir. Guru SD perlu memperkuat fondasi: kegemaran membaca, memahami makna, bernalar dengan angka, bertanya, mengamati, dan menjelaskan dengan bahasa sendiri.

Guru SMP perlu membawa siswa dari sekadar “tahu” menuju “mengapa” dan “bagaimana jika”. Membaca teks yang lebih kompleks, menafsirkan data, memecahkan masalah kontekstual, berdiskusi, dan mempertanggungjawabkan jawaban harus menjadi bagian dari keseharian. Guru SMA perlu semakin mendorong pembelajaran mendalam: menganalisis, mengevaluasi, mencipta, melakukan riset kecil, dan memecahkan persoalan yang tidak selalu memiliki satu jawaban.

Perubahan itu tidak berarti guru harus menambah beban dengan semakin banyak tugas. Justru yang diperlukan adalah memperbaiki kualitas pengalaman belajar. Satu bacaan yang dibedah dengan baik dapat lebih bermakna daripada banyak halaman yang sekadar dirangkum. Satu masalah nyata yang membuat siswa berpikir dapat lebih berharga daripada puluhan soal rutin. Kelas perlu menjadi ruang untuk bertanya, berdialog, bereksperimen, berargumentasi, gagal, mencoba lagi, dan melakukan refleksi. Literasi dan numerasi pun jangan dipandang sebagai urusan guru Bahasa Indonesia dan Matematika saja. Keduanya harus menjadi kebiasaan berpikir dalam seluruh mata pelajaran.

Tantangan baru datang dari kecerdasan buatan. PISA 2025 mencatat 53 persen siswa Indonesia menggunakan chatbot AI untuk membantu belajar setidaknya sekali seminggu. Ini bukan alasan untuk melarang teknologi, tetapi alasan untuk mengubah cara guru mendidik. AI harus digunakan sebagai alat untuk memperluas eksplorasi, memperoleh umpan balik, dan memperkaya latihan, bukan menggantikan proses berpikir siswa. Anak harus tetap diminta menjelaskan alasan, memeriksa bukti, membandingkan sumber, dan mempertanggungjawabkan jawabannya.

Karena itu, hasil PISA sebaiknya tidak berhenti menjadi bahan perdebatan tentang peringkat. Ia harus masuk ke ruang kelas dan mengubah praktik pembelajaran. Guru SD, SMP, dan SMA perlu bertanya setiap hari: apakah pembelajaran saya membuat anak semakin hafal, atau semakin mampu berpikir? Sebab masa depan pendidikan Indonesia tidak terutama ditentukan oleh seberapa banyak materi yang berhasil disampaikan guru, melainkan oleh seberapa dalam siswa belajar memahami dunia. PISA bukan hanya mengukur murid. Ia juga mengajak kita mengukur kembali kualitas cara kita mengajar.

“Kepentingan rakyat tidak akan pernah bisa diwakilkan oleh orang-orang yang tidak hidup seperti rakyat.”— Tan MalakaKali...
09/09/2026

“Kepentingan rakyat tidak akan pernah bisa diwakilkan oleh orang-orang yang tidak hidup seperti rakyat.”
— Tan Malaka

Kalimat ini mengingatkan bahwa memperjuangkan kepentingan rakyat membutuhkan kedekatan dengan kehidupan dan persoalan yang benar-benar dihadapi rakyat.

Kekuasaan seharusnya tidak menjauhkan pemimpin dari masyarakat, tetapi justru membuat mereka semakin memahami kebutuhan, kesulitan, dan harapan rakyat.

“Jangan hanya berbicara atas nama rakyat, pahami juga kehidupan rakyat.” ⚖️

GURU YANG BERHATI MULIA DEMI PENDIDIKAN BUAT ANAK BANGSA.👍Rudi Manggala Saputra adalah sosok yang membuktikan bahwa kete...
09/09/2026

GURU YANG BERHATI MULIA DEMI PENDIDIKAN BUAT ANAK BANGSA.👍

Rudi Manggala Saputra adalah sosok yang membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti memberikan manfaat bagi orang lain. Sebagai seorang guru honorer penyandang disabilitas, ia memilih mengabdikan hidupnya untuk pendidikan anak-anak di pelosok Puncak, Bogor. Sejak era 1980-an, hatinya tergerak melihat banyak anak dari keluarga pemetik teh yang tidak mampu melanjutkan sekolah, bahkan sebagian belum bisa membaca. Dari keprihatinan itulah, Rudi memulai langkah kecil untuk mengubah masa depan mereka.

