Daya Edukasi Papua

Daya Edukasi Papua Media pendidikan dan inspirasi dari Papua

Pre-Order Buku Sa Tra Pernah Melangkah Seorang Diri324 halaman29 penulis.Penyusun: Lembaga SAGU.Penerbit Daya Edukasi Pa...
01/02/2023

Pre-Order Buku Sa Tra Pernah Melangkah Seorang Diri

324 halaman
29 penulis.
Penyusun: Lembaga SAGU.
Penerbit Daya Edukasi Papua.

Harga Pre-order Rp 115.000,- per buku (di luar ongkos kirim)
Pemesanan sampai dengan 31 Maret 2023.

Harga normal Rp 150.000,- per buku ( di luar ongkos kirim)

**

Buku ini merupakan kump**an cerita dari siswa SUP bidang Vokasi 2020 yang dapat dibaca oleh anak-anak muda Papua lain yang sedang menempuh pendidikan. Mimpi yang Tuhan berikan adalah alasan kenapa kita ada di bumi.

Mimpi itu dari Tuhan, dan itu nyata. Mimpi dari Tuhan itu tidak pandang dari mana kita berasal, kemampuan akademik yang tinggi atau status sosial kita di masyarakat. Mimpi itu menjadi kenyataan hanya ketika kita rajin belajar, setia bekerja dengan hal-hal kecil, dengar-dengaran dan berkomitmen kuat.

**

Pemesanan, klik tautan ini : https://bit.ly/bukuinspirasibeasiswapapua
Narahubung : 081222967475.

Terima kasih.











Tosini adalah sebuah buku yang ditulis oleh Rosa Dahlia & Roy Bes, dengan ilustrasi oleh Yohanes Tuman. Bahasa dalam buk...
03/01/2023

Tosini adalah sebuah buku yang ditulis oleh Rosa Dahlia & Roy Bes, dengan ilustrasi oleh Yohanes Tuman. Bahasa dalam buku ini adalah Indonesia dan Asmat. Untuk bahasa Asmat, bahasa yang digunakan adalah dalam dialek Rumpun Kenok, yang diterjemahkan Paskalis Berwir dan Kosmas Jiwirano. Kurasi terhadap naskah, ilustrasi dan penerjemahan buku ini dibawah pengawasan Bapa Yustinus Sempa, sebagai penasihat.

Para penulis, ilustrator dan penerjemah semuanya tinggal di Distrik Sawa Erma. Sudah tau di mana distrik tersebut berada? Ah itu sudah, distrik itu ada di Kabupaten Asmat, Papua. Asmat, apa yang sobat ingat tentangnya?

Nah, itu sebabnya sobat perlu tau tentang mereka yang tinggal di Kampung Sa-Er. Seperti Orang Asmat pada umumnya, rumah tradisional di sana berupa rumah panggung karena tanah yang berlumpur dan pada saat tertentu air tinggi. Atap dan dinding rumah tradisional terbuat dari daun sagu. Wilayah tempat tinggal mereka dikelilingi oleh banyak sungai, maka transportasi utama yang gunakan sehari-hari adalah perahu (perahu kayu, long boat dan speed boat).

Cerita sederhana tentang kampung Sa-Er, hadir dalam buku cerita anak sederhana, yang sobat perlu baca. Nah, boleh informasikan data diri sobat, yang nantinya setelah proses cetak selesai, akan segera kami hubungi.

Jika minat, isi formulirnya di sini https://bit.ly/tosini

Terima kasih

Dayu Rifanto.
WA 081222967475

Membaca dan Berdampak Bagi Orang Lain.“Menyukai membaca tepatnya kapan saya lupa persisnya. Tapi yang saya ingat samar-s...
19/11/2022

Membaca dan Berdampak Bagi Orang Lain.

“Menyukai membaca tepatnya kapan saya lupa persisnya. Tapi yang saya ingat samar-samar saya mulai menyukai buku tanpa dipaksa adalah sejak saya diberi kesempatan untuk berlangganan buku cerita anak dari majalah bobo. Memastikan isi cerita dengan gambar yang ada, menjadi salah satu teknik membaca yang paling saya s**ai. Seiring bertambahnya usia, jenis buku yang dibaca tentunya berubah.” Terang Vilta Lefaan, atau yang biasa dipanggil Vilta.

