13/03/2026
--Cerita Sinan Mulki Studi di Libya:
MENUJU TANAH SERIBU HUFFADZ
BULAN Desember 2025, pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Negara Libya untuk melanjutkan studi S1 atas beasiswa dari Ust. Dr. Adi Hidayat, Lc., MA.
Sebelum sampai di Libya, Ust. Adi Hidayat memberikan kami kesempatan melakukan rihlah menuju Negara Turki selama dua malam. Tentunya kami mengambil kesempatan yang berharga ini dengan mengunjungi banyak tempat sejarah di negara yang dipimpin Presiden Erdogan itu. Salah satunya adalah kami mengunjungi Masjid Al Fatih.
Yang mana sejarahnya kita tahu dulu beliau adalah seorang pemimlin yang berhasil menaklukkan Konstantinopel Romawi Timur dalam usia yang masih sangat belia.
Lalu pada hari berikutnya sampailah kami di Libya di bandara Misrotah yang kurang lebih untuk sampai ke kampus memakan waktu 4 jam. Kampus kami terletak di Ibu kota Libya yaitu Tripoli, kalau dalam bahasa Arabnya طرابلس (Toroblus)
Sesampainya di sana kami disambut dengan penuh istimewa oleh KKMI (Kesatuan Keluarga Mahasiswa Indonesia) Libya. Saat itu kami tiba pada pukul 11 malam saat musim dingin yang sangat menyengat. Mereka rela menunggu kami yang seharusnya waktu itu adalah waktu istirahat dengan menyambut kami penuh hangat dan penuh kekeluargaan di tengah cuaca dingin ekstrem.
Pagi harinya kita dikenalkan dan berkeliling daerah sekitar kampus dengan banyaknya fasilitas di sana seperti asrama, perpustakaan, podium, masjid kampus, restoran , dan tempat-tempat lainnya sekitaran kampus.
Lalu setelah itu KKMI Libya memberikan kami pembelajaran dan informasi seputar negara Libya dengan kearifan dan nuansa lokalnya, seperti ada lahjah tertentu yang biasanya orang Libya berbicara dengan sesama mereka. Misalnya sperti كويس yang artinya Bagus atau kalau dalam bahasa Arab fushahnya adalah تمام.
Selain itu makanan khas libya seperti Syurbah Al-Libyah, Basbousa, Adas dan banyak lainnya juga diperkenalkan.
Walaupun kondisi Libya boleh dibilang sedang terjadi konflik internal negara, akan tetapi Libya adalah salah satu negara dengan jumlah orang menghafal Qur’an terbanyak. Bahkan disebut dengan tanah seribu huffadz. Itu karena apabila kita mampir untuk sholat di masjid sekitar pasti kita akan mendapati orang-orang sedang tadarus dan mensetorkan hafalan mereka. Sungguh negara yang dinuansai dengan Al- Qur’an.
Ketika saya jalan-jalan keluar kampus lalu ingin melaksanakan sholat di masjid sekitar warga Libya berada, apa yang diceritakan bahwa Libya adalah tanahnya para huffadz benar-benar nyata. Saya adalah saksi dari ungkapan tersebut. Anak kecil di sana sudah terbiasa dengan hafalan Quran. Bahkan anak seumuran TK di sana (sekitar 5-6 tahun) sudah menghafal Juz Amma (Juz 30) dan hampir lulusan SD disana sudah menyelesaikan Al-Quran 30 Juz dengan Riwayat bacaan Hafs 'an Ashim lalu setelahnya bisa menambah riwayat bacaan lain seperti Warsy, Qolun, dan 10 Riwayat lainnya.
Hebatnya lagi di kampus kami berada banyak dosen dan pengajar adalah Doktor bahkan Profesor di bidang ilmu agama seperti Tafsir, Hadist, Bahasa Arab (Nahwu, Balaghah, Sharf), Fiqih 4 Madzhab, Ekonomi Syariah, dan berbagai bidang lainnya.(*)
*Sinan Mulki adalah putra pendiri Pesantren Syajaroh Toyyibah Sukabumi, Ust. H. Hendi Maulandi, Alm.