CHHS(Chong Hua High School) Surabaya berdiri pada tanggal 20 Juli 1948. CHHS merupakan sekolah Tionghoa ternama di Jawa Timur di era 50-60an. Saat Soeharto berkuasa pada tahun 1967, sekolah CHHS beserta seluruh sekolah Tionghoa pada waktu itu pun ditutup. Tahun 1999, Gus Dur menghapuskan larangan bagi pendidikan bahasa Tionghoa. Tanggal 13 Desember 2000, demi meneruskan budaya Tionghoa, maka para alumni CHHS yang tersebar di berbagai tempat bersatu membentuk “Perhimpunan Alumni CHHS”. Pimpinan “Perhimpunan Alumni CHHS” sangat mengerti pentingnya pendidikan, melaksanakan pendidikan dasar adalah tugas utama untuk kemajuan negara. Tanggal 9 April 2001, Perhimpunan Alumni CHHS mendirikan Kursus Bahasa Tionghoa CHHS. Pada mulanya, kursus ini meminjam ruang kelas di tempat Paguyuban Marga Lin “Xi He She”. Siswa saat itu berjumlah ratusan, dan karena bertambahnya jumlah siswa, maka Perhimpunan Alumni CHHS menyewa tempat yang lebih luas di Jalan Undaan Kulon No. 1. Maka dengan resmi di lokasi tersebut berdirilah Kursus Bahasa Tionghoa CHHS. 10 tahun kemudian, di bawah naungan dan dukungan pimpinan, alumni dan guru-guru dalam Perhimpunan Alumni CHHS, dalam banyak hal, baik tenaga guru, maupun pembinaan guru-guru muda, para siswa berhasil memperoleh hasil belajar yang baik. Kursus Bahasa Tionghoa CHHS memiliki kedudukan terpandang di dalam dunia pengajaran bahasa Tionghoa. Saat ini jumlah siswa mendekati seribu orang, jumlah guru mendekati 40 orang, dan sebagian besar guru adalah sarjana di bidang pendidikan bahasa Tionghoa. Kursus Bahasa Tionghoa CHHS menggunakan materi ajar terbaru dari Tiongkok. Kelas playgroup, TK, anak-anak, dewasa serta percakapan, semua menggunakan materi ajar yang cocok bagi siswa di Indonesia. Demi meningkatkan kemampuan guru, setiap hari Rabu diadakan seminar dan pembinaan bagi seluruh guru. Secara berkala, Kursus Bahasa Tionghoa CHHS juga menyeleksi siswa-siswinya yang berprestasi untuk dikirim belajar ke Tiongkok. Ada beberapa siswa yang telah kembali dari Tiongkok dan sekarang menjadi guru-guru muda yang luar biasa di kursus kita ini. Para siswa yang berprestasi namun secara ekonomi kurang mampu, jika telah mengikuti kursus selama paling sedikit 3 tahun, bisa mengajukan untuk menerima beasiswa kursus. Seluruh siswa kursus dapat mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler yakni: paduan suara dan tari di hari Sabtu sore; serta tari, kaligrafi, melukis serta musik tradisional pada hari Minggu. Setiap tahun, kursus kita mengadakan acara perayaan hari raya Imlek serta hari anak internasional bagi siswa-siswi kelas playgroup, TK serta anak-anak. Bagi kelas dewasa, untuk menciptakan suasana bahasa Tionghoa yang kondusif, serta meningkatkan komunikasi dan keakraban, lebih mengenal budaya Tionghoa, diadakan kegiatan “Chinese Window”, yang memungkinkan para siswa secara fun dan santai berkomunikasi dalam bahasa Tionghoa. Mari bergabung bersama Kursus Bahasa Tionghoa CHHS!