30/12/2020
1. Gunakan spatula kayu.
Jangan menggunakan spatula dari logam karena cenderung mudah menggores lapisan hitam pada teflon. Permukaan tumpul spatula lebih aman menjaga permukaan teflon.
2. Cuci dengan permukaan spon halus
Ketika selesai menggunakan, cuci bersih dengan spon yang permukananya halus. Jika masih ada minyak yang menempl, lakukan lagi dengan cara yang sama, jangan menggunakan spons kasar atau penggosok.
3. Ketika memasak, pastikan menggunakan api kecil hingga sedang karean sebenarnya teflon tidak cocok digunakan untuk menggoreng atau memasak makanan dengan suhu tinggi atau api besar.
4. Jangan langsung dicuci
Diamkan dulu teflon yang telah dipakai hingga panasnya hilang. Jangan langsung menuang air di teflon panas karena akan membuat lapisan anti lengketnya mudah mengelupas.
5. Simpan dalam keadaan tertelungkup
etelah dicuci bersih, jangan biarkan teflon mengalami kontak dnegan peralatan makan lainnya. Gantungkan atau simpan dalam keadaan tertelungkup.
30/12/2020
1. Lepaskan ring kompor gas dari tungku dan rendam ring dalam larutan air panas yang ditambah dengan sabun cuci piring dan satu sendok makan asam sitrat selama 2-4 jam supaya kotoran dan kerak terangkat. Terakhir, bersihkan ring dengan menyikatnya menggunakan sikat gigi bekas, lalu bilas dan keringkan dengan lap kain.
2. Jeruk nipis dan cuka apel. Gosokkan potongan jeruk nipis atau cuka apel di permukaan kompor gas dan diamkan beberapa saat. Gosok permukaan kompor gas dengan lap lembap, kemudian keringkan menggunakan kanebo.
3. Baking soda. Buat larutan dua sendok baking soda dengan air hangat dan taruh dalam botol semprotan. Semprotkan larutan pada permukaan kompor gas, diamkan beberapa menit, kemudian bersihkan menggunakan lap dan pastikan nggak ada bekas cairan yang tertinggal.
30/12/2020
1. Hindari memilih talenan yang punya kaki. Kamu bakal sering melihat talenan seperti ini demi alasan estetik. Namun percayalah, talenan dengan kaki keseimbangannnya tak bagus untuk memotong.
2. Pilihlah ukuran talenan yang pas. Kurang lebih ukuran panjang 38cm dan lebar 50cm pas untukmu, karena besarnya memberimu cukup ruangan untuk bekerja.
3. Perhatikan juga tingkat perawatan yang dibutuhkan. Talenan kayu memang paling direkomendasikan untuk ketahanannya, tapi butuh perawatan lebih seperti dicuci dua kali dan sesekali diberi minyak untuk awet. Talenan plastik tidak membutuhkan perawatan tambahan, tapi juga mudah rusak.
30/12/2020
1. Talenan Berbahan Plastik
Plastik adalah bahan yang paling aman dan disukai oleh banyak orang. Tapi University of Michigan melakukan sebuah penelitian dan menemukan bahwa ada lebih banyak bakteri yang ditemukan di permukaan talenan plastik yang sudah digunakan daripada yang ada di permukaan talenan kayu. Permukaan talenan plastik yang tergores pisau sangat sulit untuk dibersihkan. Jadi makanan yang Anda potong di atas talenan plastik bisa saja tercampur dengan serpihan-serpihan plastik yang tergores akibat penggunaan pisau.
2. Talenan Terbuat dari Bambu
Orang-orang yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan mungkin akan menjadikan talenan bambu ini sebagai pilihan. Bambu memang bisa didaur ulang dan bambu biasanya tidak butuh bahan kimiawi untuk bisa tumbuh dan besar. Meskipun belum ada penelitian khusus tentang kebersihan talenan bambu, tetapi bambu dipercaya bisa menyerap lebih sedikit cairan daripada kayu.
3. Talenan Kayu
Talenan kayu bisa bertahan selama bertahun-tahun asal bisa dirawat dengan baik, yaitu dengan menggunakan minyak mineral yang aman untuk makanan. Tapi hati-hati, tidak semua talenan kayu dibuat dari kayu yang baik. Ada sejumlah talenan kayu yang dibuat dari sisa kayu atau kayu limbah.
28/12/2020
1. KURANGI KUNING TELUR
Untuk mengurangi kolesterol, cukup kurangi asupan kuning telur dengan mencoba mencampur satu telur utuh dengan satu putih telur.
2. KOMBINASIKAN DENGAN SAYUR
Sayuran hijau gelap juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dengan mengikat asam empedu dan membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak kolesterol. Beberapa sayuran khususnya mengandung pektin tinggi, serat larut penurun kolesterol.
3. MEREBUS TELUR
Telur rebus tidak menambah lemak ekstra. Satu telur besar, rebus mengandung 5,3 gram lemak, 6 gram protein, 186 miligram kolesterol dan 78 kalori. Telur rebus rendah kalori dan kaya akan banyak vitamin, mineral, dan nutrisi penting.
