Digital Music University

Call Directions Website Contact the school

Digital Music University Digital Music University adalah lembaga pendidikan profesi yang bergerak di bidang edukasi musik digital. Keahlian DMU :
1. Music Creation
b.

Digital Music University (DMU) didirikan atas komitmen untuk menjadikan Profesi AudioEngineer setara dengan Profesi lain. Menjadikan Profesi Audio Engineer bernilai jual dengan memberikan sikap Profesional dan hasil yang mengikuti Standart International. Team Pengajar kami adalah seorang praktisi yang sudah mendapat penghargaan baik dari dalam maupun luar negeri. Kurikulum DMU sudah diakui oleh JMC Australia, dan Dinas Pendidikan Kota Surabaya. DMU menjadi bagian dari Lembaga Profesi yang mendidik murid-muridnya untuk menjadi seorang Audio Engineer yang Profesional. Training Rekaman, Musik dan Audio, Program Short Class (12X pertemuan)
a. Mixing Mastering Beginner
c. Mixing Mastering Adance
d. Live Recording
e. Master Class

2. Training Program Audio Production 5 semester. Mulai kelas bulan Agustus setiap tahunnya

3. Mixing Mastering Project --> menerima jasa layanan mixing mastering
4. Music Project --> menerima jasa pembuatan musik untuk back sound, company profile,lagu,
5. Studio Project --> menerima jasa pembuatan Studio Rekaman, Karaoke, dan Audio Ruangan

09/10/2026

🚨 BARU NAIKKAN MONITOR, LANGSUNG FEEDBACK?!

Kalau setiap soundcheck selalu ada momen:

“NGIIIIIIIIINGGGG!!! 🔊😱”

lalu kamu buru-buru turunkan fader...

Mungkin masalahnya bukan di feedback-nya.
Mungkin masalahnya ada di persiapanmu.

Salah satu hal yang sering dilewatkan engineer pemula adalah RING OUT MONITOR.

Karena feedback itu bukan sesuatu yang harus selalu ditunggu sampai terjadi.

Kita bisa mengantisipasinya sebelum show dimulai.

Ring out adalah proses mencari frekuensi yang mulai mengalami feedback dan melakukan pemotongan secukupnya, sehingga monitor bisa mendapatkan gain before feedback yang lebih baik.

Tapi ingat...

❌ Bukan berarti monitor harus dibuat sekencang mungkin.
❌ Bukan berarti semua frekuensi yang feedback harus dipotong habis.
❌ Dan bukan berarti EQ monitor boleh asal tebak.

Yang kita cari adalah:

Monitor yang cukup keras + cukup jelas + tetap stabil.

Karena ketika musisi sudah naik panggung, kamu tidak punya banyak waktu untuk panik.

🎤 Vokalis minta monitor lebih keras.
🥁 Drummer mulai bermain.
🎸 Gitar mulai masuk.
Dan tiba-tiba...

NGIIIIIIIIING!!! 😵‍💫

Engineer yang sudah melakukan persiapan akan jauh lebih siap menghadapi situasi seperti ini.

Jadi sebelum show dimulai, jangan cuma cek:

“Ada signal?”

Tapi tanyakan juga:

“Seberapa jauh sistem ini bisa saya dorong sebelum feedback?”

Itulah kenapa ring out bukan sekadar teknik EQ.

Ini bagian dari persiapan seorang FOH/Monitor Engineer.

👇 Pernah kena feedback paling parah saat soundcheck? Ceritakan di komentar.

07/10/2026

PARALLEL COMP vs SERIAL COMP — SAMA-SAMA COMPRESSOR, TAPI TUJUANNYA BEDA. 🎚️

Banyak yang masih menganggap:

“Kalau mau lebih compressed, tinggal tambah compressor.”

Padahal cara kita menyusun compressor bisa mengubah hasil akhirnya secara signifikan.

🔵 PARALLEL COMPRESSION

Sinyal original tetap dipertahankan, kemudian kita blend dengan sinyal yang sudah di-compress secara agresif.

