30/05/2016
“Ide-ide jutaan sepeser selusin nilainya. Tekad untk melihat ide tsbt terwujudkan, itulah yg tak ternilai harganya.”
Homeschooling Gema Prima mengutamakan pembelajaran yang menyenangkan, menumbuhkan semangat dalam belajar dan memberikan kemampuan Hardskill atau Softskill
30/05/2016
“Ide-ide jutaan sepeser selusin nilainya. Tekad untk melihat ide tsbt terwujudkan, itulah yg tak ternilai harganya.”
30/05/2016
4 Cara agar Anak terhindar dari CYBERBULLYING, Baca Yuk Untuk menambah pengetahuan. http://buff.ly/25sqURY
30/05/2016
Pentingnya mendapingi anak-anak dalam Belajar, Yuk Baca. Semoga Bermanfaat informasi ini!
Dampingi Anak-anak Kita Belajar - Kompas.com Alasan paling utama mendampingi anak saat belajar adalah karena tugas mendidik anak adalah tugas kita, bukan tugas guru.
30/05/2016
Motivasi Pagi #2 : Karena Ibu Akan Selalu Bersama Kita. Yuk Baca, Semoga menginspirasi / memotivasi kita.
MOTIVASI PAGI #2 : " Karena Ibu akan... - Homeschooling Gema Prima | Facebook
MOTIVASI PAGI #2 : " Karena Ibu akan selalu bersama Kita "
Alkisah, ada seorang ibu muda yang menapakkan kakinya di jalan kehidupan. “Jauhkah...
29/05/2016
Para Ibu wajib baca! "Ibu Sibuk dengan Ponsel, Tumbuh Kembang Anak Jadi Terhambat !!"
Ibu Sibuk dengan Ponsel, Tumbuh Kembang Anak Jadi Terhambat Fenomena internet dan media sosial tak hanya populer di kalangan remaja dan profesional muda. Sebab, gandrung pada media sosial juga terjadi terhadap para ibu.
29/05/2016
MOTIVASI PAGI : " MENGAPA KITA INI BANGGA MENJADI ORANG PELIT? Mayoritas pasti telah melakukan ini. Yuk Baca"
MOTIVASI PAGI : " MENGAPA KITA INI... - Homeschooling Gema Prima | Facebook
MOTIVASI PAGI : " MENGAPA KITA INI BANGGA MENJADI ORANG PELIT? Mayoritas pasti telah melakukan ini. Yuk Baca"
Beberapa waktu lalu saya mengunjungi Pak...
29/05/2016
MOTIVASI PAGI : " MENGAPA KITA INI BANGGA MENJADI ORANG PELIT? Mayoritas pasti telah melakukan ini. Yuk Baca"
Beberapa waktu lalu saya mengunjungi Pak Ujang (65 tahun), pemilik kios ikan kecil di bilangan Jakarta Pusat. Saya sering ke sana. Kiosnya sangat sederhana, berupa papan kecil seluas 2,5 x 4 meter. Beliau sudah lebih dari 30 tahun berjualan ikan di sana. Di sudut kanan toko terdapat sebuah tangga menuju lantai dua. Lantai yang memiliki tinggi 1 m merupakan tempat tinggal Pak Ujang dan istri.
Tepat saat saya berkunjung, muncullah seorang pembeli yang menggunakan mobil mewah brand Jerman. Awalnya Si Pembeli membeli makanan ikan seharga Rp 5.000,-. Ia pun berusaha keras menawar. Akhirnya Pak Ujang sepakat menjual Rp 9.000,- per dua bungkus. Si Pembeli kemudian melihat ikan koi tiga warna berukuran sekitar 30 cm. Pak Ujang menjual dengan harga Rp. 40.000,- per ekor. Terjadilah tawar-menawar. Si pembeli terus memaksa ingin memiliki ikan tersebut dengan harga Rp 25.000,-. Katanya, ikan begitu tidak layak dihargai Rp 40.000,-.
