01/03/2021
*RUMAHKU SURGAKU( Baiti Jannati)*
Baiti jannati, rumahku adalah surgaku merupakan sebuah gambaran tentang tempat tinggal yang di dalamnya penuh dengan suasana aman, nyaman, bahagia, penuh kasih sayang dan keberkahan. Dan kondisi seperti inilah yang tentunya sangat diharapkan oleh setiap anggota keluarga. Tercitptanya baiti jannati tentu sudah menjadi tugas setiap anggota keluarga, bukan hanya dari salah satu pihak saja. Ada ayah, ibu, adik, kakak, atau anggota keluarga yang lain yang ikut andi dalam upaya mewujudkan baiti jannati.
Demi terwujudnya baiti jannati, beberapa hal yang harus dilakukan adalah:
*1. Jadikan anggota keluarga dekat dengan Alloh*
Sholat dan memperbanyak tilawah Al Qur’an merupakan sarana untuk mendekatkan diri pada Alloh. Ajak anggota keluarga untuk senantiasa membiasakan hal tersebut. Terutama bagi anak-anak, mengenalkan dan membiasakan sholat lima waktu dan senang membaca Al Qur’an sedari dini adalah hal wajib yang harus dilakukan oleh setiap orang tua muslim. Hingga sholat dan membaca Al Qur’an akan menjadi kebutuhan mereka di kemudian hari. Rumah yang di dalamnya selalu dihiasi dengan sholat dan bacaan Al Qur’an akan selalu hidup dan bercahaya, serta menjadi motivasi bagi penghuninya untuk selalu mengingat dan melakukan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
*نوروا منازلكم بالصلاة وقراءة القرآن*
“Terangilah rumah-rumahmu dengan shalat dan membaca Al Quran.” (HR. Baihaqi)
*2. Jadikan rumah sebagai rumah ilmu.*
Rumah (keluarga) merupakan tempat pertama kali anak mengenyam pendidikan dan tempat membentuk karakter. Dari rumah anak mengenal adap dan sopan santun, dari rumah anak mengenal makna perbuatan baik dan buruk. Apa yang mereka dapatkan dari rumah akan mewarnai hidup mereka dikemudian hari. Segala sesuatau yang ada di lingkungan rumah pun bisa dijadikan sumber ilmu, baik itu manusianya (penghuni rumah) ataupun benda-benda yang ada di dalam maupun di luar rumah. Rumah merupakan tempat untuk saling berbagi pengalaman antar anggota keluarga. Setiap anggota keluatga bisa menceritakan pengalaman-penngalaman mereka ke anggota keluarga yang lain. Setiap peristiwa bisa dijadikan sebagai sumber ilmu dan hikmah. Dengan demikian akan