13/01/2016
Pertemuan "Rekonsiliasi Kema Unpad"
All of the great leaders have had one characteristic in common: it was the willingness to confront unequivocally the major anxiety of their people in their time. This, and not much else, is the essence of leadership.
Sudah hampir dua bulan berlalu sejak pesta demokrasi pemilihan para pemimpin di tingkat Universitas selesai. Namun proses yang menyertainya tak kunjung usai, termasuk polemik yang juga tak kunjung berakhir. Hingga akhir tahun kemarin, kita disungguhkan berbagai masalah-masalah yang pada mulanya menimbulkan antusias dan dinamika yang baik untuk masyarakat Kema Unpad. Namun seperti kata nasihat lama, sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Pun meski itu hal yang dirasa baik, namun bila berlebihan dan tak kunjung usai maka kemudian esensi kebaikan itu akan hilang juga.
Masyarakat Kema Unpad tak lagi melihat dinamika yang terjadi ini sebagai hal positif. Kekisruhan Prama Unpad 2015 dirasa semakin berakibat negatif. Hal ini tidak hanya dirasakan oleh para mahasiswa, namun juga muncul banyak tanda tanya dan keprihatinan di kalangan dosen-dosen termasuk di lingkaran Rektorat dan pemangku jabatan di universitas. Banyak hal-hal yang akhirnya tertunda bahkan tidak sedikit momentum-momentum yang terlewat begitu saja karena suksesi kepemimpinan di lembaga kemahasiswaan tingkat universitas ini tak segera menemukan titik terangnya.
Mahasiswa bukan berarti tidak peduli. Tidak sedikit mahasiswa-mahasiswa yang aktif mengamati perkembangan ini kemudian mengungkapkan opini, analisis, atau keprihatinannya melalui tulisan mereka yang kemudian beredar luas di masyarakat Kema, mahasiswa-mahasiswa lainnya pun merespon tulisan-tulisan tersebut dengan beragam. Termasuk lembaga-lembaga kemahasiswaan, juga berusaha untuk melakukan upaya-upaya penyelesaian kekisruhan yang terjadi. Mulai dari diskusi, forum-forum, hingga pertemun akbar. Namun sekali lagi hal ini belum menjadi sarana ampuh untuk permasalahan ini.
BEM Kema Unpad adalah salah satu dari pihak yang merasa dirugikan dengan kondisi ini yang terus berkepanjangan dan menggantung. Sedari awal BEM Kema berusaha terlibat aktif dalam upaya-upaya yang ada dalam penyelesaian dan terus menjalin komunikasi dengan BPM Kema, namun juga berhati-hati dalam bertindak mengingat BEM BPM Kema tidak memiliki kewenangan untuk melakukan intervensi langsung kepada Panitia Prama Unpad yang bersifat independen dan dilantik di Kongres Kema. Dikarenakan Kongres Kema Unpad yang diyakini sebagai kedaulatan dan pengambilan keputusan tertinggi juga mengalami hambatan dan tidak kunjung mendapatkan izin, maka BEM Kema bekerjasama dengan BPM Kema berupaya mencari alternatif penyelesaian lainnya.
Bila sebelumnya BEM Kema berusaha tidak terlibat terlalu jauh dalam konflik ini, maka kondisi Kema Unpad yang tidak stabil, fungsi dan tugas banyak yang tidak berjalan optimal, dan ditambah Kema membutuhkan sesegera mungkin pemimpinnya yang baru. Sedangkan sesuai pasal yang tertera di AD/RT Kema Unpad bahwa priode kepemimpinan BKO (Badan Kelengkapan Organisasi) Kema Unpad seharusnya berakhir pada bulan Desember tiap tahunnya. Didasari hal-hal tadi maka BEM Kema dengan berkordinasi dengan BPM merasa perlu mengambil tindakan untuk menyelesaikan masalah yang berkepanjangan ini, hingga akhirnya BEM BPM Kema Unpad memutuskan untuk melakukan langkah Rekonsiliasi Kema Unpad yang dimulai dengan memediasi dan mempertemukan kedua pasang calon Presma-Wapresma Kema Unpad.
