TKIT Al-Izzah 2

TKIT Al-Izzah 2 Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu Al-Izzah

17/07/2023

Alhamdulillah masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) sudah selesai

08/03/2023

عليك أن تدرك أنك لم تخلق لتكون دوما سعيدا، ولولا الحزن لما عرفنا لذة السعادة ```ketahuilah engkau tdk diciptakan di dunia ini selamanya bahagia, jika tak ada kesedihan ,kita tak pernah merasakan lezatnya kebahagiaan```

Tetaplah menjadi BAIKJika beruntung, kamu akan menemukan orang BAIKJika tidak....Maka kamu akan ditemukan oleh orang BAI...
26/01/2023

Tetaplah menjadi BAIK
Jika beruntung, kamu akan menemukan orang BAIK
Jika tidak....
Maka kamu akan ditemukan oleh orang BAIK

Parameter Perkembangan Anakusia 0 ---5 tahun File ini berfungsi sbg alat bantu untuk memantau perkembangan anak.
17/02/2021

Parameter Perkembangan Anak
usia 0 ---5 tahun

File ini berfungsi sbg alat bantu untuk memantau perkembangan anak.

08/11/2020

Peran orangtua sangat penting dalam masa tumbuh kembang anak. Setiap anak pastilah berbeda antara satu dengan yang lainnya.
Mereka mempunyai bakat, kemampuan dan impian yang berbeda-beda.

Sebagai orangtua, hendaknya mendukung agar anak dapat berkembang menurut bakat alami yang ada dalam diri mereka, bukan dengan paksaan dan ambisi dari orangtua

Karena setia anak adalah spesial,,,🥰💕

Film ini tentang 'ANAK DISLEKSIA'

Pendidikan anak sesuai umur
27/09/2020

Pendidikan anak sesuai umur

Semoga bermanfaat ya bund🙏😊🙏Ternyata selain teknik skill dan akademik, mendidik anak cerdas ada tips lainnya yang berhub...
03/06/2020

Semoga bermanfaat ya bund🙏😊🙏

Ternyata selain teknik skill dan akademik, mendidik anak cerdas ada tips lainnya yang berhubungan dengan kebiasaan :

1. Tidur kembali setelah shalat shubuh membuat otak tidak berkembang /produktif

2. Makan buah saat perut kosong menghantarkan nutrisi makanan ke otak, jika memakan buah setelah makan hanya menghantarkan makanan ke toilet.

3. Pada jam ini,otak sedang fresh. Sehingga anak-anak akan dengan lebih mudah menangkap stimulasi atau pembelajaran

4. Otak kembali pada gelombang terbaik diwaktu sore, maka gunakan jam 5 sampai jam 7 malam untuk kembali belajar dan menghafal alqur'an.

5. Tidur tepat waktu dan cukup,membantu proses perkembangan otak dengan optimal

20/04/2020
12/03/2020

MENGIKAT HATI ANAK
Sebuah tips bagi para orangtua
--------------------------------

1| Salah satu tugas pengasuhan adalah membuat ikatan emosi yang kuat antara ortu dengan anak yang dikenal dengan istilah emotional bonding

2| Ikatan emosi atau batin ini berpengaruh bagi anak dalam menjalani masa2 sulit semasa hidup sekalipun tak ada ortu di sisi

3| Tak selamanya ortu mendampingi hidup anak. Sebab ortu bukan rexona yang setia berada setiap saat . Anak harus tumbuh mandiri dengan potensinya. Emotional bonding menjadi pengingat

4| Setidaknya ada beberapa masa kehidupan dalam diri anak di mana ia alami krisis : pra sekolah, pra puber, pubertas, pra nikah dan nikah

5| Di masa-masa tersebutlah ia butuh bimbingan dan arahan. Maka meski tak ada ortu di sisi, nasehat2 dan teladan ortu tetap dijaga selama ada bonding

6| Hal inilah yang dialami oleh Nabi Yusuf muda saat terpesona dengan kecantikan Zulaikha dan diajak berbuat mesum. Ia punya hasrat

