27/06/2019
Surat ke-16 dalam Alquran adalah An Nahl yang berarti lebah. Secara khusus, surat Makkiyah tersebut dinamakan An Nahl atau lebah, karena pada ayat ke-68 terdafat firman Allah SWT yang berbunyi, ''Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia.''
Lebah memang spesial. Ia merupakan makhluk Allah SWT yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia. Dalam penjelasan surat An Nahl yang tercantum dalam Alquran dan Terjemahannya disebutkan bahwa ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Alquranul Karim.
Apa persamaannya? Simak ayat berikut: ''... Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.'' (QS An Nahl:69).
Madu berasal dari sari bunga dan menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia. Sedangkan Alquran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
Kemukjizatan madu sebagaimana disampaikan Alquran telah terbukti secara ilmiah. Dalam Tafsir Alquran, Sayyid Quthb mengungkapkan, madu sebagai obat penyembuh penyakit sudah dibuktikan secara ilmiah oleh para pakar kedokteran. Inilah salah satu bukti kebenaran ayat Alquran yang harus diyakni umat manusia.
Sedangkan dalam Tafsir Alquran Ibnu Katsir diterangkan bahwa madu lebah itu warnanya bermacam-macam sesuai dengan makanannya. Ada yang berwarna putih, kuning, maupun merah. Selain itu, menurut Ibnu Katsir, madu cocok bagi setiap orang, misalnya untuk mengobati dingin, karena madu itu panas.
Di dunia Islam, penggunaan madu sebagi obat sudah diterapkan sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Pada saat itu, madu digunakan untuk mengobati penyakit diare. Lem lebah yang berasal dari madu juga sangat berkhasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit.
Kajian khasiat madu secara ilmiah juga telah diteliti oleh ilmuwan Muslim terkemuka di era keemasan Islam, yakni Ibnu Sina (890-1037). Bapak kedokteran dunia dan pemikir Muslim agung di abad ke-10 M itu tercatata sebagai dokter yang mengulas mengenai khasiat madu dari segi kesehatan dan dunia kedokteran.
Selama hidupnya Ibnu Sina banyak mengkonsumsi madu sehingga awet muda dan berumur panjang. Madu, menurut Ibnu Sina, dapat menyembuhkan berbagai penyakit dari yang ringan sampai yang berat, seperti tekanan darah tinggi dan jantung. Madu juga dapat menurunkan suhu badan serta mengatur sekresi, sehingga dapat menghilangkan penyakit demam.
Ibnu Sina juga telah meneliti khasiat madu untuk perawatan kecantikan tubuh. Menurut Ibnu Sina, madu dan minyak zaitun mampu menjadi obat mujarab yang digunakan sebagai kosmetika yang memiliki beragam khasiat.
Madu dan minyak zaitun, papar Ibnu Sina, bisa mengencangkan kulit muka dan seluruh kulit badan. Kedua bahan alami yang mendapat perhatian khusus dalam Alquran itu mampu menghilangkan flek-flek hitam dan jamur kulit. Selain itu, madu dan minyak zaitun juga bisa menghaluskan kulit dan mengurangi reutan pada wajah.
Yang tak kalah menariknya, Ibnu Sina pun telah menemukan fakta bahwa minyak zaitun dan madu mampu menghilangkan bau badan yang tak sedap, serta bisa memberikan vitamin pada kulit dan melembabkannya. Selain untuk kosmetik, madu juga bisa digunakan untuk bearagam kegunaan lainnya. Mulai dari makanan, obat-obatan sampai bahan untuk alat-alat kecantikan.
Sejatinya, manfaat madu telah dirasakan peradaban manusia sejak dahulu kala. Orang Mesir Kuno telah mengonsumsinya. Penduduk Mesir Kuno sudah terbiasa memanfaatkan madu sebagai makanan bergizi tinggi serta obat berbagai macam penyakit yang mujarab. Meski begitu, peradaban kuno belum mampu menjelaskannya secara ilmiah.
Adalah Ibnu Sina seorang dokter legendaris sepanjang masa – yang telah berhasil membuktikan kebenaran khasiat madu tersebut, dalam usia tua. Konon, Ibnu Sina masih tetap kelihatan sehat dan segar bugar layaknya seorang pemuda, karena terbiasa mengonsumsi madu.
Hasil penelitian terakhir yang dikeluarkan dari Universitas Moskow, menyatakan madu ternyata juga mengandung logam alumunium, boron, krom, tembaga, timbal, titanium, seng, asam organik, asetilkolin, hormon, antibiotik, zat antiracun serta zat antikanker.
Zat-zat ini sangat penting untuk memperlancar proses biokimia tubuh dan proses penyembuhan aneka penyakit. Sementara kandungan enzim dalam madu dilaporkan paling tinggi jika dibandingkan dengan mahanan lainnya.
