ESG Intelligence

ESG Intelligence

Share

ESG Intelligence is a data-driven platform under Center of Environment, Social & Governance Studies

08/05/2026

Banyak perusahaan masih melihat CSR sebatas donasi, sponsorship, atau program komunitas. Padahal, CSR merupakan cara perusahaan mengelola dampaknya terhadap masyarakat melalui strategi, operasional, dan pengambilan keputusan.

Artinya, CSR bukan hanya tentang berbuat baik. CSR juga membantu perusahaan untuk:
• Mengelola risiko dengan menangani dampak negatif yang terkait dengan operasi, produk, dan layanan.
• Memperkuat legitimasi dan kepercayaan dengan menunjukkan bahwa keputusan bisnis mempertimbangkan harapan sosial, lingkungan, dan etika.
• Meningkatkan kinerja dan ketahanan melalui manajemen risiko yang lebih baik, inovasi, hasil SDM, dan keberlanjutan operasional.
• Mengintegrasikan tanggung jawab ke dalam organisasi melalui kebijakan, keterlibatan stakeholder, dan sistem manajemen, bukan sebagai program sampingan.

Dengan begitu, CSR juga tentang bagaimana perusahaan mencegah kerugian, mengelola trade-off, merespons ekspektasi stakeholder, dan menjaga legitimasi bisnis dalam jangka panjang.

Ingin menyusun strategi CSR yang lebih terarah dan berdampak? Hubungi CESGS untuk diskusi lebih lanjut! bit.ly/TanyaCESGS

07/05/2026

WE'RE HIRING!
Fullstack Developer (Full-time – On Site/WFO)

Are you passionate about building web applications from end to end? CESGS is looking for a Fullstack Developer with experience in frontend and backend development, including ReactJS, RESTful API, and database management. If you have a background in Computer Science or Information Technology and are ready to contribute on site, we would love to hear from you!

📩 Apply now: bit.ly/Application-FullstackDeveloperCESGS

Photos from ESG Intelligence's post 06/05/2026

Water taxi mulai dikembangkan sebagai salah satu alternatif transportasi di Bali, terutama untuk menjawab tantangan mobilitas di kawasan wisata yang semakin padat. Perjalanan dari Bandara Ngurah Rai menuju Canggu yang biasanya memakan waktu sekitar 1–2 jam lewat jalur darat diproyeksikan dapat dipangkas menjadi sekitar 30 menit melalui water taxi.

Namun, proyek ini masih berada dalam tahap pengembangan. Meski feasibility study telah rampung, layanan water taxi belum tersedia untuk publik dan masih perlu melalui tahapan lanjutan seperti DED, perizinan, kesiapan infrastruktur, hingga skema implementasi.

Dalam konteks ESG, transportasi berkelanjutan tidak hanya dilihat dari hadirnya moda baru, tetapi juga dari bagaimana proyek tersebut mampu meningkatkan efisiensi mobilitas, mengurangi tekanan kemacetan dan potensi emisi, serta memberikan manfaat sosial-ekonomi bagi wilayah setempat.

Ingin memetakan peluang transportasi, infrastruktur, dan sustainability yang lebih terukur? Hubungi CESGS untuk diskusi lebih lanjut di bit.ly/TanyaCESGS

Photos from ESG Intelligence's post 05/05/2026

CESGS berkesempatan melakukan audiensi dengan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Bapak Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), untuk membahas peluang kolaborasi dalam penguatan ESG di Indonesia. Audiensi ini juga menjadi ruang diskusi bersama tim Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan mengenai peran CESGS sebagai center of excellence dalam mendorong pengembangan ESG melalui riset, penguatan kapasitas, dan kolaborasi strategis. Sebagai alumni doktoral Universitas Airlangga, beliau juga menyambut baik ruang dialog dan peluang kolaborasi ini.

