11/04/2026
_Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh._
Mari kita persiapkan niat berqurban pada Idul Adha 1447 H ini dengan sebaik-baiknya.
InsyaAllah *Pondok Pesantren Syajaroh Toyyibah Sukabumi* akan menyelenggarakan pemotongan hewan qurban (menerima dan menyalurkannya) bersama para santri sebagai bentuk khidmah kami kepada para penuntut ilmu, penghafal Alquran, dan masyarakat. Mudah-mudahan banyak limpahan keberkahan tercurah kepada kita semua dalam kehidupan.
Bagi yang ingin berpartisipasi menitipkan hewan qurban bisa menghubungi:
Restu A. Putra *(081210299157)*
Jazakumullahu ahsanal jaza,
_Wassalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh._
20/03/2026
SELAMAT IDUL FITRI 1447 H
Kami Keluarga Besar Pesantren Syajaroh Toyyibah mengucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H. Semoga amal ibadah kita di bulan suci Ramadhan diterima Allah Swt, mendapat rahmat dan maghfirah-Nya. Amin.
Taqobbalallohu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum.
Mohon maaf lahir dan batin. 🙏
13/03/2026
NGAJI "KITAB DISIPLIN" AL-GHAZALI
Alhamdulillah menghabiskan 20 hari Ramadan dengan menempa diri dalam mendaras salah satu kitab rujukan ringkas Adab dari Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali yakni Bidayatul Hidayah.
Usai salat Tarawih, seluruh santri dibimbing Ustadz Dadan Muhammad Syujai, S.Pd.I menelaah kata demi kata dalam kitab yang sepenuh isinya adalah Ta'dib.
Saya mengambil satu kesimpulan, bahwa Bidayatul Hidayah adalah kitab disiplin dasar (basic disiplin) ala Al-Ghazali sebelum mereka menyelam lebih dalam ke dalam karya monumentalnya Ihya Ulumiddin. Sebab di dalam Bidayah, Al-Ghazali seringkali merekomendasikan kepada para tholib dan mutholi' untuk membaca Ihya jika ingin lebih mendalam dalam beberapa bagian praktik amalan.
Namun rasa-rasanya mengamalkan apa-apa yang ada di dalam Bidayah saja, bagi saya, sudah merupakan penanaman disiplin yang luar biasa terutama bagi mereka yang ingin meningkatkan kualitas diri. Saya sampai menempatkan kitab tersebut sebagai "Kitab Disiplin". Semacam diktat atau pegangan khusus bagi pengamal tirakat pendidikan jiwa. Ghazali's Dicipline atau Ghazali's Habits.
Ini tidak salah, karena penjelasan-penjelasan fiqih di dalamnya diuraikan dalam skala Adab.
Al-Ghazali membagi tiga bagian dalam kitab tersebut secara efektif bagi pembentukan diri seseorang: Qismu Tho'at, Qismu Ijtinabil Ma'ashi, Qoulu Suhbah wal Mu'asyaroh.
Ustadz Dadan menekankan bahkan bagi siapapun tidak sah disebut beres batinnya jika tidak beres dzahirnya. Begitu pun sebaliknya. Hidayah memiliki awal dan akhir. Tidak akan sampai akhir jika tidak menetapi awalnya (illa ba'da ihkami bidayatiha). Oleh karenanya Ghazali menekankan,
و لا عثور على باطنها الا بعد الوقوف على ظاهرها
Disiplin melakukan aktivitas-aktivitas dzahir dibimbing dengan orientasi-orientasi visi (niat hati) yang lurus adalah menjadi ciri khas kitab ini. Seorang penuntut ilmu yang lurus sejak dari niat akan menjadikan alim (ulama) yang benar kelak di kemudian hari. Orientasi menuntut ilmu yang benar menjadi syarat mutlak wushulnya kita kepada Allah, sekaligus termasuk pada tercapainya tatanan masyarakat yang baik.
(Lanjut di komentar)
13/03/2026
NGAJI "KITAB DISIPLIN" AL-GHAZALI
Alhamdulillah menghabiskan 20 hari Ramadan dengan menempa diri dalam mendaras salah satu kitab rujukan ringkas Adab dari Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali yakni Bidayatul Hidayah.
