28/10/2021
SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA
Wahai pemuda berhentilah berkeluh kesah. Belajar tanpa berpikir tidak berguna. Bangkitkan semangat untuk berkarya demi bangsa.
Selamat Hari Sumpah Pemuda 21 Oktober 2021. Bersatu, Bangkit, dan Tumbuh.
Anda bisa mendapatkan informasi seputar pendidikan keaksaraan dengan mengikuti Halaman Facebook kami.
Jangan lupa tinggalkan like, comment, dan share agar informasi ini tidak berhenti di Anda.
28/09/2021
MENGAPA LITERASI ITU PENTING?
Pemahaman seseorang sampai dengan orang tersebut dikatakan nalar bahkan mampu mengaplikasikan kenalarannya, semua itu pasti berawal dari proses literasi. Bukankah ada pepatah yang mengatakan “Membaca atau buku adalah jendela dunia” maka sudah barang tentu bahwa proses literasi merupakan sesuatu yang begitu penting adanya. Melakukan proses literasi yang dikaitkan dengan minat dan bakat akan mendorong kemauan yang cukup besar bagi setiap individu untuk melakukan proses literasi sehingga bukan tidak mungkin akan tercapai target yang diimpi-impikan di era revolusi industri seperti sekarang ini.
Langkah pengaitan literasi dengan minat dan bakat itu dilaksanakan sebagai pancingan awal agar orang tersebut lebih tertarik untuk melakukan proses literasi. Ketika sudah terbiasa tentunya pada saat nanti diarahkan supaya membaca dengan tema tertentu atau tema apapun akan tertarik dan mau karena sudah terbawa oleh kebiasaan dalam hidupnya melakukan proses literasi.
Anda bisa mendapatkan informasi seputar pendidikan keaksaraan dengan mengikuti Halaman Facebook kami.
Jangan lupa tinggalkan like, comment, dan share agar informasi ini tidak berhenti di Anda.
27/09/2021
SEMANGAT LITERSI HARUS DIGALAKKAN
Literasi merupakan hal yang sangat penting bagi perkembangan suatu negara, apalagi literasi Bahasa dan Sastra Indonesia di era revolusi industri seperti sekarang. Literasi merupakan penopang keberhasilan target yang sudah dicanangkan. Namun, di Indonesia bukan hal yang tabu lagi bahwa masih ada orang yang enggan melakukan proses literasi padahal dirinya ingin mencapai kesuksesan di era revolusi industri seperti sekarang ini.
Padahal budaya literasi memegang peranan penting dalam kemajuan penghidupan dan ketinggian kebudayaan manusia. Maka dari itu, tingkat kemajuan peradaban suatu bangsa dapat dilihat dari bangsa tersebut mengalami persentuhan dengan aktivitas literasi atau kegiatan baca tulisnya.
Anda bisa mendapatkan informasi seputar pendidikan keaksaraan dengan mengikuti Halaman Facebook kami.
Jangan lupa tinggalkan like, comment, dan share agar informasi ini tidak berhenti di Anda.
25/09/2021
LITERASI DIGITAL PERLU DIPERKUAT
Berdasarkan laporan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia pada 2019-2020 didominasi oleh kelompok usia 15-19 tahun (91 persen). Kemudian, disusul kelompok usia 20-24 tahun. Sayangnya, digitalisasi saat ini belum diimbangi dengan pemahaman literasi digital. Akibatnya, banyak pengguna internet mudah terpapar hoaks, terjaring kejahatan siber, dan bersikap kurang baik di dunia maya.
Untuk itu diperlukan literasi digital yang bukan sekadar menitikberatkan pada kecakapan untuk menguasai perangkat digital, tapi juga mampu bermedia digital dengan penuh tanggung jawab
Etika bermedia digital adalah kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan, dan mengembangkan tata kelola netiket dalam kehidupan sehari-hari.
Anda bisa mendapatkan informasi seputar pendidikan keaksaraan dengan mengikuti Halaman Facebook kami.
Jangan lupa tinggalkan like, comment, dan share agar informasi ini tidak berhenti di Anda.
24/09/2021
MENGAPA BUTA AKSARA TAK KUNJUNG HABIS?
Meskipun terjadi penurunan jumlah penyandang buta aksara, namun belum habis angka buta aksara di Indonesia. Ada beberapa faktor penyebab hal ini terjadi.
1. Adanya perbedaan ukuran atau indikator tentang kebutaaksaraan. Dahulu ukuran “bebas buta aksara” apabila ia sudah dapat membaca nama dan alamatnya sendiri.
2. Adanya perbedaan paradigma tentang istilah keaksaraan dengan program pemberantasan buta aksara.
3. Cara pendataan buta aksara yang tidak akurat
4. Warga belajar tidak tuntas mengikuti pembelajaran
5. Warga belajar yang buta aksara tidak memperoleh program lanjutan
6. Tutor tidak menguasai standar kompetensi lulusan (SKL), kompetensi inti (KI), dan kompetensi dasar (KD)
Anda bisa mendapatkan informasi seputar pendidikan keaksaraan dengan mengikuti Halaman Facebook kami.