Perjalanannya tidak pernah mudah. Pada masa awal mengajar, Rudi rela memberikan ilmunya tanpa mendapatkan gaji yang layak. Terkadang, ia hanya menerima segelas beras dari orang tua murid sebagai tanda terima kasih. Namun, sedikitnya imbalan tidak pernah membuatnya meninggalkan anak-anak yang membutuhkan pendidikan. Demi memenuhi kebutuhan hidup, ia juga bekerja sebagai pengemudi ojek, sambil tetap meluangkan waktu dan tenaga untuk mengajar.

Perjuangan panjang yang dimulai dari sebuah kelompok belajar sederhana akhirnya menghasilkan perubahan besar. Upaya Rudi turut melahirkan berdirinya SD Negeri Cikoneng di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Puluhan tahun berlalu, tetapi semangatnya untuk mendidik tidak pernah padam. Kisah perjuangannya bahkan diabadikan dalam film dokumenter berjudul *Langkah Manggala* dan mendapatkan pengakuan melalui penghargaan Liputan 6 Awards 2024 kategori Pendidikan.

Kisah Rudi Manggala mengajarkan bahwa seorang pahlawan tidak selalu memiliki kekayaan, jabatan, atau kehidupan yang serba mudah. **Dengan segala keterbatasan fisik dan ekonomi, ia tetap memilih berjalan demi masa depan anak-anak yang bahkan bukan keluarganya sendiri.** Dari imbalan segelas beras hingga penghargaan bergengsi, perjalanan hidupnya menjadi bukti bahwa ketulusan dan pengorbanan yang dilakukan dengan sepenuh hati dapat melahirkan perubahan besar.



DULU SISWI BERPRESTASI, KINI HARUS BERJUANG MEMULIHKAN KONDISINYA‼️‼️‼️Febiola Br Purba, pelajar asal Kabupaten Karo, Su...
09/09/2026

DULU SISWI BERPRESTASI, KINI HARUS BERJUANG MEMULIHKAN KONDISINYA‼️‼️‼️

Febiola Br Purba, pelajar asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kini tengah menjalani perawatan setelah mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan MBG.
Kondisinya dilaporkan berubah drastis. Keluarga menyebut Febiola mengalami gangguan ingatan dan perubahan perilaku hingga kesulitan mengenali orang-orang di sekitarnya.
Dari pemeriksaan medis, disebut ada kemungkinan infeksi bakteri atau paparan racun jamur yang perlu ditelusuri lebih lanjut. Tim medis juga memperkirakan proses pemulihannya membutuhkan waktu panjang dan perawatan rutin.
Di balik perjuangan Febiola untuk pulih, ada persoalan lain yang tak kalah berat.
Keluarganya harus menghadapi beban biaya pengobatan, kebutuhan nutrisi, serta pendampingan selama masa perawatan. Bahkan, orang tua disebut harus mengurangi aktivitas pekerjaan demi fokus merawat anaknya.
Kasus ini tentu menimbulkan pertanyaan besar:
Jika benar gangguan kesehatan tersebut terbukti berkaitan dengan makanan MBG, siapa yang harus bertanggung jawab?
Dan yang tak kalah penting, apakah sistem pengawasan dan keamanan pangan dalam program MBG sudah cukup untuk melindungi para siswa?
Jangan langsung menyimpulkan penyebab sebelum hasil pemeriksaan dan investigasi selesai. Tetapi jika memang ditemukan kelalaian, harus ada evaluasi dan pertanggungjawaban yang jelas.
Menurut kalian, MBG perlu dihentikan sementara sampai standar keamanannya benar-benar dipastikan, atau program tetap berjalan dengan pengawasan yang diperketat?

