Digital Music University

Digital Music University Digital Music University adalah lembaga pendidikan profesi yang bergerak di bidang edukasi musik digital. Keahlian DMU :
1. Music Creation
b.

Digital Music University (DMU) didirikan atas komitmen untuk menjadikan Profesi AudioEngineer setara dengan Profesi lain. Menjadikan Profesi Audio Engineer bernilai jual dengan memberikan sikap Profesional dan hasil yang mengikuti Standart International. Team Pengajar kami adalah seorang praktisi yang sudah mendapat penghargaan baik dari dalam maupun luar negeri. Kurikulum DMU sudah diakui oleh JM

C Australia, dan Dinas Pendidikan Kota Surabaya. DMU menjadi bagian dari Lembaga Profesi yang mendidik murid-muridnya untuk menjadi seorang Audio Engineer yang Profesional. Training Rekaman, Musik dan Audio, Program Short Class (12X pertemuan)
a. Mixing Mastering Beginner
c. Mixing Mastering Adance
d. Live Recording
e. Master Class

2. Training Program Audio Production 5 semester. Mulai kelas bulan Agustus setiap tahunnya

3. Mixing Mastering Project --> menerima jasa layanan mixing mastering
4. Music Project --> menerima jasa pembuatan musik untuk back sound, company profile,lagu,
5. Studio Project --> menerima jasa pembuatan Studio Rekaman, Karaoke, dan Audio Ruangan

06/08/2026

Banyak yang pengen jadi Front of House (FOH) engineer karena kelihatan keren—duduk di tengah penonton, pegang mixer besar, dan ngatur sound konser besar. Padahal, tanggung jawab seorang FOH itu jauh lebih berat dari sekadar memutar fader. ️
Kalau salah langkah, seluruh musisi di panggung dan ribuan penonton di venue bisa langsung kecewa sama hasil kerjaan kita.
5 tanda kalau kamu mungkin masih butuh jam terbang lebih sebelum resmi pegang posisi FOH utama:
1️⃣ Panikan dan Bingung Saat Terjadi Masalah Teknis Mendadak
Kabel putus, mic tiba-tiba mati, atau feedback melengking. Kalau saat situasi darurat begini kamu malah diam blank dan panik alih-alih bertindak cepat mencari sumber masalah, mental FOH kamu masih perlu diasah.
2️⃣ Belum Paham Sepenuhnya Dasar Gain Staging & Routing
FOH bukan tempat buat coba-coba meraba tombol. Kalau kamu masih bingung cara mengalirkan sinyal dari panggung ke speaker utama dengan headroom yang aman, hasil akhirnya bakal pecah atau distorsi.
3️⃣ Mengabaikan Komunikasi dengan Kru & Musisi Panggung
Seorang FOH yang hebat adalah pendengar yang baik. Kalau kamu menutup diri, mengabaikan request monitor musisi, atau bersikap arogan, musisi akan kehilangan kepercayaan dan performa mereka di panggung bakal terganggu.
4️⃣ Hanya Mengandalkan Preset Bawaan Tanpa Paham Karakter Ruangan
Setiap venue punya masalah akustik yang unik—ada yang memantul parah (boomy), ada yang terlalu kering. Kalau kamu cuma mengandalkan preset mentah tanpa menyesuaikan EQ dengan kondisi ruangan, suara dijamin bakal berantakan.
5️⃣ Belum Siap Memikul Tanggung Jawab Penuh Atas Suara Acara (Tanda Paling Krusial)
Menjadi FOH berarti kamu adalah garda terdepan penentu sukses atau gagalnya sebuah pertunjukan secara audio. Kalau mentalmu masih menyalahkan keadaan atau alat saat sound jelek, kamu belum sepenuhnya siap memegang kendali penuh.

💾 Simpan postingan ini dan share ke teman seperjuangan yang mau terjun ke dunia live sound!
Kira-kira, mental apa nih yang paling berat dilatih saat pertama kali megang mixing console di depan publik? Coba tumpahkan di kolom komentar! 👇

04/08/2026

Pernah ngerasa vokal udah di-gain tinggi, tapi pas musik mulai ngebut, suara vokalis malah "tenggelam" dan liriknya gak jelas terdengar oleh penonton? 🤯

Banyak yang langsung nyalahin kualitas mikrofon atau speaker, padahal biang keladinya sering kali ada di cara setting kompresor yang kurang tepat untuk panggung live. Kompresor itu ibarat "penjaga pintu" dinamika suara—kalau salah setel, vokal malah kehilangan tenaga.

