ULL Mix terbaru bersama kini sudah tayang di YouTube.
Dalam episode kali ini, Seiji Oda mengajak kita melihat lebih dekat budaya tofu di Jepang yang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari sejak era Edo. Dari tofu sutra hingga tofu goreng, makanan sederhana ini terus berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan akar tradisinya.
Cerita berfokus pada Mori Tofu Shop, toko tofu generasi ketiga yang hampir berusia 100 tahun di Okusawa, Setagaya. Di tengah era produksi massal, mereka tetap mempertahankan proses pembuatan tofu dan susu kedelai secara tradisional. Bagi Etsuro Mori, kehadiran langsung dalam setiap tahap produksi adalah kunci untuk menghasilkan cita rasa yang tidak bisa ditiru oleh pabrik besar.
Didukung kepercayaan dan apresiasi dari warga sekitar selama beberapa generasi, suara proses pembuatan tofu yang terdengar setiap pagi masih menjadi bagian dari kehidupan Okusawa hingga hari ini. Sebuah kisah tentang tradisi, dedikasi, dan bagaimana sebuah makanan sederhana dapat menjadi warisan budaya yang terus hidup dari generasi ke generasi.
Source:
Metronomdj
Media platform focuses on electronic music & lifestyle in Jakarta, Indonesia. Stay up-to-date with metronomdj.com
06/06/2026
Odd Future berawal dari ide sederhana yang pada tahun 2006, saat berusia 15 tahun, menggambar logo donat ikonik yang kemudian menjadi identitas kolektif tersebut. Awalnya hanya proyek kreatif bersama teman-temannya, OFWGKTA (Odd Future Wolf Gang Kill Them All) berkembang menjadi wadah bagi rapper, produser, fotografer, desainer, dan berbagai kreator muda yang bergerak bersama di luar jalur industri musik konvensional.
Melalui proyek The Odd Future Tape Vol. 1 pada 2008 dan kehadiran mereka yang kuat di Tumblr, Odd Future berhasil membangun komunitas penggemar yang loyal. Popularitas mereka terus meningkat hingga merilis satu-satunya album resmi kolektif, The OF Tape Vol. 2, pada 2012. Namun sekitar tahun 2015, para anggotanya mulai fokus pada perjalanan masing-masing dan aktivitas kolektif pun perlahan berhenti tanpa pengumuman bubar secara resmi.
Meski sudah tidak aktif, pengaruh Odd Future masih terasa hingga sekarang. Kolektif ini menjadi titik awal lahirnya nama-nama besar seperti Tyler, The Creator, Frank Ocean, Earl Sweatshirt, Syd, dan Steve Lacy. Lebih dari sekadar grup atau kolektif musik, Odd Future meninggalkan warisan besar melalui karier-karier luar biasa yang tumbuh dari dalamnya dan terus membentuk budaya musik modern hingga hari ini.
Source: Odd Future’s
05/06/2026
Sepertinya sudah mulai memasuki era album berikutnya.
Belum lama ini, Skrillex membagikan apa yang diduga sebagai tracklist untuk proyek barunya yang berjudul SOMA. Proyek tersebut berisi 13 lagu dengan durasi total sekitar 42 menit, menggabungkan beberapa rilisan terbaru serta sejumlah judul lagu yang masih belum pernah dirilis sebelumnya.
Setelah berbulan-bulan diramaikan rumor dan rentetan single bernuansa klub yang terus bermunculan, unggahan ini menjadi petunjuk paling kuat sejauh ini bahwa proyek besar berikutnya dari Skrillex mungkin sudah semakin dekat.
Meski belum ada konfirmasi resmi terkait tanggal rilisnya, para penggemar tentu mulai berspekulasi dan menantikan apa yang akan dibawa Skrillex lewat SOMA. Kalau benar terealisasi, album ini berpotensi menjadi babak baru berikutnya dari salah satu nama paling berpengaruh di musik elektronik.
Source: Edm Music
Travis baby nada style yang tepat buat baby ini 🤣😎
Source: Joel Bear
04/06/2026
siap merilis album barunya bertajuk Music, Fashion, Film pada 24 Juli mendatang.