Original → tetap ada
Compressed → ditambahkan

Tujuannya biasanya untuk mendapatkan:

• lebih banyak body
• sustain lebih panjang
• density
• energi yang lebih besar

Sementara transient dari sinyal original masih bisa tetap terasa.

Contoh:

Drum original
+
Drum yang di-compress 10–20 dB
↓
Blend

Hasilnya?

Besar + padat + tetap punya pukulan.

🔴 SERIAL COMPRESSION

Di sini compressor dipasang berurutan.

Contoh:

Vocal → Compressor 1 → Compressor 2

atau:

Drum → Compressor 1 → Compressor 2 → Compressor 3

Daripada satu compressor bekerja terlalu keras, setiap compressor bisa melakukan pekerjaan yang lebih kecil.

Misalnya:

Compressor 1 → 2–3 dB GR
Compressor 2 → 2–3 dB GR

Daripada:

1 Compressor → 6 dB GR

Hasilnya sering terasa lebih natural dan terkontrol, tergantung sumber dan karakter compressor yang digunakan.

🧠 BEDANYA PALING SEDERHANA

PARALLEL = MENAMBAHKAN

Kita mempertahankan original lalu menambahkan compressed signal.

SERIAL = MEMBENTUK

Kita membiarkan beberapa compressor bekerja bertahap terhadap sinyal yang sama.

🎯 KAPAN PAKAI PARALLEL?

Coba parallel compression ketika:

❌ drum terasa kecil
❌ vocal kurang body
❌ track kurang sustain
❌ ingin sound lebih dense
❌ ingin membuat sesuatu terasa lebih “besar”

🎯 KAPAN PAKAI SERIAL?

Coba serial compression ketika:

❌ satu compressor terasa bekerja terlalu keras
❌ dinamika terlalu ekstrem
❌ ingin kontrol bertahap
❌ ingin compression terasa lebih transparan
❌ ingin setiap compressor melakukan fungsi yang berbeda

Contohnya:

Compressor 1 → kontrol peak

Compressor 2 → leveling

⚠️ TAPI INGAT...

Tidak ada aturan:

“Parallel selalu lebih bagus.”

atau

“Serial selalu lebih natural.”

Keduanya adalah tools untuk tujuan yang berbeda.

Jangan memilih berdasarkan jumlah compressor.

Tentukan dulu:

“Apa yang sebenarnya ingin gue ubah dari suara ini?”

Kalau ingin menambahkan density tanpa kehilangan karakter original → coba PARALLEL.

Kalau ingin mengontrol dinamika secara bertahap → coba SERIAL.

Dan yang paling penting:

"JANGAN COMPRESS KARENA BISA.
COMPRESS KARENA ADA ALASANNYA. 🎚️"

Save postingan ini dan coba bandingkan sendiri di drum atau vocal kamu.

02/10/2026

🎧 REVERB vs DELAY — APA BEDANYA?

Dua-duanya bisa bikin vocal terdengar lebih “besar”.
Tapi sebenarnya…
Reverb dan Delay melakukan pekerjaan yang berbeda.

JADI GAMPANGNYA:
REVERB = MEMBENTUK RUANG
DELAY = MEMBENTUK REVERB
Atau kalau mau lebih gampang lagi:
👉 Reverb menjawab: “Suara ini berada di ruang seperti apa?”
👉 Delay menjawab: “Suara ini diulang kapan?”

🎙️ CONTOH PADA VOCAL
Kamu ingin vocal terasa lebih natural dan berada di dalam ruangan?
→ Coba Reverb.
Kamu ingin vocal punya efek:
“I love you…”
“…love you…”
“…you…”
→ Coba Delay.
Dan jangan berpikir bahwa kamu harus memilih salah satu.
Reverb + Delay bisa digunakan bersama.
Contohnya:
🎙️ Vocal
→ Short Delay untuk memberikan space dan movement
→ Reverb untuk memberikan depth
Hasilnya bisa membuat vocal terasa besar tanpa harus terlalu basah oleh reverb.

