Yayasan Pondok Pesantren Al Hajariyah - Sumenep

Yayasan Pondok Pesantren Al Hajariyah - Sumenep insyallah kami akan selalu update seluruh kegiatan di lembaga kami.

03/04/2022

Fadilah Sholat Tarawih Ramadhan pada malam ke - 2

وفى الليلة الثانية يغفر له ولأبويه ان كان مؤمنين

Pada malam yang ke 2, orang yang salat tarawih akan diampuni dosanya dan dosa ke-2 orang tuanya jika keduanya mukmin.

Sumber : Kitab Durratun Nasihin

1 Ramadhan Duhai Gusti... jadikan hari pertama dari Romadhan ini sebagai :Pembebes dari segala Kekhawatiran kami, Terkab...
02/04/2022

1 Ramadhan

Duhai Gusti...
jadikan hari pertama dari Romadhan ini sebagai :
Pembebes dari segala Kekhawatiran kami,
Terkabulnya Doa² kami, Dan
Terampunkanya segala Dosa² kami., 🤲

40 hari telah berlalu, Ahab dan Umi berpulang menginggalkan kita semua untuk menghadap sang Ilahi Kita semua merasa kehi...
01/04/2022

40 hari telah berlalu, Ahab dan Umi berpulang menginggalkan kita semua untuk menghadap sang Ilahi

Kita semua merasa kehilangan, namun tak boleh larut dlm kesedihan.

Hanya Doa, Doa dan Doa yg dapat membahagiakan keduanya disana, serta menguatkan kita yang di tinggalkan..

اللهم اغفر لهما وارحمهما وعافيهما واعف عنها واجعل الجنة مثواهما 🤲

21/02/2022

إنا لله وإنا إليه راجعون

Selamat jalan Guru kami Tercinta, semoga Allah menempatkan Ajunan pd tempat yg terbaik di Sisi-Nya..

Meski berat rasanya berpisah dgn Abah, tapi kami menyadari bahwa kelak kita akan kembali berjumpa dlm keabadian.

Selamat jalan KH. Baihaqi (K. Hilal)
Pengasuh Pondok Pesantren Al Hajariyah, Desa Gunung Togel, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Madura - Jawa Timur.

Wafat, Sabtu 19 Februari 2022
Pukul 19:22 (Ba'da Isya) RSI Sumenep

07/11/2021

Pelantikan Sederhana Kepengurusan Yang Baru Masa Khidmat 2021-2023
Pondok Pesantren Al-Hajariyah Basoka Rubaru Sumenep
Sederhana Tapi Sakral, Karna di Saksikan Langsung Oleh Kedua Orang tuanya masing2.

Barokallah Nak , Semoga Allah Mudahkan Proses Belajar Kalian Menjadi Seorang Pemimpin Hari ini Dan Nanti di masa yang akan datang Pada Kehidupan kalian Yg sebenar-Benarnya
Melatih tanggung jawab,Melatih disiplin,melatih Sosial Control and Agen of Change


Bismillah Lancar 🤲
02/11/2021

Bismillah Lancar 🤲

22/10/2021

Sesi 1 persiapan Maulid Nabi Muhammad Saw Ponpes Al-hajariyah sesi 2 Memberdayakan Prempuan terkhusus Wali murid dn Masyarakat Umum yg mau di Bantu .. Barokallah Berbagi itu indah

Cintailah Al-Qur'an Maka Hidup mu akan Tenang
11/06/2021

Cintailah Al-Qur'an Maka Hidup mu akan Tenang

14/11/2020

Sederhana Tapi Sangat Berarti Untuk daya ingat mereka *SDI Kelas 1 Al-Hajariyah*

Para pahlawan nasional dari NU ini, menurut sejarawan KH Abdul Mun’im DZ menunjukkan bahwa NU bukan pemain figuran dalam...
09/11/2020

Para pahlawan nasional dari NU ini, menurut sejarawan KH Abdul Mun’im DZ menunjukkan bahwa NU bukan pemain figuran dalam pembentukan negara ini, melainkan pemeran utama.

Berikut ini nama tokoh bergelar pahlawan nasional yang pernah aktif di NU di berbagai tingkatan yang disusun berdasarkan tahun penetapan gelar. Hanya disajikan riwayat sangat singkat dan sebagian kecil peran dan jasa mereka yang besar untuk umat dan negaranya.

