27/04/2026
Program Santri Mandiri Jilid Pesantren Daaruttarmizi Sukabumi, yang berlangsung di Laboratorium Pemberdayaan Jamasy YPJC, Sukabumi
Ambisi, kata Ki Oje, tak boleh berhenti di dorongan emosional sesaat. Ambisi harus punya arah dan tujuan jelas. Tanpa arah, santri mudah goyah saat benturan datang.
Kemampuan perlu diasah lewat literasi dan latihan konsisten. Sementara usaha diwujudkan dalam ketekunan dan daya tahan alias resilience. “Ambisi besar harus diiringi kemampuan dan usaha maksimal. Tanpa itu, sulit bagi santri untuk mandiri,” ujarnya.
Selain AKU, Ki Oje menawarkan metode 4S sebagai pendekatan praktis hadapi ketidakpastian. 4S terdiri dari Scanning, Searching, Scaling, dan Sustaining.
Scanning melatih santri membedakan persoalan yang bisa dikendalikan dan yang di luar kendali.
Searching menekankan solusi berbasis data, referensi, dan jaringan. Scaling mengukur kapasitas diri agar target besar dicapai lewat langkah kecil. Sustaining membangun daya tahan hadapi kegagalan. “Gagal itu bukan akhir, tetapi laboratorium belajar yang paling efektif,” kata Ki Oje.