💡 SATU HAL PENTING:
Kalau vocal kamu terasa kosong, jangan otomatis berpikir:
“Tambah reverb!”
Kadang yang kamu butuhkan bukan lebih banyak ruang, tetapi lebih banyak pengulangan atau movement.
Dan sebaliknya, kalau delay membuat vocal terdengar terlalu “mengambang”, mungkin yang kamu cari sebenarnya adalah ambience dari reverb.
🎯 Jadi sebelum menambahkan efek, tanyakan:
“Gue sebenarnya sedang mencari SPACE atau ECHO?”
Karena memahami fungsi efek jauh lebih penting daripada sekadar menghafal preset.

📌 SAVE POST INI
Supaya nggak bingung lagi kapan harus menggunakan Reverb atau Delay.
Kalau kamu ingin belajar Mixing & Audio Engineering dari dasar sampai lebih advance, follow akun ini.
🎛️ Dengar lebih baik. Mix lebih sadar.

30/09/2026

🎤 FEEDBACK SELALU PUNYA PENYEBAB

Pernah soundcheck baru beberapa detik…

“NGIIIIIIIIINGGGG!!!” 😱

Jangan langsung menyalahkan mic.

Feedback bukan terjadi secara acak. Selalu ada penyebabnya.

Feedback terjadi ketika suara dari speaker kembali masuk ke microphone, kemudian diperkuat lagi oleh sistem, masuk kembali ke mic, dan berulang terus sampai frekuensi tertentu menjadi sangat dominan.

🔄 MIC → MIXER → SPEAKER → MIC → SPEAKER → MIC...

Sampai akhirnya:

NGIIIIIIIIINGGGG!

🔥 Lalu apa yang biasanya menyebabkan feedback?

1️⃣ Microphone terlalu dekat dengan speaker

Semakin banyak suara speaker yang masuk kembali ke microphone, semakin besar kemungkinan terjadi feedback.

---

2️⃣ Gain terlalu tinggi

Gain yang terlalu besar bisa membuat sistem lebih mudah mencapai kondisi feedback.

Tapi ingat:

Feedback bukan sekadar masalah “gain terlalu besar”.

Posisi mic, speaker, ruangan, EQ, dan level sistem semuanya bisa berpengaruh.

3️⃣ Monitor terlalu mengarah ke microphone

Ini sering terjadi di panggung.

Monitor berada terlalu dekat atau berada di posisi yang membuat energi suara langsung masuk ke mic.

4️⃣ Frekuensi tertentu terlalu menonjol

Ruangan dan sistem audio tidak merespons semua frekuensi dengan cara yang sama.

Ada frekuensi tertentu yang bisa lebih mudah membangun feedback.

Karena itu engineer biasanya melakukan "ring out / feedback control" untuk mengidentifikasi frekuensi yang bermasalah dan menguranginya secara hati-hati.

🎯 Jadi kalau terjadi feedback...

Jangan langsung:

❌ Panik
❌ Menurunkan semua fader
❌ Memotong EQ secara brutal
❌ Menyalahkan microphone

Tanya dulu:

“Apa yang membuat sistem ini mulai berputar?”

Cek:

🎤 Posisi microphone
🔊 Posisi speaker/monitor
🎚️ Gain & level
🎛️ EQ
🏟️ Akustik venue

Karena "feedback adalah gejala, bukan penyebab."

Semakin kamu memahami hubungan antara mic → speaker → ruangan → gain → EQ, semakin cepat kamu bisa menemukan sumber masalahnya.

Dan satu hal penting:

> Engineer yang hebat bukan yang tidak pernah mengalami feedback.
> Engineer yang hebat tahu bagaimana mencegah dan mengendalikannya.

💬 Pernah mengalami feedback paling parah saat manggung?

