22/07/2024
Hallo kawan-kawan, untuk diskusi buku hari ini, silahkan kawan-kawan scan QR di bawah ini untuk membaca tanggapan kawan Ferdinando Septy Yokit, atas pembacaan buku serial Memoria Passionis No. 42 yang berjudul Papua: Antara Berkat dan Kutuk: Analisis dan Kronik Hak Asasi Manusia 2023. Salam Sehat.
16/07/2024
"Apa yang kita alami perlu juga dibagikan kepada saudara dan saudari dorang di luar sana. Terserah apa pandangan mereka tentang kita, tapi kita punya kewajiban untuk berkisah tentang apa yang terjadi dan kita alami. Tuhan berkati kamu semuanya." SKPKC
Sepanjang tahun 2023, para pihak yang mengadvokasikan dua persoalan yang dialami oleh masyarakat adat Papua yakni persoalan perampasan hutan di Suku Awyu, Boven Digoel dan Suku Moi, Sorong Raya berujung pada kampanye yang viral di media sosial yang bertajuk ‘All Eyes on Papua’. Seruan ini adalah mengajak publik yang belum memahami Papua untuk mengerti secara mendalam tentang Papua (lingkungan, alam dan manusianya).
Pihak SKPKC Fransiskan Papua secara berkala mengangkat persoalan HAM Papua dalam buku Memoria Passionis. Persoalan HAM Papua tahun 2023 yang dibukukan dalam buku tersebut merupakan persoalan yang terus terjadi dari tahun ke tahun. Dengan Judul buku ‘Papua: Antara Berkat dan Kutuk’, pihak SKPKC Fransiskan Papua berkisah tentang apa yang dialami oleh Papua. Dengan maksud itu, SKPKC Fransiskan Papua mengajak semua pihak untuk mencari solusi bersama bagi Papua yang adil, damai dan berkeutuhan ciptaan.
Buku Memoria Passionis N0. 42, Dokumentasi Kronik dan Analisis Situasi Papua Tahun 2023 dengan judul Papua: Antara Berkat dan Kutuk: Analisis dan Kronik Hak Asasi Manusia 2023 ini dapat diselesaikan dengan baik. Menyambut kehadiran buku tersebut, SKPKC bekerjasama dengan PUSdEP (Pusat Sejarah dan Etika Politik) yang bernaung di bawah Program Magister Kajian Budaya, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, akan melaksanakan diskusi pada:
Hari : Selasa, 23 Juli 2024
Tempat : Kampus II, Ruang Palma Gedung Pascasarjana, Universitas Sanata Dharma, Sleman, Yogyakarta
Waktu : Pkl 13.00 – 15.00 WIB
Mengingat diskusi ini dilaksanakan di dalam ruang kelas yang berkapasitas sekitar 50 orang, untuk itu, silahkan kawan-kawan mendaftar pada nomor yang tertera di bawah ini. Terima kasih. Salam Sehat.
Sekretariat Magister Kajian Budaya: 081326467755
19/03/2023
Bagaimana jika perolehan cita rasa dari secangkir kopi yang Anda cecap, bukan semata disebabkan oleh kondisi alamiah genetika tanaman kopi, budidaya, serta proses pasca panen dan rekayasa penyeduhannya? P**a bukan semata karena kemampuan indrawi dan pengalaman sensoris yang Anda miliki?
Bagaimana jika perkara perolehan cita rasa tadi, rupanya juga turut dikonstruksi oleh budaya industri yang dominan dan otoritatif?
Saya rasa, bisa saja demikian. Karena cita rasa kopi adalah persoalan persepsi dan selera. Persepsi bisa dibentuk oleh hal-hal di luar kendali seseorang. Sementara selera juga bukan sesuatu yang alamiah dan pilihan yang bebas merdeka. Cita rasa adalah rekayasa sosial.
Yuk, mari berdiskusi tentang cita rasa dan relasi kuasa dalam secangkir kopi dalam webinar Ascoltaci ke-20: "Kuasa dan Cita Rasa dalam Secangkir Kopi", Selasa sore 21 Maret 2023 jam 16.30 bersama (1) Okta Firmansyah, M. Hum. (alumnus Magister Kajian Budaya USD, sekarang dosen di Fak. Ilmu Budaya, Univ. Andalas); (2) Putu Ardana (Tokoh Masyarakat Adat Dalem Tamblingan dan Pengelola Warung Kopi); (3) Dr. Laksmi A. Savitri (Peneliti).
Webinar ini diselenggarakan oleh, Program Magister Kajian Budaya, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Terbuka untuk umum, gratis dengan mendaftar terlebih dahulu. Informasi dan pendaftaran di: http://bit.ly/ascoltaci20
05/04/2022
*UNDANGAN*
Mari berbincang dalam webinar _Ascoltaci ke-19_ dengan tema *"Vokalis Ekstrem Metal Perempuan dalam Budaya Patriarki"* yang diselenggarakan pada *Rabu, 6 April 2022 jam 19.00-21.00 WIB* secara daring melalui Zoom Meeting. Gratis, dengan registrasi
(Pendaftaran ditutup jika kuota peserta terpenuhi).
