Al Qur’an Berjalan

Al Qur’an Berjalan

Share

Al-Qur’an penebar kebaikan solusi umat

09/03/2024

We are open
1. Mustanad kafil Mekkah / calling visa Saudi diskon 40%
2. ⁠appoinment letter VFS = 18 $
3. ⁠Visa Syakhsiyah multiple mandiri = 350 $
4. ⁠Visa amil Mu’aqad/temporary work diskon 20% khusus agen
5. ⁠handling bandara Jakarta 7,7 Jt. Surabaya 6,6 Jt (B2B)

https://wa.me/

12/02/2024

Bismillah
Alhamdulillah

“Mengapa engkau tetap berada dalam penjara ketika pintunya terbuka lebar?”

Berada Di zona Dimensi lain ketidaksiapan manusia akan perubahan hidupnya Mulai dari belum menikah hingga berkeluarga bila Nyalinya terlalu kecil untuk menghadapi kondisi Real bahwa setiap manusia mendapat ujian yg berbeda jangan pada Akhirnya apatis, atau _negative thinking_ dengan segala kemungkinan.

Upayakan perbaikan Mental, moral, kemampuan berpikir, kecakapan qawwam laki2
Jangan terlalu ciut Nyalinya untuk keluar memanfaatkan peluang perbaikan sedikit demi sedikit meskipun harus membayar dg dinar dirham..

Setiap hari engkau adalah momen perubahan walau hanya mengupayakan Doa tak mengapa. Seperti kisah burung pipit yang membawa air di paruhnya yang kecil untuk memadamkan api yang membakar Nabi Ibrahim 'alaihissalam Setidaknya kita lindungi keluarga Dr Serangan yg menipiskan iman akan qadha Qadar Allah

Photos from Al Qur’an Berjalan's post 12/02/2024

*▪︎قال الله تبارك وتعالى في سورة النساء ٣٦*
*﴿ وَالجارِ ذِي القُربى وَالجارِ الجُنُبِ ﴾ .*
● قال العلامة ابن العثيمين -رحمه الله- :

*« قال أهل العلم والجيران ثلاثة: جار قريب مسلم فله حق الجوار والقرابة والإسلام، وجار مسلم غريب قريب فله حق الجوار والإسلام، وجار كافر فله حق الجوار وإن كان قريباً فله حق القرابة أيضاً » .*
«شرح رياض الصالحين» (١٧٧/٣) ]|

[HOAKS] Peringatan Pemblokiran oleh Tim Pemblokiran Facebook 16/01/2024

https://www.kominfo.go.id/content/detail/32889/hoaks-peringatan-pemblokiran-oleh-tim-pemblokiran-facebook/0/laporan_isu_hoaks

[HOAKS] Peringatan Pemblokiran oleh Tim Pemblokiran Facebook Telah beredar sebuah akun Facebook dengan nama “Peringatan Pemblokiran” yang membagikan foto profil dari pengguna dan menambahkan narasi seolah-olah pesan tersebut berasal dari tim Facebook tentang pemblokiran akun. Dalam pesan tersebut juga disematkan link untuk verifikasi pembatalan pemblokira...

17/06/2023

Ibnu Mas’ud mengatakan: “Kami belajar sepuluh-sepuluh ayat dan belum akan berpindah pada ayat berikutnya sampai kami mengerti makna yang terkandung
dalam sepuluh ayat itu dan bagaimana mengamalkannya.”

Iya, mereka menghafalnya. Bukan tidak mau menghafal karena ingin mengamalkan. Tapi mereka menghafalnya agar kemudian mudah diamalkan.

Umar bin khattab menghafal surah Al-Baqarah dalam waktu 12 tahun sebab ingin memahami dan mengamalkan setiap ayat-ayatnya nya sebelum melanjutkan ayat baru.
Abdullah bin Umar berhenti pada surat al-Baqarah selama delapan tahun untuk mempelajarinya dan memahami sehingga diamalkan.

Dan, sahabat, sekali lagi, di antara mereka, tidak ditemukan seseorang yang memilih prinsip ‘berhenti menghafal karena takut tak bisa mengamalkan’. Ada mindset yang harus diubah. Bahwa, bukan karena belum bisa mengamalkan sehingga kita berhenti menghafal, tapi hafalkan-lah ayat-ayat Allah agar kita mudah mengamalkannya.

