17/10/2024
Fahma : Lhoo mi, kenapa ummi buka layanan konsultasi buat orang patah hati , gratis p**a.
Ummi : Gak apa apa, ummi ingin sedekah, tidak bisa sedekah uang, sedekah nasihat yang benar dan baik
Fahma : Lhoo, memangnya ngasih nasihat juga sedekah tah..?
Ummi : Ya iyalah, memberikan senyuman saja sedekah, apalagi, memberi nasihat tentang ilmu, iman, taqwa, ini termasuk dakwah nduk..
Fahma : Tetapi, orang patah hati itu, biasanya kasus yang sulit di benahi lhooo mi..
Ummi : Katanya siapa?
Fahma : Karena orang patah hati itu mempunyai trauma yang mendalam mi..
Ummi : Iya benar, mereka trauma karena belum mengenal indahnya iman, indahnya qodho' dan qodharnya Allah, mereka belum mengerti indahnya berilmu..
Fahma : Iya sih mi, tapi masalah perasaan itu kan sulit di kendalikan..
Ummi : Yang membuat manusia siapa?
Fahma : Ya Allah lah..
Ummi : Yang membuat hati manusia siapa?
Fahma : Yaa Allah lah..
Ummi : Nah kenapa sulit? karena dia belum memasukkan Allah di dalam hatinya, tetapi memasukkan syaithan dalam hatinya.
Fahma : Berarti kalau ummi galau tentang bang Uddin, berarti ummi lagi memasukkan syaithan dalam hati ummi..
Ummi : Hahahaha.. Bisa iya bisa tidak..
Fahma : Maksudnya bagaimana mi?
Fahma : Kalau ummi galaunya takut berbuat dosa, hal itu ummi sedang memasukkan Allah pada hati ummi , ummi berusaha menjaga hati agar tidak mikir aneh aneh. Tapi kalau ummi galaunya ingin bermaksiat pada Allah, fix itu ummi di ganggu syaithan, naudzubillah mindzalik. Dan semoga kita terhindar dari bermaksiat pada Allah.
Fahma : Jadi galau itu boleh tah mi?
Ummi : Mana ada manusia tidak pernah galau, ya nggak ada lah, galau adalah sebuah rasa manusiawi, wajar, boleh boleh saja, asal jangan tiap hari. Ummi kalau mau haid bawaannya galau parah, baper, bahkan stress berat. Kalau secara medis itu faktor hormonal yang mempengaruhi perasaan dan fisik perempuan.
Fahma : Ehm, ini ada masalah lain mi, kata mbak Fada, ummi kemarin ngatain sekolahku liberal ya?
Kenapa ummi ngatain sekolahku liberal, kok seperti Amerika saja , liberal..
Ummi : Begini, liberal itu sebuah faham kebebasan untuk setiap individu. Contohnya, yang ummi maksud, misal sekolahmu membebaskan kamu menggambar manusia bahkan syaithanpun boleh kamu gambar, iya kan?
Fahma : Syaithan?!! Mana aku nggambar syaithan?
Ummi : Lha ummi kan follow IG mu, itu kenapa menggambar manusia serem ada tanduknya, itu kan syaithan?
Fahma : Jadi ummi follow akun IG ku yang khusus gambar ya?
Ummi : dan itu kan dari buku gambarmu semua kan? Ummi juga lihat semua kok yang di buku.
Fahma : wah kalau gitu IG ku aku private saja, biar ummi gak bisa lihat..
Ummi : Ya tidak apa apa, nanti juga ummi private kamu, jangan makan masakan ummi, mas Faza dan mbak Fada yg boleh makan..
Fahma : Hahaha...
Fada : Iya benar dik, itu namanya liberal, coba kalau kamu di pondok, menggambar saja tidak boleh, menulis novel atau cerpen fiksi juga tidak boleh. Bahkan malah di hukum.
Ummi : Itu namanya pondok konservatif, artinya menganut aliran yang menahan diri dan membatasi diri atas kebebasan diri.
Fahma : Berarti aku jauh lebih beruntung ya mi, karena liberal..
Ummi : Bukan masalah untung dan tidak untung. Kadang yang konservatif juga lebih beruntung juga bisa. Bahkan jauh beruntung karena lebih hati hati dan memproteksi hal hal yang tidak di inginkan. Begini, apakah ummi pernah melarang kalian berdua menggambar? Tidak sama sekali, bahkan ummi sangat memberi kebebasan dan memfasilitasi kan? Semua peralatan menggambar dan melukis, ummi yang membelikan bukan ?
Tetapi ummi juga takut kalau kalian menggambar yang tidak baik, karena apa yang kamu gambar dan kamu tulis, adalah bisa jadi manifestasi dari apa yang kamu pikirkan dan kamu rasakan. Serem kan?!!
Ummi memilih yang tengah tengah saja kalau di pemahaman Muhammadiyah itu namanya wasathiyah. Tidak liberal juga tidak konservatif. Lakukan sebaik baiknya karena Allah, untuk tujuan Illahiyah, dengan cara Illahiyah. Silahkan menggambar, tapi gambarlah yang bertujuan dakwah, memotivasi orang lain ke jalan kebenaran, menginspirasi orang agar berbuat baik. Lakukan asal tidak maksiat, tidak menyimpang dari syariat, lakukan. Menulis juga begitu menulislah yang baik, yang mendidik orang agar lebih baik lagi, agar lurus di Jalan Allah.
Ending, dua anak gadis saya, mbak Fada dan adik Fahma manggut manggut..
Kalau ada diskusi model beginian, jujur 100% saya merasa bangga dan bersyukur menjadi seorang ibu yang profesional 🥰😍😇😆
Maksude, mendahniyo ora ono mbok e gek terus piye bocah bocah iki 🥲😭
Astaghfirullahal 'adhiim..