Pondok pesantren Al Huda Bani Syamsuddin Pungangan

Pondok pesantren Al Huda Bani Syamsuddin Pungangan lembaga psendidikan Islam, pondok pesantren Al Huda Bani syamsuddin pungangan Subang, menyelenggarak

Merawat diri,menjaga hati,menjungjung tinggi anak negri, tanpa iri dengki.
28/10/2024

Merawat diri,menjaga hati,menjungjung tinggi anak negri, tanpa iri dengki.

Assalamualaikum. Wr.wbKPD slruh alumni pungangan dan warga masyarakat Kmi  mengundang untuk bisa menghadiri acara HAUL a...
29/02/2024

Assalamualaikum. Wr.wb
KPD slruh alumni pungangan dan warga masyarakat
Kmi mengundang untuk bisa menghadiri acara HAUL almarhum Al marhumin sesepuh dan warga masyarakat pungangan.
Yang insyaallah akan di laksanakan pada hari MINGGU 03 MARET 2024 pada waktu jam 13 : 00 S/d selesai.
Bertempat di halaman masjid Bani Sulaiman maqbaro mama KH.SYAMSUDDIN pungangan.
Atas perhatian dan kehadirannya kami ucapkan terimakasih.
Wassalamu'alaikum wr.wb

PONPES TERCINTA
06/01/2024

PONPES TERCINTA

Perbaharui
26/04/2023

Perbaharui

Subang, NU SubangSalah seorang tokoh pendiri NU di Subang, Jawa Barat adalah KH Syamsudin Sulaiman, ulama asal Malangbon...
06/02/2023

Subang, NU Subang
Salah seorang tokoh pendiri NU di Subang, Jawa Barat adalah KH Syamsudin Sulaiman, ulama asal Malangbong, Garut ini awalnya dikejar-kejar oleh DI/TII hingga akhirnya pada tahun 1950-an tinggal dan menetap sampai mendirikan Pesantren Al-Huda di Dusun Pungangan, Desa Rancabango, Patokbeusi, Subang, Jawa Barat.

"Saya sangat kagum sekali dengan Mama Sepuh (Mama Syamsudin), beliau sangat tawadlu, waktu datang kesini, beliau tidak menunjukkan ke-kiai-annya, tapi lama kelamaan ketahuan juga bahwa beliau adalah seorang ulama" ungkap salah seorang santri Mama Syamsudin yang bernama Khoerudin, di kediamannya, di Pungangan, Subang, Kamis (21/5) lalu.

Kakek kelahiran 1937 ini mengungkapkan, Mama Syamsudin mulanya mendirikan sekolah agama, ketika itu Khoerun sudah berusia belasan tahun dan ditempatkan di kelas 4, untuk kelas 4 waktu belajarnya siang diisi oleh Mama Syamsudin, sementara kelas 1-3 belajar di pagi hari dan salah seorang gurunya adalah Khoerudin.

"Waktu itu saya masih belajar jadi masuk IPNU, pertama sekali ada IPNU saya ikut, saya juga kan mengajar kelas 1 jadi masuk Pergunu juga, saya juga saat itu sudah pemuda jadi masuk pemuda Ansor juga," jelasnya.

Kekaguman Khoerun pada Mama Syamsudin bertambah pada masa Pemilu 1955, saat itu para ulama di sekitar Pungangan memilih Masyumi namun Mama Syamsudin tetap teguh dengan NU dan berhasil mengubah pilihan politik ulama-ulama tersebut menjadi NU.

"Waktu itu kyai dari Rancabango, Sukamandi, Pabuaran, Purwadadi bergantian 'menyerang' Mama Sepuh mungkin maksudnya agar Mama Sepuh ikut Masyumi, kehebatan Mama Sepuh terlihat karena harusnya Mama Sepuh ikut Masyumi ini justru malah ulama-ulama itu yang jadi NU, jadi pusatnya NU dulu itu ya disini dibawa oleh Mama Sepuh," paparnya sambil menyebut nama-nama ulama yang tadinya Masyumi tersebut.

Khoerudin menyebutkan, secara organisasi, saat itu NU pungangan masih menginduk ke Kecamatan Pabuaran dan pengurus cabangnya adalah Purwakarta. (Aiz Luthfi/Fathoni)

10/01/2023
31/12/2022
19/12/2022

Selalu bertanya.
Kenapa...?
Bagaimana...?
Ko bisa ?

Al huda
14/12/2022

Al huda

https://youtu.be/veBOFmvffGM
18/10/2022

https://youtu.be/veBOFmvffGM

Assalamualaikum Sahabat heri, hari ini kita akan ikut acara HARLAH NU KE 96 ZIARAH KE MAKAM PENDIRI NU KAB.SUBANG yang bertempat di Dusun Pungangan desa Ranc...

Address

Subang
41263

Telephone

+6283816261975

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pondok pesantren Al Huda Bani Syamsuddin Pungangan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Pondok pesantren Al Huda Bani Syamsuddin Pungangan:

Shortcuts

Share

Category