25/05/2026
Mengharukan: 6 dari 9 Santri Angkatan Pertama Lolos SNBT!
Hari ini, langit terbenam dengan air mata yang manis rasanya. Asrama dan masjid menjadi saksi riuhnya para santri yang tak menyangka. Begitu warna biru nampak di layar HP, suara-suara takjub bergemuruh. Alhamdulillah, Allahu Akbar!
Sembilan santri putra angkatan pertama kami bukanlah anak-anak jenius, dan ini kami sadari sejak pertama kali mereka masuk ke pondok. Apalagi ketika mereka menyebutkan cita-citanya. Sempat membuat kepala pusing, karena dengan kemampuan seadanya, mereka berani bermimpi memetik bintang di langit.
Namun, pondok selalu meyakini: setiap usaha pasti ada hasil, dan setiap anak punya takdirnya masing-masing. Santri harus disiapkan menjadi hamba Allah yang taat sekaligus terampil memecahkan masalah di masa depan.
Kelas XII adalah masa yang krusial. Hal pertama yang harus diperbaiki adalah motivasi yang lahir dari pemahaman dan kesadaran. Keyakinan terus dibentuk melalui proses talaqqi fikri. Problem dasar mereka, dijadikan pokok program parenting pondok, yang harus dituntaskan bersama. Berusaha karena Allah dan berserah kepada-Nya adalah keyakinan yang harus menghujam di dada.
Dalam perjalanannya, grafik mereka memang naik turun. Strategi A cocok untuk satu santri, tapi tidak untuk yang lain. Sebulan, dua bulan, hingga bulan-bulan terakhir menjelang ujian, guru-guru sempat merasa gundah. Kami harus tetap memompa optimisme santri, padahal realita yang terlihat sering tak sesuai harapan. Puncaknya adalah ketika pengumuman SNBP (jalur prestasi) keluar: tidak ada satu pun yang lolos.
Meskipun begitu, selama garis finis belum tercapai, upaya pantang berhenti. Anak-anak terus berjuang meski nilai Try Out UTBK belum ada yang mencapai passing grade (kecuali satu-dua orang, itu pun sesekali). Program yang pondok berikanterus dijalankan dengan konsisten dan reflektif. Kami terus menanamkan keyakinan: siapa yang menanam, dia yang akan menuai.
Saat hari ujian SNBT tiba, dari 9 santri angkatan pertama, 8 santri ikut bertempur. Dari kedelapan anak ini, tidak ada satu pun yang kami yakini pasti akan lolos. Yang kami lakukan hanya pasrah. Hanya pasrah. Namun, harapan tidak pupus karena kami masih melihat mereka terus berusaha. Ini yang harus digarisbawahi: mereka terus berusaha.
Waktu pengumuman pun tiba...
Masya Allah wa Tabarakallah. Satu per satu layar HP memancarkan warna biru. Allahu Akbar! Enam anak dinyatakan LULUS seleksi SNBT 2026!
Di tengah sorak-sorai, mata beberapa anak berkaca-kaca. Alhamdulillah, Alhamdulillah, tsuma lhamdulillah.
Mereka menembus jurusan dan kampus luar biasa:
- 2 orang di Agroteknologi - UIN Bandung
- 1 orang di Sastra Arab - UNPAD
- 1 orang di Manajemen - UNDIP Semarang
- 1 orang di Teknik Perencanaan dan Konstruksi Mesin - POLBAN
- 1 orang di Pendidikan Kepelatihan Olahraga - UNDIKSHA Bali
Lolos SNBT, seleksi masuk PTN yang paling sengit pertarungannya?! Allahu Akbar! Dan kabarnya ada dua santri di pondok putri yang juga lolos SNBT program studi pendidikan dokter Universitas Syiah Kuala dan Psikologi UIN Riau.
Terima kasih Ayah dan Bunda yang tak putus mendoakan. Terima kasih teman-teman, juga para netizen yang sempat mampir ke medsos kami untuk turut mengaminkan. Doa antum adalah senjata terakhir yang kami harapkan. Jazakumullah khairan katsiran.
Bagi sebagian orang, momen ini mungkin biasa saja. Tapi bagi "anak-anak biasa" yang sadar bahwa mereka harus berjuang keras, kelulusan ini adalah air terjun yang menyejukkan.
Doakan kami, Pondok Anak Tangguh, agar bisa terus mengemban amanah Ayah dan Bunda. Doakan juga anak-anak kita agar terus konsisten mengasah keterampilan, beramal dengan memperhatikan halal haram, berdakwah saling mengingatkan, dan beribadah dengan penuh pengharapan. Sekali lagi, terima kasih. 💐