1. Hadratussyekh KH Hasyim Asyari
Hadratussyekh KH Hasyim As’yari adalah tokoh utama dan pendiri Nahdatul Ulama pada 31 Januari 1926. Ia merupakan satu-satunya penyandang gelar Rais Akbar NU hingga akhir hayatnya dan tak pernah ada lagi hingga sekarang. Ia ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada tahun 17 November 1964 berkat jasanya yang berperan besar dalam pendidikan melalui NU dan melawan penjajah. Salah satu di antara jasanya untuk negara ini adalah memutuskan NU untuk mengeluarkan Resolusi Jihad fi Sabilillah yang direkomendasikan untuk pemerintah RI yang baru berdiri dan Jihad fi Sabilillah untuk umat Islam dengan fatwa, setiap orang dewaasa yang berada dalam radius 90 km dari medan pertempuran melawan penjajah wajib berperang. Keduanya diputuskan menjadi pernyataan resmi organisasi NU pada 22 Oktober 1945. Tanggal tersebut kemudian dijadikan sebagai Hari Santri Nasional.

2. KH Abdul Wahid Hasyim
KH Abdul Wahid Hasyim adalah putra Hadratussyekh KH Hasyim As’yari dan ayah dari presiden keempat RI KH Abdurrahmann Wahid. Ia merupakan salah satu anggota Badan Penyidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Di pondok pesantren Tebuireng ia mempelopori masuknya ilmu pengetahuan umum ke dunia pesantren dengan mendirikan Madrasah Nidzmiyah dengan ilmu umum 70 persen, ilmu agama 30 persen. Ia ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada tanggal 17 November 1960.

3. KH Zainul Arifin
KH Zainul Arifin, merupakan tokoh NU asal Barus, Sumatera Utara. Keturunan raja-raja Barus ini aktif di NU sejak muda melalui kader dakwah. Di antara jasanya adalah pada pembentukan pasukan semi militer Hizbullah. Kemudian menjadi panglimanya. Ia pernah menjadi perdana menteri Indonesia, Ketua DPR-GR. Selain itu, beliau juga berjasa dalam menjadi anggota badan pekerja Komite Nasional Pusat. Pemerintah menetapkan dirinya sebagai pahlawan nasional pada 4 maret 1963.

4. KH Zainal Musthafa
KH Zainal Musthafa merupakan tokoh NU dari Tasikmalaya, pernah menjadi salah seorang Wakil Rais Syuriyah. Ia salah seorang kiai yang secara terang-terangan melawan para penjajah Belanda. Ketika Belanda lengser dan diganti penjajah Jepang, ia tetap menolak kehadiran mereka. Bersama para santrinya mengadakan perang dengan Jepang. Atas jasanya ia dianugerahi sebagai pahlawan nasional pada1972.

5. KH Idham Chalid
Ia pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Indonesia pada Kabinet Ali Sastroamidjojo II dan Kabinet Djuanda. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua MPR dan Ketua DPR. Selain sebagai politikus, ia merupakan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama pada tahun 1956-1984. Hingga saat ini ia merupakan ketua paling lama di ormas bentukan para kiai ini. Atas jasanya, ia ditetapkan sebagai pahlawan pada 8 November 2011. Kemudian pada 19 Desember 2016, Pemerintah mengabadikannya di pecahan uang kertas rupiah baru, pecahan Rp 5 ribu.

6. KH Abdul Wahab Chasbullah
KH Abdul Wahab Chasbullah merupakan Salah seorang pendiri NU. Sebelumnya, ia pendiri kelompok diskusi Tashwirul Afkar (Pergolakan Pemikiran), pendiri Madrasah Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Negeri), pendiri Nahdlatut Tujjar (Kebangkitan Pedagang). Sejak 1924, mengusulkan agar dibentuk perhimpunan ulama untuk melindungi kepentingan kaum tradisionalis yang bermazhab. Usulannya terwujud dengan mendirikan NU pada 1926 bersama kiai-kiai lain. Ia juga salah seorang penggagas MIAI, pernah menjadi Rais ‘Aam PBNU. Kiai yang wafat pada 29 Desember 1971 itu mendapatkan gelar pahlawan pada 8 November 2014.

7. KH As’ad Syamsul Arifin
KH As’ad Syamsul Arifin salah seorang kiai berperang melawan penjajah. Ia menjadi pemimpin para pejuang di Situbondo, Jember maupun Bondowoso, Jawa Timur. Di masa revolusi fisik, Kiai As'ad menjadi motor yang menggerakkan massa dalam pertempuran melawan penjajah pada 10 November 1945. Selepas kemerdekaan Kiai As'ad adalah penggerak ekonomi-sosial masyarakat. Ia menyerap aspirasi dari warga kemudian mendorong pemerintah daerah, menteri, maupun presiden guna mewujudkan pembangunan yang merata. Kiai As'ad juga berperan menjelaskan kedudukan Pancasila tidak akan mengganggu nilai-nilai keislaman. Atas jasa-jasanya, ia mendapat anugerah pahlawan pada 9 November 2016.