Pada hari Minggu (10/01) lalu, BEM Kema bersama BPM Kema mengundang kedua belah pihak, kedua pasang calon presma-wapresma. Pertemuan yang dimoderatori oleh Aa Habib Baihaqi selaku Presiden Kema Unpad ini bertujuan untuk mencari titik terang atas setiap masalah yang terjadi demi kemaslahatan Kema selanjutnya. Pertemuan ini dihadiri oleh calon nomor urut satu, Faris Mujahid tanpa didampingi wakilnya karena sedang menjalani kegiatan KKNM dan dihadiri oleh pasangan calon nomor urut dua, Navajo Bima dan Rinaldi M. Azka. Sedangkan BEM Kema diwakili oleh Aa Habib-Hanif dan BPM Kema diwakili oleh Koko Iwan A.K.
Pertemuan malam itu dimulai dengan disampaikannya mengenai kondisi Kema hari ini, langkah-langkah dan proses yang terjadi, serta menjelaskan mengapa perlunya rekonsiliasi kedua pihak untuk kemaslahatan dan stabilitas Kema Unpad. Selanjutnya dipersilahkan setiap yang hadir untuk menyampaikan pendapatnya.
Dimulai oleh Faris yang menyayangkan isu yang beredar serta kasus dan masalah BPM Kema khususnya panitia kongres. Kemudian Faris menjelaskan kejadian-kejadian dari awal Prama hingga hari ini, juga sikapnya terhadap putusan KPP dan lamanya proses Prama. Faris juga menyampaikan ke-legowo-an atas siapapun yang akan menjadi Presma-Wapresma terpilih nanti. Faris juga menyampaikan bahwa Hafizh bersikap sama, yang sebelumnya sudah berkomunikasi dengan Faris sebelum pertemuan.
Selanjutnya Navajo menyampaikan keprihatinan atas kondisi Kema saat ini dan kisruh berkepanjangan yang terjadi. Beliau juga menyampaikan kekecewaannya karena tidak melihat upaya penyelesaian dari panitia prama dan menyayangkan BEM BPM yang dirasa tidak segera mengambil sikap. Navajo juga mengemukakan bahwa saat ini dirinya lebih ingin membahas langkah untuk Kema selanjutnya.
Azka menambahkan, beliau meyampaikan keprihatinan atas kondisi Kema saat ini dan juga karena masalah ini berpengaruh kepada masyarakat Kema, khususnya kepada teman-teman terdekatnya. Beliau juga menyampaikan bahwa ia ingin segera permasalahan ini segera berakhir.
Kedua pasang calon sama-sama menyampaikan bahwa sebelum pertemuan memang mereka belum bertemu lagi secara pribadi, namun saat ini keduanya sudah saling menyampaikan maaf dan saling memaafkan satu sama lain. Meski begitu, mereka menyampaikan bahwa persoalan diantara mereka sudah lama telah selesai. Kedua pasang calon menyampaikan bahwa saat ini tujuan mereka adalah ingin sesegera mungkin polemik berkepanjangan yang terjadi di Kema ini dapat berakhir. Kedua pasang calon juga menjamin bahwa teman-teman dan para pendukungnya untuk sama-sama menerima dan berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini.
Pertemuan diakhiri dengan saling berjabat tangan dan foto bersama. Dalam pertemuan ini, kami melihat langsung sikap dan komitmen kedua pasang calon demi kepentingan bersama Kema Unpad dan kami meyakini bahwa permasalahan ini dapat selesai secepatnya. Maka harapan agar Kema Unpad bisa segera stabil dan harmonis bukan mustahil bisa segera terwujud. Aamiin.
Jatinangor, 12 Januari 2016.
BEM Kema Unpad
Kabinet Inspirasi