20/03/2026
Sebuah Cerita Menjelang Lebaran Tiba..
Seorang wanita itu sudah tak lagi muda, tak secantik wajahnya yang tengah dipandanginya dalam album poto lamanya, terlihat berbagai pose dan gaya yang menawan dimanapun ia datangi, sewaktu mudanya ia memang seringkali bepergian, terkadang sendirian, kemudian ia menemukan teman baru didalam perjalanan itu, dan mereka cepat sekali akrab bahkan ada yang bersahabat hingga kini, kadang ia juga pergi bersama teman atau saudaranya, dalam hidupnya ia tak pernah membatasi mana teman baik pria atau wanita baginya sama, batasan yang ia terapkan dalam hatinya, bahwa bergaul jangan melampaui batas-batas agama dan batas sosial yang ia yakini hingga saat ini.. dalam usianya yang tak lagi disebut muda.
terlihat dalam poto ia begitu ceria, tak ada satupun yang menggambarkan kemuraman, ia selalu bisa menangani keceriaannya meskipun dalam hatinya tidak senang, dia s**a menyembunyikannya, s**a atau tidak dia tak pernah menampakkannya pada orang lain, dia lebih senang melihat orang lain senang dan nyaman bergaul bersamanya.
Mandiri, apapun dilakukannya, jika bisa sendiri, untuk apa minta pertolongan orang lain, dia tak pernah meminjam barang sekecil apapun, jika ia mampu punya, apapun dia miliki untuk hal-hal urgen pribadi, baginya meminjam apapun barang itu merepotkan daripada memilikinya sendiri meskipun mendapatkannya harus dengan perjuangan yang tak mudah.
Tapi saat ini.. itu hanya tinggal cerita, kenangan yang memang tak mungkin akan kembali, tapi membekas hingga kini, efeknya sangat berasa hingga saat ini, duduk sendiri hanya bisa menyesali keadaan yang sudah ia lewati, memang tak semuanya yang ia lewati jalan berkerikil dan berduri, tak semua langkah nya seperti dalam kegelapan malam yang dipenuhi awan, adakalanya dia melewati malam penuh bintang dan sinar rembulan, ada juga dia lewati penuh sinar terang matahari, seperti roda berputar, ada siang, ada malam.
namun namanya juga manusia,
saat ini ia merasa hanya melihat kelamnya malam (1)