Pesantren Baitul Qur'an

Pesantren Baitul Qur'an

Share

Lembaga pendidikan fornal "Diknas & Depag" berbasis Qur'an dibawah naungan yayasan Baiturrahman Mahad Baitul Quran Jawa Tengah beralamatkan di Dukuh Garut, Ds.

Mahad Baitul Qur'an Jawa Tengah Indonesia berdiri pada tanggal 27 Juni 2010 dan didirikan oleh Yayasan Baiturrahman Indonesia. Dawung, Kec. Sambirejo, Kab. Sragen - Jawa Tengah.

11/02/2020

ORANG MISKIN ITU ADALAH ORANG YANG BANYAK HARTA SEDIKIT SEDEKAHNYA DAN MATI DALAM KEADAAN KAYA.

19/11/2019

AYOO UMROH BERSAMA kami "HASANAH Tour & Travel" (BAITUL QUR'AN Group)

Photos from Pesantren Baitul Qur'an's post 28/10/2019

UPACARA HARI SUMPAH PEMUDA PONPES BAITUL QUR'AN SRAGEN

31/08/2019

.
*KONTEMPLASI DIRI*
(Bagian 1)
(01/09/2019)

"Kontemplasi Diri" atau merenung dengan kesungguhan, ketenangan disertai memberdayakan hati dengan baik dan benar untuk memahami diri kita masing-masing dalam menjalani kehidupan dunia ini sebagai kerja amal dalam pengump**an bekal menuju akherat.

Mugkin ada orang yang mengalami fase dalam hidup ini terasa menjadi orang paling terpuruk di dunia, sehingga seolah tidak ada lagi perhatian, keberpihakan dari siapapun bahkan merasa bahwa Tuhanpun telah membencinya, sehingga nenimbulkan sikap anti dunia dan ingin segera meninggalkannya.

Mungkin jaga ada yang merasa menemukan fase dalam hidup ini dimana seolah keberuntungan selalu berpihak dan berduyun-duyun menghampirinya. Sehingga merasa Tuhan sangat-sangat menyayanginya, sehingga menimbulkan sikap sangat mencintai dunia dan takut mati.

Dan mungkin juga ada yang mengalami fase hidup silih bergantinya keberuntungan/kebahagian dengan kekurangan/kesedian, sehingga tidak dapat merasakan/tidak bisa menikmati hidup ini sebagaimana mestinya, sehingga muncullah sikap acuh terhadap peristiwa/kejadian yang terjadi.

Ketiga peristiwa/kejadian di atas bukanlah menggambarkan sikap sebagai seorang muslim baik/taat, seorang muslim seharus dapat memahami dan mensikapi hidup ini sebagai hamba اللَّهِ yang terikat oleh qodho' dan qodar-Nya.

Perhatikan firman اللَّهِ Azza wa Jalla berikut :

وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ قَدَرًا مَقْدُورًا
“…Dan adalah ketetapan اللَّهِ itu suatu ketetapan yang pasti berlaku.” [Al-Ahzab/33 :38]

Rasululloh saw juga bersabda :

حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ حَفْصٍ حَدَّثَنَا أَبِى حَدَّثَنَا الأَعْمَشُ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ وَهْبٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَهْوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوقُ « إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ فِى بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا، ثُمَّ يَكُونُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُونُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَبْعَثُ اللَّهُ إِلَيْهِ مَلَكًا بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ، فَيُكْتَبُ عَمَلُهُ وَأَجَلُهُ وَرِزْقُهُ وَشَقِىٌّ أَوْ سَعِيدٌ، ثُمَّ يُنْفَخُ فِيهِ الرُّوحُ، فَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ، فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ، فَيَدْخُلُ الْجَنَّةَ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ، حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ، فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُ النَّارَ »

Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah mencertikan kepada kami Rasulullah saw : “Sesungguhnya salah satu dari kamu (sperma) dikumpulkan dalam perut ibumu selama 40 hari, kemudian menjadi segumpal darah selama itu juga, kemudian menjadi segumpal daging selama itu juga, kemudian اللَّهِ mengutus malaikat untuk menyerukan 4 hal. kemudian malaikat itu menulis _*amalnya, rezekinya, ajalnya, yang buruk maupun yang baik*_. Kemudian ditiupkan ruh ke dalam segumpal daging tersebut. Maka sesungguhnya salah seorang diantara kamu mengerjakan amalan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka itu tinggal satu hasta, sampai melebihi apa yang telah ditetapkan padanya, tetapi kemudian ia mengerjakan amalan ahli surga, maka ia masuk ke dalam surga. Dan salah satu diantara kamu mengerjakan amalan ahli surga hingga jarak antara ia dan surga tinggal satu hasta, sampai ia melebihi apa yang telah ditetapkan padanya dan mengerjakan amalan ahli neraka, maka ia masuk ke dalam neraka". (HR. Bukhari)

