Yaspi Darunnajah Sukabumi
Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Yaspi Darunnajah Sukabumi, Education, Jalan Selabintana Km. 6 Palasari Central Sudajaya Girang Kec/Kab. Sukabumi, Sukabumi.
08/05/2025
LET'S JOIN WITH US ! PPDB MI DARUNNAJAH 2025/2026
12/02/2025
PELANTIKAN SIAGA MULA
Madrasah Ibtidaiyah Darunnajah
PERBEDAAN AKHLAK
Salah satu guru saya pernah bercerita bahwa beliau mempunyai anak-anak penurut. Suatu saat beliau melihat anak orang yang nakal, s**a membangkang. Saat itu terbesit dalam hatinya bahwa kenakalan anak itu sebab salah orang tuanya yang tidak bisa mendidiknya dengan baik, sambil teringat bahwa ketiga anak beliau sendiri menjadi anak-anak yang baik atas didikan beliau.
Kemudian lanjut cerita beliau, lahirlah anak keempat beliau yang laki-laki. Ternyata si anak ini, nakalnya bukan main, s**a memberontkak dan bisa dibilang kurang ajar sampai berani tanpa izin menjual satu-satunya mobil ayahnya segala tatkala mobil tersebut betul-betul dibutuhkan seluruh keluarga.
Guru saya tersebut lalu ingat pikirannya dulu ketika melihat anak orang lain yang nakal itu. Ia jadi berpikir mungkin saja itu teguran Allah baginya karena sudah suudhan pada orang lain ketika melihat seorang anak yang nakal. Beliau lalu berpesan agar berhati-hati jangan gegabah menyalahkan orang tua atas kenakalan anak, sebab bisa jadi memang anaknya yang bersifat demikian.
Ada satu hadis yang relevan tentang ini, Rasulullah bersabda:
إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى قَسَمَ بَيْنَكُمْ أَخْلَاقَكُمْ كَمَا قَسَمَ بَيْنَكُمْ أَرْزَاقَكُمْ
"Sesungguhnya Allah membagikan akhlak kalian seperti membagian rizki kalian" (HR. Thabrani dan Ahmad)
Jadi, masing--masing orang memang dicetak dengan karakter yang berbeda-beda agar semua dapat berinteraksi, beraksi dan bereaksi dengan caranya masing-masing.
31/07/2024
31/07/2024
Pelantikan Siaga Mula kelas 4 dan 5
Tahun Pelajaran 2024/2025
Coba di sini siapa yg s**a membaca, membaca buku apa saja ? Kalo tidak s**a, Apa alasannya ?
Bodoh, tidak Apa-apa
Forrest Gump adalah karakter film yang digambarkan sebagai orang bodoh. Ia tidak mempermasalahkan bila disebut bodoh. “Stupid is as stupid does,” katanya kalau ada yang mengatainya bodoh. Ia sadar bahwa ia bodoh. Tapi sebenarnya ia tak bodoh dalam segala hal. Ada satu hal yang dia pandai, yaitu berlari. “Run, Forrest, run!” Cuma itu pesan Jenny yang sangat ia cintai. Larilah, jangan melihat ke belakang. Kelak Forrest Gump juga pintar bermain ping pong.
Sebenarnya pintar itu apa, dan bodoh itu apa? Dari kecil kita biasa mendefinisikan bahwa yang pintar itu adalah yang nilai rapornya tinggi. Lebih khusus lagi, yang nilai matematikanya tinggi. Yang nilainya rendah dianggap bodoh. Melly Goeslaw (kalau tidak salah) pernah dilecehkan orang karena pernah tinggal kelas. Saat dewasa ia menantang,”Dulu yang juara kelas dan melecehkan saya, sekarang jadi apa?”
Forrest Gump yang bodoh itu ternyata hidupnya lebih baik dari orang kebanyakan. Ia kaya, dan tentu saja kakinya utuh, tidak seperti Letnan Dan, atasannya saat wajib militer di Vietnam, yang kehilangan kedua kakinya, padahal dia jauh lebih pintar dari Forrest Gump. Persis seperti anak yang sering dihina di kelas karena bodoh, tapi kelak justru dialah yang sukses.
Saya pernah hampir jadi presiden direktur di sebuah perusahaan manufaktur. Dalam proses seleksi, saya diwawancarai oleh pemilik perusahaan. Dalam obrolan tak tampak orang ini pintar (dalam pengertian umum). Wawasannya tampak kurang, menyebut satu dua istilah saja salah. Dalam pikiran saya sempat terbersit sesuatu. “Masa saya harus bekerja di bawah orang ini,” pikir saya sombong. Tapi kesadaran saya mengingatkan bahwa orang ini punya sejumlah perusahaan, yang tentu saja tak saya miliki.
