24/05/2025
انا لله وانا اليه راجعون
Telah berpulang ke Rahmatullah Gurunda KH. Acep Luqman Kadzim Bin Abuya KH Abdullah Mukhtar (Ponpes Annidzom Panjalu)
Semoga beliau ditempatkan di tempat yang mulia menurut Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Aamiin
Kami segenap keluarga besar Ponpes Roudotul Huda Ciguha Jampang Tengah mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya
30/03/2025
"Berbagi Kebahagiaan, Menebar Kasih Sayang di bulan penuh Keberkahan"
Ponpes Roudotul Huda Ciguha Tanjungsari Jampang Tengah mengadakan acara santunan Anak Yatim dan Dhuafa. Hari ini, kita berbagi kebahagiaan dengan 15 anak yatim dan 70 keluarga dhuafa. Semoga kegiatan ini dapat membawa manfaat dan kebahagiaan bagi mereka.
" Pengikut Sorotan
05/03/2025
Pola pikir miskin vs. pola pikir kaya
Poor Mindset (pola pikir miskin) vs. Rich Mindset (pola pikir kaya) Pola pikir atau mindset sangat berpengaruh terhadap bagaimana seseorang menjalani hidup, menghadapi tantangan, dan mencapai kesuksesan. Mindset ini tidak selalu berkaitan dengan kondisi keuangan, tetapi lebih kepada cara seseorang berpikir dan bertindak.
1. Fokus pada Masalah vs. Fokus pada Solusi
Poor Mindset: Mengeluh tentang masalah dan menyalahkan keadaan. Rich Mindset: Mencari solusi dan melihat masalah sebagai kesempatan untuk belajar.
Contoh: Poor Mindset: “Aku gak bisa mengerjakan tugas ini karena gurunya susah.” Rich Mindset: “Aku harus belajar lebih giat dan bertanya jika ada yang kurang paham.”
2. Takut Gagal vs. Berani Mencoba
Poor Mindset: Takut gagal dan memilih untuk tidak mencoba. Rich Mindset: Menganggap kegagalan sebagai bagian dari proses belajar.
Contoh: Poor Mindset: “Aku takut salah, lebih baik aku tidak ikut lomba.” Rich Mindset: “Aku akan ikut lomba, setidaknya aku bisa belajar sesuatu.”
3. Berpikir Jangka Pendek vs. Berpikir Jangka Panjang
Poor Mindset: Hanya ingin hasil instan dan tidak memikirkan dampak jangka panjang. Rich Mindset: Sabar berproses dan memahami bahwa sukses butuh waktu.
Contoh: Poor Mindset: “Daripada belajar, mending main game. Nilai bisa nyontek nanti.” Rich Mindset: “Aku harus belajar sekarang supaya sukses di masa depan.”
4. Mental Pasrah vs. Mental Bertumbuh
Poor Mindset: Merasa bahwa kemampuan itu tetap dan tidak bisa berkembang. Rich Mindset: Percaya bahwa dengan usaha dan latihan, kemampuan bisa berkembang.
Contoh: Poor Mindset: “Aku gak bakat matematika, jadi gak usah dicoba.” Rich Mindset: “Aku mungkin belum paham, tapi kalau berlatih, pasti bisa.”
5. Melihat Orang Sukses sebagai Saingan vs. Inspirasi Poor Mindset: Iri terhadap kesuksesan orang lain dan mencari alasan untuk merendahkan mereka. Rich Mindset: Mengambil inspirasi dari orang sukses dan belajar dari mereka.
Contoh: Poor Mindset: “Dia cuma sukses karena punya koneksi, bukan karena kerja keras.” Rich Mindset: “Bagaimana caranya aku bisa belajar dari kesuksesannya?”
Kesimpulan Mindset yang kita pilih akan sangat memengaruhi hidup kita. Jika ingin berkembang dan mencapai kesuksesan, kita harus melatih diri untuk memiliki rich mindset: berani mencoba, fokus pada solusi, berpikir jangka panjang, dan selalu belajar.
Semoga Bermanfaat !!!
23/11/2024
Semua pasangan suami istri tentu mendambakan kehidupan rumah tangga yang harmonis. Namun, kehidupan rumah tangga pada nyatanya sangat dinamis. Perbedaan pandangan, diskusi, hingga perdebatan kecil kerap mengisi hari-hari dalam berumah tangga.Bahkan pertikaian besar juga bisa terjadi seolah-olah menjerumuskan pasangan ini ke perceraian. Penyebabnya pun banyak, karena kesulitan ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga, perselingkuhan dan lain sebagainya.
lima pilar agar perkawinan tetap kokoh dan harmonis.
1. Zawaj atau pasanganPilar yang pertama adalah Zawaj atau pasangan. Artinya suami dan istri harus saling menyadari bahwa di dalam pernikahan, posisi keduanya adalah pasangan. Keyakinan bahwa suami dan istri dalam perkawinan adalah berpasangan sehingga saling melengkapi dan bisa bekerja sama untuk kemaslahatan.
"Jadi tidak ada yang melihat kedudukan istri lebih rendah dari suami dan suami lebih rendah dari istri itu lah yang dimaksud pasangan. Apalagi merendahkan, enggak boleh,"
2. Mitsaqan ghalidzanMitsaqan ghalidzan yang berarti janji yang kuat. Pasutri memegang komitmen perkawinan sebagai janji kokoh antara keduanya dengan Allah swt.
3. Mu’asyarah bil Ma’rufMu’asyarah bil Ma’ruf atau saling memperlakukan pasangannya dengan baik. Ikatan perkawinan tentunya juga harus dipelihara oleh pasutri dengan cara saling memperlakukan pasangannya dengan baik dan patut. Ada tiga hal yang perlu dipraktikkan untuk mencapai mu’asyarah bil ma’ruf yaitu halalan, thoyyiban, dan ma’rufan.
4. MusyawarahPengelolaan rumah tangga terutama jika menghadapi persoalan atau problematika hendaknya harus diselesaikan bersama. "Jadi, berlatih untuk musyawarah," jelasnya.
5. Taradhin atau saling ridhaSuami dan istri saling menjaga kerelaan pasangannya dalam setiap tindakan. Ridha Allah swt pada suami istri tetap tergantung pada keduanya. Artinya, Ridha Allah swt hanya dalam kebaikan bersama.
CC. NU online
16/05/2024
Kamis, 16 Mei 2024
__________________________
Kegiatan Istighosah dan Ratibul Athas, Do'a Bersama
Yang dilaksanakan setiap satu bulan satu kali bersama wali santri Pondok Pesantren Roudotul Huda
Semoga menjadi wasilah keberkahan dalam menjalani kehidupan serta dimudahkan segala urusan dan menjadi ladang amal Sholeh. Aamiin
Sorotan
Pengikut
Semua Orang
pengikut