Ceritakan di komentar. 👇

Save dulu sebelum soundcheck berikutnya. 🔖

23/09/2026

5 KESALAHAN PHASE YANG SERING DILAKUKAN PEMULA

Punya banyak mic bukan berarti suara otomatis jadi lebih besar.
Kadang justru makin tipis, kosong, atau kehilangan punch.
Kenapa?
Bisa jadi kamu melakukan salah satu dari 5 kesalahan ini 👇
1️⃣ TIDAK PERNAH CEK MONO
Mix terdengar bagus dalam stereo, tapi begitu di-mono…
Mono bisa menjadi salah satu cara sederhana untuk menemukan masalah kompatibilitas antar-sinyal.
2️⃣ MENGANGGAP POLARITY = PHASE
Menekan tombol Ø memang bisa mengubah hubungan antara dua sinyal.
Tapi membalik polarity tidak otomatis memperbaiki semua masalah phase.
Kalau masalahnya berasal dari perbedaan waktu kedatangan suara, kamu mungkin perlu melihat kembali posisi dan jarak microphone.
3️⃣ ASAL MENAMBAHKAN MICROPHONE
“Pakai dua mic pasti lebih bagus.”
❌ Belum tentu.
Semakin banyak microphone menangkap sumber suara yang sama, semakin besar kemungkinan muncul interaksi antar-sinyal.
4️⃣ TIDAK MEMPERHATIKAN JARAK MICROPHONE
Mic yang berbeda jaraknya dari sumber suara akan menerima suara pada waktu yang berbeda.
Perbedaan waktu ini bisa menyebabkan beberapa frekuensi saling menguatkan dan sebagian lainnya saling melemahkan.
Terutama pada:
🥁 Drum
🎸 Guitar amp
🎤 Multiple vocal mics
5️⃣ LANGSUNG MEMPERBAIKI DENGAN PLUGIN
Suara tipis?
Langsung EQ.
Punch hilang?
Tambah compressor.
Low-end kurang?
Boost bass.
Padahal...
Masalahnya bisa berasal dari hubungan antar-sinyal sejak awal.
Jadi sebelum menggunakan plugin, coba dengarkan dulu:
👉 Apakah masalahnya ada di source?
👉 Posisi microphone?
👉 Timing antar-track?
👉 Polarity?
👉 Atau memang masalah tonal?
🎯 INGAT INI:
PHASE BUKAN MASALAH YANG HARUS SELALU “DIPERBAIKI”.
Yang harus kamu lakukan adalah memahami apa yang terjadi ketika beberapa sinyal berinteraksi.
Karena engineer yang baik bukan yang punya plugin paling banyak.
Tapi yang tahu kenapa suara berubah.
Save konten ini kalau kamu sedang belajar mixing atau live sound.
Dan kalau kamu mau belajar audio engineering dari dasar:
Follow untuk seri berikutnya.

16/09/2026

TIDAK SEMUA TRACK HARUS DIKOMPRES.

Salah satu kebiasaan yang sering dilakukan engineer pemula:

“Ada compressor di setiap channel.”

Padahal compressor bukan checklist yang harus selalu aktif di setiap track.

Compressor itu alat untuk menyelesaikan masalah atau membentuk karakter. Bukan sekadar plugin wajib.

Sebelum memasang compressor, coba tanyakan:

“Apa yang ingin gue perbaiki?”

Misalnya:

🎤 Vocal
Volume terlalu naik-turun → compressor bisa membantu membuat vocal lebih konsisten.

🥁 Drum
Ingin attack lebih terasa atau groove lebih tight → compressor bisa digunakan untuk membentuk karakter.

🎸 Bass
Dynamics terlalu tidak stabil → compressor bisa membantu menjaga bass tetap terkendali.

Tapi kalau sebuah track sudah terdengar stabil, natural, dan duduk dengan baik di dalam mix?

👉 Mungkin track itu tidak membutuhkan compressor.

Karena setiap kali kita memasukkan compressor, kita juga mengubah sesuatu:

Dynamics
Attack & sustain
Transient
Groove
Bahkan karakter suara

Jadi jangan berpikir:

❌ “Track ini belum pakai compressor.”

Tapi mulai berpikir:

✅ “Track ini punya masalah apa yang ingin gue selesaikan?”

Kalau tidak ada masalah yang perlu diperbaiki, jangan merasa harus melakukan sesuatu hanya karena bisa.