Seorang penggiat pendidikan yang merasa waktu SMP atau SMA, minat bacanya menurun. Dia merasa tertekan ketika ada tugas dari sekolah untuk membaca buku paket. Entah kenapa. Semua itu membuat dirinya merasa membaca jadi tidak semenarik zaman dulu waktu membaca bobo.

Tentu saja hal ini mempunyai dampak, dan dirasakannya ketika masuk hiruk pikuk perguruan tinggi. Merantau jauh ke Jawa, dia menyadari bahwa sepertinya “wawasan saya minim tentang banyak hal.” Hal ini dia lihat dan rasakan ketika bergaul dengan rekan-rekan mahasiswa sekelas dan sekampus saat itu.

“Saya merasa tidak paham, dengan apa pun yang mereka perbincangkan, atau mereka diskusikan. Akhinya saya memilih untuk diam. Saking diamnya, sampai s**a menghakimi diri sendiri,” lanjutnya lagi. “Kok gitu aja gak tahu, pamalas baca kapa e, jadinya sa kudet,” adalah ucapan yang ia pikirkan saat itu. Jelas Vilta, ketika menengok kembali apa yang dirasakannya.

Belum lagi kalau ada teman yang menyampaikan peristiwa atau fakta atau isu padanya, dan mereka berkata “iya aku baca soalnya di koran ini, bukunya juga bagus loh, kapan-kapan ke toko buku yuk ngecek buku baru.” Sungguh, ini menjadi momen paling menyesakkan baginya, lagi memalukan ketika diingat-ingat.

Tetapi, waktu berlalu, manusia berubah. Apa yang di alaminya, membuat dia mencoba mencari semangat mengumpulkan buku-buku menarik hatinya. Ah, ternyata pada buku-buku bergambar.

Dia kembali tertarik membaca secara dalam ketika mulai menyukai buku bergenre ensiklopedia. Lagi-lagi masih tentang mengaitkan gambar dengan isi tulisannya.

Melalui pembacaan dan bantuan gambar-gambar dalam buku, akhirnya merasa apa yang dibacanya. “Oh maksud dari gambar ini adalah ini toh… atau oh maksud dari kalimat ini seperti yang di gambar ya.” Lanjutnya.

Sejak saat itulah dia memahami jenis buku yang tepat untuk dirinya. Baginya, dengan bacaan yang dibantu dengan gambar, foto dan visual lainnya akan memudahkannya dalam membaca.

Pengembaraannya membaca teks membawanya bertemu buku-buku biografi semacam I Am Malala, Gus Dur dan Mandela. Juga ensiklopedia geografi, flora dan fauna. Sains populer semacam “A Brief History-Stephen Hawking. Termasuk juga buku motivasi atau filsafat.

“Buku-buku tersebut bagi saya punya daya tarik yang kuat, walau kadang masih s**a sa anggap remeh.” Ketika buku-buku seperti itu dia dapatkan, dan baca barulah terasa bahwa “buku itu penting”.

Ada satu buku yang sedang dibacanya secara mendalam, buku itu berjudul “Meregenerasi Manusia Asmat”. “Bekerja di Kota Asmat, menjadi salah alasan saya ingin membaca banyak buku atau referensi yang bercerita tentang sejarah dan dasar kehidupan masyarakat kota papan ini. Terutama dari aspek pendidikan dan pemberdayaan manusianya.” Ungkapnya.

Dan buku-buku semacam itu tidak banyak, salah satunya adalah buku yang sedang dibacanya itu. Dengan buku tersebut, ada cukup banyak informasi dasar yang diperolehnya untuk lebih dekat dan memahami bagaimana memposisikan diri ketika berada di antara kekhasan masyarakat Asmat serta memahami dasar-dasar kebutuhan masyarakat Asmat di bidang pendidikan.

Membaca buatnya adalah laku yang sangat personal, dan itu sebabnya perlu memastikan bahwa apa motif diri, kenapa “saya harus membaca”? Karena menurutnya, semakin ke sini, membaca dimaknai sebagai ajang “pamer,” semata. Makin banyak buku yang dikoleksi atau seolah dibaca, hanya untuk pemenuhan konten media sosial.