7| Hasratnya hampir saja menjerumuskannya seandainya Allah tak berikan ‘pertanda’. Seperti yang terdapat dalam surat Yusuf:24. Sila dibaca

‘Pertanda’ yang dimaksud adalah nasehat ayahnya ynag tiba2 muncul saat ia hampir saja terpedaya oleh nafsunya. Ini kata ibnu katsir

9| Bayangkan! Nabi Yusuf yang terpisah jauh oleh ayahnya, terjaga diri dari bujukan setan. Tak jadi berbuat zina. Tersebab bonding

10| Itu p**a yang diharapkan dari anak kita. Jauh terpisah namun menjaga kehormatan keluarga karena nasehat indah ortu yang tertanam dalam jiwa

11| Saat krisis jiwa melanda, tak kemana-mana cari solusi. Yakin ada ortu yang siap membantu cari jalan keluar. Percaya sepenuhnya

12| Seorang wanita yang sedang konflik dengan suaminya, akan curhat ke ayahnya. Bukan ke lelaki lain. Rumah tangga terselamatkan. Sebab ada father bonding

13| Anak yang tak punya father and mother bonding maka tak percaya dengan ortunya. Lebih dengar kata temannya sekalipun buruk. Ini disebut parent distrust

14| Bagaimana menciptakan emotional bonding dengan anak? Usia dini jangan diabaikan. Bermula dari bayi dalam kandungan. Ayah-bunda terlibat bersama dalam pengasuhan

15| Saat bayi dalam kandungan, jadikan suara ayah-bundanya yang lebih banyak didengar. Ajak ia bicara sambil mengusap perut bunda

16| Saat anak lahir, sambutlah anak dalam pelukan yang hangat. Hadapkan wajah kita ke hadapannya agar perlahan di-scan dalam memorinya

17| Usia 0-2 tahun adalah fase pengikatan. Disinilah fase di mana ayah-bunda harus jadi aktor utama dalam pengasuhan. Bukan yang lain

18| Di fase inilah Allah perintahkan ibu untuk memberinya ASI. Yang bukan sekedar susunya, namun juga belaian dan sentuhan yang dibutuhkan anak

19| Betapa banyak ibu yang menitipkan ASI-nya pada botol. Tak memberinya langsung dari putingnya. Sehingga anak badannya sehat namun jiwanya kosong

20| Fase ini juga seorang ayah harus banyak terlibat mengasuh. Luangkan waktu tuk ganti pampers, gendong anak sambil cerita

21| Dalam usia 0-2 tahun jangan terburu-buru kenalkan anak pada media meskipun isinya bagus. Sebab, bonding belum terikat sepenuhnya

22| Jika ingin ajarkan anak tentang Al Quran, jangan dari CD atau kaset. Akan lebih elok jika ortunya yang menyuarakannya sekalipun belum fasih. Agar tercipta bonding

23| Sekalipun ada pengasuh lain, peran mereka hanya membantu. Bukan tokoh sentral. Agar bonding yang terjalin bukan kepada mereka namun kepada ortunya

24| Keluarkan segala energi: suara, bahasa tubuh, dan ekspresi muka agar terekam kuat dalam memori anak. Inilah yang menjadi dasar munculnya bonding

25| Bagaimana jika anak sudah melewati usia 2 th sementara kita terlambat melakukan upaya bonding? Simak terus ya.

26| Jika anak sudah melewati usia 2 th, bisakah kita ciptakan bonding dengannya? Masih sangat bisa. Asal kita bisa membaca golden moment

27| Golden moment ini adalah situasi di mana anak benar2 butuh hadirnya kita. Bisa tanpa sengaja atau juga kita rekayasa

28| Golden moment yang dimaksud ada dua : yakni saat anak sedih dan saat anak unjuk prestasi. Hadirlah dengan sungguh-sungguh di dua waktu ini

29| Saat anak sedih, ia butuh sandaran jiwa. Butuh ada ynag memeluk dan dengarkan curhatnya. Hadirlah segera. Jangan sampai orang lain yang ambil

30| Tak peka nya ortu saat anak sedih malah buat bonding yang dibuat makin rapuh. Kepercayaan menurun. Anak lari kepada sosok lain

