✨ Membangun Generasi Qurani dan Berprestasi ✨
Yayasan Islam Rubat Surabaya hadir sebagai wadah pendidikan, pembinaan, dan pengembangan potensi anak-anak serta masyarakat dengan nilai-nilai Islam yang kuat dan berakhlakul karimah.
Melalui berbagai program unggulan seperti pendidikan anak usia dini, kursus bahasa, TPQ, hingga majelis ilmu, kami berkomitmen mencetak generasi yang:
📖 Cinta Al-Qur’an
🧠 Cerdas dan kreatif
🤝 Berakhlak mulia
🌍 Siap menghadapi tantangan zaman
Video kegiatan hari pertama kelas paud bintang junior, semangat belajar, dan kebersamaan keluarga besar Yayasan Islam Rubat Surabaya dalam menebar manfaat untuk umat.
💡 Mari bergabung dan menjadi bagian dari perjuangan ini.
Bersama, kita wujudkan generasi Islam yang unggul dunia dan akhirat.
📍 Sidotopo wetan baru 4 no 22, Surabaya
📲 Info & pendaftaran:
087855561010 - 087777804145
Yayasan Rubat Surabaya
Ilmu,Amal,Menjaga diri,takut dan Ikhlas
Mengapa Memilih Rubat?
Ayah Bunda di Surabaya dan sekitarnya... 🏡
Mencari tempat belajar yang LENGKAP, BERKUALITAS, dan ISLAMI untuk buah hati?
Yayasan Islam Rubat Surabaya hadir dengan 12 program unggulan dalam satu naungan! Mulai dari usia dini hingga remaja, dari akademik hingga agama.
✨ Program Unggulan Kami:
🎓 Pendidikan Formal:
🏫 RA Ibnu Thufail (TK Islam)
🏫 Pracalis (Preschool)
🏫 Bintang Junior (PAUD)
🚀 Program Kreatif & Akademik:
📖 AHE (Anak Hebat) - Les Baca Cepat
🧮 MaHe (Matematika Hebat)
🧮 Prisma (Kalkulator Tangan)
💻 LKOM (Belajar Komputer)
🇬🇧 Brainy English Course
🇸🇦 Ara (Arabic for Kids)
🕌 Pendidikan Quran & Karakter:
📚 TPQ Rahmatullah
🕋 Majelis Alawwabiin (Majelis Ilmu & Sholawat)
🌸 Bilingual Boarding School Rubat for Girls (Pesantren Khusus Putri)
Jadi, tidak perlu bingung lagi! Semua kebutuhan pendidikan putra-putri Anda ada di Rubat.
💬 Info & Pendaftaran:
📲 0877 7780 4145
📲 0878 5556 1010
Rekapan Hari Kedua (Pesantren Kilat Bulan Ramadhan 2026)
✨ PONDOK RAMADHAN 1447 H ✨
Bersama Keluarga Besar
Yayasan Islam Rubat Surabaya
Mari mengisi bulan suci Ramadhan dengan kegiatan yang penuh berkah, ilmu, dan kebersamaan.
📅 Hari / Tanggal
Jum'at – Minggu
13 – 15 Maret 2026
📍 Tempat
Gedung Markaz Dakwah
Yayasan Islam Rubat Surabaya
Sidotopo Wetan Baru 4 No. 22 Surabaya
📖 Kegiatan:
• Tadarus Al-Qur'an
• Kajian Ramadhan
• Sholat berjamaah
• Qiyamullail
• Buka puasa bersama
• Pembinaan akhlak dan ibadah
✨ Momentum terbaik untuk meningkatkan iman, ilmu, dan ukhuwah di bulan penuh rahmat.
📢 Mari bergabung bersama keluarga besar Yayasan Islam Rubat Surabaya.
"Ramadhan adalah madrasah terbaik untuk memperbaiki diri dan mendekatkan hati kepada Allah."
---
17/02/2026
Marhaban ya Ramadhan ❤️
12/02/2026
Tidak Kerasan Itu Wajar
Mondok di pesantren bukan pindah kos. Ia pindah dunia.
Dari rumah yang penuh panggilan nama kecil, ke kamar berisi banyak kepala dengan latar belakang berbeda. Dari masakan ibu yang selalu pas di lidah, antre ke dapur umum yang kadang terlalu asin atau terlalu hambar. Dari kasur empuk, ke ubin sederhana. Dari kebebasan, ke jadwal yang ketat.
Kalau ada yang bilang tidak pernah merasa berat, mungkin ia lupa rasanya awal datang.