Sebab, jika yang hafal Al-Quran disebut sulit mengamalkannya, ketahuilah bahwa yang tidak hafal akan jauh lebih sulit mengamalkan. Bagaimana mungkin bisa mengamalkan secara utuh, jika tidak
tahu atau hafal ayatnya?
Dan, sahabat, menghafal Al-Quran merupakan salah satu bentuk pengamalan dari Al-Quran. Sebab dalam Al-Quran sendiri ada perintah untuk menghafalkannya. Maka jika mau mengamalkan Al-Quran, maka menghafalnya adalah salah satu pengamalan itu.

Jadi, pilihan yang tepat bukan berhenti menghafal, melainkan tetap menghafal semampunya, meski sehari se-ayat, atau barangkali seminggu se-ayat, lalu berusaha memahami serta mengamalkannya.
Semampunya.
Jangan berhenti sama sekali. Jika tidak bisa mendapatkan keseluruhannya, maka jangan tinggalkan seluruhnya. Harus ada usaha yang dilakukan.

Lalu, apakah salah, mereka yang fokus menghafal terlebih dahulu hingga 30 juz, padahal tidak paham isinya?
Insya Allah tidak salah. Itulah salah satu bentuk memahami dan mengamalkan Al-Quran.
Asalkan, yang menjadi catatan, tidak boleh berhenti pada proses menghafal saja. Harus ada kesungguhan untuk melanjutkan perjuangan ke tahap
selanjutnya: Menjaga hafalannya, berusaha memahami kandungannya, mengamalkannya dalam hidup, mendakwahkan kebenaran Al-Quran, Istiqomah hidup bersama Al-Quran.

Yang salah, jika seseorang menghafal Al-Quran lalu mencukupkan diri sampai di situ saja. Tidak ada semangat untuk melanjutkan perjuangan pada tahap selanjutnya.
Ingat, hafal 30 juz itu bukan tujuan akhir. Ia hanya sarana menuju tujuan sebenarnya: Mengamalkan Al-Quran dalam hidup.
Kalau ada yang bilang, “Yang terpenting dari Al-Quran adalah pengamalan, bukan hafalan. Percuma hafal kalau enggak diamalin.”
Ketahuilah, perkataan semacam itu hanya pantas disampaikan oleh mereka yang sudah hafal Quran serta baik dalam pemahaman dan pengamalannya.
Sebab, jika yang mengatakan seperti itu bukan penghafal Al-Quran, barangkali kalimat itu keluar karena kemalasannya saja dalam menghafal, lalu alih-alih berusaha menghafal, ia malah mencari pembenaran dengan pernyataan-pernyataan seperti itu.

Ketahuilah, menghafal Al-Quran adalah salah satu bentuk mengamalkan Al-Quran, sebab ada perintah menghafalkan di dalamnya. Maka, siapa yang dengan sengaja tidak mau menghafalnya, sebenarnya ia belum mengamalkannya dengan baik.

Ubahlah mindset daripada berdosa karena menghafal tapi tidak bisa mengamalkan, lebih baik fokus mengamalkan saja,
Menjadi Hafafalkanlah Al-Quran, agar kita lebih mudah mengamalkannya.

Alhamdulillah,
Semoga bermanfaat

17/06/2023

“Daripada Berdosa Menghafal Tapi Tidak Bisa Mengamalkan, Lebih Baik Fokus Mengamalkan Saja”

Sahabat, barangkali, kita sering mendengar ungkapan seperti itu. Dan, berapa kali ungkapan tersebut terdengar bak senjata mematikan yang seketika menghancurkan semangat menghafal kita.
Kadangkala, karena mindset itu, kita menjadi berpikir dua kali untuk menghafal atau melanjutkan hafalan, karena muncul perasaan takut berdosa saat tidak bisa mengamalkan.
Melalui pesan whatsapp, ada yang pernah bertanya kepada saya:
“Bagaimana jika ada orang yang punya prinsip tidak mau menghafal Al-Quran, atau tidak mau menambah hafalan baru lagi, karena takut tidak bisa mengamalkannya. Karena ada yang mengatakan bahwa seseorang yang tidak mengamalkan hafalannya akan mendapat dosa besar. Bahkan ada hadits yang menyebut orang pertama yang masuk neraka adalah penghafal quran yang tidak mengamalkannya. Jadi, dia lebih memilih untuk tidak menghafal dan hanya fokus ke pengamalan. Mohon penjelasannya..?”