31| Dan hadirlah saat anak unjuk prestasi: baca puisi di sekolah, ambil raport, menari, dan sejenisnya. Ini adalah persembahan untuk ortu dari mereka

32| Saat unjuk prestasi, yang anak butuhkan adalah tepuk tangan dan apresiasi ortunya. Jika ortu tak hadir, rusaklah kepercayaan anak

33| Kehadiran ortu dalam kegiatan mereka adalah pengakuan eksistensi anak. Ortu yang cerdas, akan paksakan diri tuk hadir. Agar tercipta emotional bonding

34| Semoga kita bisa menjadi ortu yang mampu jalin emotional bonding dangan anak kita. Agar anak terdampingi selamanya meski kita tiada.

35| Silahkan share jika ada guna. Salam bahagia

-- Ustadz Bendri Jaisyurrahman --

-Peluk-By. Ibu Elly RismanSering sekali di tahun-tahun terakhir ini saya berhadapan dengan ibu-ibu muda yang setelah ber...
22/01/2020

-Peluk-
By. Ibu Elly Risman

Sering sekali di tahun-tahun terakhir ini saya berhadapan dengan ibu-ibu muda yang setelah bertanya tentang berbagai hal dalam ruangan seminar, kemudian mengikuti saya ke ruang shalat atau makan dan masih mengajukan beberapa pertanyaan. Saat saya bersiap-siap mau meninggalkan gedung dimana seminar diselenggarakan, saya masih melihat ibu muda itu berdiri di satu sudut diarah jalan saya menuju kendaraan. Pelan dia menghampiri saya dan kemudian berbisik perlahan :” Ibu bolehkah saya meminta ibu memeluk saya ?”…

Sedih merayap dihati saya dan segera saya menjawab sambil membuka kedua belah lengan saya selebar lebarnya , sambil mengatakan : “oh tentu.. sini nak !”.
Biasanya mereka mendekap saya dengan erat dan umumnya mereka menangis ….Sayapun menangis- Hiba benar hati tua saya.

Banyak sekali peristiwa yang sama walau berbeda kisah tentu saja. Tapi yang paling menarik adalah apa yang terjadi disebuah kota di Jawa Barat. Saya belum pernah memberikan seminar di kota itu. Karenanya, panitia ditahap awal khawatir mereka tidak akan sanggup mencapai target jumlah peserta yang sudah mereka sepakati.

Ternyata diluar dugaan, peserta membludak sehingga harus menambah banyak kursi dibelakang bahkan disamping kiri dan kanan ruangan.
Setelah seminar selesai, saya sedang menuju keruang makan yang berada di bangunan yang lain, ibu ketua panitia yang ternyata sudah pernah bekerjasama dengan saya sekitar 18 tahun yang lalu datang menghampiri saya dengan seorang ibu separuh baya yang bertubuh gempal. Ibu Ketua panitia ini setengah berbisik berkata kepada saya : “Ibu saya sudah mengirim pesan pendek pada staf ibu mbak N, bahwa kalau sesudah seminar, ada seorang ibu yang datang dari jauh, ingin sekali dapat pelukan Ibu. Saya terkejut dan membelalakkan mata saya sambil berkata :”Hah?”. Tidak percaya bahwa pelukan sekarang pre order!.

Sejak itu saya sering sekali berfikir : “Ada apa ya? Mengapa semakin banyak saja, baik secara berani dihadapan banyak peserta seminar lainnya atau setengah sembunyi , menungu orang mulai sepi, ibu-ibu muda ini membutuhkan pelukan saya ?’ Gejala apa ini sebenarnya?.

Suatu hari, saya di jemput dan diantar p**ang oleh seorang mahasiswa S2 Jurusan PAUD dari sebuah Perguruan Tinggi Negeri di Jakarta. Selama dalam perjalanan, kami membicarakan banyak sekali hal. Saya jadi mengetahui bahwa dia yang memprakarsai agar panitia mengundang saya. Dari percakapan itu juga saya mengetahui bahwa dia pengantin baru yang menikah 10 hari yang lalu. Kesan yang saya tangkap dari percakapan kami: perempuan muda ini sangat cerdas, baik dan lapang hati, s**a menolong !