Pada kesempatan tersebut, CESGS turut menyampaikan undangan kepada Bapak Agus Harimurti Yudhoyono untuk hadir sebagai speaker dalam Asia-Pacific Sustainable Business & Innovation Forum (ASBIF) 2026, forum yang diselenggarakan melalui kolaborasi CESGS dan Research Centre for ESG, The Hang Seng University of Hong Kong. Kami mengapresiasi respons positif yang diberikan, dan berharap pertemuan ini menjadi langkah awal yang baik untuk memperkuat dialog dan kolaborasi dalam mendorong praktik sustainability yang lebih strategis di Indonesia dan kawasan Asia-Pasifik.

05/05/2026

CESGS berkesempatan melakukan audiensi dengan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Bapak Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), untuk membahas peluang kolaborasi dalam penguatan ESG di Indonesia. Audiensi ini juga menjadi ruang diskusi bersama tim Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan mengenai peran CESGS sebagai center of excellence dalam mendorong pengembangan ESG melalui riset, penguatan kapasitas, dan kolaborasi strategis. Sebagai alumni doktoral Universitas Airlangga, beliau juga menyambut baik ruang dialog dan peluang kolaborasi ini.

Pada kesempatan tersebut, CESGS turut menyampaikan undangan kepada Bapak Agus Harimurti Yudhoyono untuk hadir sebagai speaker dalam Asia-Pacific Sustainable Business & Innovation Forum (ASBIF) 2026, forum yang diselenggarakan melalui kolaborasi CESGS dan Research Centre for ESG, The Hang Seng University of Hong Kong. Kami mengapresiasi respons positif yang diberikan, dan berharap pertemuan ini menjadi langkah awal yang baik untuk memperkuat dialog dan kolaborasi dalam mendorong praktik sustainability yang lebih strategis di Indonesia dan kawasan Asia-Pasifik.

Photos from ESG Intelligence's post 04/05/2026

Pada 29 dan 30 April, CESGS menyelenggarakan Public Training: Mastering IFRS S1 & S2 (PSPK 1 & 2) dengan tema “From Standards to Sustainability Reporting Readiness” untuk memperkuat pemahaman organisasi terhadap standar pengungkapan keberlanjutan.

Selama dua hari pelatihan, peserta mempelajari Introduction to IFRS Sustainability Standards, Deep Dive to IFRS S1, dan Deep Dive to IFRS S2 bersama Aditya Aji Prabhawa, S.A., M.A. dan Fajar Kristanto G. P., S.A., M.A.. Peserta juga mengikuti pre-test dan post-test untuk mengukur perkembangan pengetahuan, serta Focus Group Discussion untuk menyusun Risk & Opportunity Mapping terkait climate risks and opportunities.

Terima kasih kepada para speaker, peserta, dan seluruh pihak yang terlibat. Untuk informasi lebih lanjut terkait program dan kolaborasi ESG, hubungi CESGS di bit.ly/TanyaCESGS

Photos from ESG Intelligence's post 29/04/2026

Di Indonesia, sisa makanan masih menjadi jenis sampah terbesar secara nasional, dengan proporsi mencapai 39,87% dari komposisi sampah. Kajian Bappenas yang dirujuk Badan Pangan Nasional juga menunjukkan bahwa susut dan sisa pangan di Indonesia mencapai 23–48 juta ton per tahun, setara kebutuhan pangan 61–125 juta orang, dengan kerugian ekonomi hingga Rp213–551 triliun per tahun. Ini menunjukkan bahwa food waste bukan hanya persoalan limbah, tetapi juga terkait efisiensi sistem pangan, risiko lingkungan, dan ketahanan pangan nasional.

Ketika food waste tidak dicegah dan akhirnya bercampur di TPA, dampaknya tidak berhenti pada bertambahnya volume sampah. Dalam kondisi banyak TPA di Indonesia yang masih dioperasikan secara open dumping, food waste dapat memperbesar resiko emisi metana, kebakaran, dan pencemaran. Karena itu, penanganannya perlu dimulai dari hulu: mengurangi pemborosan pangan, memanfaatkan pangan berlebih yang masih layak, dan mengelola sisa pangan dengan lebih tepat. Di sisi lain, regulasi di Indonesia juga mulai mendorong arah pengelolaan yang lebih terstruktur. Ingin membahas strategi pengurangan food waste yang lebih tepat dan relevan bagi organisasi Anda? Hubungi CESGS di bit.ly/TanyaCESGS