Ayat Qur'an dan Hadits di atas sangatlah jelas, segala sesuatu yang terjadi/yang menimpa manusia tidak terlepas dari kehendak/ketetapan اللَّهِ Ta'ala.

Penyikapan terhadap qodho' dan qodar (takdir) yang baik dan benar merupakan titik tolak dalam menentukan langkah hidup selanjutnya.

DR. Yusuf Qardhawi menerangkan bahwa banyak orang salah dalam memahami persoalan takdir dan salah mengambil sikap dalam bertawakal, hal ini dikarenakan melupakan hukum sebab-akibat, mereka hanya melihat hasil akhir dan tidak melihat proses, padahal sebab-akibat merupakan salah satu qadha’ اللَّهِ.

Dicontohksn beliau, ketika banyak orang terkagum-kagum dengan keberhasilan Dzulkarnain dalam pemerintahannya, اللَّهِ menerangkan rahasia suksesnya Dzulkarnain karena kehendak-Nya, dikarenakan patuhnya Dzulkarnain mengikuti proses sebab-sebab kesuksesan tersebut.

Firman اللَّهِ :

وَيَسْئَلُونَكَ عَن ذُىلْقَرْنَيْنِ ،قُلْ سَأَتْلُوْا عَلَيْكُمْ ذِكْرًا [83] إِنَّا مَكَّنَّا لَهُ فِى اْلأَرْضِ وَاَتَيْنَهُ مِنْ كُلِّ شَيْءٍٍ سَبَبًا[84] فَأََتْبَعَ سَبَباً [85]
Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulqarnain. Katakanlah: “Aku akan bacakan kepadamu cerita tentangnya”. Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan/sebab-sebab (untuk mencapai) segala sesuatu, maka diapun menempuh sebab-sebab itu. (QS. Al Kahfi: 83-85)

Sedang DR. Abdullah Nashih Ulwan, mejelaskan dua dimensi taqdir dari sudut pandang makhluk :
1. Taqdir yang musayyar (yang hamba tidak ada ikhtiyar di dalamnya). dan
2. Taqdir yang mukhoyyar (yang hamba diharuskan berikhtiyar dan disediakan balasan atas ikhtiyarnya itu).

Atas sifat kasih sayang اللَّهِ, manusia diberikan potensi dan sarana yang bersifat musayyar (akal, petunjuk, peluang, fisik, dsb) yang dengan potensi itu hamba harus berikhtiyar/berproses sehingga hadir ketentuan اللَّهِ yang terbaik untuk hamba-Nya.

Dengan kata lain, usaha untuk memenuhi ketentuan sebab-akibat itulah tempatnya ikhtiyar, adapun atas hasilnya tentu sesuai dengan qadar اللَّهِ yang kemudian kita dituntut untuk bertawakal.

Firman اللَّهِ :

إِنَّ اللهَ لاَ يُغَيِّرُ ماَ بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِِِّرُوْا مَا بِأَنْفُسِهِمْ؛ وَ إِذَا أَرَادَ اللهُ بِقَوْمٍ سُوْءًا فَلاَ مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهِ مِنْ وَالٍٍٍٍ [الرعد:11]
“Sesungguhnya اللَّهِ tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila اللَّهِ menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia." (QS. Ar Ra’du 11).

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ(18)
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada اللَّهِ dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada اللَّهِ, sesungguhnya اللَّهِ Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan". (QS. Al Hasyr 18)

“Barangsiapa yang mengerjaka amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan". (QS. An Nahl 97).

👉BERSAMBUNG👉👉👉

09/08/2019

Ayoo UMROH BERSAMA "HASANAH tour & travel" (BAITUL QUR'AN Group)

21/06/2019

..
*REUNGAN HARI INI*
(22/06/2019)

BERHARAPLAH HANYA KEPADA الله
​​
Berharap adalah fitrah manusia, hanya orang gila dan orang dalam keadaan sekaratul maut saja orang yang berhenti dari berharap, yang perlu dipikirkan kembali kepada siapa seseorang harus berharap.