Swipe ke kiri untuk lihat 4 kesalahan fatal saat setting kompresor vokal yang harus kamu hindari:

1️⃣ Terlalu Agresif Memakai Ratio Tinggi Sejak Awal
Jangan langsung bantai vokal dengan ratio ekstrem (di atas 6:1). Untuk vokal live, gunakan ratio moderat (2:1 sampai 4:1) agar dinamika suara penyanyi tetap terasa natural dan tidak kaku seperti robot.

2️⃣ Salah Mengatur Attack Time (Terlalu Cepat)
Kalau attack time diset terlalu cepat, huruf konsonan awal dari kata-kata yang diucapkan vokalis akan "terpotong" sebelum sempat keluar. Hasilnya? Vokal terdengar mendem dan kehilangan artikulasi.

3️⃣ Lupa Menyesuaikan Makeup Gain
Kompresor bekerja dengan cara memangkas puncak suara yang terlalu keras. Akibatnya, volume keseluruhan bisa turun. Jangan lupa menaikkan makeup gain secukupnya agar level suara vokal tetap seimbang saat kompresor aktif.

4️⃣ Mengabaikan Karakter Ruangan Saat Menentukan Threshold (Kesalahan Paling Fatal)
Menyetel threshold tanpa memperhitungkan akustik ruangan dan kebocoran suara panggung (stage bleed) ke mic vokal justru akan memicu feedback atau membuat instrumen lain ikut terkompres secara berlebihan.

💾 Simpan postingan ini buat panduan setting audio di gig berikutnya, dan share ke teman musisi atau audio engineer pemula yang butuh tahu info ini!

Kira-kira, plugin atau efek apa lagi yang paling sering bikin pusing pas proses mixing vokal? Coba tumpahkan di kolom komentar! 👇

29/07/2026

Gitar kamu kedengaran sempit dan numpuk sama vokal di tengah? Jangan buru-buru rekam ulang! 🎸🔥

Kamu bisa memanipulasi psikoakustik telinga manusia pakai trik yang namanya Haas Effect. Intinya, kita menipu otak supaya mengira suara gitar datang dari ruangan yang luas, cuma bermodal satu efek Delay.

Gini cara gampang praktiknya di DAW kamu (simpan post ini biar nggak lupa! 📌):

1️⃣ Duplikat Track: Copy/duplicate track gitar mono kamu. Sekarang kamu punya dua track gitar yang persis sama.
2️⃣ Hard Panning: Pan track pertama mentok ke Kiri (100% L), dan track kedua mentok ke Kanan (100% R).
3️⃣ Kasih Delay: Masukkan plugin Delay bawaan DAW kamu di salah satu track saja (misal yang kanan).
4️⃣ Setting Delay: Atur waktu delay di angka yang sangat singkat, sekitar 10 ms sampai 30 ms. Pastikan Feedback di angka 0, dan Mix/Wet di 100%.

Bum! 🤯 Suara gitar kamu otomatis langsung terasa wide dan 3D banget kan?

⚠️ Pro Tip: Hati-hati dengan phase issue! Selalu cek mix kamu dalam format mono untuk memastikan suara gitarnya nggak hilang saat diputar di speaker HP.

Menurut kamu, mending pakai trik Haas Effect atau rekam double tracking asli nih? Coba kasih pendapatmu di komen! 👇

(Mau belajar teknik mixing dasar lainnya yang gampang dipraktikkin? Cek link di bio untuk materi lengkapnya!) 🎚️✨

24/07/2026

Pernah nggak kamu merasa suara kick tiba-tiba kehilangan tenaga? Atau gitar yang direkam dengan dua mikrofon malah terdengar tipis?

Kemungkinan besar masalahnya bukan di EQ atau compressor, tapi phase.

Phase adalah hubungan waktu antara dua gelombang suara yang sama. Ketika dua sinyal bertemu, ada dua kemungkinan:

✅ In Phase
Kedua gelombang saling mendukung sehingga suara terdengar lebih penuh, kuat, dan jelas.

❌ Out of Phase
Sebagian gelombang saling menghilangkan (phase cancellation). Akibatnya beberapa frekuensi melemah atau bahkan hilang.

Efek yang paling sering terdengar:
• Kick kehilangan "punch".
• Bass terasa tipis.
• Snare kurang bertenaga.
• Vocal terdengar kosong.
• Stereo terdengar lebar, tapi saat diputar dalam mono malah banyak suara yang hilang.

Masalah phase biasanya muncul saat:

Menggunakan dua atau lebih mikrofon pada satu sumber suara.
Menggabungkan track asli dengan track hasil copy yang diberi delay sangat pendek.
Recording drum, gitar, choir, atau instrumen yang direkam dengan banyak mikrofon.

💡 Cara paling mudah mengeceknya?
Aktifkan mode MONO.