Bukan berarti tak boleh, tetapi pastikan bahwa membaca buku menjadi salah satu kebutuhan untuk meminimalisir banyaknya minat baca yang kurang, meminimalisir konflik-konflik yang terjadi di lingkungan sekolah, kerja atau masyarakat pada umumnya. Atau membaca menjadi pintu masuk berkarya nyata nantinya.

“Intinya, mengoleksi dan membaca buku, bukan ajang untuk memperkaya diri dan pengetahuan untuk diri sendiri. Melainkan seberapa berdampaknya orang lain ketika ada solusi terbaik dari minat baca kita yang sudah baik,” pungkasnya. (DR)

**

Akrab dipanggil Vilta. Saat ini domisili Timika-Asmat. Lebih sering naik perahu daripada pesawat 😊. Baca buku adalah kebutuhan (kadang s**a disesuaikan dengan masalah yang sedang dihadapi). Lahir di Jayapura, besar di Fakfak, merantau hampir di sebagian p**au Papua. Saat ini sedang menikmati passion di bidang community development (comdev), bidang pendidikan, hukum dan kesehatan mental. Jalani hidup masih sering berkaca dari ortu (papa), Bang Dayu si penulis buku anak, dan Mas Bagus (mentor comdev paling andalan)😊


#

Mengenal Penyu, Studi dari Pulau Piai.Buku “Mengenal Penyu” (“Mengenal Penyu-Studi dari Pulau Piai”) ini ditulis oleh Fe...
29/09/2022

Mengenal Penyu, Studi dari Pulau Piai.

Buku “Mengenal Penyu” (“Mengenal Penyu-Studi dari Pulau Piai”) ini ditulis oleh Ferdiel Ballamu, konservasionis penyu, salah satu pendiri dan ketua saat ini dari Yayasan Penyu Papua (Yayasan Penyu Papua) yang didirikan pada tahun 2007 Sejak didirikan, yayasan ini telah menyediakan data bagi para pembaca dan peneliti tentang penyu di Indonesia. Buku setebal 114 halaman ini adalah ringkasan dari karya itu.

Berfokus pada proyek YPP di Pulau Piai di Raja Ampat, Ferdiel memberi pembaca “akses VIP” ke dinamika program, mulai dari pasang surutnya, dan bekerja melalui tantangan program yang terus berkembang, hingga kisah tentang penyu itu sendiri. Informasi dalam buku ini tidak hanya didasarkan pada teori tentang kehidupan penyu, tetapi memberikan data dan informasi keras, “fakta empiris”, yang telah dikumpulkan dan diuji oleh penulis dan teman-temannya dari YPP dan mitranya.

Buku ini merupakan bagian dari kampanye YPP untuk terus meningkatkan kesadaran, serta mengajak partisipasi aktif masyarakat untuk bersama-sama melindungi pop**asi penyu – mengingat jangkauannya yang luar biasa – di Papua Barat, Indonesia.

Ferdiel Ballamu menyatakan, “Melalui buku ini masyarakat umum dan anak sekolah, khususnya di Papua Barat, akan mendapatkan informasi mengenai pertanyaan umum mengapa penyu penting dan perlunya perlindungan.” Ia menambahkan, “Selain sejarah alamnya, fakta penting lainnya yang perlu diwaspadai masyarakat adalah daging penyu mengandung logam berat yang berbahaya bagi kesehatan manusia sehingga tidak layak untuk dikonsumsi.

Harapannya, melalui buku ini, masyarakat akan sadar dan berpartisipasi dalam melestarikan penyu di Papua Barat.”

Saat dihubungi kemudian, Ferdiel mengatakan bahwa bukunya
akan dibagikan secara gratis! Jadi selamat membaca.

Bisa sobat unduh melalui tautan di bawah ini :

https://birdsheadseascape.com/regional/mengenal-penyu-belajar-dari-p**au-piai-by-ferdiel-ballamu-as-reported-by-nikka-gunadharma-w-introduction-by-dr-mark-erdmann/?fbclid=IwAR2xcRQLDS18TYL2KHd2i3XVra8XiH5UVgiad3BG_tuBqDT5tq3B2sTQDKg

This book, “Mengenal Penyu” (“Knowing Turtles-A study from Piai Island”) was written by Ferdiel Ballamu, turtle conservationist, one of the founders and the present chairman of Yayasan Penyu Papua (Papua’s Turtle Foundation) that was established in 2007. Since establishment the foundation ...

