09/07/2025
MUTIARA NADZOM
SAYYIDI SYAIKHUNAL MUKARROM
HABIB UMAR BIN ISMA'IL BIN YAHYA PANGURAGAN - CIREBON
Duh Gusti kang sifat Rohman
Mugi ngesoaken kerohmatan
Keselametan dateng abdi Tuhan
Nabi Muhammad ing kang pungkasan
Kawula warga sohabate pisan
Umat Islam boten ketinggalan
Dateng dunya subur ma’mur aman
Sampe dugi zaman kelanggengan
Laailaahaillallooh Al-Malikul Haqqul Mubin
Muhammadur Rosululloh Shodiqul Wa’dil Amiin
Gusti sinuhun nawuri sorban
Ngideri mesjid minangka hudan
Dipun beber Nyai Mas Ayu
Gandasari saking Dermayu
Duh Gusti sae temen
Sorban niki kangge sinten
Jawab Gusti sorban niki
Kangge umat Kanjeng Nabi
Umat ing kang purun sholat
Serta nurut perentah sunnat
Perentah Allah kang den pasti
Ora tinggal sampe mati
Lamun sira dadi wong mampang
Alamat bakal kejurang
Prentah Alloh Prentah Rosul
Ahli Nabi dipun singkur
Ngaku bisa ning syahadat
Takabur kang luwih berat
Berate ngaku bisa
Mangka Alloh bakal nyiksa
Siksane kasia - sia
Sira nyingkur ning wong mulya
Aja sambat kaniyaya
Bakal teka mungsuh ira
Sing kandel-kandel kulite
Sing akas-akas balunge
Sing tegas penjawabane
Diganden mangsa wurunga
Ya Muhaiminu Ya Salaam
Nuhun Rohmat sarta Salam
Ning Kanjeng Nabi sarta kholifah
Ali Nabi Siti Khodijah
Ya Muhaiminu Ya Salaam
Nuhun Rohmat sarta Salam
Ning Kanjeng Nabi ning adepan
Ayu matur mungpung sowan
Semoga barokah dan bermanfaat di dunia dan akherat.
18/03/2024
CATATAN SINGKAT PADAT SEPUTAR SHALAT WITIR :
1. Shalat witir termasuk sunah mu'akkadah, sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Bahkan menurut Imam Hanafi, hukumnya wajib.
2. Waktu shalat witir adalah setelah mengerjakan shalat isya' sampai terbit fajar.
Dalam pendapat lain waktunya sama dengan shalat isya', dalam artian mengerjakan witir sebelum shalat isya', sah, menurut pendapat ini.
3. Shalat witir minimal 1 raka'at, maksimal 11 raka'at. Dalam pendapat kedua, 13 raka'at.
4. Shalat witir tidak boleh di lakukan dua kali dalam satu malam.
Dalam satu pendapat shalat witir khusus saat bulan ramadhan boleh dilakukan lebih dari satu kali, karena shalat witir saat bulan ramadhan sunah dilakukan secara berjamaah. Tapi ini juga tidak mutlak, melainkan ada beberapa ketentuan, seperti harus dilakukan secara berjamaah (sepemahaman saya) seperti dalam Busyrol Karim dan I'anatut Tholibin.
Shalat witir 3 raka'at setelah jamaah tarawih, boleh di sempurnakan setelah sahur. Jadi setelah sahur bisa menambah 8 raka'at.
5. Salam setiap dua raka'at kemudian ditutup 1 raka'at salam adalah lebih utama. Boleh juga mengerjakan 3 raka'at, 4 raka'at, 5 raka'at, atau bahkan 11 raka'at sekali salam.
6. Ketika mengerjakan lebih dari dua rakaat sekali salam, maka tasyahudnya boleh sekali saja di raka'at terakhir, boleh juga dua kali di dua raka'at terakhir.
Lebih dari dua tasyahud, tidak diperbolehkan.
Dalam pendapat lain boleh tasyahud tiap dua raka'at, salah satu ulama' yang meriwayatkan pendapat ini adalah Imam Rafi'i.
7. Khusus untuk shalat witir 3 raka'at sekali salam dengan dua tasyahud (praktek yang sama dengan shalat Maghrib) hukumnya makruh dalam madzhab Syafi'i. Jadi kalau shalat witir 3 raka'at sekali salam, lebih baik satu tasyahud di akhir saja.
8. Shalat witir yang dalam niatnya tidak menyebutkan jumlah rakaat, boleh di kerjakan berapapun. Misal langsung 9 raka'at atau bahkan 11 raka'at sekali salam.