Karena sudah hampir masuk waktu magrib, saya mengajaknya untuk singgah dan melaksanakan sholat magrib dahulu disebuah mushalla kecil dipinggir jalan Jati Waringin. Biasa, setelah selesai sholat saya bersalaman dan tiba tiba dia mengenggam erat tangan saya dan tidak mau melepaskannya. Ditatapnya mata saya dan saya melihat air mata meliputi bola matanya yang indah. Dia berbisik perlahan : “Bu bolehkah saya minta dipeluk sama ibu ?”

Saya memeluknya dan menggoyang goyangkan badannya seolah sedang mengayunnya dalam gendongan saya dan membisikkan kata kata yang biasanya dulu didendangkan ibu saya dan kemudian saya dendangkan saat mengayun ayun anak dan keenam cucu saya ketika mereka kecil : “Laa ila ha ilallah, al Malikul Haqqul mubin. Muhammad Rasul Allah, Asshadiqul wa’dul Amin…

Setelah itu, sambil melepaskan pelukannya, dia menatap saya sendu : “Saya nyaris tidak pernah dipeluk oleh ibu saya, bu. Beliau Kepala sekolah TK dan SD disebelah rumah kami.. Dia sangat sibuk dengan anak anak orang dan terburu buru setiap hari.. Beliau s**a lupa memeluk saya bu.Terakhir, saya baru merasakan kembali pelukan beliau saat saya menikah!”

Saya memeluknya sekali lagi dengan hati penuh iba…. Ooh, sayang…
Anda mungkin perlu bertanya pada diri sendiri , kapan terakhir kali anda memeluk erat anak anda?

Bila melihat kedalam diri sendiri, anda akan menggolongkan diri anda dulunya sebagai anak yang bagaimanakah? Yang cukup mendapatkan pelukan hangat dari kedua orang tua anda, sesekali atau yang sangat jarang bahkan tidak pernah mendapat pelukan mereka ?

Sekarang ini, karena hidup sangat tergesa-gesa, orang tua bicara dengan anak-anaknya sama tergesa gesanya. Jarak terentang sehasta, sedepa atau mungkin tak bisa diukur dengan kilometer. Kata-kata yang kadang keras dengan intonasi yang tinggi tak sadar menekan jiwa. Rambut disisir, baju dibenarkan letaknya, dasi dipasang tapi.. pelukan terlupakan. Merasa cukup dengan cium tangan dan lambaian serta kata-kata nasihat rutin setiap pagi .

Pengasuhan ini diturun-temurunkan tidak sengaja. Semua perilaku yang kita terima direkam otak menjadi kebiasaan. Bila situasi yang sama muncul, maka apa yang biasa kita terima itu yang kita lakukan . Yang tak pernah dipeluk, bagaimana bisa memeluk?

Seandainyalah anda tahu bahwa pelukan itu menghangatkan dan mendamaikan jiwa, membangun perasaan positif, , melengketkan hubungan orang tua anak yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.. mungkin anda segera memeluk anak anak anda dan akan memberikannya sebanyak yang anda bisa.

Peluklah anak anda dengan cinta dan kasih sayang yang tulus. Jangan sampai dikemudian hari, mereka bukan saja tidak mampu memeluk anaknya sendiri, cucu anda - tapi mereka jadi menderita “lapar pelukan”, dengan memelas mengharapkan dipeluk ibu lain…

Bayangkan kalau anak anda itu sekarang remaja… Dalam keadaan yang seperti sekarang ini, Pelukan siapakah gerangan yang menentramkan jiwanya ?

Dalam pesawat Malindo, menuju Jakarta
29 Feb 2016
Elly Risman

Address

Jalan P. Gak Kampung Baru Sorong
Sorong
98412

Opening Hours

Monday 07:30 - 12:00
Tuesday 07:30 - 00:00
Wednesday 07:30 - 00:00
Thursday 07:30 - 12:00
Friday 07:30 - 12:00

Telephone

+6281344061774

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when TKIT Al-Izzah 2 posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share