Tidak akan pernah ada yang salah dengan harapan tersebut, sebesar apapun harapan itu digantungkan, yang salah adalah kepada siapa seseorang menggantungkan harapan.

Banyak orang menggantungkan harapan ke sesama manusia yang terlihat sempurna di matanya, padahal itu sebenarnya hanya karena الله masih menutup aib orang yang dianggap sempurna tetsebut. Andai saja الله berkenan menunjukan sedikit saja aib orang itu, pasti setiap manusia tidak akan pernah menggantungkan harapan kepada sesama manusia.

Kalau toh masih berharap kepada seseorang, pasanglah ekspektasi sewajarnya saja, agar ketika harapan itu tidak terpenuhi tidak menimbulkan kekecewaan yang mendalam.

Bukankan kita sudah sangat sering dengar kata *"Berharaplah Hanya Kepada الله"*, bagi kita yang beragama Islam juga sudah sangat mengenal surar dalam Al-Qur'an yang diberi nama Al-Ikhlas

قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ ﴿الإخلاص
1. Katakanlah (Muhammad):, “Dialah الله, Yang Maha Esa,
(Syaikh Al Utsaimin mengatakan kalimat (اللَّهُ أَحَدٌ) –artinya الله Maha Esa-, maknanya bahwa الله itu Esa dalam keagungan dan kebesarannya, tidak ada yang serupa dengan-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya).

اَللهُ الصَّمَدُ
2. Allah tempat bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
(Ibnul Jauziy mengatakan (الصَّمَدُ) = tempat makhluk menggantungkan segala harapan pada-Nya.

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ ﴿الإخلاص
3. (Alloh) tidak beranak dan tidak p**a diperanakkan.
(Kalimat (وَلَمْ يُولَدْ) maksudnya adalah tidak disekutui).

وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا أَحَدٌۢ ﴿الإخلاص
4. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”
(Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di mengatakan makna ”dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia” yaitu tidak ada yang serupa (setara) dengan الله dalam nama, sifat, dan perbuatan).

Surah Al-Ikhlas diatas sangat jelas mengajarkan kepada orang muslim dasar ilmu TAUHID, utamanya agar hanya berharap pada الله saja, sebagai penguasa tunggal yang mempunyai segalanya yang diharapkan semua mahkluq-Nya, sebagai tanda keikhlasannya.

Untuk itu pasanglah ekspektasi hanya pada الله. Dengan begitu, tidak perlu takut pada apapun yang dilakukan orang kepada kita, kita juga akan bisa lebih legawa, jika mereka tidak memenuhi harapan kita, bahkan bila meninggalkan kita sekalipun. Juga bila seseorang berbuat sesuatu yang tidak kita sangka-sangka, apapun yang mereka lakukan tidak begitu berdampak bagi kita, karena kita masih punya harapan yang lebih besar yakni berharap kepada الله Yang Maha Segalanya, tempat semua makhluq bergantung pada-Nya.

Sebaik apapun kita, tidak semua kebaikan itu mendapat apresiasi dari orang lain, manusia itu cepat lupa dan atau melupakan.

Maka ada seorang mengatakan kesalahan terbesar manusia itu diawali ketika seseorang meletakkan harapan yang berlebih kepada sesama manusia, namun sayang hal ini tetap saja masih terus dilakukan.

Ketahuilah, hanya الله lebih mengenal diri kita di banding siapapun, termasuk diri kita sendiri. Karenanya hanya الله lah yang mengetahui apa yang kita perlukan dan الله akan memberikan apa yang kita perlukan tetsebut, bukan memberi apa yang kita inginkan.
*والله أعلم بالصواب*

20/06/2019

.
*ISLAM ANTI RASISME*
(21/06/2019)

*Bilal Bin Rabah ra.* adalah salah satu nama yang cukup terkenal dalam sejarah Islam. Seorang budak Negro dari Habsyah (Ethiopia) yang telah dimuliakan oleh Islam. Bilal merupakan bukti nyata dari sejarah penghormatan Islam atas kesetaraan sosial, tidak membedakan berasal dari kampung atau kota, dan warna kulit
(anti rasisme)

Lahir pada 680 Masehi di Mekkah, bersama orang tuanya - Rabah dan Hamamah - Bilal juga menjadi budak dari Umayyah bin Khalaf, seorang musuh Islam.