24/04/2026

🎥 Testimoni Peserta Public Training CESGS

Pada awal tahun, CESGS sukses menyelenggarakan public training bertema “Executive ESG Masterclass: Preparing ESG Implementation, Reporting, and Decision-Making for 2026” yang diikuti peserta dari berbagai latar belakang, termasuk PT Olahkarsa Inovasi Indonesia, Indo Tambangraya Megah Tbk, ICMA, dan ANZ Indonesia. Dalam video ini, para peserta membagikan pengalaman mereka selama pelatihan sekaligus menyampaikan apresiasi kepada tim CESGS atas materi yang relevan, praktis, dan membantu memperluas perspektif mereka terhadap implementasi ESG di dunia profesional.

Bagi Anda yang ingin memperkuat kesiapan organisasi dalam sustainability reporting, CESGS kembali menghadirkan public training “Mastering IFRS S1 & S2 (PSPK 1 & 2): From Standards to Sustainability Reporting Readiness” yang dilaksanakan pada:

📅 Date: 29–30 April 2026
🕘 Time: 09.00–12.00 WIB
💻 Platform: Live Virtual (Zoom Meeting)
💰 Investment Fee: Rp 1.500.000,-

🔗 Register now: https://bit.ly/Training-IFRS-CESGS
📩 Contact Person: wa.me/6285706774614 (Ahmada)

__

Photos from ESG Intelligence's post 23/04/2026

Pada 21/04, CESGS menyelenggarakan ESG Talk Series #8 dengan tema “Advancing Diversity and Inclusion Beyond Compliance” dalam semangat Hari Kartini. Diskusi ini mengangkat pentingnya melihat diversity and inclusion bukan hanya sebagai komitmen atau kebijakan formal, tetapi sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang lebih adil, partisipatif, dan berkelanjutan.

Acara ini menghadirkan Prof. Dr. Emy Susanti, Dra., MA, Chairperson of Centre for Gender Studies Universitas Airlangga, yang membagikan perspektif mengenai bagaimana organisasi dapat mendorong D&I menjadi lebih nyata melalui peran leadership, governance, perubahan mindset, serta implementasi yang lebih terarah. Melalui ESG Talk Series #8, CESGS membuka ruang diskusi bagi akademisi, profesional, dan publik untuk memahami langkah-langkah strategis dalam membangun organisasi yang lebih setara dan inklusif.

Terima kasih kepada pembicara, peserta, serta seluruh pihak yang terlibat. Untuk informasi lebih lanjut terkait program dan kolaborasi ESG, hubungi CESGS di bit.ly/TanyaCESGS

22/04/2026

ESG yang kuat tidak dimulai dari reporting, tetapi dari systems. Komitmen sustainability baru akan benar-benar berjalan ketika diterjemahkan ke dalam struktur, proses, dan accountability yang jelas. Dalam konteks ini, ISO dapat menjadi salah satu tools yang membantu perusahaan mengintegrasikan sustainability ke dalam cara kerja yang lebih nyata, terukur, dan konsisten. Dengan begitu, ESG tidak berhenti sebagai komitmen di atas kertas, tetapi menjadi bagian dari operasional dan pengambilan keputusan sehari-hari.

Pada aspek Environmental, sustainability menjadi lebih kuat ketika perusahaan mengelola dampak, emisi, dan penggunaan energi secara lebih terintegrasi. Pada aspek Social, fokusnya tidak hanya pada program eksternal, tetapi juga pada perlindungan, wellbeing, dan inklusivitas di tempat kerja. Sementara itu, Governance menjadi lebih kuat ketika ethics, risk, compliance, accountability, dan data protection tertanam dalam pengambilan keputusan sehari-hari.

Ingin memperkuat ESG strategy perusahaan Anda melalui systems yang lebih terstruktur dan terukur? Hubungi CESGS untuk diskusi lebih lanjut! bit.ly/TanyaCESGS

Want your school to be the top-listed School/college in Surabaya?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Address


Surabaya

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00