25/11/2020
1. LIHAT WARNA CANGKANG TELUR
Saat kamu memilih telur, hal pertama yang bisa kamu perhatikan ada warna dari cangkangnya. Kamu sebaiknya memilih telur berwarna pekat dan terlihat cerah. terkadang ada telur yang berwarna pucat atau telur yang cangkangnya dipenuhi dengan bintik-bintik hitam.
2. PILIH TELUR BERUKURAN NORMAL
Ketika membeli telur di supermarket, kamu mungkin akan memilih telur berukuran besar karena berharap ukuran kuning telurnya lebih besar. Namun, ukuran telur tidak menjamin kualitas isi telur, lho. Jika kamu memilih telur untuk dikonsumsi, pilih telur dengan ukuran yang normal. Tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil.
3. SENTUH CANGKANG TELUR
Kamu harus tahu bahwa ciri-ciri telur segar dapat dilihat dari permukaan cangkang atau kulit telur. oleh karena itu, cara memilih telur yang baik bisa diawali dengan menyentuh kulit telur tersebut. Jika kamu menyentuh permukaan kulit telur dan mendapati teksturnya kasar dan terdapat butiran-butiran putih, itu tandanya telur tersebut adalah telur yang masih segar.
4. GUNCANG PERLAHAN
Untuk tips ini, kamu tak perlu mengguncang terlalu keras. Guncang telur secara perlahan dan dekatkan telinga. Ciri-ciri telur yang bagus tidak akan mengeluarkan suara ketika di guncang. Pasalnya, tekstur putih telur masih sangat kental, berbeda dengan telur yang sudah lama maka bagian putihnya jadi lebih encer sehingga akan mengeluarkan suara jika dikocok.
12/10/2020
Ada yang sudah pernah coba atau bahkan sering mengkonsumsi sarapan ala orang Jepang ini? Yes, hanya nasi dan telur mentah. Dikenal dengan nama Tamago Kake Gohan. Jadi telur yang digunakan bukan sembarang telur, melainkan telur kualitas Jepang yang AMAN untuk di konsumsi. Dan tidak dianjurkan menggunakan telur mentah lainnya ya guys, yang belum terjamin keamanannya untuk dikonsumsi. Sangat beresiko.
Mori-Tama adalah telur Jepang Premium omega 3 yang bisa dimakan mentah dan tidak berbau amis. Karena telur ini diproses dengan teknologi canggih dan perawatan ternak ayam yang khusus. Tentunya juga sudah melewati uji klinis.
12/10/2020
Jawaban Stephen Hawking soal telur duluan itu SALAH! Yang benar adalah ayam duluan. Pada musim panas di tahun 2010, para peneliti dari Inggris meretakkan telur ayam sampai akhirnya mereka menemukan bahwa protein yang dibutuhkan untuk membentuk cangkang telur itu secara eksklusif HANYA ditemukan di ovarium dari ayam.
12/10/2020
Apapun bagian ayam yang Anda pilih, pastikan untuk membersihkannya dulu dengan benar sebelum diolah. Daging ayam yang mentah sebaiknya tidak dicuci sebelum dimasak. Sebab, hal ini bisa meningkatkan risiko perpindahan bakteri dari daging ayam mentah.
Pastikan juga untuk mencuci tangan dengan sabun dan air hangat minimal 20 detik sebelum dan sesudah mengolah daging ayam mentah. Setelah itu, masak daging ayam pada suhu minimal 75 derajat Celcius untuk membunuh semua kuman-kuman yang ada pada daging ayam.
Bila Anda hendak menyimpan daging ayam, simpan di dalam freezer. Cara ini bertujuan untuk mengurangi risiko penyebaran bakteri pada makanan. Jika ingin mulai diolah, cairkan ayam terlebih dahulu dengan meletakkannya di rak bawah kulkas. Gunakan peralatan, wadah, dan talenan terpisah untuk setiap bahan mentah yang dimasak.
08/10/2020
Sehat tidaknya daging ayam yang dikonsumsi tergantung pada bagaimana cara Anda mengolahnya
Tentu angka perkiraan ini hanya dilihat dari daging mentahnya saja. Teknik masak dan penambahan bumbu tertentu dapat sedikit banyak mengubah nilai gizi masakan tersebut, terlepas dari bagian ayam mana yang Anda pilih.
07/10/2020
Saat ini, nutrisi memegang peran penting untuk untuk mencegah risiko penularan COVID-19. Kita perlu memperbanyak lauk pauk yang mengandung protein. Kementerian Kesehatan RI merekomendasikan pedoman “Isi Piringku” dengan membagi piring tiga bagian, yakni 1/3 karbohidrat, 1/3 sayuran, 1/3 lauk pauk dan buah-buahan.
Sertakan beragam protein dalam setiap menu makan, misalnya:
Protein hewani: Daging, ayam, ikan, telur, susu, atau produk susu
Protein nabati: Tempe, tahu, segala jenis kacang-kacangan, atau biji-bijian
Protein hewani dan nabati melengkapi satu sama lain dalam membentuk sistem imun tubuh, sehingga membantu menjaga tubuh dari infeksi penyakit.
Terutama bagi yang secara fisik sudah beraktivitas di masa new normal, sangat penting untuk tetap menjaga asupan nutrisi harian. Namun, utamanya tetap lengkapi menu harian dengan vitamin, mineral, serta antioksidan. Karena ketiganya juga berpotensi untuk dapat meningkatkan sistem imun (immune booster).