Rona Rumsarwir: Membaca Adalah Proses Belajar yang Tak Pernah Putus.“Saat kelas 2 SD, buku tentang Marcopolo, Thomas Alv...
16/05/2022

Rona Rumsarwir: Membaca Adalah Proses Belajar yang Tak Pernah Putus.

“Saat kelas 2 SD, buku tentang Marcopolo, Thomas Alva Edison menjadi buku yang dihadiahkan Bapak pada saya.”

Sebagai seorang pendidik, membaca adalah sebuah keniscayaan. Itu yang diingat oleh tokoh kita kali ini. Membaca sebagai sebuah keterampilan mengingatkannya pada sosok orang tuanya. “Bapak mengajar saya dengan begitu keras pada jaman di mana tidak ada model les-les seperti sekarang.”

“Bapak kebetulan berlatar belakang guru dan pendeta, sehingga tidak ada istilah buat saya main-main dalam hal membaca, sampai dengan menulis. Dengan pelajaran dan didikan yang keras akhirnya saya bisa membaca dan merangkai huruf-huruf itu. Saya senang sekali,” jelasnya.

Karena hal itu, ia pun diberikan hadiah buku yang berkisah tentang perjalanan Marcopolo, Thomas Alva Edison oleh sang Bapak, pada saat dirinya kelas 2 SD. Semenjak itu, dirinya mendapat tambahan buku lagi berupa komik Winnetou, Old Shutterhand dalam bahasa Indonesia. Tak terkira rasa gembira saat ia menikmati bacaan-bacaan tersebut.

Selengkapnya di sini:

Membaca adalah sebuah proses yang tak pernah putus. Kisah Rona Rumsarwir

Timur Mendunia-Episode 3 : Pengalaman Belajar Pada Program ELTA, bersama Alfrets TicoaluSeperti yang kitong sudah tau, a...
01/05/2022

Timur Mendunia-Episode 3 : Pengalaman Belajar Pada Program ELTA, bersama Alfrets Ticoalu

Seperti yang kitong sudah tau, ada sebuah program bernama ELTA atau English Language Training Assistance (ELTA), atau program Bantuan Pelatihan Bahasa Inggris yang dirancang untuk menunjang para pendaftar Beasiswa Australia Awards jenjang S2 (Master).

Sehingga beasiswa ini semacam bantuan pelatihan dan pembelajaran bahasa Inggris secara intensif, bagi mereka yang memenuhi kriteria pendaftaran beasiswa, namun memiliki tingkat kemahiran bahasa Inggris di bawah persyaratan minimal IELTS 5,0

Pada tahun 2022 program ELTA akan diselenggarakan di 5 lokasi meliputi Jayapura, Ambon, Kupang, Mataram dan Bali. Program ELTA dibuka untuk pelamar dari provinsi Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB) serta pelamar dengan disabilitas dari seluruh provinsi di Indonesia.

**

Mengingat pada tahun ini sedang ada pembukaan beasiswa program ELTA sampai dengan 22 Mei 2022, maka Beasiswa Timur selenggarakan diskusi mengenai pengalaman belajar ELTA yang menghadirkan Kak Alfrets Ticoalu, pada :

Hari : Sabtu, 7 Mei 2022
Pukul : 14.00 WIT sd 16.00 WIT
Tempat : Zoom Meeting.
Daftar melalui tautan ini https://bit.ly/timurmendunia3

Kegiatan ini gratis, syaratnya memfollow akun instagram .
Semua peserta yang hadir pada kegiatan mendapat e-sertifikat dari Beasiswa Timur.

Kak Alfrets adalah alumni Universitas Cenderawasih, dan menjadi guru sains dari tahun 2009-2017 di SMP dan SMA. Pada tahun 2016 ia terpilih dan belajar pada programi ELTA #4,. Setahun kemudian, ia lolos seleksi beasiswa AAS dan melanjutkan pendidikannya di S2 Kimia Flinders University. Saat ini ia sedang kuliah S3 Ilmu Kimia di Flinders University melalui 4 sumber beasiswa.