8. KH Syam’un
KH Syam’un merupakan pengurus NU di Serang, banten. Ia pernah hadir di Muktamar NU keempat di Semarang pada 1929, pada Muktamar NU kelima di Pekalongan 1930 dan pada Muktamar NU kesebelas di Banjarmasin pada 1936. KH Syam'un selain alim dalam keilmuan, menguasai tiga bahasa asing dan pernah mengajar di Arab Saudi pada masa mudanya, ketika kembali ke tanah air, ia bergabung dengan kelaskaran. Ia pernah menjadi perwira tentara sukarela Pembela Tanah Air (PETA). Pernah menjadi Komandan Batalyon berpangkat daidancho atau mayor tahun 1943. Tahun 1944 dilantik jadi Komandan Batalion PETA berpangkat mayor, memimpin 567-600 orang pasukan. Saat TKR dibentuk 5 Oktober 1945, pangkatnya naik jadi kolonel, Komandan Divisi l TKR dengan memimpin 10.000 orang pasukan. Tahun 1948, ia naik pangkat brigadir jenderal. Ia memimpin gerilya di wilayah Banten, sampai wafatnya tahun 1949. Ia ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh pemerintah RI pada 8 November 2018.

9. KH Masykur
KH Masjkur adalah tokoh Nahdlatul Ulama pernah menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Di antara kontribusinya semasa hidup adalah ikut terlibat merumuskan Pancasila sebagai dasar negara. KH Masjkur juga tercatat selaku pendiri Pembela Tanah Air (Peta) yang kemudian menjadi unsur laskar rakyat dan TNI di seluruh Jawa. Ketika pertempuran 10 November 1945, namanya muncul sebagai pemimpin Barisan Sabilillah. Ia pernah menjadi Menteri Agama Indonesia pada 1947 hingga 1949 dan 1953 sampai 1955. Ia juga pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI periode 1956 sampai 1971 dan anggota Dewan Pertimbangan Agung pada 1968. Selain itu, Kiai Masjkur ikut serta membangun moral anak bangsa dengan mendirikan Yayasan Sabililah, lembaga masyarakat yang bergelut di bidang pendidikan. Ia ditetapkan pemerintah sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah pada 8 November 2019

Sumber : nu.or.id

_كما أن الجسد لا يوصف بالحياة حتى تدب فيه الروح كذالك لا توصف الروح و لا القلب بالحياة حتى يشرف عليها شمس المعرفة بالله"...
05/11/2020

_
كما أن الجسد لا يوصف بالحياة حتى تدب فيه الروح كذالك لا توصف الروح و لا القلب بالحياة حتى يشرف عليها شمس المعرفة بالله

"Sebagaimana jasad atau tubuh tidak dikatakan hidup sampai di dalam jasad itu terdapat ruh, Seperti itu juga ruh dan hati tidak dikatakan hidup sampai ruh dan hati tersebut di penuhi dengan kemuliaan cahaya makrifah Allah."

Al Habib Umar bin Hafidz

استقبِلوا ذِكرى ميلادِ حبيبِ الله بصدقِ الوِجهة، وتنمية الإيمان والمحبة واليقين، وحسن الاتباع. ازجلوا بالصلاة والسلام عل...
31/10/2020

استقبِلوا ذِكرى ميلادِ حبيبِ الله بصدقِ الوِجهة، وتنمية الإيمان والمحبة واليقين، وحسن الاتباع. ازجلوا بالصلاة والسلام عليه، نوِّروا بها قلوبكم. ونوِّروا بها دياركم. شرِّفوا ديارَكم واعمروها بالصَّلاة على النَّبي محمَّد، وبِذكرى مولده وسيرته وأخباره. صلى الله عليه وعلى آله وصحبه وسلم.

Sambutlah peringatan bulan kelahiran sang kekasih dengan kesungguhan doa, dan penambahan iman, kecintaan, keyakinan serta ittaba' yang baik. Perbanyaklah bershalawat serta salam kepadanya, terangi hati kalian dengan shalawat dan juga terangi rumah kalian dengannya. Muliakan rumahmu dan makmurkan dengan shalawat kepada Nabi Muhammad dan dengan membaca kisah kelahiran serta kehidupan dan kabar yang berkaitan dengannya Saw.

Al Habib Umar bin Hafidz



Address

Desa Basoka
Sumenep

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yayasan Pondok Pesantren Al Hajariyah - Sumenep posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category