Kalau setelah diubah ke mono suara tiba-tiba menjadi lebih kecil, tipis, atau ada instrumen yang hampir menghilang, kemungkinan ada masalah phase yang perlu diperbaiki.

Ingat, engineer yang baik tidak langsung membuka plugin EQ saat ada masalah. Mereka mencari penyebabnya terlebih dahulu. Kadang penyebabnya bukan frekuensi, melainkan phase.

Karena itu, biasakan melakukan phase check sebelum mulai EQ, compression, atau mastering.

Simpan postingan ini sebagai pengingat, karena memahami phase adalah salah satu fondasi penting dalam audio engineering.

22/07/2026

Masih banyak yang mengira kalau vocal tenggelam saat konser, solusinya cukup menaikkan fader vocal.

Padahal, itu sering kali justru membuat hasil mixing semakin berantakan.

Rahasia vocal selalu jelas di konser:

1. Balance adalah segalanya
Kalau gitar, keyboard, cymbal, atau track terlalu keras, vocal akan kalah sebelum sempat didengar. Seorang FOH engineer akan lebih dulu mengurangi instrumen yang menutupi vocal daripada langsung menaikkan volume vocal.

2. EQ untuk memberi ruang
Vocal paling mudah tertutup oleh instrumen yang memiliki rentang frekuensi mirip, terutama gitar, keyboard, dan overhead drum.

Engineer biasanya melakukan subtractive EQ pada instrumen agar vocal memiliki ruang sendiri di dalam mix.

3. Compression menjaga konsistensi
Penyanyi tidak selalu bernyanyi dengan volume yang sama. Compressor membantu menjaga level vocal tetap stabil sehingga setiap kata tetap terdengar jelas.

4. Arrangement juga berpengaruh
Mixing tidak bisa memperbaiki arrangement yang terlalu padat. Band profesional tahu kapan harus bermain lebih pelan agar vocal menjadi fokus.

Kesimpulannya

Vocal yang jelas bukan hasil dari volume yang paling keras.
Vocal yang jelas adalah hasil dari balance, EQ, compression, dan arrangement yang bekerja bersama.

Itulah sebabnya pada konser-konser besar, meskipun musik terdengar penuh dan energik, lirik lagu tetap mudah dipahami.

💬 Menurutmu, apa penyebab vocal paling sering tenggelam saat live?
Tulis pendapatmu di kolom komentar.

14/07/2026

Baik kamu mixing di studio atau megang FOH pas live show, kebanyakan cuma mikirin panning — kiri atau kanan doang.
Padahal suara itu punya 3 dimensi:
↔️ Kiri-kanan (width) — udah pasti semua orang paham, ini basic panning.
⬆️⬇️ Maju-mundur (depth) — ini yang sering di-skip. Caranya:

Volume — makin kecil, makin berasa "jauh"
Reverb/delay — makin banyak wet signal, makin berasa di belakang
High frequency — makin di-roll off treble-nya, makin berasa mundur (karena di dunia nyata, suara jauh emang kehilangan detail tinggi duluan)

↕️ Atas-bawah (height) — ini paling sering dilupain. Caranya:

Boost frequency di sekitar 8-12kHz bikin suara berasa lebih "tinggi"
Cut low-mid (200-500Hz) juga bisa bantu ngangkat posisi suara
Reverb dengan early reflection yang panjang bikin kesan ruang lebih tinggi

Kombinasi ketiga elemen ini yang bikin mix kamu kedengeran "3D" — ada instrumen yang di depan, ada yang di belakang, ada yang serasa di atas kepala, ada yang di bawah. Bukan cuma numpuk semua instrumen di garis lurus kiri-kanan.
Studio atau FOH, konsepnya sama persis. Yang beda cuma tool-nya — plugin reverb/EQ di studio, atau EQ + effect processor di console FOH.
Coba cek mix kamu sekarang: udah mikir 3 dimensi, atau masih numpuk semua di 1 garis doang?

🎚️ SOUND ENGINEER LIVE Vol. 1 🎚️Mau paham cara handling sound system buat acara live? Dari setting mixer, atur audio bia...
12/07/2026

🎚️ SOUND ENGINEER LIVE Vol. 1 🎚️
Mau paham cara handling sound system buat acara live? Dari setting mixer, atur audio biar clear, sampai teknik-teknik dasar jadi sound engineer yang siap kerja di lapangan — semua bakal dibahas tuntas di sini!
✅ 8x Pertemuan
✅ Small group, max 5 orang/kelas
✅ Dapat E-Book & E-Certificate
💰 Investasi cuma Rp 1.100.000/orang
Slot terbatas karena kelasnya small group! Yuk buruan daftar sebelum kehabisan tempat 🔥
📩 Info & pendaftaran hubungi Mindy: 0877-8931-2433
📷 IG:

10/07/2026

Banyak engineer pemula langsung membuka EQ begitu soundcheck dimulai.