Menanglah dalam hening, Tumbuh tanpa riuh tepuk tangan, Bahagia tak perlu panggung.Cukup langit yang tau, sebab yang dir...
09/09/2026

Menanglah dalam hening, Tumbuh tanpa riuh tepuk tangan, Bahagia tak perlu panggung.
Cukup langit yang tau, sebab yang dirawat dalam diam akan kuat tanpa perlu pengakuan 🌻

Ratusan porsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Kabuh, Jombang, tidak diambil para siswa pada Sabtu (5/9/2026). Sej...
08/09/2026

Ratusan porsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Kabuh, Jombang, tidak diambil para siswa pada Sabtu (5/9/2026). Sejak dikirim dari SPPG sekitar pukul 10.00 hingga siang hari, ompreng makanan tersebut masih tertumpuk dan tertutup rapat di halaman sekolah.

Sejumlah siswa memilih menjauh karena masih merasa takut setelah sebelumnya mengalami keluhan kesehatan usai menyantap menu MBG pada Rabu (2/9/2026). Salah satu siswa mengaku tidak berani mengambil jatah makanan karena masih trauma dengan kejadian tersebut.

Kepala SMPN 1 Kabuh, Suprihadiono, membenarkan kondisi itu. Menurutnya, pihak sekolah untuk sementara memilih tidak membagikan MBG karena para siswa masih trauma. Setiap hari sekolah tersebut menerima sekitar 683 porsi MBG dari SPPG Mangunan, yang diperuntukkan bagi siswa, guru, dan tenaga kependidikan.

Sumber : Akuratco pada 5 September 2026 pukul 18.24 WIB.

Mimpi Tiara Celly (18 tahun) untuk melanjutkan pendidikan ke Mesir akhirnya menemukan jalan. Gadis asal Nagari Malampah,...
07/09/2026

Mimpi Tiara Celly (18 tahun) untuk melanjutkan pendidikan ke Mesir akhirnya menemukan jalan. Gadis asal Nagari Malampah, Kecamatan Tigo Nagari, Pasaman, Sumatera Barat, itu dinyatakan lulus di Universitas Al-Azhar pada jurusan Syariah Islamiyah. Tidak sekadar lulus, ia juga mendapatkan beasiswa pendidikan di kampus Islam terkemuka di dunia itu.

Namun, ketika pintu untuk melanjutkan pendidikan itu terbuka, Tiara masih harus menghadapi satu persoalan yang tak kalah berat. Ia membutuhkan sekitar Rp19,4 juta untuk biaya keberangkatan ke Mesir.

Tiara mengatakan bahwa total biaya yang harus disiapkan untuk berangkat sekitar Rp25 juta. Ia membutuhkan dana tersebut untuk membeli tiket dan visa. Dari jumlah itu, katanya, baru Rp5,6 juta yang telah dibayarkan.

📢 MULAI 2027, PEMERINTAH BUKA JALAN LEBIH JELAS BAGI KARIER GURU PPPKPemerintah membuka ruang yang lebih jelas bagi peng...
02/09/2026

📢 MULAI 2027, PEMERINTAH BUKA JALAN LEBIH JELAS BAGI KARIER GURU PPPK

Pemerintah membuka ruang yang lebih jelas bagi pengembangan karier guru PPPK mulai 2027.

🟢 PPPK Paruh Waktu
Berpeluang mengikuti proses menjadi PPPK Penuh Waktu mulai 2027.

🔵 PPPK Penuh Waktu
Diberikan kesempatan mengikuti seleksi CPNS, dengan pendaftaran mulai dibuka awal 2027.

📊 Berdasarkan Dapodik:
- 908.617 guru berstatus PPPK
- 231.246 guru masih berstatus PPPK paruh waktu

⚠️ Pelaksanaannya tetap mengikuti mekanisme, persyaratan, kebutuhan formasi, serta ketentuan yang ditetapkan pemerintah.



Emang ada  Guru Non ASN atau Guru Swasta yang tidak lagi digaji setelah sertifikasi? Gajinya cuma sertifikasi yang selal...
01/09/2026

Emang ada Guru Non ASN atau Guru Swasta yang tidak lagi digaji setelah sertifikasi?
Gajinya cuma sertifikasi yang selalu telat itu?

Address

Surabaya

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Diana posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share