Sampai ketemu pada sharing timur mendunia, pada Sabtu yang akan datang.
Terima kasih





Halo para pegiat literasi digital dan pegiat komunitas*Foreign Commonwealth and Development Office (FCDO)* dan *British ...
09/03/2022

Halo para pegiat literasi digital dan pegiat komunitas

*Foreign Commonwealth and Development Office (FCDO)* dan *British Council* sedang mengadakan rekrutmen *Community Level Trainers/Pelatih Komunitas di "Provinsi Papua dan Papua Barat*.

*Pelatih Komunitas* akan memberikan pelatihan keterampilan digital untuk kelompok atau komunitas yang tidak terlayani secara digital yaitu anak muda dari latar belakang sosial ekonomi rendah, perempuan dan penyandang disabilitas.

Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Skill for Inclusive Digital Participation (SIDP) yang didanai oleh FCDO Pemerintah Inggris yang bertujuan untuk membangun kapasitas individu/kelompok tersebut guna membantu mengembangkan kompetensi digital yang dibutuhkan agar bisa melakukan kegiatan digital dan aktivitas daring dengan aman. Diharapkan dalam jangka panjang bisa berkontribusi untuk mendorong peningkatan ekonomi mereka melalui kewirausahaan dengan memanfaatkan sumber daya dan pasar online.

Daftarkan diri Anda sekarang Juga!
Persyaratan dan informasi pendaftaran dapat diakses pada tautan ini https://bit.ly/SIDP_CLT_Registration
Batas pendaftaran *14 Maret 2022*.

Pelatihan Public Speaking bekerja sama dengan  menyelenggarakan pelatihan "Public Speaking."Kemampuan menyampaikan gagas...
17/02/2022

Pelatihan Public Speaking

bekerja sama dengan menyelenggarakan pelatihan "Public Speaking."

Kemampuan menyampaikan gagasan, ide, informasi yang baik kepada banyak orang, sangat penting. Kemampuan ini disebut dengan Public Speaking. Apa saja yang perlu kita pelajari agar bisa mengerti dasar dari Public Speaking? Mari kita pelajari bersama-sama.

Kegiatan pelatihan ini ditujukan untuk mahasiswa dan umum (usia 18 sd 35 tahun).
Hanya untuk 9 peserta saja.
Pendaftaran : Sampai dengan Jumat, 18 Februari 2022

Training akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 19 Februari 2022 pukul 10.00 WIT sd 12.30 WIT

Berlokasi di Taman Baca Masyarakat PinjamPustaka, Ruko Toki2 Kampung Pisang - Kota Sorong.

Fasilitas :
Sertifikat pelatihan

Daftar di sini : https://bit.ly/PublicSpeakingSorong

Tentang teman belajar : linktr.ee/dayrifanto

Terima kasih.

&
Info lebih lanjut WA 082248540576



"Saya senang, akhirnya bisa mengetahui cara "public speaking" yang baik. Senang juga bisa kenal dengan orang-orang baru ...
14/02/2022

"Saya senang, akhirnya bisa mengetahui cara "public speaking" yang baik. Senang juga bisa kenal dengan orang-orang baru yang hebat " begitu pesan Sarce Lina Natanael setelah mengikuti kegiatan ini.

Kemarin, kami juga kedatangan tiga guru dari SMA Muhammadiyah Al-Amin Kota Sorong, yang belajar bersama di kelas ini.

"Banyak yang saya dapatkan. Tambahan ilmu dari apa yang saya tidak tahu. nanti mau saya praktikkan untuk anak-anak (di sekolah). Pokoknya menarik" begitu pengakuan salah satu guru dari Smasiminso.

Selepas pelatihan, Siti dari jurusan Bahasa Inggris STAIN Sorong terlihat sumringah. Ketika kami tanya apa kesannya mengikuti pelatihan ini, ia memperlihatkan kedu jempol tangannya, sepertinya tanda ia merasa senang pada kegiatan ini.

Jika peserta senang, apalagi kami, selaku penyelenggara.

Jadi, kapan mau mencoba menikmati berbicara di depan banyak orang, sobat?