----------
Pembicara:
*Yulianus Febriarko, M.Hum.*
_Alumnus Program Magister Kajian Budaya USD_
*Oki Rahadianto Sutopo, Ph.D.*
_Dept. Sosiologi, FISIPOL UGM_
*Nyak Ina Raseuki, Ph.D.*
_Sekolah Pascasarjana IKJ_
Moderator: *Linda Mayasari* _Program Magister Kajian Budaya USD_
----------
Informasi & Pendaftaran secara online:
http://bit.ly/ascoltaci19
----------
Narahubung: Telp 0274-513301 ext 51443 (Magister Kajian Budaya USD)*, e-mail: [email protected], Whatsapp 089671819180 (Noel)
* Jam kerja: Senin-Jumat, 08.00-15.00 WIB
23/10/2021
Karena kapasitas zoom terbatas, mohon mendaftar dulu secara daring. Caranya, klik http://bit.ly/ascoltaci18
Terima kasih
22/10/2021
Undangan Webinar ASCOLTACI #18
Seni Pertunjukan Dhalang Edan: Belajar dari Alm Ki Enthus Susmono
bersama Hariyanto, M.Hum. (alumnus MKB-USD, Dosen ISI Yogyakarta) dan Dr. Sugeng Nugroho, S.Kar., M.Sn. (Dosen ISI Surakarta)
pada Rabu, 27 Oktober 2021 jam 15.00-17.30 WIB secara daring via Zoom Meeting.
Pendaftaran FREE (tempat terbatas), klik http://bit.ly/ascoltaci18
Narahubung: Whatsapp: 089671819180; telp. +62-274-513301 ext. 51443 (Desy, Senin-Jumat 08.00-15.00 WIB); e-mail: [email protected] 🙏😊 🎓
09/10/2021
UNDANGAN PENUTUPAN
PACEKLIK CULTURE FESTIVAL 2021
Mari saksi penutupan paceklik culture festival ke III dengan menampilkan kesenian-kesenian masyarakat seni Gunungkidul.
Pementasan: Srandul Tri Manungga (Lakon Pedang Kamkam Pamor Kencan), Karawitan Myawiji Laras, Tari Nuri, Tari Satria, Tari Bajidor Kahot, Tari Truno, Gejuk Lesung Sekar Tanjung.
Pada Sabtu.09 Oktober 2021 Jam 19.00-22.00 WIB
Lokasi: Alang-alang Ombo, Girisekar, Panggang, Gunungkidul,DIY.
Melalui :
Youtube Steaming: Paceklik Culture Festival
https://youtu.be/im-sf9q3_Vw
Penyelenggara:
Sekar Nyentrik: Ruang Kreatif Masyarakat Seni Gunungkidul
PUSDEP Universitas Sanata Dharma
Paceklik culture festival ia upaya bersama menggalang kerja dan relasi sosial untuk membangkitan semangat seni di tengah masyarakat. Dengan semangat gotong royong paceklik setiap tahun menjadikan perayaan kebudayaan ditengah masyarakat. Kebudayaan di tengah masyarakat sepatutnya kita harus jaga dan rawat, dimana kebudayaan ditengah masyarakat berfungsi keharmonisan sesama mahluk manusia. Keharmonisan ini bisa digambarkan dengan semangat gotong royong.
03/10/2021
*UNDANGAN*
_Sarasehan Budaya "ANDUM SLAMET"_
(Paceklik Culture Festival III)
Mari berbincang _nggugah rasa_ dalam *Sarasehan Budaya* bersama: *KPH Purbodiningrat, S.E., M.B.A.* (pemerhati seni dan budaya, Kraton Yogyakarta), *Yenny Wahid* (Zannuba Ariffah Chafsoh – pengamat budaya, Direktur Wahid Institute), *Purwanto, M.Pd.H.* (PHDI Gunungkidul), *Banthe Badra Phalo* (Vihara Siraman Gunungkidul). Moderator: *Pdt. Stefanus Iwan Listiyantoro, M.Hum.* (GKJ Sabda Adi, Semanu Gunungkidul)
Pada *Senin, 4 Oktober 2021 jam 18.30 WIB secara daring* melalui:
_ZOOM MEETING:_ https://zoom.us/j/4215848762?pwd=OHdXRU5ycUxrK0J6czJYMmhQamYzQT09
Meeting ID: 421 584 8762
Passcode: slamet
_LIVE YOUTUBE:_ Channel: Kajian Budaya Sanata Dharma
url: https://youtu.be/24a4JWVYx4U
Dibuka dan diantarkan oleh *Dr. G. Budi Subanar, SJ* (budayawan, Kaprodi S3 Kajian Budaya Universitas Sanata Dharma) dan
_Wayang Beber lakon “Damarwulan”_, dalang *Ki Hari A. Juwono*.
Informasi:
Sekar Nyentrik Ruang Kreatif Masyarakat Seni Gunung Kidul. CP: 081228400704 (Wawan)
=====
_Andum Slamet_ adalah upaya bersama menggalang kerja dan relasi sosial untuk membagikan, membuat, dan menggalang kinerja sosial agar keselamatan dapat terwujud, apalagi di tengah pandemi Covid-19. Dengan demikian, _Andum Slamet_ juga dimaknai sebagai _Andum Kabahagyan_ melalui _nggugah rasa_ menggunakan bahasa-bahasa keseharian, kesenian, budaya sembari mengangkat kearifan lokal: kesederhanaan dan keberserahan diri kepada Tuhan secara optimis. _Andum Slamet_ akhirnya menghubungkan ulang relasi manusia dengan sesama dan relasi manusia dan Sang Pencipta, bukan sebagai pelarian melainkan keberdayaan dalam lingkup sosial, seni, dan budaya. Terlebih di musim _paceklik kebudayaan_, di Gunungkidul maupun Yogyakarta, bahkan Indonesia.
=====