12/01/2022
MENYAN
Dalam sejarah tidak bisa dipungkiri bahwa menyan berperan besar dalam perkembangan budaya umat manusia terutama ummat beragama. Baik agama samawi maupun yg lainnya.
Tapi entah karena fenomena apa menyan akhir2 ini selalu dimusyrikan bahkan dikafirkan.
Ritual menggunakan menyan telah dilakukan manusia sejak ribuan tahun sebelum Masehi digunakan oleh bangsa Mesir kuno, Babilonia, Yunani, Eropa, Arab dan Indonesia.
Menyan di Indonesia khususnya ditanah jawa sangat tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari khususnya pada masyarakat jawa bagian selatan. Karena konon mereka lebih kental dengan budaya kejawen dan penyebaran Islam di selatan tidak se- masive di utara. Namun penggunaan menyan disini tidak untuk memuja maupun menyembah selain Allah. Mereka membakar menyan diawali dengan bismillah dan diteruskan dengan bacaan doa dan pitutur dalam bahasa jawa dan bahasa arab. Disertai dengan sesaji yg berisi kembang2 dan rupa2 makanan.
Tidak dapat dipisahkan p**a dalam kenyataannya menyan memberikan banyak manfaat.
Salah satunya adalah
1.) Aromaterapi (pengharum), karena baunya yg harum dan menyengat. menyan banyak digunakan sebagai wewangian atau pengharum ruangan bukan untuk mengundang arwah dan menarik makhluk halus.
2) Anti-depresan (relaksasi), penggunaan menyan sebagai campuran rokok dan wewangian dapat menciptakan efek relaksasi dan menenangkan, oleh karena itu banyak dijumpai ditiap rumah untuk memuliakan tamu terdapat lintingan yg berisi tembakau, kelembak dan menyan. Agar para tamu lebih luwes dalam mengobrol (ngedong) sambil minum kopi.
3) Social Merging (penyatuan sosial), para perokok menyan akan selalu menanyakan tentang keberadaan menyan (jenis menyan yg dimiliki ) sebagai awal dari sosialisasi yang akhirnya akan berlanjut pembicaraan tentang hal2 yg lain.
Maka dalam menyikapi segala sesuatu yg terjadi dalam masyarakat diperlukan ilmu. Memang dalam kenyataannya Islam di Indonesia tidak terlepas jasa para wali. Karena keluwesan, kehati-hatian mereka dalam mengajarkan islam dimana budaya agama2 sebelumnya masih kental dalam jiwa2 masyarakat Jawa.
Sejarah budaya dan karakter bangsa memang perlu dipelajari secara luas dan utuh. Agar menjadi Insan yg dewasa dan luas dalam berpikir. Dan lebih lagi menjadi ummat yang tidak kagetan dan mudah mengambil kesimp**an.
Saya sendiri sedari kecil sampai sebelum umur 27 belum pernah mengetahui wujud menyan. Dulu hanya mencium aromanya dan selalu berpikiran tentang sesuatu yg mistis. sampai akhirnya saya tinggal dan berbaur dengan masyarakat. sampai paham fenomena dan sejarah menyan. Mungkin andaikata saya tidak pernah berbaur dengan masyarakat ahli menyan saya akan tetap menganggap bahwa menyan itu simbol kemusyrikan.
Karanggedang, Jan 12 2022
Abu Ameera