assalamu'alaikum...
Ahmad bin elan bin rosyadi bin darif al-khudri
orang yang mencintai para ulama,habaib,dan ustad,,
maka ALLAH akan mencintai orang itu,
RAHMATULLAH (KASIH SAYANG ALLAH) kpd kita,
hasil dari ISBAT tahun 2013...
menyatakan :
Demi ALLAH.......,tgl 1 romadhon...,pada hari Rabu,tgl 10-07-2013
syarat-syarat ingin cerdas ada 5 :
1. sholat tahajud dua rokaat
2.wudhu
3.taqwa
4.setiap kita makan niatkan untuk beribadah, dan yang ke
5.bersiwak
maaf sbelumnya
ane bru ngbarin,,
28-05-2013,
abdulllah qori bertempat di ponpe sa'adatul abroriyyah
11/06/2013
ceramah pada tgl : 10-06-2013
maaf brita nya telat,,
04/04/2013
Qubah Makam Waliyullah Al Allamah As Sayyid Abdussalam Al Asmar, Libya, sebelum dihancurkan wahabi tahun 2012.
(Foto Seblum dihancurkan oleh Wahabi)
04/04/2013
Qubah Makam Waliyullah Al allamah As Sayyid Abdussalam Al Asmar, Libya, setelah dihancurkan wahabi tahun 2012.
(Foto Setelah dihancurkan oleh Wahabi)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Sesungguhnya Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman: "Barangsiapa yang memusuhi waliKu, maka Aku telah mengumumkan perang kepadanya. HambaKu tidak mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang paling Aku s**ai dari pada sesuatu yang Aku fardhukan atasnya. HambaKu senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan sunnat-sunnat sampai Aku mencintainya. Apabila Aku mencintainya maka Aku menjadi pandangan yang untuk mendengarnya, penglihatan yang untuk melihatnya, tangan yang untuk menamparnya dan kaki yang untuk berjalan olehnya. Jika ia memohon kepadaKu, niscaya Aku benarbenat memberinya. Jika ia memohon kepadaKu, niscaya Aku benar-benar melindunginya. Dan Aku tidak bimbang terhadap sesuatu yang Aku lakukan seperti kebimbanganKu terhadap jiwa hambaKu yang beriman yang mana ia tidak senang mati sedang Aku tidak senang berbuat buruk terhadapnya". (HR.BUKHARI)
Tentang Gelar Habib
Diterbitkan pada Rabu, 30 September 2009 09:15
Dilihat: 3478
Apa itu Habib atau Habaib?
Apa itu Syarifah?
Apa itu Sayyid?
Gelar-gelar sejak dulu digunakan pada adat istiadat dan tradisi di kep**auan Nusantara. Setiap raja memiliki gelar khusus. Demikian juga para pangeran, para pegawai tinggi, dan semua yang memiliki kedudukan. Gelar-gelar merupakan hal yang penting dalam istilah yang digunakan di masyarakat, sehingga kebanyakan orang tidak mengenal suatu pribadi kecuali gelarnya. Ada gelar-gelar yang dipakai secara turun temurun. Keturunan para sultan memiliki gelar, demikian p**a keturunan para pangeran. Gelar-gelar itu banyak dan bermacam-macam. Pada zaman Belanda, kesultanan memberikan suatu gelar bagi seseorang yang mengabdi padanya atau ingin mengabdi. Misalnya gelar raden.
Sebagai salah satu bentuk penghormatan kepada Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wa âlihi wa shahbihi wa sallam, dunia Islam juga memberikan sebutan dan gelar khusus kepada anak cucu baginda Muhammad shallallâhu 'alaihi wa âlihi wa shahbihi wa sallam.
Di Mesir, anak cucu Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wa âlihi wa shahbihi wa sallam yang berasal dari cucu beliau Al-Hasan maupun Al-Husain disebut Syarîf (bentuk jamaknya adalah Asyrâf) untuk laki-laki dan untuk perempuan Syarifah.. Sedangkan di luar Hijâz sebutan Syarîf hanya diperuntukkan bagi anak cucu Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wa âlihi wa shahbihi wa sallam yang berasal dari Al-Hasan dan sebutan Sayid (bentuk jamaknya adalah Sâdah) bagi anak cucu beliau shallallâhu 'alaihi wa âlihi wa shahbihi wa sallam yang berasal dari cucu beliau Al-Husain.