Menariknya, artwork album ini menampilkan tiga nama besar di bidangnya masing-masing: John Cale, Marc Jacobs, dan Martin Scorsese sesuai dengan tema musik, fashion, dan film yang diangkat.
Album ini juga akan memuat dua single yang sudah lebih dulu dirilis, yaitu SS26 dan Rock Music. Saat memperkenalkan lagu Rock Music ke VOGUE, Charli bahkan sempat melontarkan pernyataan kontroversial bahwa era dancefloor telah berakhir.
Selain sibuk dengan proyek musik terbarunya, Charli juga baru saja diumumkan sebagai global brand ambassador pertama untuk Nothing. Ia bergabung bersama The Weeknd dan Swedish House Mafia yang sebelumnya telah menjadi investor di perusahaan teknologi asal London tersebut.
Siap menyambut era baru Charli? 👀
Source: Charli xcx
03/06/2026
Kabar membanggakan datang dari industri kreatif Indonesia. .studio, studio ilustrasi asal Depok, resmi terlibat dalam proyek musik terbaru bertajuk Hate That I Made You Love Me.
Melalui unggahan di akun Instagram mereka, Rising67 Studio membagikan rasa syukur sekaligus kebanggaan bisa menjadi bagian dari comeback salah satu bintang pop terbesar di dunia. Sebuah pencapaian yang menunjukkan bahwa karya kreatif dari Indonesia semakin mendapat tempat di panggung internasional.
Di balik perjalanan tersebut, sang seniman mengaku kecintaannya pada dunia film, musik, dan karya-karya legendaris Michael Jackson sejak kecil menjadi sumber inspirasi utama yang membentuk proses kreatifnya hingga hari ini.
Dari sebuah studio di Depok hingga berkontribusi dalam proyek Ariana Grande, kisah Rising67 Studio menjadi bukti bahwa konsistensi, passion, dan kreativitas bisa membawa karya lokal menembus pasar global.
Source: Rising67 Studio
03/06/2026
Nadiem Makarim, mantan Mendikbudristek itu terlihat mengenakan jaket Gojek bernomor 001 saat menghadiri persidangan dan membacakan nota pembelaannya di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Jaket tersebut ternyata bukan sembarang jaket. Nadiem mengungkapkan bahwa jaket itu diberikan langsung oleh Pak Mulyono, salah satu pengemudi generasi pertama Gojek, sesaat sebelum dirinya memasuki ruang sidang. Sebuah gestur sederhana yang langsung menarik perhatian banyak orang.
Yang membuatnya semakin spesial, jaket Gojek generasi pertama itu ternyata didesain sendiri oleh Nadiem di masa-masa awal berdirinya perusahaan. Saat itu, Gojek masih jauh dari status unicorn dan belum memiliki tim desainer profesional. Karena itu, desainnya dibuat sederhana dan apa adanya.
“Ini jaket generasi satu. Saya sendiri dulu yang desainnya karena belum mampu hire designer,” ujar Nadiem. Sebuah potongan sejarah kecil yang kembali muncul di tengah salah satu momen paling penting dalam perjalanan hidupnya.
Source: Antara
02/06/2026
From piano lessons in childhood to sharing stages with international and local artists, JOSIAH has turned his passion for music into a dynamic DJ career. A graduate of Pelita Harapan University and Metronom DJ School, he is known for his versatile sets blending Hip-Hop, R&B, Afro, Amapiano, Reggaeton, Baile Funk, House, Garage, and unique edits. With his signature icy blonde hair and energetic presence, JOSIAH continues to bring unforgettable vibes to every crowd.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Telephone
Website
Address
Jalan Pakubuwono 6, No. 26D
South Jakarta
12120
Opening Hours
| Monday | 12:00 - 20:00 |
| Tuesday | 12:00 - 22:00 |
| Wednesday | 12:00 - 20:00 |
| Thursday | 12:00 - 20:00 |
| Friday | 12:00 - 20:00 |
| Saturday | 12:00 - 20:00 |
| Sunday | 03:30 - 03:15 |