19/04/2022
Ma'had Quran Imam Ibnu Katsir
Mencetak generasi Huffazhul Quran dengan Quality adab dan keilmuan syariat
19/04/2022
14/04/2022
Di antara penyebab pop**aritas tajwid kalah dibandingkan tahfizh adalah bahwa tajwid tidak tampak bagi orang-orang awam.
Orang-orang awam tidak bisa membedakan mana bacaan yang benar dan mana yang sekadar suaranya yang enak. Mana yang kaidah tajwidnya tepat dan mana yang sekadar iramanya indah.
Lain halnya dengan tahfizh, karena kuantitas hafalan Al-Qurân akan tampak dengan jelas di hadapan orang-orang awam.
Jadi, bagaimana caranya agar tajwid pun bisa tampak bagi orang-orang awam?
Caranya adalah dengan terus memberikan edukasi mengenai cara baca yang keliru saat membaca Al-Qurân dan berikan contoh cara membaca Al-Qurân yang tepat.
Selain itu, para penuntut ilmu yang sudah benar-benar memahami tajwid, harus mulai berani mengingatkan imam shalat yang bacaannya benar-benar jauh dari kaidah tajwid, terutama mereka yang terjatuh pada lahn jaliy. Setidaknya kepada para imam yang seusia atau di bawahnya. Karena biasanya timbul rasa sungkan untuk mengingatkan para imam yang usianya jauh di atas kita.
Demikian p**a kepada para content creator yang tidak jarang di antara mereka terjatuh pada banyak kekeliruan, bahkan terjatuh pada lahn jaliy yang merusak makna. Apabila hal tersebut dibiarkan, maka antara bacaan yang benar dengan suara dan irama yang indah akan semakin samar dan sulit dibedakan. Orang-orang akan semakin tidak mengerti bagaimana cara yang tepat dalam membaca Al-Qurân, karena kebanyakan content creator hari ini hanya memperhatikan keindahan suara dan irama semata.
Tentu saja teguran tersebut hanya bagi imam atau content creator yang benar-benar jatuh pada lahn yang telah disepakati dan terus berulang, bukan kekeliruan yang masih bisa dimaafkan, atau hanya dilakukan sesekali saja.
Hal tersebut dilakukan agar semua orang bersama-sama menjadi sadar bahwa cara membaca Al-Qurân itu berbeda dengan membaca koran berbahasa Arab. Bahwa di dalam cara membaca Al-Qurân itu ada sunnah yang mesti dihidupkan. Sehingga orang-orang tidak akan lagi sewenang-wenang dalam membaca Al-Qurân atau menyebarkan rekaman bacaannya di hadapan khalayak.
Apabila kita hari ini semangat untuk menghidupkan sunnah dari sisi pakaian, penampilan, shalat, zakat, atau puasa, maka tentu seharusnya kita pun semangat untuk menghidupkan sunnah yang berkaitan dengan tata cara membaca Al-Qurân. Wallâhu a'lam.
- Muhammad Laili Al-Fadhli -
*TETAPLAH MENUNTUT ILMU WALAU SEDIKIT YANG ENGKAU RAIH DARI ILMU KARENA MENUNTUT ILMU ADALAH IBADAH*
_Asy-Syeikh Sholeh Al-Fauzan _hafizhahullah_ berkata :
لا تملَّ من طلب العلم، أطلب العلم، ولو كان إدراكك قليلًا، والقليل مع العمل الصالح فيه بركة، وفيه خير، ومواصلة طلب العلم لا شكَّ أنها خير، وطلب العلم عبادة، طلب العلم أفضل من صلاة النافلة .
Jangan engkau jemu dari menuntut ilmu, tuntutlah ilmu walau yang engkau raih adalah sedikit, sesuatu yang sedikit bersama amal sholeh terdapat barokah, terdapat kebaikan. Dan senantiasa menyambung menuntut ilmu tidak diragukan adalah kebaikan, dan menuntut ilmu adalah ibadah, menuntut ilmu adalah lebih utama daripada sholat sunnah.
*📜 Sumber: al-ijabaat al-muhimmah (84)
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Website
Address
Jalan Kp Cikiwul Tonggoh Rt 3 Rw 1 Kelurahan Sekarwangi Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi
Sukabumi
43351