Di dalam bukunya yang berjudul Tuanku Rao, Prof. Dr. Hamka menuliskan bahwa Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wa âlihi wa shahbihi wa sallam tidaklah meninggalkan putra lelaki. Tetapi, putri beliau shallallâhu 'alaihi wa âlihi wa shahbihi wa sallam, Siti Fâthimah mempunyai dua orang putra dari perkawinannya dengan 'Alî bin Abî Thâlib radhiyallâhu ‘anhu. Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wa âlihi wa shahbihi wa sallam sangat menyayangi kedua cucunya ini hingga beliau shallallâhu 'alaihi wa âlihi wa shahbihi wa sallam selalu menyebutnya dengan kata 'Anakku'. Beliau shallallâhu 'alaihi wa âlihi wa shahbihi wa sallam pernah berkata tentang Hasan, "Anakku ini Sayid dan kelak akan mendamaikan dua kelompok yang sedang bertikai." Perkataan ini kemudian terbukti, yaitu ketika beliau menyerahkan kekuasaan yang ada padanya kepada Mu'âwiyah. Tahun itu kemudian dinamai tahun berkumpulnya kembali, 'Âmul Jamâ'ah.
Tentang cucunya yang kedua, Husain, Beliau shallallâhu 'alaihi wa âlihi wa shahbihi wa sallam berkata, "Anakku ini akan menjadi Sayid (tuan) para pemuda Surga kelak." Kedua Hadis ini Sahih. Oleh karena itu, maka menjadi tradisilah orang memberikan gelar "Sayid" kepada keturunan Hasan dan Husain itu di seluruh Dunia Islam, demi menghormati Hadis Nabi tersebut.
L.W.C. Van Den Berg menyebutkan bahwa para Sayid tersebut mendapat gelar Habîb (jamaknya: Habâib) artinya yang kami cintai, dan anak perempuan mereka bergelar Habâbah. Gelar Habîb ini di Hadhramaut mulai berlaku pada abad 11 H hingga sekarang.
Wallahu a'lam.
04/04/2013
http://www.youtube.com/watch?v=D3Iu9FLQ9_I
IKLAN WASHILUN BERES.mpg Washilun adalah Sorban Siap Pakai, layaknya peci tinggal pakai saja tanpa perlu repot melipat2. Sorban Washilun di desain khusus dengan bahan kain yg elastis...
MEMAKAI SORBAN ADALAH SUNNAH RASULULLAH SAW (TANYA JAWAB DENGAN AL HABIB MUNZIR BIN FUAD AL MUSAWA SEPUTAR MEMAKAI SORBAN)
==============================================================
TANYA : bib, apa hukum mengenakan sorban?, apakah harus haji dulu?, ataukah harus menuntut ilmu dipesantren dulu ataukah harus berijazah dl?? dan apa fadhilah mengenakan sorban, gamis, serta selendang?.
HABIB MUNZIR : mengenai Imamah, rida, dan Qamis,kesemuanya adalah sunnah Nabi saw, siapapun muslimin boleh memakainya tanpa syarat apa apa. Sorban adalah sunnah Rasul saw, melarang mengamalkan sunnah adalah hal yg berbahaya dan dosa besar, seluruh muslimin berhak mengikuti nabinya saw
TANYA : Bagaimanakah adab memekai SORBAN?dan apakah sama hukumnya memakai sorban antara orang yg sudah pergi haji dgn yang belum?
HABIB MUNZIR : mengenai sorban ini merupakan hal yg sunnah dipakai oleh setiap muslim, tidak mesti menanti haji, atau ulama, atau lainnya, selama ia seorang muslim maka ia berhak memakai sunnah Nabinya saw, namun adab adab menggunakannya banyak teriwayatkan, diantaranya bahwa para ulama tak memakainya kecuali dalam keadaan wudhu, dan seyogyanya kita lebih menjaga sikap agar lebih berakhlak saat menggunakannya, misalnya mereka yg masih merokok, maka selayaknya ia tidak memakai sorban saat merokok,
dan guru saya (-maksudnya Al Habib Umar bin Hafidh, red-), tak menggunakan sorban saat masuk ke toilet, beliau membukanya saat ingin masuk toilet, dan diajarkan p**a saat saya masih nyantri dengan beliau bahwa sebaiknya seseorang menggunakan sorban setelah hafal kitab bidayatulhidayah, namun tidak menjadi larangan bila siapapun ingin menggunakan sorban karena itu adalah sunnah, dan masih banyak lagi adab adab mulia yg sepantasnya dilakukan saat kita menggunakannya.
