19/10/2021
https://youtu.be/K0FN5mwF7T8
Memperingati MAULID NABI bersama MMS HUBBUL WATHON
Yayasan rumah Qur'an lubawi dalam rangka memperingati MAULID NABI bersama MMS HUBBUL WATHON (Majlis Manaqib & Sholawat) yg diselenggarakan rutin setiap tahun...
29/04/2021
Setelah nantinya kebiasaanmu mendarah daging , sekalipun tak lagi dibangunkan semoga bersama Rahmat Allah engkau bisa mendirikannya keakarabanmu dengan Rabb yang begitu mengasihimu yang tak pernah membeda-bedakan status sosialmu, yang bilamana engkau meminta ia memberi yang bilamana engkau mengharapkan kebaikan ia memilihkan yang terbaik untukmu. Bangunlah agar ia ridho padamu maka kau akan di kejutkan dengan pemberian nya yang begitu agung padamu.
Habituasi qiyamullail
19/04/2021
" subuh di dekap Alqur'an
kemudian riuh melindai
suara - suara lantunan
sungguh lisan ini sangat merindukanmu Alqur'an".
فمي بشوق
lisanku dalam kerinduan (Alqur'an).
12/04/2021
kami segenap keluarga dan para pengurus yayasan rumah Qur'an lubawi mengucapkan selamat menyambut datangnya bulan suci ramadhan 1442 H taqobalAllah siyamana wa siyamakum selamat menunaikan puasa bulan suci ramadhan 🙏😇
09/04/2021
“Awal turunnya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dimulai dengan ar ru’ya ash shadiqah (mimpi yang benar dalam tidur). Dan tidaklah Beliau bermimpi kecuali datang seperti cahaya subuh. Kemudian Beliau dianugerahi rasa ingin untuk menyendiri. Nabi pun memilih gua Hira dan ber-tahannuts. Yaitu ibadah di malam hari dalam beberapa waktu. Kemudian beliau kembali kepada keluarganya untuk mempersiapkan bekal untuk ber-tahannuts kembali. Kemudian Beliau menemui Khadijah mempersiapkan bekal. Sampai akhirnya datang Al Haq saat Beliau di gua Hira. Malaikat Jibril datang dan berkata: “Bacalah!” Beliau menjawab: “Aku tidak bisa baca”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan: Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: “Bacalah!” Beliau menjawab: “Aku tidak bisa baca”. Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: “Bacalah!”. Beliau menjawab: “Aku tidak bisa baca”. Malaikat itu memegangku kembali dan memelukku untuk ketiga kalinya dengan sangat kuat lalu melepaskanku, dan berkata lagi: (Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah)” (HR. Bukhari no. 6982, Muslim no. 160).
Kemudian di Nusantara metode pembelajaran mengaji dikenal dengan jibrilan. oleh sebab ketika malaikat Jibril memberikan Wahyu pertama dengan membacakan berulang-ulang maka metode talakki pertama kali diadakan pada kenabian pertama di gua Hiro oleh malaikat Jibril.