Usai salat Tarawih, seluruh santri dibimbing Ustadz Dadan Muhammad Syujai, S.Pd.I menelaah kata demi kata dalam kitab yang sepenuh isinya adalah Ta'dib.
Saya mengambil satu kesimpulan, bahwa Bidayatul Hidayah adalah kitab disiplin dasar (basic disiplin) ala Al-Ghazali sebelum mereka menyelam lebih dalam ke dalam karya monumentalnya Ihya Ulumiddin. Sebab di dalam Bidayah, Al-Ghazali seringkali merekomendasikan kepada para tholib dan mutholi' untuk membaca Ihya jika ingin lebih mendalam dalam beberapa bagian praktik amalan.
Namun rasa-rasanya mengamalkan apa-apa yang ada di dalam Bidayah saja, bagi saya, sudah merupakan penanaman disiplin yang luar biasa terutama bagi mereka yang ingin meningkatkan kualitas diri. Saya sampai menempatkan kitab tersebut sebagai "Kitab Disiplin". Semacam diktat atau pegangan khusus bagi pengamal tirakat pendidikan jiwa. Ghazali's Dicipline atau Ghazali's Habits.
Ini tidak salah, karena penjelasan-penjelasan fiqih di dalamnya diuraikan dalam skala Adab.
Al-Ghazali membagi tiga bagian dalam kitab tersebut secara efektif bagi pembentukan diri seseorang: Qismu Tho'at, Qismu Ijtinabil Ma'ashi, Qoulu Suhbah wal Mu'asyaroh.
Ustadz Dadan menekankan bahkan bagi siapapun tidak sah disebut beres batinnya jika tidak beres dzahirnya. Begitu pun sebaliknya. Hidayah memiliki awal dan akhir. Tidak akan sampai akhir jika tidak menetapi awalnya (illa ba'da ihkami bidayatiha). Oleh karenanya Ghazali menekankan,
و لا عثور على باطنها الا بعد الوقوف على ظاهرها
Disiplin melakukan aktivitas-aktivitas dzahir dibimbing dengan orientasi-orientasi visi (niat hati) yang lurus adalah menjadi ciri khas kitab ini. Seorang penuntut ilmu yang lurus sejak dari niat akan menjadikan alim (ulama) yang benar kelak di kemudian hari. Orientasi menuntut ilmu yang benar menjadi syarat mutlak wushulnya kita kepada Allah, sekaligus termasuk pada tercapainya tatanan masyarakat yang baik.
Sebagaimana bunyi hadits yang dikutip Al-Ghazali di awal muqoddimahnya,
من ازداد علما و لم يزدد هدى لم يزدد من الله الا بعدا
Barangsiapa bertambah ilmunya tapi tidak menjadikannya semakin mendapat petunjuk, maka tidak bertambah dari dirinya kecuali semakin jauh dari Allah swt.
Allahumma inna na'udzubika min 'ilmin la yanfa' wa qolbin la yakhsya' wa amalin la yurfa' wa du'ain la yusma'. (*)
Penulis:
Restu Ashari Putra
13/03/2026
--Cerita Sinan Mulki Studi di Libya:
MENUJU TANAH SERIBU HUFFADZ
BULAN Desember 2025, pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Negara Libya untuk melanjutkan studi S1 atas beasiswa dari Ust. Dr. Adi Hidayat, Lc., MA.
Sebelum sampai di Libya, Ust. Adi Hidayat memberikan kami kesempatan melakukan rihlah menuju Negara Turki selama dua malam. Tentunya kami mengambil kesempatan yang berharga ini dengan mengunjungi banyak tempat sejarah di negara yang dipimpin Presiden Erdogan itu. Salah satunya adalah kami mengunjungi Masjid Al Fatih.
Yang mana sejarahnya kita tahu dulu beliau adalah seorang pemimlin yang berhasil menaklukkan Konstantinopel Romawi Timur dalam usia yang masih sangat belia.