TANYA : mengenai dasar hukum pemakaian peci untuk muslim baik di saat shalat maupun dalam kegiatan kesehariannya..?
HABIB MUNZIR : banyak sekali hadits yg menjelaskan tentang sunnahnya peci/tutup kepala, dan memang itu kebiasaan Rasul saw dan para sahabat radhiyallahu'anum. diantaranya : Ibn Umar ra jika berwudhu ia mengangkat pecinya dan membasahi rambutnya (Sunanul Kubra oleh Imam Albaihaqi)
dari Said bin Abdillah bin Dhirar ra berkata : Aku melihat anas bin Malik keluar dari kakus dengan peci putihnya, lalu mengusap pecinya. (Mushannif Ibn Abdurrazzaq)
berkata Hisyam bin Urwah ra, kulihat Zubair ra melakukan tawaf dan ia memakai peci (Akhbar Makkah oleh Imam Al Faakihiy)
Khalid bin Walid ra dalam peperangan Yarmuk, lalu ia mencari cari pecinya, dan tidak kunjung jumpa, maka peperangan berlangsung dan ia terus mencari pecinya hingga ia menemukannya, dan peci itu sudah usang, ia berkata : Aku hadir saat Rasul saw mencukur rambutnya, dan kutaruh sehelai rambut beliau saw dipeci ini, dan sejak itu aku selalu menang dalam peperangan (Ma'jamul Kabir oleh Imam Attabraniy)
Rasul saw menceritakan kemuliaan dan tingkatan para syuhada, lalu beliau mengangkat kepala beliau saw dan terjatuh peci beliau saw dari kepalanya (Musnad Ahmad dan Sunan Imam Tirmidziy)
berikut hadits bahwa Rasul saw memakai imamah (sorban di kepala:
1. dari Amr bin Umayyah ra dari ayahnya berkata : Kulihat Rasulullah saw mengusap surbannya dan kedua khuffnya (Shahih Bukhari Bab Wudhu, Al Mash alalKhuffain).
2. dari Ibnul Mughirah ra, dari ayahnya, bahwa Rasulullah saw mengusap kedua khuffnya, dan depan wajahnya, dan atas surbannya (Shahih Muslim Bab Thaharah)
3. para sahabat sujud diatas Surban dan kopyahnya dan kedua tangan mereka disembunyikan dikain lengan bajunya (menyentuh bumi namun kedua telapak tangan mereka beralaskan bajunya krn bumi sangat panas untuk disentuh). saat cuaca sangat panas. (Shahih Bukhari Bab Shalat).
4. Rasulullah saw membasuh surbannya (tanpa membukanya saat wudhu) lalu mengusap kedua khuff nya (Shahih Muslim Bab Thaharah)
dan masih belasan hadits shahih meriwayatkan tentang surban ini, mengenai hadits hadits dhoif yg mereka katakan tentang kemuliaan surban, seandainya kesemua hadits itu tidak ada, cukuplah hadits Nabi saw : "Barangsiapa yg tak menyukai sunnahku maka ia bukan golongangku" (Shahih Bukhari).
TANYA : apakah yang mendapat sunnah pahalanya itu yang memakai surban seperti yang habib kenakan
apakah peci songkok yamg hitam itu atau topi biasa misalnya tidak mendapat sunnahnya
HABIB MUNZIR : memakai surban lebih afdhal, namun Rasul saw selalu memakai tutup kepala, maka peci merupakan sunnah
TANYA : habibana kiranya mohon untuk mengajari kami, ana khususnya untuk memakai sorban seperti yg dipakai habibana umar bin hafidz..ana jatuh cinta ktika habibana pakai surban yg berbuntut ehehe.. terlihat lebih ganteng, berwibawa.. keren deyhh idolaku ini.. hehehe
HABIB MUNZIR : ALhamdulillah masih didoakan dan dicintai, menunjukkan indahnya hati anda hingga bersangka baik pada saya, alhamdulillah.. Allah telah memberikan kesembuhan bagi saya,
saudaraku yg kucintai, semoga kita selalu bersatu dalam ruh dunia dan akhirat bersama para shalihin dan Rasul saw.