Terima kasih

+

Ingin berkolaborasi?
Hubungi 081222967475




Casper Aliandu : Saya S**a Membaca di Tempat yang Tenang"Saya s**a membaca di tempat yang tenang. Kebetulan sekarang say...
10/02/2022

Casper Aliandu : Saya S**a Membaca di Tempat yang Tenang

"Saya s**a membaca di tempat yang tenang. Kebetulan sekarang saya sedang bertugas sebagai guru di sebuah kampung yang benama Taim, Distrik Passue, Kabupaten Mappi. Kampung ini sungguh tenang dan jauh dari keramaian kota" begitu pesan Casper Aliandu.

Carolus Petrus Aliandu, nama lengkapnya. Pada tahun 2021 lalu, bukunya yang berjudul "Anak-anak asli Mappi" masuk nominasi lima besar Kusala Sastra Khatulistiwa 2021, sebuah penghargaan kesusastraan Indonesia yang telah dimulai sejak tahun 2001. Para pemenang dari penghargaan kesusasteraan dengan karya yang berhubungan dengan Papua, antara lain ada pada karya Dorothea Rosa Herliany "Isinga: Roman Papua (2015)" Nunuk W. Kusmiana "Lengking Burung Kasuari (2017).

Casper beberapa waktu ini sedang membaca buku kump**an cerpen yang berjudul "Senja Yang Paling Tidak Menarik," sebuah kump**an cerita pendek yang merupakan dokumentasi tulisan Arswendo Atomowiloto di awal karir kepenulisannya.
Buku tersebut merupakan pemberian dari penerbit Indonesia Tera, penerbit dari bukunya "Anak-anak Asli Mappi."

"Tak ada keajaiban. Kalau ada, itu adalah kemampuan kita untuk menghadirkan kembali realitas yang kita maui, mengawetkan dalam sebuah karya. Kini, giliran pembaca yang menemukan pendapat sebagai suatu nilai, suatu makna. Dari situ(muncullah) sebuah senja yang ada di Pantai Kuta atau dimana saja yang kita maui, senja yang menarik atau membosankan, senja yang ajaib justru karena kita menjadikannya realitas baru."(Arswendo Atmowiloto).

Melalui membaca buku tersebut, dirinya merasa harus banyak membaca tulisan dari sastrawan lain, agar bisa meniru, baik gaya kepenulisan sampai bagaimana cerpen yang baik ditulis.

Kecintaan membaca pada dirinya tumbuh sejak kecil, tepatnya saat masuk sekolah dasar. Ayahnya adalah seorang guru. Ia teringat, ketika sang Ayah lebih memilih membelikan buku ketimbang sepatu bola untuknya. Bukunya pun tentu buku pelajaran. Sedang membaca fiksi, mulai dilakukannya secara fokus pada saat berkuliah.

"Tentu membaca dapat mengubah orang terutama mengubah cara pandang seseorang terhadap realita kehidupan" ungkap Casper, menyatakan begitu percayanya pada dampak baik membaca. Ia pun lanjut memberi contoh "Saya dapat menggunakan untuk kehidupan sehari-hari saya. Saya lulusan pendidikan kimia dalam buku tentang kimia pangan. Saya dapat mengetahui makanan yang baik untuk tubuh itu seperti apa? Apakah fungsi dari karbohidrat, lemak dan protein bagi tubuh? Dan masih banyak lagi yang tentunya sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup saya" jelasnya.

Ia juga mengamini bahwa buku fiksi dapat mengubah orang bagaimana untuk bersikap. Sebab, dari buku-buku fiksilah kita dapat mempelajari sikap dari tokoh yang digambarkan dalam sebuah cerita. Apakah ia baik, jahat, benar, salah, keadilan, kejujuran, tanggung jawab dan masih banyak lagi nilai-nilai sikap yang bisa mengubah cara pandang seseorang yang membaca buku fiksi.

Ketika saya tanya tentang siapa penulis yang ingin ditemuinya dan belajar darinya? Joko Pinurbo adalah orangnya. Sebab, sebelum menulis buku Anak Asli Asal Mappi yang merupakan kump**an cerita mini, ia terlebih dahulu gemar menulis puisi. Dan kesempatan bertemu menjadi penting sekali "Tentu, jika bisa bertemu dengan beliau saya ingin belajar langsung membuat puisi yang baik dan benar." Jelas Casper.