Lalu pada hari berikutnya sampailah kami di Libya di bandara Misrotah yang kurang lebih untuk sampai ke kampus memakan waktu 4 jam. Kampus kami terletak di Ibu kota Libya yaitu Tripoli, kalau dalam bahasa Arabnya طرابلس (Toroblus)
Sesampainya di sana kami disambut dengan penuh istimewa oleh KKMI (Kesatuan Keluarga Mahasiswa Indonesia) Libya. Saat itu kami tiba pada pukul 11 malam saat musim dingin yang sangat menyengat. Mereka rela menunggu kami yang seharusnya waktu itu adalah waktu istirahat dengan menyambut kami penuh hangat dan penuh kekeluargaan di tengah cuaca dingin ekstrem.
Pagi harinya kita dikenalkan dan berkeliling daerah sekitar kampus dengan banyaknya fasilitas di sana seperti asrama, perpustakaan, podium, masjid kampus, restoran , dan tempat-tempat lainnya sekitaran kampus.
Lalu setelah itu KKMI Libya memberikan kami pembelajaran dan informasi seputar negara Libya dengan kearifan dan nuansa lokalnya, seperti ada lahjah tertentu yang biasanya orang Libya berbicara dengan sesama mereka. Misalnya sperti كويس yang artinya Bagus atau kalau dalam bahasa Arab fushahnya adalah تمام.
Selain itu makanan khas libya seperti Syurbah Al-Libyah, Basbousa, Adas dan banyak lainnya juga diperkenalkan.
Walaupun kondisi Libya boleh dibilang sedang terjadi konflik internal negara, akan tetapi Libya adalah salah satu negara dengan jumlah orang menghafal Qur’an terbanyak. Bahkan disebut dengan tanah seribu huffadz. Itu karena apabila kita mampir untuk sholat di masjid sekitar pasti kita akan mendapati orang-orang sedang tadarus dan mensetorkan hafalan mereka. Sungguh negara yang dinuansai dengan Al- Qur’an.
Ketika saya jalan-jalan keluar kampus lalu ingin melaksanakan sholat di masjid sekitar warga Libya berada, apa yang diceritakan bahwa Libya adalah tanahnya para huffadz benar-benar nyata. Saya adalah saksi dari ungkapan tersebut. Anak kecil di sana sudah terbiasa dengan hafalan Quran. Bahkan anak seumuran TK di sana (sekitar 5-6 tahun) sudah menghafal Juz Amma (Juz 30) dan hampir lulusan SD disana sudah menyelesaikan Al-Quran 30 Juz dengan Riwayat bacaan Hafs 'an Ashim lalu setelahnya bisa menambah riwayat bacaan lain seperti Warsy, Qolun, dan 10 Riwayat lainnya.
Hebatnya lagi di kampus kami berada banyak dosen dan pengajar adalah Doktor bahkan Profesor di bidang ilmu agama seperti Tafsir, Hadist, Bahasa Arab (Nahwu, Balaghah, Sharf), Fiqih 4 Madzhab, Ekonomi Syariah, dan berbagai bidang lainnya.(*)
*Sinan Mulki adalah putra pendiri Pesantren Syajaroh Toyyibah Sukabumi, Ust. H. Hendi Maulandi, Alm.
09/03/2026
Ramadhan Santri
Para santri akan kembali ke rumah masing-masing mengisi liburan bersama keluarga setelah 20 hari mereka menjalani kegiatan Ramadhan 1447 H di pondok mulai dari Ngaji Pasaran kitab Bidayatul Hidayah, buka puasa bersama, qiyamulail Tarawih, kerja bakti, dan lain sebagainya.
Semoga Allah Swt selalu melindungi mereka dan senantiasa terjaga.
19/02/2026
Rapat Guru-Guru PKBM Insan Cerdas Sebelum Ramadhan
Postingan terlambat, tapi Alhamdulillah bisa terlaksana evaluasi pembelajaran sekaligus silaturahim sebelum Ramadhan. Barokalloh.
19/02/2026
Mulai Malam Ini!
Fokus kajian Bidayatul Hidayah setiap malam setelah Tarawih.
18/02/2026
Selamat menunaikan ibadah puasa
Tiada yang lebih berharga selain dari ampunan-Mu ya Robb.
Mari manfaatkan bulan yang mulia ini untuk meraih maghfirah-nya Allah Swt. Semoga kita termasuk dari golongan hamba yang diampuni.
Mohon maaf lahir dan batin.