Afwan. Admin sedang sibuk mencari kedamaian dan ketentraman hati.
Dakwah Salafiyyah. Al-Qur'an dan As-sunnah
Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Dakwah Salafiyyah. Al-Qur'an dan As-sunnah, Education, cipasteur, Surabaya.
Seseorang yang tidak akan memasuki Syurga karena memfitnah
(HR. Bukhari-Muslim)
مَا أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ مِنَ الْإِزَارِ فَفِي النَّارِ
“Sarung yang di bawah kedua mata kaki maka tempatnya di neraka.” (HR. al-Bukhari no. 5785)
sulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,
« مَنِ اضْطَجَعَ مَضْجَعًا لَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ تَعَالَى فِيهِ إِلاَّ كَانَ عَلَيْهِ تِرَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَنْ قَعَدَ مَقْعَدًا لَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ فِيهِ إِلاَّ كَانَ عَلَيْهِ تِرَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ »
“Barangsiapa yang berbaring pada tempat tidurnya, sedang ia tidak berdzikir kepada Allah padanya, maka hal itu akan menjadi penyesalan baginya pada hari kiamat. Barangsiapa yang duduk pada suatu majelis, sedang ia tidak berdzikir kepada Allah -Azza wa Jalla- padanya, maka hal itu akan menjadi penyesalan baginya pada hari kiamat”. [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya (no. 5059). Hadits ini di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Ash-Shohihah (no. 78)]
tkala setan melihat manusia dari tempat yang tidak terlihat oleh manusia, maka semestinya manusia memohon perlindungan darinya kepada Dzat Yang melihatnya sedangkan setan tidak dapat melihat-Nya. (Al-Mishbahul Munir, hal.18)
كَانَ رَسُولُ اللهِ يَسْتَفْتِحُ الصَّلاَةَ بِالتَّكْبِيْرِ وَالْقِرَاءَةِ بِالْحَمْدِ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَكَانَ إِذَا رَكَعَ لَمْ يُشْخِصْ رَأْسَهُ وَلَمْ يُصَوِّبْهُ وَلَكِنْ بَيْنَ ذَلِكَ، وَكَانَ إِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ لَمْ يَسْجُدْ حَتَّى يَسْتَوِيَ قَائِمًا، وَكَانَ إِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ السَّجْدَةِ لَمْ يَسْجُدْ حَتَّى يَسْتَوِيَ جَالِسًا. وَكاَنَ يَقُولُ فِي كُلِّ رَكْعَتَيْنِ التَّحِيَّةَ، وَكَانَ يَفرِشُ رِجْلَهُ اليُسْرَى وَيَنْصِبُ رِجْلَهُ الْيُمْنَى، وَكاَنَ يَنهَى عَن عُقْبَةِ الشَّيطَانِ وَيَنْهَى أَنْ يَفْتَرِشَ الرَّجُلُ ذِرَاعَيهِ افْتِرَاشَ السَّبُعِ وَكَانَ يَخْتِمُ الصَّلاَةَ بِالتَّسْلِيمِ
“Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallammembuka shalat beliau dengan takbir dan membaca Alhamdulillahi Rabbil Alamin. Apabila ruku’, beliau tidak mengangkat kepalanya dan tidak p**a menundukkannya, akan tetapi di antara keduanya. Apabila bangkit dari ruku’, beliau tidak sujud sampai beliau berdiri lurus. Dan ketika mengangkat kepalanya dari sujud, beliau tidak sujud kembali hingga beliau tegak duduknya. Pada setiap dua rakaat beliau membaca tahiyat. Beliau membentangkan kakinya yang kiri dan menegakkan (telapak) kakinya yang kanan. Beliau melarang duduk seperti duduknya setan, dan melarang seseorang membentangkan kedua lengan bawahnya seperti binatang buas membentangkannya (yakni meletakkan lengan di lantai ketika sujud). Dan beliau menutup shalat dengan salam.” (HR. Muslim no. 1110)
أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا الطَّلَاقَ فِي غَيْرِ مَا بَأْسٍ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّةِ
“Wanita mana saja yang meminta cerai dari suaminya tanpa ada alasan (syar’i), maka haram baginya bau surga” (H.R Ibnu Majah, dishahihkan Syaikh al-Albany)
لَا يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ
“Janganlah seorang mukmin laki-laki membenci mukmin wanita. Jika ia membenci suatu akhlak, bisa jadi ia meridhai akhlak yang lain” (H.R Muslim)
إِنَّ إِبْلِيسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ فَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا فَيَقُولُ مَا صَنَعْتَ شَيْئًا قَالَ ثُمَّ يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ قَالَ فَيُدْنِيهِ مِنْهُ وَيَقُولُ نِعْمَ أَنْتَ
Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air kemudian mengirim pasukannya (ke berbagai penjuru). Pihak yang terdekat kedudukannya dari Iblis adalah yang paling besar menimbulkan fitnah. Salah satu dari mereka datang (menghadap Iblis) dan menyatakan: Aku berbuat demikian dan demikian
Iblis menyatakan: engkau belum berbuat apa-apa
Kemudian datang satu lagi (melaporkan): Aku tidak tinggalkan ia (manusia) hingga aku pisahkan ia dengan istrinya.
Kemudian Iblis mendekatkan kedudukannya dan mengatakan: bagus engkau (H.R Muslim)
Kami mengenal kebenaran bukan karna seseorang, Melainkan kami kenali kebenaran lebih dahulu, Lalu kami mengenal siapa ahli-nya
(Ali Bin Abi Thalib)
Aku khawatir atas kalian enam perkara : Imarah Sufaha ( orang-orang yang bodoh menjadi pemimpin ), Menumpahkan darah, Jual beli hukum, Memustuskan silaturahmi, Anak-anak yang menjadi kan Al-Qur'an sebagai seruling-seruling, dan banyak nya polisi (yang menguatkan keZaliman)
(HR. Ath Thabrani)
Barang siapa yang menguaskan sunnah atas dirinya baik dalam perkataan maupun perbuatan maka dia akan berbicara dengan hikmah. Orang yang menguaskan hawa nafsu atas dirinya baik dalam perkataan maupun perbuatan, dia akan dirinya baik dalam perkataan maupun perbuatan, dia akan bicara dengan bid'ah
( Riwayat Abu Nu'aim dalam dalam Hilyatul Auliya' : 10 / 244 )
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Telephone
Website
Address
Cipasteur
Surabaya
60125