9. Shalat witir yang dalam niatnya sudah menyebut raka'at, tidak boleh merubahnya. Jika niatnya 2 raka'at, maka harus 2 raka'at.
10. Shalat witir sebagai penutup shalat malam hukumnya sunah, dalam artian setelah shalat witir boleh saja untuk shalat lainnya, misal tahajud ataupun shalat tasbih, dan ga makruh sama sekali seperti keterangan Imam Nawawi dalam Majmu'.
11. Shalat witir secara aslinya tidak sunah dikerjakan secara berjamaah, tapi ketika dikerjakan pada bulan ramadhan dan setelah shalat tarawih, maka sunah.
12. Sunah melakukan qunut dalam shalat witir pada tanggal 16 keatas bulan Ramadhan.
13. Bagi orang yang lupa melakukan shalat witir di malam hari, sunah mengqodzo'nya di lain waktu.
14. Setelah shalat witir, disunahkan membaca tasbih 3 kali :
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ
dan saat tasbih ketiga lebih dibaca agak keras, mengikuti kaifiyah Rasulullah SAW.
Setelah itu membaca :
اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ.
Kedua bacaan ini berdasarkan hadits-hadits sahih dalam Sunan Ibnu Dawud dan lainnya.
Wallahu ta'ala a'lam bis showab
Silahkan tambahan maupun koreksinya...dan yang ingin ibarot, bisa komentar.
Catatan : Gambar ga ada hubungannya dengan tulisan, pengen pasang aja😁
03/09/2022
Imam Nawawi al-Bantani dalam Nihayatuz Zain menerangkan bahwa hukum menyiram kuburan dengan air dingin adalah sunnah. Tindakan ini merupakan sebuah pengharapan –tafaul- agar kondisi mereka yang dalam kuburan tetap dingin.
وَيُنْدَبُ رَشُّ الْقَبْرِ بِمَاءٍ باَرِدٍ تَفاَؤُلاً بِبُرُوْدَةِ الْمَضْجِعِ وَلاَ بَأْسَ بِقَلِيْلٍ مِنْ مَّاءِ الْوَرْدِ ِلأَنَّ الْمَلاَ ئِكَةَ تُحِبُّ الرَّائِحَةَ الطِّيْبِ (نهاية الزين 154)
Disunnahkan untuk menyirami kuburan dengan air yang dingin. Perbuatan ini dilakukan sebagai pengharapan dengan dinginnya tempat kembali (kuburan) dan juga tidak apa-apa menyiram kuburan dengan air mawar meskipun sedikit, karena malaikat senang pada aroma yang harum. Begitu p**a yang termaktub dalam al-Bajuri
..ويندب أن يرش القبر بماء والأولى أن يكون طاهرا باردا لأنه صلى الله عليه وسلم فعله بقبرولده إبراهم وخرج بالماء ماء الورد فيكره الرش به لأنه إضاعة مال لغرض حصول رائحته فلاينافى أن إضاعة المال حرام وقال السبكى لا بأس باليسير منه إن قصد به حضور الملائكة فإنها تحب الرائحة الطيبة...
Disunnahkan menyiram kubur dengan air, terutama air dingin sebagaimana pernah dilakukan rasulullah saw terhadap pusara anyaknya, Ibrahim. Hanya saja hukumnya menjadi makruh apabila menyiraminya menggunakan air mawar dengan alasan menyia-nyiakan (barang berharga). Meski demikian menurut Imam Subuki tidak mengapa kalau memang penyiraman air mawar itu mengharapkan kehadiran malaikat yang menyukai bau wangi. Hal ini sebenarnya pernah p**a dilakukan oleh Rasulullah saw
” أن النبي ( صلى الله عليه وسلم ) رش على قبر ابراهيم ابنه ووضع عليه حصباء ”
Artinya: “Sesungguhnya Nabi Muhammad ShallaAllahu alaihi wa sallam menyiram [air] di atas kubur Ibrahim, anaknya dan meletakkan kerikil diatasnya.”
Sumber: https://www.piss-ktb.com/2013/08/2675-hukum-menyiram-tanah-makam-dengan.html?m=1
Terimakasih, tetap mencantumkan sumber kutipan.
14/10/2021
MAULID NABI DI MASJID KEBON MELATI PANGURURAN CIREBON ,14 Oktober 2021, TAUSIYAH OLEH KYAI ZAENAL ABIDIN PENGASUH PONDOK PENGAJIAN ASY SYAHADAH KANCI KULON