Tidak kerasan itu wajar. Nangis itu manusiawi. Ada malam-malam ketika rindu datang tanpa izin. Tiba-tiba ingat suara ibu. Ingat ayah. Ingat suasana rumah. Air mata jatuh pelan di bawah selimut, supaya tidak terdengar teman sekamar.
Itu bukan tanda lemah. Itu tanda hati masih hidup.
Justru aneh kalau baru beberapa hari mondok, lalu merasa sudah paling kuat, paling tahan banting, paling siap jadi ulama. Pesantren bukan tempat menghilangkan rasa, tapi tempat mendidik rasa agar lebih dewasa.
Yang tidak boleh adalah menyerah.
Menangis boleh. Mengeluh dalam doa boleh. Merasa berat boleh.
Tapi pulang sebelum waktunya hanya karena rindu—itu rugi.
Orang tua melepas dengan doa, kadang dengan biaya yang tidak ringan. Mereka tidak sedang mengirim anaknya untuk bersenang-senang. Mereka sedang menitipkan masa depan akhlak dan ilmu. Dan ilmu itu jarang datang dengan karpet merah.
Ia datang bersama rindu, bersama lapar, bersama lelah.
Kalau ingin hiburan, jadikan belajar sebagai hiburan. Jadikan ngaji sebagai pelarian yang sehat. Saat rindu menyerang, buka kitab. Saat hati sepi, duduk di majelis. Saat merasa sendirian, ingat bahwa ribuan santri sebelum kita pernah melalui fase yang sama.
Dan mereka bertahan.
Banyak orang hebat lahir dari kamar-kamar sederhana pesantren. Mereka pun pernah menangis. Pernah merasa ingin pulang. Tapi mereka memilih bertahan satu hari lagi. Lalu satu hari lagi. Sampai akhirnya hari-hari itu membentuk keteguhan.
Mondok itu bukan soal nyaman atau tidak. Ia soal niat dan kesabaran.
Kalau setiap rasa tidak nyaman dijadikan alasan untuk mundur, kita akan sulit tumbuh. Karena pertumbuhan selalu sedikit menyakitkan. Seperti kaki yang pegal setelah lama berjalan, tapi justru membuat ototnya kuat.
Jadi kalau hari ini terasa berat, jangan buru-buru pulang. Tahan. Bertahan. Berdoa. Air mata tidak akan mengurangi pahala.
Justru bisa jadi saksi bahwa perjuangan itu sungguh-sungguh.
Dan kelak, ketika sudah terbiasa, ketika pesantren terasa seperti rumah kedua, kita akan tersenyum mengingat malam-malam penuh rindu itu. Karena dari situlah keteguhan lahir.
Mas Dwi sadoellah Sidogiri
Ayo mondok....
08/02/2026
Dawuh KH. Anwar Manshur: Ada orang tua yang rumahnya hanya sepelemparan batu dari pesantren. Setiap hari mendengar suara adzan, melihat para santri hilir mudik, bahkan mungkin bersalaman dengan kiai di jalan. Tapi anaknya tidak pernah benar-benar “dititipkan” pada suasana itu.
Sebaliknya, ada yang rumahnya jauh. Harus menempuh perjalanan, menahan rindu, merelakan anak hidup mandiri di tempat orang. Tapi justru mereka yang berani memondokkan anaknya.
Dalam pandangan agama, keberanian seperti itu bukan sekadar pilihan pendidikan. Ia adalah pertolongan Allah. Tidak semua orang diberi kelapangan hati untuk melepas anak demi masa depan agamanya. Ada yang dekat secara jarak, tapi jauh secara keputusan. Ada yang jauh secara jarak, tapi dekat secara tekad.
Memondokkan anak bukan perkara ringan. Itu bukan hanya soal biaya atau fasilitas. Itu soal kepercayaan dan harapan. Orang tua menyerahkan sebagian hidup anaknya untuk dibentuk oleh ilmu, adab, dan disiplin. Dan itu adalah bagian dari tanggung jawab yang tidak kecil.
Dalam tradisi kita, kewajiban orang tua kepada anak disebutkan ada tiga.
Pertama, memberi nama yang baik. Nama bukan sekadar panggilan. Ia doa, harapan, dan identitas. Nama yang baik jumlahnya banyak, luas pilihannya. Yang penting ia mengandung kebaikan, bukan sekadar tren.
Kedua, mengajarkan kitab dan syariat ketika anak sudah berakal. Artinya, jangan biarkan anak tumbuh hanya dengan pengetahuan dunia tanpa arah agama. Akal perlu dibimbing, bukan hanya diisi. Anak yang cerdas tanpa tuntunan bisa tersesat oleh kecerdasannya sendiri.