Sebagai penutup, ia memberi saran bahwa calon pembaca sebaiknya membaca buku bukan sekadar kes**aan, tetapi sudah menjadi kebutuhan layaknya makan dan minum. "Kalau buku nonfiksi adalah makanan maka buku fiksi adalah minumannya" pungkas Casper Aliandu.

**

Tentang Casper Aliandu

Casper Aliandu adalah nama pena. "Casper" singkatan dari nama panjangnya Carolus Petrus. Sedangkan "Aliandu" ia ambil dari karangan pertama yang ia tulis. Casper Aliandu lahir Maret 1991 di Kupang, NTT. Ia menempuh pendidikan di Universitas Katolik Widya Mandira Fakultas Keguruan dan Pendidikan jurusan pendidikan kimia, Kupang, lulus tahun 2013. Sekarang aktif mengajar di SD YPPK St. Yohanes Pemandi-Taim, Distrik Passue, Kabupaten Mappi.

Di bidang puisi Casper sempat menjadi finalis sayembara sastra Bunga Tunjung Biru(2017) dan juara satu lomba puisi kategori 2 tingkat nasional Festival Sastra dan Bahasa Universitas Brawijaya, Malang(2017). Puisinya masuk dalam antologi Tiga Dermaga dan Bintang di Pulau Garam(puisi pilihan Sayembara Satra Bunga Tunjung Biru,2017), Simfoni(Malang,2017).

Ia juga telah menerbitkan buku puisi tunggal dengan judul Lihat, Dengar & Rasa(2017) dan SAINS (Sastra Akan Ikut Napas Sains/Sains Akan Ikut Naluri Sastra,2017), serta kump**an cerita mini Anak Asli Asal Mappi yang diterbitkan Indonesia Tera(2020), Cerita Anak Ali & Du: Hutan Sejuta Rawa, Rumah Kita Bersama yang diterbitkan oleh Penerbit Julang (2020), Prosa Rakyat Hose Subang & Penghuni Alam Lainnya: Prosa Rakyat Subsuku Auyu Busahang yang diterbitkan oleh Penerbit Julang (2020). (Dayu Rifanto)

Dewi Linggasari : Mengapa Saya Menulis?"Saya biasanya membaca pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu. Sebab pada hari kerja ...
01/02/2022

Dewi Linggasari : Mengapa Saya Menulis?

"Saya biasanya membaca pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu. Sebab pada hari kerja akan terbelit urusan tugas yang tak pernah selesai." Begitu jawab Bu Dewi Linggasari melalui surat elektronik pada pertanyaan yang saya ajukan.

Alumni jurusan Antropologi Universitas Gadjah Mada (UGM) kelahiran Pekalongan ini, telah lama tinggal dan menetap di Kota Agats, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua. Selain bekerja sebagai ASN, ia juga adalah seorang penulis buku yang cukup produktif setelah sebelumnya semasa kuliah ia menjadi asisten peneliti di Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan UGM.

Jika tidak sedang membaca buku, ia menggunakan waktunya untuk sekedar membaca berita di internet untuk memahami situasi terakhir.

Beberapa buku yang berkesan buatnya, untuk kategori novel sejarah ia sangat terkesan dengan Serial Gadjah Mada, karya Langit Kresna Hariadi. "Pak Langit mampu menghidupkan tokoh sejarah, duka cerita dengan bahasa yang indah dan santun. Untuk kategori sastra Ahmad Tohari, dengan buku -- bukunya dari Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk" ungkapnya.

"Itu sebab jika ada kesempatan bertemu penulis, maka saya ingin bertemu Langit Kresna Hariadi, seorang penulis novel sejarah tanpa tanding dan Ahmad Tohari ini" lanjutnya.

Pengalaman menulisnya bermula sejak kanak-kanak, yang dimulai dengan menulis puisi. Bermula sejak SD ia sudah menyukai kegiatan menulis, tetapi baru SMP dan SMA karya-karyanya tersebut ia kirim ke majalah dinding sekolah, dan dipajang di sana.