Padahal langkah pertama yang paling penting adalah **mengatur gain**.

Gain adalah fondasi dari seluruh proses mixing.

Kalau gain terlalu kecil:
• Noise lebih terasa.
• Fader harus didorong terlalu tinggi.
• Signal-to-noise ratio menjadi buruk.

Kalau gain terlalu besar:
• Clipping lebih mudah terjadi.
• Compressor bekerja tidak konsisten.
• Headroom cepat habis.
• Mix menjadi sulit dikendalikan.

Urutan soundcheck yang lebih efektif:

1. Set Gain
2. Atur Balance
3. High Pass Filter
4. EQ
5. Compressor
6. Monitor Mix
7. Efek

Jangan berharap EQ bisa memperbaiki masalah yang sebenarnya berasal dari gain yang salah.

**Fondasi yang benar selalu menghasilkan workflow yang lebih cepat dan mix yang lebih konsisten.**

Apakah kamu termasuk yang selalu mulai dari gain, atau masih langsung mencari EQ?

👇 Tulis pengalamanmu di kolom komentar.

07/07/2026

🎧 STUDIO SECRET — Selalu Cek di Mono
Kenapa mixing engineer profesional selalu punya kebiasaan ini? Yuk kita bahas 👇
Apa itu cek mono?
Cek mono artinya kamu dengerin mix kamu dengan menggabungkan channel kiri dan kanan jadi satu sinyal tunggal (bukan stereo). Biasanya tinggal pencet tombol "mono" di DAW atau di speaker monitor kamu.
Kenapa ini penting banget?
1️⃣ Deteksi phase cancellation
Kalau ada elemen yang di-pan atau diproses stereo widener secara berlebihan, saat digabung ke mono bisa saling membatalkan (phase cancellation). Hasilnya: instrumen atau vokal yang tadinya kedengaran jelas di stereo, tiba-tiba jadi tipis, hilang, atau "menghilang" pas di mono.
2️⃣ Banyak sistem playback masih mono

Speaker bluetooth portable (banyak yang mono)
Speaker klub, mall, restoran
TV, radio, dan sistem PA tertentu
Salah satu earphone rusak/hilang
Kalau mix kamu enggak solid di mono, sebagian pendengar bakal dapet pengalaman yang kurang maksimal.

3️⃣ Melatih telinga fokus ke balance, bukan efek stereo
Di mono, kamu enggak bisa "nyembunyiin" masalah mixing pakai trik panning atau width. Semua elemen dipaksa duduk di satu titik, jadi kamu bisa lebih jujur menilai level, EQ, dan balance keseluruhan mix.
Cara praktiknya:
✅ Cek mono di beberapa tahap: awal produksi, pertengahan mixing, dan sebelum final mixdown
✅ Kalau ada elemen yang hilang/lemah di mono → cek phase, cek panning, atau kurangi stereo widening yang kebablasan
✅ Pastikan elemen penting (vokal, kick, bass) tetap kuat dan jelas walau di mono
Intinya: mix yang bagus itu harus tetap enak didengar di stereo MAUPUN mono. Kalau cuma jago di satu sisi, berarti masih ada PR yang perlu dibenerin 🎚️
Yuk share pengalaman kalian — pernah kaget nemu instrumen "ilang" pas cek mono? 👇

🎛️ Yang selama ini mau belajar jadi sound engineer tapi bingung mulai dari mana, sini merapat! 👀SOUND ENGINEER LIVE Vol....
07/07/2026

🎛️ Yang selama ini mau belajar jadi sound engineer tapi bingung mulai dari mana, sini merapat! 👀
SOUND ENGINEER LIVE Vol. 1 dari Digital Music University bakal ajarin kamu bareng-bareng cara handle sound system buat event live, mulai dari basic sampai bisa langsung praktik.
Kelasnya kecil-kecilan, max 5 orang aja per grup, jadi belajarnya bisa lebih fokus dan gak grogi nanya-nanya 😄
📌 8x pertemuan
📌 Small group (max 5 orang)
📌 Bonus E-Book + E-Certificate
💸 Cuma Rp 1.100.000/orang
Slotnya terbatas, jangan sampai keduluan ya! Buruan chat Mindy buat daftar 👇
📲 0877-8931-2433
📷

Address

Ruko Megah Raya Jalan Kalirungkut A-2
Surabaya
60293

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Digital Music University posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Digital Music University:

Shortcuts

Share