01/10/2021
Motif batik yang dibuat oleh  mahasiswa Fakultas Industri Kreatif dan mahasiswa Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya saat mempelajari kelainan pada DNA pengidap Down Syndrom.
Biologi molekul ini diperkenalkan melalui motif kain batik yang mempunyai makna mendalam, melalui kain batik yang lebih dahulu populer di masyarakat. Hasil karya ini disebut dengan Edu Batik, yang diangkat menjadi tugas akhir mata kuliah Kewirausahaan oleh Chessa Uly Thalia, Imelda Sukamto, Fernando Tjahjono dan Yesica Athisky Gunawan dari Fakultas Teknobiologi dan Dian Iqbal Fanani dari Fakultas Industri Kreatif
Corak itu merupakan corak dari penggambaran DNA dan kromosom serta protein dalam tubuh pengidap down syndrom. Mereka mempelajari kelainan DNA pengidap Down Syndrom secara literatur, dan mendapat pola unik dalam kelainan pada kromosom 21. Pada umumnya berjumlah 2 buah kromosom, sedangkan pada pengidap down syndrome berjumlah 3 buah kromosom (molekul Trisomy).
Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Batik Karya Mahasiswa Ubaya ini Terinspirasi Down Syndrome,