Jangan lupa tinggalkan like, comment, dan share agar informasi ini tidak berhenti di Anda.
23/09/2021
PROGRAM KEAKSARAAN KEMENDIKBUD
Kemendikbud juga menggulirkan program-program keaksaraan dengan memperhatikan kondisi daerah, seperti program keaksaraan dasar padat aksara, program keaksaraan dasar bagi komunitas adat terpencil/khusus, program keaksaraan usaha mandiri, dan program multikeaksaraan.
Selain itu, Kemendikbud melakukan pemberantasan buta aksara dengan sistem blok atau klaster, yaitu memusatkan program di daerah-daerah padat buta aksara seperti Papua (22.88%), Sulawesi Selatan (4,63%), Sulawesi Barat (4,64%), Nusa Tenggara Barat (7,51%), Nusa Tenggara Timur (5,24%), dan Kalimantan Barat (4,21%).
Kemendikbud juga melaksanakan program p***a buta aksara. Program tersebut diantaranya pendidikan keaksaraan usaha mandiri (K*M) dan pendidikan multikeaksaraan. K*M berorientasi pada pemeliharaan keberaksaraan dengan fokus keterampilan usaha mandiri.
Sedangkan multikeaksaraan berorientasi pada pemerliharaan keberaksaraan dengan fokus pada lima tema pemberdayaan masyarakat, yakni profesi/pekerjaan, pengembangan seni budaya, sosial politik dan kebangsaan, kesehatan dan olahraga, ilmu pengetahuan dan teknologi.
Keberhasilan pemerintah Indonesia dalam memberantas buta aksara memperoleh penghargaan dari UNESCO pada tahun 2012, yakni King Sejong Literacy Prize. Selain itu, sejak akhir 2018, pemerintah Indonesia dipilih sebagai Komite Pengarah Aliansi Global Literasi (Global Alliance for Literacy) UNESCO atas keberhasilan Indonesia memberantas buta aksara.
Anda bisa mendapatkan informasi seputar pendidikan keaksaraan dengan follow mengikuti Halaman Facebook kami.
Jangan lupa tinggalkan like, comment, dan share agar informasi ini tidak berhenti di Anda.
23/09/2021
BUTA AKSARA MOMOK BANGSA
Pemerintah berhasil menekan jumlah penduduk buta aksara, seperti yang terungkap melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional BPS tahun 2018 yang dirilis Desember 2019 lalu bahwa jumlah penduduk buta aksara turun menjadi 3,29 juta orang, atau hanya 1,93 persen dari total populasi penduduk dibanding 2017 tercatat 3,4 juta orang namun masih menjadi momok bagi sebuah bangsa maju.
Penuntasan buta aksara menjadi salah satu fokus program pemerintah. Pada awal kemerdekaan tahun 1945 jumlah penduduk buta aksara mencapai 97 persen. Namun pada tahun 2015, jumlah penduduk buta aksara telah berkurang menjadi 3,4 persen atau sebanyak 5,6 juta orang.
Jumlah ini terus turun seiring upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam menjalankan beragam program dan kegiatan untuk menuntaskan buta aksara. Antara lain memperkuat program pendidikan keaksaraan dengan budaya, keterampilan, dan bahasa.
Anda bisa mendapatkan informasi seputar pendidikan keaksaraan dengan mengikuti Halaman Facebook kami.
Jangan lupa tinggalkan like, comment, dan share agar informasi ini tidak berhenti di Anda.
23/09/2021
KEAKSARAAN JADI CORE PROGRAM UNESCO
Menurut laporan dari UNESCO pada tahun 2011, yaitu ”EFA Global Monitoring Report, Literacy for Empowerment”. Laporan tersebut menjadikan keaksaraan sebagai pusat perhatian kebijakan di hampir seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Keaksaraan menjadi core program Education for All yaitu ”Keaksaraan merupakan jantung pendidikan untuk semua dan melek aksara memberikan lingkungan yang kondusif terhadap pencapaian tujuan-tujuan pengentasan kemiskinan, pengurangan angka kematian bayi, menahan angka pertumbuhan penduduk, pencapaian kesetaraan gender, menjamin kelangsungan pembangunan, perdamaian dan demokrasi.”
Anda bisa mendapatkan informasi seputar pendidikan keaksaraan dengan mengikuti Halaman Facebook kami.
Jangan lupa tinggalkan like, comment, dan share agar informasi ini tidak berhenti di Anda.
22/09/2021
4 STRATEGI KEMENDIKBUD MENGATASI BUTA AKSARA
Kemendikbud melakukan empat langkah, antara lain dengan pemutakhiran data buta aksara, fokus ke daerah yang buta aksaranya tinggi, meningkatkan jaringan pemberantasan buta aksara, dan melakukan inovasi pada pendidikan untuk buta aksara,” kata Jumeri, Jumat (4/9/2020).