Penelitian ini juga menyebutkan madu diyakini dapat menyembuhkan tukak lambung (maag), radang usus, serta kesulitan buang air besar (sembelit). Jadi sangat baik memang untuk mengkonsumsi madu dalam keseharian kita.
Dalam Alquran, madu pun menjadi simbol kenikmatan surga balasan bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa. ''(Apakah) perumpamaan (penghuni) jannah yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka, sama dengan orang yang kekal dalam jahannam dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya?'' (QS:MUHAMMAD: 15).
mengutip doktersehat. com.
Inilah Manfaat Madu untuk Kesehatan Tubuh
Sejak zaman kuno, madu telah digunakan sebagai makanan maupun obat-obatan. Madu sangat tinggi dalam senyawa tanaman bermanfaat, dan menawarkan beberapa manfaat kesehatan. Madu sangat sehat jika digunakan sebagai pengganti gula, yaitu 100% zero kalori. Berikut adalah khasiat madu untuk kesehatan berdasarkan ilmu pengetahuan.
1. Mencegah kanker dan penyakit jantung
Madu mengandung flavonoid, antioksidan yang membantu mengurangi risiko beberapa kanker dan penyakit jantung.
2. Kurangi bisul dan gangguan gastrointestinal lainnya
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa perawatan dengan madu dapat membantu gangguan seperti bisul dan gastroenteritis bakteri. Ini mungkin terkait dengan manfaat ketiga.
3. Khasiat Madu sebagai Antibakteri dan antijamur
“Semua madu adalah antibakteri karena lebah menambahkan enzim yang membuat hidrogen peroksida,” kata Peter Molan, direktur Unit Penelitian Madu di University of Waikato di Selandia Baru.
4. Manfaat Madu untuk Meningkatkan kinerja atletik
Atlet Olimpiade kuno akan makan madu dan buah ara kering untuk meningkatkan kinerja mereka. Ini sekarang telah diverifikasi dengan studi modern, menunjukkan bahwa madu lebih unggul dalam menjaga kadar glikogen dan meningkatkan waktu pemulihan daripada pemanis lainnya.
5. Mengurangi iritasi batuk dan tenggorokan
Khasiat madu membantu mengatasi batuk, terutama madu soba. Dalam sebuah penelitian terhadap 105 anak-anak, satu dosis madu soba sama efektifnya dengan satu dosis dextromethorphan dalam meredakan batuk malam hari dan memungkinkan tidur lebih nyenyak.
6. Madu menyeimbangkan 5 elemen
Telah digunakan dalam pengobatan Ayurvedic di India selama setidaknya 4000 tahun dan dianggap memengaruhi ketiga ketidakseimbangan material primitif tubuh secara positif. Madu juga dikatakan bermanfaat dalam meningkatkan penglihatan, penurunan berat badan, menyembuhkan impotensi dan ejakulasi dini, gangguan saluran kemih, asma bronkial, diare, dan mual.
Madu disebut sebagai “Yogavahi” karena memiliki kualitas menembus jaringan terdalam dari tubuh. Ketika madu digunakan dengan sediaan herbal lainnya, madu meningkatkan kualitas obat dari sediaan tersebut dan juga membantu mereka untuk menjangkau jaringan yang lebih dalam.
7. Pengaturan gula darah
Meskipun mengandung gula sederhana, itu tidak sama dengan gula putih atau pemanis buatan. Kombinasi tepat fruktosa dan glukosa benar-benar membantu tubuh mengatur kadar gula darah. Beberapa jenis madu memiliki indeks hipoglikemik rendah, sehingga mereka tidak menyentak gula darah Anda.
8. Menyembuhkan luka dan luka bakar
Penggunaan madu di luar tubuh telah terbukti efektif sebagai perawatan konvensional dengan sulfadiazin perak. Diperkirakan bahwa efek pengeringan gula sederhana dan sifat antibakteri madu bergabung untuk menciptakan efek ini. Studi telah menunjukkan itu sangat berhasil dalam penyembuhan luka.
9. Probiotik
Beberapa varietas madu memiliki sejumlah besar bakteri yang ramah. Ini termasuk hingga 6 spesies lactobacilli dan 4 spesies bifidobacteria. Ini mungkin menjelaskan banyak dari “sifat-sifat terapeutik misterius dari madu.”
10. Perkuat sistem kekebalan tubuh
Jenis madu manuka dari Australia telah ditemukan untuk merangsang produksi sel-sel kekebalan tubuh menurut sebuah penelitian di School of Medicine, Cardiff University, Inggris.
Sebagai tambahan, manfaat madu selain untuk kesehatan, juga dapat digunakan untuk kecantikan, karena madu dipercaya dapat menjadikan kulit lebih halus dan lembut.
Demikian khasiat madu untuk menyehatkan tubuh secara alami yang bisa Anda coba di rumah, Teman Sehat!
Nah, cara mendapatkan Madu Asli yang kaya akan manfaat, seperti yang sudah dijelaskan diatas, silahkan kontak admin.