Ketiga, mencarikan jodoh ketika anak sudah dewasa.
Bagian ini sering terasa sensitif di zaman sekarang. Banyak yang merasa urusan jodoh sepenuhnya hak anak. Memang benar, anak punya suara. Tapi orang tua punya pandangan yang lebih panjang. Anak yang mencari sendiri sering kali terpikat oleh yang tampak di permukaan—wajah, gaya, penampilan. Itu manusiawi. Tapi jika hanya itu yang dijadikan ukuran, bahayanya nyata.
Orang tua, jika benar-benar menjalankan perannya, tidak hanya melihat paras. Mereka mencari pasangan yang bisa diajak berjalan bersama dalam menegakkan syariat, dalam membangun rumah tangga yang tidak hanya nyaman, tapi juga berkah. Mereka berpikir tentang masa depan, tentang cucu-cucu, tentang kesinambungan kebaikan.
Tentu semua itu tidak otomatis benar hanya karena orang tua yang memilih. Orang tua pun harus bijak, tidak memaksakan ego atau gengsi. Tapi prinsip dasarnya jelas: tanggung jawab orang tua bukan selesai saat anak bisa makan dan sekolah. Ia berlanjut sampai anak siap berdiri sebagai pribadi yang utuh—secara akhlak, ilmu, dan keluarga.
Dan mungkin, inti dari semuanya sederhana saja: menjadi orang tua bukan hanya tentang membesarkan, tapi tentang mengarahkan. Bukan hanya tentang mencintai, tapi tentang menuntun.
Kadang menuntun itu berarti mendekatkan anak ke pesantren. Kadang berarti menahan diri untuk memilihkan yang terbaik. Dan di setiap keputusan yang berat itu, selalu ada harapan—semoga ini menjadi bagian dari pertolongan Allah.
Mas Dwi sadoellah Sidogiri
07/02/2026
---
📢 PEMBERITAHUAN
PENERIMAAN SANTRIWATI BARU
TAHUN AJARAN 2026/2027
Bilingual Boarding School Rubat Surabaya for Girls
(Pesantren Bilingual Rubat Surabaya untuk Putri)
معهد اللغة والشريعة الشافعية
رباط سورابايا للبنات
---
Dengan memohon rahmat dan ridha Allah ﷻ,
Pesantren Bilingual Rubat Surabaya untuk Putri membuka Penerimaan Santriwati Baru Tahun Ajaran 2026/2027, dengan program pendidikan bilingual (Bahasa Arab & Bahasa Inggris) yang terpadu dengan pendidikan syariah dan pembinaan adab Ahlus Sunnah wal Jama’ah.
---
📅 JADWAL PENDAFTARAN
Gelombang I
🗓 17 Januari – 17 Februari 2026
Gelombang II
🗓 18 Februari – 31 Maret 2026
(Kuota terbatas)
---
📚 PROGRAM UNGGULAN
Pendidikan Bahasa Arab & Inggris aktif
Tahsin & pembinaan Al-Qur’an
Pendidikan Syariah Madzhab Syafi’i
Pembinaan adab, karakter, dan kemandirian
Lingkungan boarding khusus santriwati
---
📍 LOKASI PENDAFTARAN
Gedung Markaz Dakwah Yayasan Islam Rubat Surabaya
📌 Sidotopo Wetan Baru 4 No. 22, Surabaya
---
📲 INFORMASI & PENDAFTARAN
WhatsApp:
0878-5556-1010 (Ust. Rahmatullah)
0877-8868-4448 (Ustadzah Luluk)
---
> “Mencetak generasi muslimah berilmu, beradab, dan berwawasan global dengan sandaran Ahlussunah wal jama'ah.”
23/08/2025
Alhamdulillah... Dalam rangka pembinaan Guru dan staff Yayasan kami... Bapak Kepala Kementerian agama kota Surabaya Bp Dr Muhammad Muslim, M,Pd.M,sy bersedia menyempatkan waktu....
14/06/2025
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Contact the school
Website
Address
Sidotopo Wetan Baru 4 No 22 Surabaya
Surabaya
60138
Opening Hours
| Monday | 07:00 - 19:00 |
| Tuesday | 07:00 - 19:00 |
| Wednesday | 07:00 - 19:00 |
| Thursday | 07:00 - 18:00 |
| Friday | 07:00 - 17:00 |
| Saturday | 07:00 - 12:00 |
23/07/2025