mengenai Imamah/sorban, cara yg saya gunakan dan digunakan oleh guru mulia adalah ujung imamah diletakkan pada sisi kanan kepala jauh diatas telinga, lalu diarahkan kedepan secara miring hingga diatas dahi, dan diteruskan ke kepala kiri hingga mencapai bagian bawah kepala hampir menutupi telinga kiri, lalu diteruskan ke belakang dan ditindihkan pada kain yg sudah menutup sisi kepala bagian kanan, dengan posisi setingkat lebih rendah dg jarak seperti lebarnya jari telunjuk, dengan posisi tumpuk tapi sedikit lebih rendah, lalu diteruskan kedepan dan diteruskan kearah kiri atas namun sejari lebih tinggi dari yg sudah ada, demikian seterusnya.
panjang kain boleh 5 hasta, 7 hasta atau lebih, baiknya 5 hasta, dan boleh lebih lagi.
mengenai sorban yg berbuntut, bahwa Rasul saw pernah memakai sorban tanpa ada ujung buntutnya, dan Rasul saw pernah memakai sorban yg berbuntut hingga satu hasta, dan Guru Mulia memadukan dua riwayat itu, yaitu antara yg panjang buntut sorbannya sehasta, dan yg tidak berbuntut, maka beliau memakai sorban berbuntut pendek, tidak sepanjang sehasta buntut sorbannya, dan tidak p**a tanpa buntut, demi mendapatkan pahala keduanya.
mengenai saya, saya lebih senang memakai sorban yg berbuntut, namun sering terganggu jika menyender di mobil, maka ujungnya itu tertekan tubuh yg menyender di kursi mobil,
hingga ia tertarik keras, hingga membuat posisi sorban sedikit berubah, maka karena itu saya memakai yg tanpa buntut, agar tak ada gangguan lagi saat duduk di mobil,
namun guru mulia menahan gangguan itu demi cinta beliau pada sunnah Rasul saw, Insya Allah saya akan mencapai hal itu jika sudah waktunya
salam rindu tuk anda dan semoga Allah swt selalu membuat hati kita bersamaan dunia dan akhirat bersama para shalihin dan Rasul saw
Allah s**a keindahan dan dengan keindahan orang dapt jatuh hati.
TANYA : saya mengamati pakaian, perlengkapan yang habib pakai maupun habib-habib atau kyai dilihat sangat indah shg mengingatkan akan Sang Kholiq. yang saya tanyakan adalah makna yang tersirst dari pakaian& perlengkapan itu seprti makna lidak/selendang , surban dikepala yang mana saya lihat habib satu dengan yang lain itu pola surbannya berbeda dan bahkkan warnanya ada yang hitam..Apakah seorang saya ini juga boleh memakai itu dalam ibadah kesendirian saya/ibadah dirumah dengan tujuan agar lebih hadir dlm ibadah dan bertabaruk/berusaha mengikuti apa yang dicintai para guru.karena kata temen saya yang boleh pakai gituan orang yang sudah berilmu meskipun kamu pakai dlm kesendirian....
mohon penjelasan dari habib mundzir yang saya muliakan agar saya tidak salh dalam melangkah..
bilamana ada kata-kata saya diatas yang salah & tidak berkenan dihati habib saya mohon maaf sebesar-besarnya.jazakumullah khoiron katsiro
HABIB MUNZIR : Saudaraku yg kumuliakan, Mengenai pakaian itu memang ada riwayatnya, Rasul saw pernah memakai jubah yg berwarna, mengenai sorban yg di pundak, itupun sunnah sang Nabi saw, dan khususnya Imamah (sorban yg dikepala), dan ada beberapa riwayat sorban Rasul saw, ada riwayat mengatakan berkuncir di belakang antara kedua pundaknya, riwayat lain sorban beliau saw tak memakau buntut/kuncir, riwayat lain beliau memakai sorban dg kedua telinga terlihat, riwayat lain beliau saw memakai sorban dan kedua telinganya tertutup.
nah.. masing masing boleh memilih, tentunya anda boleh memakainya, bahkan semua muslim, karena pakaian itu sunnah, maka semua ummat beliau disunnahkan memakainya, dan tentunya pakaian yg dipakai sang Nabi saw ini memancarkan aura ilahiyah kepada semua yg melihatnya.
TANYA : bib, tentang makna warna sorban, yg berhak menggunakan sorban, segala hal yg berkaitan dengan sorban...mohon kesediaan habib untuk menjelaskannya...
