31/01/2026
Bismillāh.
Festival Abu Hurairah Mataram ke-XII akhirnya menutup rangkaian kisahnya.
Bukan sekadar catatan lomba,
tetapi jejak perjuangan para santri yang datang dengan niat,
p**ang membawa pelajaran.
Di setiap panggung, ada keberanian.
Di setiap suara, ada iman.
Dan di balik setiap juara, ada doa yang panjang serta air mata yang diam-diam disimpan.
Hari-hari festival ini telah mempertemukan ilmu dengan adab,
bakat dengan akhlak,
dan prestasi dengan ketawadhuan.
Maka ketika nama-nama juara disebut,
yang kita rayakan bukan hanya angka,
tetapi amanah yang telah ditunaikan dengan sebaik-baiknya.
✨ Juara 1 diraih oleh mereka yang tampil bukan hanya unggul, tetapi menggetarkan.
• Muhammad Syatir Kamil (Khitobah)
Dengan khutbah yang terjaga, dalil yang kokoh, dan penyampaian yang penuh wibawa,
ia membuktikan bahwa lisan yang bersandar pada ilmu, mampu menjadi cahaya bagi banyak hati.
• Ahmad Muzaki Ali (Puisi)
Dari desa Boak Luar, ia membawa bait-bait aqidah yang tajam dan hidup.
Puisi itu membuat rasa termangu dan jiwa bergetar lebih dalam.
Kata-katanya bukan sekadar indah, tetapi meneguhkan iman.
• Syatriadi Anugerah Demula (Tahfizh 3 Juz)
Inilah juara yang lahir dari ranjang rawat inap.
Dengan tangan digips dan infus menemani,
ia tetap melanjutkan ayat demi ayat dengan lancar.
Kemenangannya adalah kisah iman yang diuji,
lalu dimuliakan oleh Allah.
✨ Juara 2 diraih oleh para santri yang tampil tenang, rapi, dan penuh kesungguhan.
• Faiz Fajar (Pidato Bahasa Indonesia)
Pidatonya tentang bakti kepada orang tua
mengalir dengan bahasa yang indah dan penuh wibawa. Ia tidak hanya berbicara, tetapi mengingatkan hati yang sering lalai.
• M. Shafwan (Syi’ir Arab)
Melalui bait-bait Arab yang berima dan sarat hikmah, ia menghadirkan keindahan bahasa wahyu
dengan makhraj terjaga dan rasa yang dalam.
• Muhammad Aqil Yunasril (Tahfizh 3 Juz)
Ketenangannya menjadi ciri khas.
Setiap potongan ayat dijawab dengan runtut dan yakin, seakan Al-Qur’an benar-benar telah menetap di dadanya.
✨ Juara 3
• Anugerah Fadhilah Sidik (Qisshoh)
Dengan kisah yang hidup dan penyampaian yang mengalir, ia mengajak pendengar menyelami pesan moral yang lembut namun mengena.
✨ Juara 5
• Rif’at Fadhli Umar (Speech)
Retorika bahasa Inggrisnya membuat penonton terdiam kagum. Di usia muda, ia tampil percaya diri dan penuh adab.
✨ Juara 6
• Satria Ibrahim (Story Telling)
Dengan kisah Imam Ahmad bin Hanbal, ia menghidupkan pelajaran aqidah dan istiqamah
melalui cerita yang jujur dan menyentuh.
Festival ini mengajarkan kita satu hal penting:
bahwa kemenangan sejati bukan sekadar piala, melainkan keberanian untuk tampil dengan nilai, kesabaran dalam ujian, dan keikhlasan menerima hasil.
Semoga Allah memberkahi setiap langkah para santri,
menjaga ilmu mereka,
dan menjadikan prestasi ini
sebagai jalan untuk semakin dekat kepada-Nya.
Karena dari panggung Festival Abu Hurairah Mataram ke-XII,
lahir generasi yang tidak hanya berprestasi,
tetapi juga beraqidah, beradab, dan beriman.