31/07/2020
Sajak Bulan Putih dan 61 tahun Berkarya De Ode Dinullah Rayes
Dua hari sebelum Idul Adha 1441 H ini De Ode Dinullah Rayes- begitu kami memanggil beliau- mengirim sajak “Bulan Putih”. Kisah kerinduan dan kesendirian di rembang malam. Sebuah repertoar diri di senja usianya saat menatap bulan pucat putih di langit Kota Sumbawa. Istri saya - Iswantari- sesegukan membaca sajak liris ini. Sudah lama kami tidak menjenguk beliau, sastrawan nasional kelahiran Kalabeso, Buer, Sumbawa.
Usai shalat Ied di lapangan Kerato, my daughters Sachnaz Paramitha dan Sari Fadia Izwari mengantar ke kediaman beliau di bilangan Cendrawasih Sumbawa. Alhamdulillah kami mengira beliau sakit keras. Saat temui kami di ruang tamu, De Ode mengeluhkan sakit uluhati dan sedikit nyeri di paha kanan, Iswantari menyarankan konsumsi buah Sukun mengatasi dampak sakit uluhati karena maag kronis beliau. Yang menarik penyair sepuh ini tiba tiba riang dan bicara nyaring seperti ketika biasa kami diskusi di rumah Alas “ ku sehat aku anak lamin gita nene” katanya. Beliau lalu bangkit dari duduknya dan masuk kamar dan keluar membawa 10 eksemplar kumpulan puisi terbitan terbarunya ‘Mata Sukma,Mata Cinta’ “ ini untuk anakda Iswantari untuk sekolahnya agar di baca anak-anak” anak-anak kita saat ini kering pemahaman sastra dan ini tidak baik bagi perkembangan jiwa mereka, sastra adalah bekal penghalusan akal budi anak-anak” kata De Ode Prihatin.
Selain menjenguk kami berencana menggelar pentas sastra bertajuk di SMPN 3 Alas Barat “61 tahun berkarya Penyair Nasional Dinullah Rayes” mata beliau berkaca kaca dan sembari sumringah “ Insha Allah nak beang ku tekar dan corona ini berakhir” harapnya “ no nyaman puisi de kaku tulis lamin no poka baca leng anakda Iswantari.
Dalam kumpulan puisi itu juga beliau menulis puisi bagi kami berdua dan beliau bacakan langsung saat itu. Sehat selalu Ayahanda De Ode Dinullah di akhir pertemuan beliau menyarankan saya agar segera menerbitkan kumpulan puisi” mudi aku tulis pengantarnya” kata beliau dengan senyum khasnya dan memperbaiki topi khas senimannya.
Sumbawa Besar,31 Juli 2020