Usai wawancara atau obrolan itu, saya diajak makan oleh direktur perusahaan tadi. Dia paham pikiran saya. “Ya memang kayak gitu beliau itu, tapi kita harus akui bahwa beliau sangat pandai berbisnis,” katanya.
Ada berbagai jenis orang. Ada yang pandai dalam sejumlah hal. Lebih tepat lagi, pandai dalam hal-hal yang tampak oleh orang banyak. Misalnya saya ini. Bagi banyak orang di dunia maya, saya ini tampak pandai. Saya tak akan membantah itu. Nilai tes saya untuk urusan verbal memang tinggi. Saya bisa dengan cepat menemukan kata-kata yang pas untuk mengungkapkan sesuatu. Saya bisa bicara 3 jam tanpa kehabisan bahan.
Tapi sebenarnya saya tak pandai matematika, meski saya doktor fisika. Bukan tak pandai benar. Kalau diukur masih agak di atas rata-rata orang kebanyakan. Tapi kalau kumpul di tengah orang-orang yang menggeluti bidang fisika, saya masuk papan bawah.
Dalam hal apa saya bodoh? Seni. Kalau nyanyi saya pekak nada. Main musik apapun saya tak bisa. Saya masuk level idiot untuk musik.
Kenapa orang seperti saya tampak pintar? Karena masyarakat biasa membuat kategori bahwa yang pintar itu yang seperti ini. Dalam hal agama, misalnya, yang pintar itu adalah yang banyak hafal kitab, bahkan sampai ke nomor halamannya. Padahal ada orang dengan kelainan otak yang sanggup hafal isi buku telepon.
Orang yang pandai melukis hanya sering disebut pelukis, bukan orang pintar. Demikian p**a yang pandai main musik, main bola, memasak, dan sebagainya. Kita terbiasa menghargai sedikit saja jenis kepintaran.
Pentingkah pintar itu? Sebenarnya tak penting benar. Bagi saya sebenarnya tak ada orang bodoh. Yang ada hanyalah orang yang hanya pintar di suatu bidang yang sangat khusus, yang orang lain bahkan tak paham. Yang disebut pintar, adalah orang yang mahir pada suatu hal yang terlihat oleh banyak orang.
Sebenarnya tak penting soal pintar itu. Yang penting adalah bagaimana ia memanfaatkan apa yang ia punya untuk hidup. Christian Ronaldo dan Lionel Messi mungkin tak pintar matematika. Mereka jadi orang hebat, karena memilih jalan hidup yang sesuai dengan kemahirannya. Pengusaha yang saya sebut tadi pun begitu. Ia memilih jalan hidup di mana ia memiliki kemampuan. Ia jadi pengusaha.
Lalu siapa orang bodoh yang sebenarnya? Yaitu orang yang tak menjalani hidup sesuai dengan kekuatan atau kemahiran yang ia miliki. Lebih menyedihkan lagi, ia bahkan tak tahu ia unggul dalam bidang apa. Ia menjalani hidup yang bukan hidup dia. Ia hidup seadanya.
Ada p**a orang bodoh jenis lain, yaitu mencoba menampilkan diri yang bukan dirinya. Sudah sukses di dunia militer, masih p**a ingin tampak cerdas di bidang akademik, memaksakan diri untuk punya gelar doktor. Memaksa untuk menjadi pengarang lagu p**a, misalnya.
Kita hanya perlu tahu diri. Saya sadar bahwa saya tidak pintar bermusik. Bisa saja saya berlatih, saya akan bisa sampai level tertentu. Tapi saya tidak akan jadi musisi hebat.
Tahu diri saja, jangan memaksakan untuk tampil dalam hal-hal yang bukan kekuatan kita. Kalau tidak pandai, lebih baik mengaku. Tidak usah kecil hati. Setiap orang pasti punya wilayah di mana dia bodoh. Tidak ada orang yang pintar dalam segala hal. Lebih penting untuk mencari di bagian mana kita pintar ketimbang menutupi bagian bodoh kita.
Tips Membaca Takdir: Semua Akan Menjemput Takdirnya Masing-masing
Rasulullah pernah bersabda:
إذا قضى اللهُ لعبدٍ أن يموتَ بأرضٍ جعلَ له إليها حاجةً
"Ketika Allah memutuskan seorang hamba mati di suatu daerah, maka Dia akan membuat hamba itu punya kebutuhan pergi ke daerah tersebut" (HR. Tirmidzi)
Hadis di atas hanya satu contoh bagaimana seseorang akan menjemput takdir kematiannya. Tapi bukan hanya untuk kematian, untuk kasus apa pun semua akan berjalan menuju takdirnya masing-masing.
- Orang yang ditakdirkan miskin, akan menjemput kemiskinannya sendiri dengan banyak alasan untuk tidak bekerja atau bekerja dengan tidak profesional.
