19/07/2020
Bismillah hirroh maanirrohim.
Dalam perjalanannya, dewasa ini sangat banyak yang dibuat samar-samar antara kebenaran dan kebhatilan,semua seolah serupa bahkan dianggap wajar sebagai mana mestinya, itu secara umum. Namun tidak dalam penilaian Allah,padahal Ia Tuhan bagi seluruh alam dan Tuhan bagi sekalian makhluk.
Sementara kata Iman adalah bahasa hati atau pernyataan batin. Padahal banyak sekali kesenangan-kesenangan duniawi yang mendorong diri pada pelalaian Iman dan kewajibannya sebagai hamba yakni berbakti kepada Tuhan-Nya (ALLAH SWT).
Kenakalan intelektual yang seolah-olah bisa mengusahakan
Sesuatu atas hidupnya,yang pada kenyataannya terhitung menjadikan penyamaran Akidah Kaidah yang panjang masa,yang seolah-olah untuk menghadap Tuhannya itu masih lama atau bahkan tak pernah terjadi,dan akibatnya orang orang yang yang panjang masa akan berbasis pada:
Riya, Kedengkian dan Sum''ah.
Ketiga sifat ini sudah bisa dikatakan kejahatan hati, padahal Allah berfirman dalam Al qur'an surat Al A'RAAF ayat33 yang artinya:
"Katakan sesungguhnya Allah mengharamkan Kejahatan yang lahirnya dan yang bathinnya dan dosa dan aniaya dengan tidak benar,dan Ia haramkan kamu menyekutukan dengan Allah yang keterangan nya tidak Ia turunkan dan (Ia haramkan) kamu berkata atas nama Allah sesuatu yang kamu tidak tahu".
Maka dengan satu media yang melalui tulisan berupah buku yang berjudul"BUTIR BUTIR AL-IMAN" inilah yang mungkin bisa membantu membentuk reaksi realisasi diri terhadap penyamaran penyamaran atas Rukun Iman, sehingga dapat mengetahui apa yang sedang dikriteriakan oleh diri pribadi sebagai bentuk INGKAR atau SYUKUR nya seseorang pada Tuhan-Nya (ALLAH SWT).