Mixing bukan tentang seberapa banyak plugin yang kita gunakan.

Mixing adalah tentang keputusan yang tepat.

Dan kadang-kadang, keputusan terbaik adalah:

“Compressor? Nggak perlu.”

🎧 Coba buka project mixing kamu hari ini.

Cari 3 track yang menggunakan compressor.

Bypass satu per satu.

Apakah mix benar-benar menjadi lebih buruk?

Kalau tidak…

Mungkin compressor itu memang tidak diperlukan.

Save post ini kalau kamu sering merasa setiap track harus dikasih compressor.

Suasana kelas kita...group class...
15/09/2026

Suasana kelas kita...group class...

09/09/2026

Engineer Hebat Selalu Jalan Keliling Venue. Kenapa? 🎧👣

Pernah lihat FOH Engineer saat konser tiba-tiba meninggalkan console dan jalan ke tengah venue?
Bukan karena bosan. 😄
Justru itu salah satu kebiasaan engineer yang serius dengan pekerjaannya.
Kenapa?

1️⃣ Karena suara yang kamu dengar di FOH bukan suara yang didengar semua penonton
Posisi FOH hanya satu titik di dalam venue.
Penonton yang berada di depan, samping, belakang, atau di bawah balkon bisa mendengar karakter suara yang berbeda.
Apa yang terdengar balance di FOH belum tentu balance di seluruh venue.

2️⃣ Untuk mengecek coverage sistem
Saat berjalan keliling, kamu bisa mendengar:
👉 Apakah vokal tetap jelas di belakang?
👉 Apakah bass terlalu dominan di area tertentu?
👉 Apakah ada frekuensi yang hilang di beberapa titik?
👉 Apakah level speaker terasa tidak merata?
Ini membantu kamu memahami **bagaimana sistem benar-benar bekerja di ruang tersebut.**

3️⃣ Untuk menemukan masalah yang tidak terlihat di meter
Meter bisa menunjukkan signal yang normal.
Tapi telinga kamu mungkin menemukan:
"Di sini vokalnya tenggelam."
"Di sini low-end terlalu boomy."
Masalah seperti ini tidak selalu bisa diselesaikan hanya dengan melihat layar console.

4️⃣ Karena FOH Engineer sebenarnya mixing untuk AUDIENCE, bukan untuk console
Ini mindset yang penting.
Console adalah alat kerja.
Audience adalah tujuan akhirnya.
Kalau mix terdengar sempurna di posisi FOH tetapi buruk di area penonton, pekerjaan kita belum selesai.

5️⃣ Walking the venue = belajar membaca ruangan
Semakin sering kamu berjalan dan mendengarkan venue, semakin terlatih telingamu mengenali hubungan antara:
Speaker → Ruangan → Posisi → Frekuensi → Persepsi manusia
Itulah kenapa engineer berpengalaman tidak hanya duduk di belakang console sepanjang show.
Mereka mendengarkan apa yang didengar penonton.

👇 Kalau kamu jadi FOH Engineer, area mana yang paling sering kamu cek: depan, tengah, atau belakang venue?

01/09/2026

RELEASE COMPRESSOR BISA MENGUBAH GROOVE. 🥁

Banyak orang menganggap Release cuma menentukan seberapa cepat compressor berhenti bekerja.
Secara teknis memang begitu.
Tapi dalam mixing, efeknya jauh lebih besar:
Release menentukan bagaimana compressor “bernapas” mengikuti musik.
Bayangkan ada drum loop yang terus bergerak.
Setiap kali sinyal melewati threshold, compressor melakukan gain reduction.
Setelah sinyal turun, compressor harus recover kembali.
Nah, seberapa cepat recovery itu terjadi = Release.

1️⃣ RELEASE TERLALU CEPAT
Compressor cepat sekali kembali ke posisi normal.
Akibatnya, gain reduction bisa naik-turun dengan sangat cepat.
Hasilnya bisa terasa:
• pumping
• terlalu gelisah
• tidak stabil
• groove terasa “loncat”
Pada material tertentu, ini justru bisa menjadi efek yang menarik.