HABIB MUNZIR : sorban yg anda maksud adalah yg dikepala atau yg dibahu?, kita bahas yg dikepala, ia adalah sunnah Rasul saw, demikian yg dibahu. Rasul saw selalu memakai sorban putih, namun pernah memakai hitam. semua muslim boleh memakainya karena sunnah Rasul saw.
TANYA : dlm hal ini sorban yg ana maksudkan adalah yg sering dikenakan di bahu, mohon penjelasan makna warnanya, yg berhak mengenakannya,adakah kisah2 riwayatnya, dan lain sebagainya....
HABIB MUNZIR : sorban dipundak disebut rida, Rasul saw selalu memakainya, demikian p**a para sahabat radhiyallahu'anhum, namun sebagian ulama ada yg mengelompokkan bahwa rida hijau adalah untuk ulama, dan rida merah adalah untuk pengajar yg belum menjadi ulama besar, dan rida putih untuk santri, dan rida warna lain adalah untuk umum. namun adap**a yg mengelompokkan bahwa rida hijau adalah untuk ahlulbait Rasul saw, dan rida merah untuk para sufi, dan rida putih adalah untuk para ulama,namun saya mengikuti Guru mulia, tidak membedakan warna rida, yg jelas memakai rida, bisa hijau, atau warna lainnya.
TANYA : Yang hamba ketahui memakai surban dalam sholat itu sunnah, tapi guru hamba kurang berkenan kalo santri y memakai surban. Beliau melihat dari segi tasawuf. Hamba ingin mencintai Rasullullah, cara hamba dengan mencoba menjalankan sunnah Beliau yang hamba bisa. Hamba takut kalo hamba melepaskan surban karena guru hamba, bukannya niat hamba kurang tepat, karena takut kualat dan ilmu saya tidak bermanfaat bukannya karena ALLOH SWT. Dan hamba mengabaikan sunnah Rasulullah. Tapi bila hamba tetap memakai surban bukannya itu menjadikan hamba sebagai murid yang durhaka.
HABIB MUNZIR : sampaikan salam takdhim saya pada guru anda, dan memakai sorban adalah sunnah Rasul saw, melarang mengamalkan sunnah adalah hal yg berbahaya dan dosa besar, seluruh muslimin berhak mengikuti nabinya saw, namun ucapkan dg lemah lembut jangan sampai beliau tersinggung.
TANYA : yang saya pernah dengar dari teman saya yang lulusan hadromuth, orang yang menggunakan Imamah itu adalah orang yang sudah mengamalkan kitab bidayatul hidayah. Dan ada yang bilang jg bahwa dulu orang yang pakai imamah adalah ulama yang sudah terbukti bahwa dia alim, akhlak, dll...
HABIB MUNZIR : tidak demikian, itu adalah aturan sebagai anjuran penyemangat saja di Tarim agar para pemuda berlomba menghafal bidayatul hidayah, namun intern di Tarim saja dimasa itu. dan memakai imamah adalah sunnah, boleh dipakai setiap muslim, demikian dijelaskan oleh Guru Mulia kita.
TANYA : Habib yg sy cintai,kita tahu bahwa memakai sorban merupakan sunah Rasul saw,yg saya tanyakan adalah dimana Rasulullah meletakkan sorban tersebut,apakah di pundak kanan atau pundak kiri?sorban warna apa yg paling dis**ai Rasul saw?
seandainya tidak ada hadist yg menjelaskan hal tersebut,mungkin habib bisa menjelaskan dari mimpi yg sering habib alami bersama Rasulullah saw.
HABIB MUNZIR : beliau saw menggunakannya di kanan, sebagaimana beliau selalu menyukai yg kanan daripada yg kiri. dan warna yg paling beliau saw s**ai adalah putih, namun ada riwayat bahwa beliau saw memakai hijau saw.
TANYA : Apakah hadist yag menguatkan kita apabila kita memakai sorban dan apabila ada seseorang menanyakan "Kenapa anda menggunakan Sorban?"