Ketika Umayyah mendengar bahwa Bilal masuk Islam, ia menyiksanya dan memaksanya untuk melepaskan keimanan barunya. Tetapi dengan penuh kecintaan kepada Nabi Muhammad saw dan Islam, Bilal tetap teguh dalam keimanannya. Meskipun ia disiksa dengan kejam ia terus mengatakan "Ahad, Ahad, Ahad." (Allah itu satu, Allah itu satu)

Ketika Nabi Muhammad saw mengetahui tentang penganiayaan yang dialami Bilal, ia mengutus Abu Bakar ra, untuk menebusnya dari sang penindas dan membebaskannya dari perbudakan.

Kebebasan ini adalah hadiah pertama Islam kepada Bilal. Khalifah Kedua Umar Bin Khattab menghormati Bilal dengan menyebutnya sebagai Sayyidina (pemimpin kami).

Bilal menjadi salah seorang sahabat yang sangat dipercaya dan setia kepada Nabi Muhammad saw. Beliau termasuk orang yang awal-awal masuk Islam. Bilal ikut hijrah bersama Nabi Muhammad saw ke Madinah dan ikut dalam pertempuran-pertempuran besar termasuk perang Badar, Uhud, Khandaq dll. Saat Perang Badar, ia berhashil membunuh musuh Islam dan orang yang memperbudaknya dan menindasnya - Umayyah.

Nabi Muhammad saw adalah orang pertama yang menyatakan kesetaraan diantara manusia dalam sejarah peradaban dunia pada 1400 tahun yang lalu. Dihadapan lebih dari 120.000 sahabat saat haji, beliau menyatakan:

"Wahai para manusia, ingatlah sesungguhnya Tuhan kalian itu satu, dan bapak kalian itu satu. Ingatlah, tidak ada keunggulan orang Arab atas orang ajam/asing, dan tidak bagi orang ajam atas orang Arab, tidak bagi orang kulit putih atas kulit hitam, dan tidak bagi orang kulit hitam atas kulit putih kecuali karena taqwanya."

Nabi memilih Bilal menjadi salah satu sahabat yang mulia. Munculnya Bilal sebagai seorang yang menonjol dalam sejarah Islam adalah bukti pentingnya pluralisme dan kesetaraan ras dan sosial dalam Islam.

Saat Abdullah bin Ziyad menceritakan bahwa ia telah bermimpi diajari metode dan kalimat Azan, Nabi Muhammad saw menyukainya dan menunjuk Bilal sebagai orang pertama yang mengumandangkan azan di Madinah dengan bacaan tersebut. Ketika Umar ra mendengar azan, ia bergegas mendatangi Nabi Muhammad saw dan mengatakan kepada beliau bahwa ia juga bermimpi azan dengan bacaan yang sama. Dengan demikian azan dikumandangkan pertama kali oleh Bilal. Nabi saw menunjuknya sebagai Muazzin Rasul.

Karena Bilal merupakan orang Afrika pertama yang memeluk Islam, umat Islam Afrika masih merasa bangga dengan kehormatan yang diberikan kepada orang Afrika tersebut.

Kehormatan besar lainnya bagi Bilal adalah setelah Fatah Mekkah pada 8 Hijriah. Ketika kota Mekkah menyerah dan semua orang baik Muslim dan non Muslim berkumpul di suatu halaman, Nabi saw meminta Bilal untuk menaiki atap Ka'bah dan mengumandangkan azan dari atasnya. Ini adalah azan pertama yang dikumandangkan di Mekkah al-Mukarromah.

Begitulah pengabdian Bilal di dalam Islam dan pencapaian kerohanian yang ia dapatkan.

Suatu kali Nabi Muhammad saw bersabda padanya:

"Wahai Bilal, perbuatan khusus apa yang telah engkau lakukan sehingga saya mendengar suara langkahmu berjalan di depanku di Surga." Bilal menjawab, "Setiap kali saya berwudhu, saya melaksanakan shalat dua rakaat sebagai Tahiyyatul Wudhu."

Bilal merupakan seorang Ashabssuffah. Istilah Ashabussuffah adalah sebutan kepada para sahabat yang tinggal di beranda, disamping masjid Nabi saw di Madinah setelah hijrah dan mempelajari ilmu-ilmu agama disana.