Pak Ujang terlihat sangat keberatan menjual ikan tersebut di bawah Rp 35.000,-. Namun, saya sendiri menyaksikan betapa kerasnya si pembeli menawar dan memaksa. Akhirnya Pak Ujang pun luluh dan menjual empat ekor dengan harga yang diinginkan pembeli. ”Ikan ini sudah hampir 1 bulan tidak laku,” Jawabnya setelah saya menanyakan alasannya menjual.
Si Pembeli kembali membeli tanaman air yang harusnya berharga Rp 5000,- per buah. Begitu gigihnya mendapat 4 buah dengan uang Rp 10.000,-, sampai-sampai Si Pembeli memasukkan sendiri dua tanaman air tambahan ke plastik. Tidak berhenti sampai di sana, saat hendak membayar, dia pembeli kembali meminta dua ekor ikan kecil seharga Rp 5.000,- per ekor untuk mainan anaknya. Dan Pak Ujang akhirnya memberikan.
Saya merenung. Banyak orang sering sekali berhemat setiap keping rupiah dari si miskin. Mereka sering mengganggap harga barang dari seorang pedagang kecil atau pasar tradisional tidak pantas dan menawar serta puas karena bisa berhemat setidaknya Rp 500,- Kemudian mereka berjalan ke mal dan tidak bertanya kepantasan dari harga secangkir kopi Rp 40.000,- atau semangkok bakso Rp. 60.000,-. Mereka bahkan membeli dengan bangga dan malu bila menawar. Mereka menawar dari tukang becak yang harus mengayuh sepeda dengan berat, tetapi tidak pernah memprotes argo taksi yang bergerak tak terkendali.
Setelah itu, mereka akan bicara tentang pengentasan kemiskinan. Mereka salahkan pemerintah atas data-data kemiskinan yang tidak pernah turun. Padahal di balik itu, mereka mengeksploitasi Si Miskin. Mereka berusaha berhemat setiap keping rupiah dari Si Miskin yang bekerja lebih keras, lebih berat, dan panas dari mal untuk memberi makan keluarganya. Namun, mereka menghabiskan uang yang jauh lebih banyak di mal tanpa menanyakan kepantasannya.
Itu mereka. Kita tidak begitu ’kan?
28/05/2016
Hati-hati dalam lingkungan Anak,berikut hal yang harus diwaspadai dalam memilih teman anak ! http://buff.ly/1VmRWal
28/05/2016
WOW!! 4 anak yang Kepintaran mereka melebihi orang dewasa. Tiru semangatnya
Empat bocah ini gegerkan dunia, punya gelar akademis luar biasa Let's be smart. Kepintaran mereka melebihi orang dewasa.
28/05/2016
Smartphone Android ternyata bisa Menjadi CCTV. Ini Caranya :
Menyulap Smartphone Android Menjadi CCTV Kamu bisa menyulap smartphone Android kamu menjadi CCTV. Bagaimana caranya? Simak di sini!
27/05/2016
Mulai usia berapa anak bisa melakukan homeschooling? http://buff.ly/1THR11T
Sumber : Rumah Inspirasi
FAQ Usia Homeschooling Listen to FAQ Usia Homeschooling by Rumah Inspirasi on
27/05/2016
Berapa biaya untuk homeschooling? http://buff.ly/1WYmxwG
Sumber : Rumah Inspirasi
FAQ Biaya HS Podcast tentang pengantar homeschooling, menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai homeschooling yang sering diajukan. Podcast ini dipersembahkan oleh Rumah Inspirasi (www.RumahInspirasi.com)
| Monday | 08:00 - 16:00 |
| Tuesday | 08:00 - 16:00 |
| Wednesday | 08:00 - 16:00 |
| Thursday | 08:00 - 16:00 |
| Friday | 08:00 - 16:00 |