Selain itu, Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus (PMPK) Samto menjelaskan bahwa saat ini Kemendikbud memiliki Program Pendidikan Keaksaraan yang dibagi dua, yaitu dasar dan lanjutan. “Pendidikan dasar adalah bagaimana mengentaskan meningkatkan dari buta aksara menjadi melek aksara. Adapun, lanjutan ada dua K*M [Keaksaraan Usaha Mandiri] dan multikeaksaraan,” jelas Samto.
Anda bisa mendapatkan informasi seputar pendidikan keaksaraan dengan mengikuti Halaman Facebook kami.
Jangan lupa tinggalkan like, comment, dan share agar informasi ini tidak berhenti di Anda.
22/09/2021
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBELAJARAN ORANG DEWASA
1. Harapan masa depan
Harapan masa depan peserta paket dapat mempengaruhi semangat belajar. Adanya keterkaitan dengan pengembangan kariernya di masa depan akan memacu semangat belajar peserta paket.
2. Latar belakang sosial
Lingkungan sosial yang merupakan masyarakat belajar dapat mempengaruhi peserta. Kesempatan belajar akan dirasakan sebagai peluang berharga untuk menambah kepercayaan dirinya di lingkungan sosialnya.
3. Keluarga
Bagi para peserta, latar belakang keluarga merupakan faktor yang cukup dominan.
Keluarga yang utuh dan harmonis serta penuh syukur akan berpengaruh positif terhadap dirinya, begitupun sebaliknya. Keluarga dengan banyak anak dan yang sedikit anak akan menimbulkan masalah yang berbeda, hal tersebut juga mempengaruhi sikap belajar.
4. Daya ingat
Diakui banyak orang bahwa makin lanjut usia dibarengi dengan penurunan daya ingat. Orang dewasa lebih mudah lupa dibanding anak-anak. Ada ungkapan tentang perbedaan anak dan orang dewasa dalam belajar bahwa anak belajar ibarat mengukir di atas batu. Artinya anak-anak lebih lama untuk memahami sesuatu tetapi kalau sudah paham terus diingatnya dan sulit untuk dilupakan. Sedangkan pada orang dewasa, ia mudah memahami sesuatu tetapi belum beberapa lama sudah terlupakan. Ibarat mengukir di atas air, oleh karena itu dalam proses belajar orang dewasa catatan dan resume atau rangkuman materi pelajaran sangatlah membantu peserta.
Anda bisa mendapatkan informasi seputar pendidikan keaksaraan dengan mengikuti Halaman Facebook kami.
Jangan lupa tinggalkan like, comment, dan share agar informasi ini tidak berhenti di Anda.
22/09/2021
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBELAJARAN ORANG DEWASA
1. Harapan masa depan
Harapan masa depan peserta paket dapat mempengaruhi semangat belajar. Adanya keterkaitan dengan pengembangan kariernya di masa depan akan memacu semangat belajar peserta paket.
2. Latar belakang sosial
Lingkungan sosial yang merupakan masyarakat belajar dapat mempengaruhi peserta. Kesempatan belajar akan dirasakan sebagai peluang berharga untuk menambah kepercayaan dirinya di lingkungan sosialnya.
3. Keluarga
Bagi para peserta, latar belakang keluarga merupakan faktor yang cukup dominan.
Keluarga yang utuh dan harmonis serta penuh syukur akan berpengaruh positif terhadap dirinya, begitupun sebaliknya. Keluarga dengan banyak anak dan yang sedikit anak akan menimbulkan masalah yang berbeda, hal tersebut juga mempengaruhi sikap belajar.
4. Daya ingat
Diakui banyak orang bahwa makin lanjut usia dibarengi dengan penurunan daya ingat. Orang dewasa lebih mudah lupa dibanding anak-anak. Ada ungkapan tentang perbedaan anak dan orang dewasa dalam belajar bahwa anak belajar ibarat mengukir di atas batu. Artinya anak-anak lebih lama untuk memahami sesuatu tetapi kalau sudah paham terus diingatnya dan sulit untuk dilupakan. Sedangkan pada orang dewasa, ia mudah memahami sesuatu tetapi belum beberapa lama sudah terlupakan. Ibarat mengukir di atas air, oleh karena itu dalam proses belajar orang dewasa catatan dan resume atau rangkuman materi pelajaran sangatlah membantu peserta.
Anda bisa mendapatkan informasi seputar pendidikan keaksaraan dengan Halaman Facebook kami.
Jangan lupa tinggalkan like, comment, dan share agar informasi ini tidak berhenti di Anda.
21/09/2021
PENDIDIKAN SEPANJANG HAYAT?
Masyarakat dan para pendidik menganggap sepele terhadap pendidikan orang dewasa. Akan tetapi dengan perkembangan ilmu pengetatahuan dan teknologi dibidang sosial, ekonomi, ikut mempengaruhi dunia pendidikan. Pendidikan tidak hanya untuk anak-anak, tetapi pendidikan untuk semua manusia dari anak sampai akhir hayat atau lebih dikenal dengan pendidikan sepanjang hayat.
Anda bisa mendapatkan informasi seputar pendidikan keaksaraan dengan mengikuti Halaman Facebook kami.
Jangan lupa tinggalkan like, comment, dan share agar informasi ini tidak berhenti di Anda.