Bongsank Multi Wiguna

Bongsank Multi Wiguna

Share

Pendidikan memanusiakan manusia

02/12/2025

Rasa manis buatan, bukan kolesterol, pemanis buatan mungkin merupakan ancaman terbesar bagi jantung Anda.

Sebuah studi besar selama 15 tahun yang diterbitkan dalam JAMA Internal Medicine mengungkapkan bahwa mengkonsumsi pemanis buatan dalam jumlah tinggi meningkatkan risiko kematian akibat penyakit jantung lebih dari dua kali lipat — terlepas dari berat badan, kadar kolesterol, usia, atau tingkat aktivitas Anda.

Orang yang mengkonsumsi 25% atau lebih kalori harian dari gula tambahan (pemanis buatan) memiliki risiko kematian kardiovaskular lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan mereka yang menjaga asupannya di bawah 10%.

Mengejutkannya, peningkatan risiko ini tetap ada bahkan diantara mereka yang menjalani diet sehat.

Sumber utama gula tambahan adalah minuman manis (lebih dari sepertiga asupan), diikuti oleh makanan penutup, permen, sereal manis dan minuman rasa buah.

Para peneliti memperingatkan bahwa kelebihan pemanis buatan meningkatkan tekanan darah dan mendorong hati melepaskan lemak berbahaya ke dalam aliran darah — keduanya merupakan pemicu utama penyakit jantung.

Sebagai perbandingan: sekaleng soda saja sudah melebihi batas gula harian yang direkomendasikan oleh American Heart Association (6 sendok teh untuk wanita, 9 sendok teh untuk pria).

Mengganti minuman manis dengan air soda dan buah manis atau memilih makanan penutup tanpa pemanis buatan bisa sangat membantu melindungi jantung Anda.

Intinya: Mengurangi pemanis buatan mungkin merupakan salah satu cara paling efektif untuk menurunkan risiko penyakit jantung — lebih efektif daripada hanya berfokus pada kolesterol.

Sumber: Yang Q, Zhang Z, Gregg EW, Flanders WD, Merritt R, Hu FB.
JAMA Intern Med. 2014;174(4):516–524.

Hurip Waras
Rahayu

01/12/2025

Sebuah penelitian terbaru menyoroti dampak kuat meditasi pada otak.

Para peneliti menemukan bahwa bermeditasi selama 27 menit setiap hari selama 8 minggu bisa meningkatkan ukuran otak secara fisik sekaligus mengurangi ukuran pusat stres, amigdala.

Meditasi mendorong kesadaran, fokus dan ketenangan.
Selama latihan, jalur saraf yang terkait dengan perhatian, pengaturan emosi dan pengendalian diri menguat.

Pemindaian MRI dari peserta meditasi mengungkapkan bahwa area yang terkait dengan pembelajaran, memori dan empati justru bertambah volumenya.

Pada saat yang sama, amigdala, yang mengendalikan respons rasa takut dan stres, menyusut, menunjukkan bahwa meditasi membantu mengurangi stres dan kecemasan kronis.

Manfaatnya melampaui struktur otak. Peserta melaporkan merasa lebih tenang, lebih fokus, dan seimbang secara emosional.

Dengan berlatih meditasi secara teratur, hormon stres tubuh, termasuk kortisol, menurun, sehingga meningkatkan kualitas tidur, suasana hati, dan kesehatan secara keseluruhan.

Studi ini menunjukkan bahwa kebiasaan kecil sehari-hari bisa menciptakan perubahan signifikan pada otak.

Meditasi adalah cara sederhana dan gratis untuk memperkuat ketahanan mental, meningkatkan fungsi kognitif dan mengelola stres secara alami.

Hanya 27 menit sehari bisa membentuk kembali pikiran Anda dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.

Hurip Waras
Rahayu

Want your school to be the top-listed School/college in Sukabumi?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Telephone

Address


Sukabumi
43113