2️⃣ RELEASE TERLALU LAMBAT
Compressor belum selesai recover ketika hit berikutnya datang.
Akibatnya, compressor terus berada dalam kondisi gain reduction.
Hasilnya bisa terasa:
• lebih flat
• kurang punchy
• transient berikutnya ikut tertekan
• energi musik terasa berkurang

3️⃣ RELEASE YANG PAS
Release yang tepat memungkinkan compressor mengikuti movement musik.
Hit pertama dikontrol.
Kemudian compressor punya cukup waktu untuk recover.
Hit berikutnya datang → compressor kembali bekerja.
Hasilnya?
Compression terasa lebih natural dan musik tetap punya movement.

🎯 CARA MENDENGARKANNYA
Jangan cuma lihat meter gain reduction.
Coba lakukan ini:
1. Loop bagian drum.
2. Set attack pada posisi yang sama.
3. Ubah hanya Release.
4. Coba Release cepat.
5. Coba Release sedang.
6. Coba Release lambat.
7. Dengarkan feel, bukan angka.
Tanyakan:
“Apakah compressor mengikuti musik atau justru melawan musik?”

Jadi jangan mencari:
❌ “Release terbaik untuk kick”
Cari:
✅ “Release yang membuat movement yang gue inginkan.”

Dan ketika Release berinteraksi dengan pola musik...
compressor bukan cuma mengubah dinamika.
Compressor bisa mengubah GROOVE. 🎚️

26/08/2026

**PHASE CANCELLATION — KENAPA SUARA BISA HILANG?**

Bayangkan kamu punya **2 sumber suara yang sama**.
Misalnya:
🎤 2 microphone pada snare
🎤 2 microphone pada vocal
🥁 Kick in + kick out
🎸 2 microphone pada guitar amp

Ketika dua sinyal tersebut digabung, gelombangnya bisa **saling menguatkan** atau **saling melemahkan**.
Kalau bagian tertentu dari kedua gelombang bertemu dalam hubungan yang berlawanan, sebagian energi bisa saling mengurangi.

Inilah yang kita kenal sebagai **phase cancellation**.
Hasilnya?
❌ Kick kehilangan punch
❌ Bass terasa tipis
❌ Snare kehilangan body
❌ Vocal terasa kosong
❌ Beberapa frekuensi tiba-tiba menghilang

🎧 **CONTOH SEDERHANA**
Bayangkan kamu merekam snare dengan 2 mic.

Mic A → menangkap snare
Mic B → menangkap snare dari posisi berbeda
Kalau hubungan waktunya tidak tepat, sebagian frekuensi dari Mic A dan Mic B bisa saling mengurangi.
Ketika hanya Mic A:
➡️ Snare terdengar penuh.
Ketika Mic A + Mic B:
➡️ Snare malah terdengar tipis.

Itulah salah satu tanda adanya masalah phase.
# # # Lalu bagaimana cara mengeceknya?

Coba lakukan:
**1️⃣ Dengarkan kedua mic bersama**
**2️⃣ Aktifkan MONO**
**3️⃣ Bandingkan dengan salah satu mic saja**
**4️⃣ Coba flip polarity (Ø) pada salah satu channel**
**5️⃣ Jika perlu, periksa kembali posisi dan jarak microphone**
Tapi ingat:
**Phase cancellation tidak selalu berarti “phase 180°”.**
Dalam dunia nyata, perbedaan waktu antara dua sumber bisa menyebabkan pembatalan pada **frekuensi tertentu**, sehingga hasilnya bisa berupa perubahan tonal yang kompleks.

Save konten ini dan lanjutkan ke episode berikutnya:
👉 **COMB FILTERING — kenapa phase cancellation bisa membuat suara terdengar seperti “berongga” atau “hollow”?**

Address

Ruko Megah Raya Jalan Kalirungkut A-2
Surabaya
60293

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Digital Music University posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Digital Music University:

Shortcuts

Share