Satu bukti bahwa Islamlah pelopor ANTI RASISME yang mengakui keseteraan sosial, tidak ada kelebihan bagi orang kulit putih terhadap kulit hitam atau sebaliknya begitu juga tidak ada kelebihan bangsa Arab atau non Arab atau sebaliknya, kecuali yang membedakan adalah taqwanya.

Sebagaiamana Firman Alloh berikut :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.
(QS. 49/Al-Hujurat 13).

*والله أعلم بالصواب*

19/06/2019

KEKOTAANMU TIDAK AKAN BISA MEMULIAKAN KAMU DENGAN MENGKAMPUNGKAN ORANG LAIN

19/06/2019

.
*KEENGGANAN JAMAAH SHOLAT SUBUH*
(20/06/2019)

Mengapa jamaah sholat Subuh di masjid kita sepi...?, atau bahkan mengapa kita sendiri enggan menghadiri sholat Subuh berjamaah...?, mungkin inilah penyebab utama keengganan kita menghadiri jamaah sholat Subuh di masjid.

Rasululloh saw. bersabda :

يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلاَثَ عُقَدٍ ، يَضْرِبُ كُلَّ عُقْدَةٍ عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ فَارْقُدْ ، فَإِنِ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ ، فَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ ، فَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ ، وَإِلاَّ أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلاَنَ
“Ketika kalian tidur, syetan membuat tiga ikatan di tengkuk kalian. Di setiap ikatan setan akan mengatakan, “Malam masih panjang, tidurlah!” Jika ia bangun lalu berdzikir pada Allah, lepaslah satu ikatan. Kemudian jika ia berwudhu, lepas lagi satu ikatan berikutnya. Kemudian jika ia mengerjakan shalat, lepaslah ikatan terakhir. Di pagi hari dia akan bersemangat dan bergembira. Jika tidak melakukan seperti ini, jiwanya jadi kotor dan malas.” (HR. Al Bukhari)

Jika kita lihat fenomena kehidupan umat Islam dewasa ini, agaknya program rutin setiap malam yang dilakukan syetan ini cukup berhasil. Indikatornya, banyak masjid dan musholla yang sepi saat Subuh. Banyak muslim yang terlambat bangun alias kesiangan. Lalu efeknya, kita mendapati masyarakat muslim yang karakternya jauh dari nilai-nilai Islam dan semangat beramalnya rendah.

Agar kita bisa melepaskan diri dari tiga ikatan syetan tersebut, tidak ada cara lain kecuali mengikuti petunjuk Rasulullah.

*PERTAMA "Bangun dan Berdoa"*

Langkah pertama adalah segera bangun sebelum fajar (bisa dibantu dengan bunyi alarm) dan berdoa. Doanya adalah sebagaimana yang diajarkan Rasulullah:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ
“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan (membangunkan) kami setelah mematikan (menidurkan) kami dan kepada-Nyalah kami dibangkitkan” (HR. Al Bukhari)

Dengan bangun dan mengucapkan doa ini, satu ikatan syetan terlepas.

*KE-DUA "Berwudhu"*

Tidak sedikit orang yang bangun sebelum fajar, tetapi ia hanya ke kamar mandi untuk buang air kecil kemudian tidur lagi. Artinya ia belum bisa lepas dari seluruh ikatan syetan. Tetapi jika setelah bangun dan berdoa ia kemudian berwudhu, maka terlepaslah ikatan yang kedua.

*KE-TIGA "Shalat"*

Dengan melakukan shalat malam minimal dua rakaat, terlepaslah ikatan syetan yang ketiga. Jadi seluruh ikatan tersebut lepas sudah. Dan karenanya jiwa orang tersebut menjadi bersih dan ia bersemangat di pagi harinya. Semangat beribadah, semangat beramal, semangat menyemai kebajikan, sehingga juga menjadi bersemangat langkahkan kaki menuju masjid untuk sholat subuh berjamaah.

Jangan tunda lagi, mari mulai malam ini kita lakukan tahapan penting sebagaimana di atas, tabir rahasia yang telah Allah bukakan untuk kita, melalui resep mahal yg disampaikan Rasululloh saw. yang tak seorangpun mampu membuatnya dan tidak mungki salah apa yang disampaikan oleh kekasih
Alloh Yang Maha Pengasih tersebut.

*والله أعلم بالصواب*

Want your school to be the top-listed School/college in Sragen?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Address


DS. DAWUNG, KEC. SAMBIREJO
Sragen