"Saya mulai menulis novel saat kuliah. Tetapi ternyata tidak mudah, karena tak satupun novel yang terbit ketika kuliah" terangnya. Kegagalan karya tulisnya diterbitkan waktu masa kuliah, tak menyurutkan langkahnya untuk terus menggeluti dunia yang ia s**ai itu.

Menulis juga mengingatkannya pada sosok sang Ibu. Ibunya adalah seorang guru SD yang selalu selalu menanamkan pentingnya membaca. Di mana tentu saja pada saat itu penekanannya pada buku cerita anak-anak.

Dan ternyata, membaca menjadi kegiatan yang sangat menyenangkan baginya. Apapun judul yang ia baca rasanya buku-buku tersebut menginspirasi, melatih konsentrasi dan menguatkan cita-cita.

Pada tahun 1996, ia menjadi pegawai negeri di Papua. Tinggal di Papua sungguh memperkaya pengalaman batinnya, dan segera saja menjadi bekal menulis. Berpangkal dari hal itu, dirinya mulai menulis dengan kesungguhan.

Seketika saja saya teringat sebuah ungkapan "Man Jadda Wa Jadda" yang artinya barangsiapa bersungguh-sungguh, niscaya ia akan berhasil. Dan benar saja, kesungguhannya segera saja melabuhkan karyanya menjadi sebuah buku "Realitas di Balik Indahnya Ukiran' yang diterbitkan penerbit Kunci Ilmu.

Selayaknya perjalanan dimulai dari langkah pertama, buku perdana ini sambung menyambung dengan buku-buku lainnya : Yang Perkasa, Yang Tertindas (Bigraf, 2004), Pemilu di Mata Orang Asmat (Panwaslu Asmat, 2004), Asrama Putri (2005), Kapak (Kunci Ilmu, 2005), Zaman (2007), Istana Pasir (Kunci Ilmu, 2010), Menapak Jejak : 200 Kump**an Puisi (2011), dan yang terbaru Menggambar Bintang (2020).

Buat Bu Dewi, Ahmad Tohari adalah penulis yang membuat dirinya bertanya hal penting yang mengubahnya. "Novel yang menginspirasi saya untuk mulai menulis adalah Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Setelah membaca novel itu kemudian saya berpikir, kalau orang bisa menulis kemudian saya membaca. Mengapa bukan sebaliknya, saya menulis dan orang lain membaca ?" jawab Bu Dewi menjelaskan maksudnya.

Menurutnya, membaca akan menginspirasi kita p**a untuk menulis. Walaupun tak serta merta sebuah tulisan akan hadir dengan mudah, begitu saja.

Ia mengingat ada ribuan kertas yang ia bakar sebelum novelnya berjudul 'Ronggeng,' 'Asrama Putri,' dan 'Sali' terbit. "Tidak boleh ada kata menyerah, selalu ada solusi dan jawaban untuk keinginan" begitu ungkapnya.

Dirinya terus menulis, mencuri waktu di sela-sela jam kerja, sampai yakin dengan naskah secara totalitas kemudian mencari penerbit yang tepat.

Wamena

honai itu
tampak seperti sekump**an
jamur yang bersemi di musim penghujan
dililit angin dingin sepanjang tahun
diselimuti kabut
dijemput pelangi

aku ingin meneruskan
percakapan yang tertunda
karena hidup selalu digenangi banyak cerita
selalu diterjemahkan bermacam bahasa

honai itu
masih bersemi bak sekawanan cendawan
ditaburi bunga seribu hari
berpagar rindu dan puisi
: aku ingin datang kembali
melanjutkan kisah yang terpenggal
yang menjadi renjana
dan berlari bersama duka

Agats-Asmat, 16 Januari 2010

**

Tentang Dewi Linggasari

Adalah seorang peneliti, novelis dan pegawai negeri sipil di kota Agats, Asmat -- Papua. Wanita kelahiran Pekalongan ini pernah menjadi asisten peneliti di Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan UGM. Beliau dapat dihubungi di [email protected]. (Dayu Rifanto).

Address

Sorong

Opening Hours

Saturday 09:00 - 17:00
Sunday 09:00 - 17:00

Telephone

+6281240604383

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Daya Edukasi Papua posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Daya Edukasi Papua:

Shortcuts

Share