HABIB MUNZIR : sorban / Imamah, adalah sunnah Rasul saw, dan Rasul saw bersabda : perbedaan antara kita dengan musyrikin adalah Imamah diatas kopyah/peci (Mustadrak ala shahihain hadits no.5903).
maksudnya bahwa muslimin mempunyai ciri khas yg tak dimiliki orang2 msuyrikin, yaitu sorban yg dilipatkan pada peci. maka jelaslah bahwa Rasul saw sangat menginginkan nummatnya saw memakai ini.
bila seseorang bertanya mengapa anda menggunakan sorban, katakan padanya karena sunnah, dan sunnah sudah mulai asing di hadapan muslimin sendiri, maka wajib kita mengenalkannya pada masyarakat,
jangan tertipu dg ucapan : kamu belum pantas pakai sorban!, ini ucapan orang bodoh yg menentang sunnah, orang yg belum pantas pakai sorban hanyalah orang non muslim, dan semua muslim sudah pantas pakai sorban, bila belum mau maka tak apa, namun haram seseorang melarang muslim beramal sunnah.
TANYA : Apakah disaat Habib menggunakan Sorban ada doa-doa tertentu?
HABIB MUNZIR : ada doa diantaranya shalawat, ayatul kursiy dan doa doa apa saja yg kita inginkan, namun yg penting adalah niat, yaitu niat untuk membangkitkan sunnah Rasul saw.
TANYA : Habib Munzir yang saya cintai, saya mau menanyakan tentang fadilah memakai sorban dan imamah diwaktu solat. mengapa saya lebih sering melihat para habaib dan kiai meletakkan sorbannya di pundak sebelah kiri daripada sebelah kanan. terimakasih banyak atas jawabannya.
HABIB MUNZIR : mengenai penggunaan Imamah dan Rida (sorban yg di bahu) adalah Sunnah Rasul saw, dan setiap sunnah Rasul saw yg digunakan dalam kehidupan kita akan menambah keberkahan dan pahala, dan asesoris sunnah yg kita gunakan dalam ibadah, sholat misalnya, akan menambah kesempurnaan ibadah tersebut dengan berpuluh puluh kal lipat, bagaimana tidak?, sedangkan penggunaan siwak disaat shalat melipat gandakan shalat kita 70 kali lipat, shalat yg dilakukan dengan jamaah dilipat gandakan 27 kali lipat dan 27 kali lipatnya ini lebih mulia dari 70 kali lipat pahala siwak,
demikian p**a penggunaan Imamah dan Rida tentunya, akan membuat pahala ibadah kita berpuluh kali lipat lebih sempurna.
mengenai penggunaan rida di bahu adalah sunnah Rasul saw, namun ada beberapa riwayat mengenai hal itu, Rasul saw memakainya di kanan, Rasul saw memakainya dilipatkan di kiri dan kanan (seperti saat shalat gerhana) , dan Rasul saw selalu menyukai sebelah kanan dari kirinya, dan mengenai penggunaannya di kiri saya belum pernah mendengar riwayatnya, mungkin ada namun saya belum mengetahuinya, dan hal itu sering dipakai oleh para habaib dan kyai,
TANYA : guru mulia alhafidz almusnid alhabib umar bin hafidz memakai sorban hingga bertingkat apakah ada makna'a....?
HABIB MUNZIR : sebagian ulama kita menjadikan sorbannya lebih besar sebagai tanda bahwa ia siap ditanya dan memberi kejelasan atas hukum dan syariah, semakin besar sorbabnnya maka semakin luas ilmunya. Guru Mulia membolehkan kita memakai sorban sepanjang 5 hasta, jika sudah menjadi guru atau pimpinan pesantren atau pemuka agama boleh ditambah. namun tentunya tidak ada dari kita berani memakai sorban sebesar beliau saw yg sudah merupakan samudra ilmu bagi kita.
====================
SEMOGA BERMANFAAT..
Ada 3 yg bakal dimusuhi allah
1.janji dengan menyebut nama allah
Contoh:orang sakit , dia berkata:ya allah berikanlah hamba k.sehatan , klo nanti sehat hamba bakalan shalat .disehatkan sama allah ternyata dia kga shalat.
2.menceraikan istri
3.memperkerjakan karyawan tapi tidak d.beri upah(GAJI)
Semoga kita kga termasuk hamba yg d.musuhi allah
"Naudubillah minzalik"
assalamu'alaikum...
bagi yg merasa dirinya tersinggung,tersakiti,mohon maaf atas kesalahan teman saya latif,pada komentar foto saya,sebab dia sudah kasar pada teman-teman,sekali lagi mohon maaf..,jika ada yg ingin menyalahkan saya,silahkan,
inilah tanggung jawab saya,,
abdullah
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Telephone
Website
Address
Sukabumi