- Orang yang ditakdirkan bodoh, akan menjemput kebodohannya sendiri dengan banyak alasan untuk meninggalkan belajar.
- Orang yang ditakdirkan menjadi penipu, penjahat, perampok, pezina dan semua tindakan buruk juga akan menjemput takdirnya menuju tindakan buruk tersebut. Berbagai alasan dan gaya hidup melenceng akan dilewati untuk menuju ke tindakan buruk tersebut.
- Demikian juga orang yang ditakdirkan sukses, menjadi orang baik, mempunyai rumah tangga yang sehat dan lain-lain juga akan menjemput takdirnya untuk memiliki itu semua dengan usaha keras, tekad yang bulat, kejujuran, komitmen, istiqamah dan semua yang dibutuhkan untuk mencapai hal tersebut.
Jadi, sebenarnya takdir tidak sepenuhnya misterius. Kebanyakan takdir justru bisa dibaca arahnya ke mana. Sekarang silakan baca diri anda sendiri kira-kira takdir bagaimana yang disiapkan di masa depan nanti melalui jalan yang anda lalui sekarang?
Semoga bermanfaat
Kalam KH. Abdul Wahab Ahmad
Terima kasih sudah menjadi orang yang paling banyak berinteraksi dan masuk ke daftar interaksi mingguan saya! 🎉 Ucun Cie Eny Tea, Muhammad Malik, Tuti Alawiah
Mengobral Anak Gadis
Abdul Wahab Ahmad
Orang tua ketika anak gadisnya dilamar oleh seorang pemuda, secara intuisi pasti akan memasang mode waspada. Mereka akan bertanya tentang bagaimana latar belakang pemuda tersebut, anak siapa, dari daerah mana, sudah bekerja atau belum, kalau sudah bekerja berapa penghasilannya, pendidikannya bagaimana, dan seabrek pertanyaan kritis lainnya. Itu semua dilakukan sebab mereka amat menyayangi anak gadis mereka dan berusaha memastikan masa depan yang lebih baik baginya.
Namun semua kewaspadaan itu nyaris tidak berlaku bila konteksnya adalah pacaran. Banyak orang tua di zaman ini yang memaklumi bila anak gadisnya pacaran di sekolah. Tidak terlalu penting dengan siapa, yang penting tidak untuk dinikahi, sebab pacaran dianggap hanya "kebiasaan anak muda" yang harus dimaklumi di zaman ini. Putrinya diajak jalan-jalan berduaan saja boleh; dipegang-pegang dan dicium juga boleh selama tidak di depan mata orang tuanya; bahkan diapa-apain sebenarnya juga boleh dan dimaklumi asalkan tidak hamil. Mereka baru marah kalau anak gadisnya dihamili. Sehingga selama tidak hamil, bisa dikata bahwa anak gadisnya sebenarnya diobral gratis asalkan si gadis yang masih bodoh itu mau.
Lucu memang, ketika ada yang datang membawa komitmen yang jelas dan cara yang terhormat, standar yang dipasang selangit. Namun ketika yang datang hanya ingin mencicipi anak gadisnya gratisan, justru diperbolehkan dan dianggap wajar. Ini ibarat penjual yang mematok dagangannya dengan harga mahal tetapi memperbolehkan siapa saja mencoba gratis selama yang dia mau asalkan tidak ada komitmen untuk membeli.
Bagaimana kira-kira cara menyadarkan para orang tua sekarang ini bahwa pacaran sebenarnya adalah pelecehan? Apa karena ayah di zaman ini dulunya juga terbiasa melecehkan anak gadis orang sehingga memaklumi ketika tahu bahwa kemungkinan besar anak gadisnya diapa-apain pacarnya yang sekedar nyicipi itu? Apa karena ibu zaman sekarang terbiasa dicicipi gratisan di zaman dulu sehingga memaklumi anak gadisnya diperlakukan serupa? Apa karena alasan s**a sama s**a lalu tindakan yang sebenarnya pelecehan seksual dianggap wajar? Hai orang tua, itu anak gadis anda dicicipi gratisan loh!
Ah sudahlah jangan sok polos mengira pacaran zaman sekarang hanya kenalan atau ta'aruf. Kalau anak muda bertindak bodoh itu masih adanya wajarnya, tapi masak orang tuanya juga ikutan bodoh dengan membiarkan anaknya melakukan hal bodoh? Saya tidak bicara dosa sebab banyak orang di zaman ini berlagak seolah dirinya kebal dari api neraka, tapi saya bicara soal harga diri yang seharusnya dimiliki.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Contact the school
Website
Address
Jalan Selabintana Km. 6 Palasari Central Sudajaya Girang Kec/Kab. Sukabumi
Sukabumi
43151