12/02/2015
Overactive or Hiperactive yaa ?
Ayah bunda, kita sebagai orang tua kadang-kadang dibuat bingung atau jengkel dengan kelakuan anak kita. Kita sering menganggap tingkat kelakuan atau perilaku anak diluar kewajaran. Kita bertanya dalam hati anak itu mungkin termasuk anak yang hiperaktif atau overaktif. Agar kita tidak bimbang, berikut tips mengenal sifat anak hiperaktif atau overaktif.
Untuk menentukan apakah seorang anak hiperaktif atau tidak, anak perlu dibawa ke psikolog. Meskipun demikian, kita sebagai orang tua mungkin perlu paham sedikit mengenai hiperaktif sehingga tidak dengan gampang memberi sebutan hiperaktif pada seorang anak. Menurut pandangan psikolog, seorang anak dikatakan hiperaktif jika menunjukkan gejala-gejala seperti:
Sering gelisah, dapat dilihat dari gerak tangan atau kaki atau menggeliat-geliat,
Sering meniggalkan tempat duduk,
Sering lari atau memanjat pada situasi yang tidak sesuai,
Sering mengalami kesulitan dalam bermain atau beristirahat,
Sering bergerak bukan karena kemauan anak atau anak selalu jalan terus,
Sering berbicara secara berlebih-lebihan,
Sering menjawab dengan cepat pertanyaan yang belum selesai ditanyakan,
Memiliki kesulitan untuk menunggu atau mengantri,
Sering memotong pembicaraan.
Anak yang hiperaktif minimal menunjukkan 6 gejala dari 9 gejala diatas dan gejala tersebut minimal telah terjadi selama 6 bulan.
Jika seorang anak melakukan kegiatan ada tujuannya atau maksudnya, kemungkinan besar anak tersebut bukan hiperaktif tetapi overaktif. Anak yang overaktif adalah anak yang memiliki energi berlebih. Biasanya anak overaktif juga memiliki banyak ide dan kemampuan inteligensi yang baik sehingga ada saja yang dikerjakannya. Sekilas anak yang overaktif mirip dengan anak yang hiperaktif, sama-sama banyak gerak. Tetapi bila diperhatikan dengan seksama mereka mempunyai perbedaan yang berarti. Anak yang hiperaktif bergerak atau beraktivitas tanpa memiliki tujuan/maksud. Contohnya, anak yang hiperaktif pegang mobil-mobilan ya hanya sekedar pegang, sebentar kemudian mungkin dilempar/ditinggalkan untuk berlari yang sekedar berlari. Sementara itu, anak yang overaktif ketika memegang mobil-mobilan dia memang bermaksud bermain dengan mobil-mobilannya sehingga dia akan asyik bermain mobil-mobilan sampai puas, setelah puas dia baru beralih ke kegiatan yang lain.
Perbedaan yang lain antara anak hiperaktif dan anak overaktif adalah pada permasalahan yang muncul akibat dari perilaku anak. Anak overaktif biasanya tidak memiliki permasalahan yang berarti baik dalam hubungan dengan keluarga, teman sebaya maupun permasalan sekolah. Anak yang overaktif biasanya justru memeliki prestasi sekolah yang baik. Sebaliknya anak yang hiperaktif biasanya memiliki permasalahan dalam hubungan dengan keluarga, teman sebaya, dan memiliki permasalahan dalm sekolah.
Demikian sekilas cara kita untuk mengenali sifat anak hiperaktif atau overaktif. Sehingga ayah bunda sebagai orang tua tidak membuat anggapan yang buruk dan dapat memperlakukan pendidikan secara tepat dan bijaksana kepada anak. Taburkan cinta dan kasih sayang kepada sang buah hati. Semoga bermanfaat.