Maka, kita harus benar-benar memahami ini.
Yang pertama:
Ungkapan ‘yang terpenting dari Al-Quran adalah mengamalkannya, bukan sekedar menghafalnya,’ adalah ungkapan yang tidak salah dan bahkan sangat benar. Sebab, tujuan besar dari menghafal adalah mengamalkannya. Tapi, sahabat, atas pemahaman itu, mestinya, langkah yang harus dipilih bukanlah ‘berhenti menghafal karena takut tidak bisa mengamalkan’, tapi tetaplah menghafal sedikit demi sedikit, sembari berusaha memahami apa yang dihafal itu, lalu berusaha mengamalkannya.

Sebab, inilah yang dicontohkan para sahabat Nabi. Bukankah, para sahabat adalah generasi yang paling memahami ungkapan ‘yang terpenting dari Al-Quran adalah mengamalkannya, bukan sekedar
menghafalnya,’?

Tapi, atas pemahaman itu, tidak ada satu riwayat pun yang sampai kepada kita bahwa ada sahabat yang kemudian memutuskan “Saya tidak mau menghafal, karena yang penting pengamalannya”
Justru, riwayat-riwayat yang telah sampai kepada kita mengabarkan bahwa para sahabat di zaman nabi, mereka menghafal setiap 10 ayat, dan tidak menambah hafalan yang baru sampai bisa mengamalkannya.

اللَّهُمَّ نَوِّرْ قُلُوْبَنَا بِتِلاَوَةِ الْْقُرْآنِ, وَزَيِّنْ أَخْلاَقَنَا بِجَاهِ الْقُرْآنِ, وَحَسِّنْ أَعْمَالَنَا بِذِكْرِ الْقُرْآنِ, وَبَيِّضْ وُجُوْهَنَا بِبَرَكَةِ الْقُرْآنِ, وَنَوِّرْ أَبْدَانَنَا بِنُوْرِ الْقُرْآنِ, وَنَجِّنَا مِنَ النَّارِ بِكَرَامَةِ الْقُرْآنِ, وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ بشَفَاعَةِ الْقُرْآنِ

Aamiin...

16/06/2023

Bismillah copas dit

Bagi yang berputus asa dari menghafal Qur'an

Jika anda tidak ingin menghafal al Qur'an, Alloh pun juga tidak memilih anda (untuk menjadi penghafal al Qur'an). Maka jangan lemahkan semangat orang lain.

Di sana banyak sekali orang yang ingin menghafal al Qur'an, (yang bisa jadi) dengan ucapanmu menyebabkan hilang semangat mereka (putus asa).

Maka ucapkanlah perkataan yang baik, karena perkataan yang baik adalah sedekah. Jika tidak bisa maka diamlah!
------
Di luaran sana dan juga di dalaman banyak didapati ucapan-ucapan bahkan sikap-sikap yang cenderung melemahkan semangat penghafal al Qur'an.

"Menghafal al Qur'an bikin pusing", "menghafal al Qur'an mau kerja apa kamu..?", "menghafal itu sulit", "hidup ini gak hanya menghafal al Qur'an, kita juga harus bisa cari dunia.." de el el.

Saking membagongkannya kalimat yang terakhir, sampai kepikiran seharian gak bisa tidur. Karena kalimat tersebut diperdengarkan dihadapan santri santri penghafal al Qur'an.

Photos from Al Qur’an Berjalan's post 02/05/2023

Bismillah
Alhamdulillah
Allahu yaa Syafii..

Dia yang senantiasa menjaga hatinya dekat dengan Allah jalla jalaluh akan menemukan kedamaian dan ketentraman, sementara dia yang senantiasa memberikan hatinya kepada manusia akan menemukan kegelisahan dan ketakutan.

📚 Ibnu Qayyim



02/08/2022

Copas dit
Gus imam gem

Ketika kita punya emas murni bersertifikat resmi, maka sedikit pun kita tak akan takut untuk diuji. Bahkan, jika harus disaksikan di hadapan para pakar emas sekali pun.

Ketika hafalan qur’an mu Bersanad, maka tak akan khawatir dg pertanggung jawaban di dunia dan akhirat

Demikian juga kebenaran. Kita akan percaya diri menghadapi sidang pencurian saat kita tak terlibat pencurian. Lain halnya jika kita memang mencuri. Pasti ucapan dan isi hati akan kontradiksi.

(ngaji tipis-tipis ✌😊)

Want your school to be the top-listed School/college in Surabaya?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Website

Address


Jagir Wonokromo
Surabaya
60241