Nalar Institute

Nalar Institute Mewujudkan kinerja sektor publik yang lebih baik berbasis data, bukti, dan keterlibatan.

20/08/2026

Pojok Kebijakan telah menjadi ruang bagi profesional muda untuk berdiskusi, berbagai pengalaman, dan bertukar pikiran terkait agenda kebijakan publik bersama praktisi kebijakan publik sekaligus Pendiri Nalar Institute Yanuar Nugroho. Selama 13 kali penyelenggaran, sebanyak 6 seri Pojok Kebijakan dilaksanakan di Yogyakarta. Total 173 peserta dari berbagai latar belakang telah berpartisipasi dalam Pojok Kebijakan di Jakarta.

Mengangkat tema “Membaca Sinyal Negara, Merajut Kembali Simpul,” Nalar Institute mengundang seluruh alumni Pojok Kebijakan untuk berkumpul kembali dalam Reuni Alumni Pojok Kebijakan Jakarta pada:

📅 Sabtu, 5 September 2026

🕒 09.00–12.00 WIB

📍 Jakarta (Luring)

Acara ini terbuka untuk seluruh alumni Pojok Kebijakan dan FIM 27. 

Batas waktu pendaftaran: Senin, 24 Agustus 2026. 

Tautan pendaftaran akan dibagikan melalui Grup WhatsApp Pojok Kebijakan. 

Bagi alumni yang belum tergabung ke dalam grup, hubungi Admin Nalar Institute melalui tautan bio Instagram.

Sampai jumpa di Jakarta!

Dinamika kebijakan dan tata kelola bangsa belakangan ini menyisakan banyak pertanyaan dan kegelisahan yang barangkali di...
18/08/2026

Dinamika kebijakan dan tata kelola bangsa belakangan ini menyisakan banyak pertanyaan dan kegelisahan yang barangkali dirasakan semua, tetapi jarang dibicarakan bersama. Di titik inilah ruang diskusi kolektif menjadi semakin relevan untuk dihidupkan kembali.

Mengangkat tema “Membaca Sinyal Negara, Merajut Kembali Simpul,” Nalar Institute mengundang seluruh alumni Pojok Kebijakan untuk berkumpul kembali dalam Reuni Alumni Pojok Kebijakan Jakarta pada:

📅 Sabtu, 5 September 2026

🕒 09.00–12.00 WIB

📍 Jakarta (Luring)

Acara ini terbuka untuk seluruh alumni Pojok Kebijakan dan FIM 27. 

Batas waktu pendaftaran: Senin, 24 Agustus 2026. 

Daftar melalui tautan berikut bit.ly/temualumnipkjakarta.

Sampai jumpa di Jakarta!

17/08/2026

Kemerdekannya sejatinya adalah milik semua warga tanpa terkecuali. ke-81, mari terus mengupayakan kemerdekaan yang bisa dinikmati seluruh penduduk Indonesia.

Nalar Institute turut berduka cita atas musibah gempa bumi berkekuatan M 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada 1...
16/08/2026

Nalar Institute turut berduka cita atas musibah gempa bumi berkekuatan M 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026. Semoga warga terdampak diberikan kekuatan dan ketabahan.

Kami juga mendorong penanganan pasca bencana yang cepat oleh pemerintah dengan mengutamakan keselamatan warga terdampak.

Nalar Institute bersama Perludem menyelenggarakan workshop bertajuk “AI di Bilik Suara: Rekomendasi Penggunaan AI di Kam...
13/08/2026

Nalar Institute bersama Perludem menyelenggarakan workshop bertajuk “AI di Bilik Suara: Rekomendasi Penggunaan AI di Kampanye Pemilu” di acara Jagongan Hak Digital pada hari Minggu, 2 Agustus 2026 di Yogyakarta. Dalam kegiatan ini, Peneliti dan Fasilitator Nalar Institute, Arsya Lay, berbagi soal ragam praktik pengaturan penggunaan AI dalam kampanye di beberapa negara/kawasan lain yang dapat menjadi acuan pembelajaran bagi Indonesia. Adapun negara/kawasan tersebut adalah Norwegia, Denmark, Irlandia, Inggris, Korea Selatan, Filipina, Brazil, India, Amerika Serikat, hingga Uni Eropa. 

Workshop ini merupakan bagian dari riset kolaboratif Nalar Institute dan Perludem mengenai pengaturan penggunaan AI dalam kampanye elektoral. Tujuannya adalah untuk merefleksikan Pemilu 2024 yang diwarnai oleh kampanye berbasis AI dan secara partisipatif mengkreasikan usulan-usulan kebijakan untuk memitigasi ancamannya. Melalui kegiatan ini, Nalar Institute dan Perludem mengajak peserta untuk bersama menjaga integritas Pemilu dan demokrasi di Indonesia. 

Rehabilitating the republic is neither pessimism nor alarmism. It is an act of patriotism: a commitment to ensure that t...
12/08/2026

Rehabilitating the republic is neither pessimism nor alarmism. It is an act of patriotism: a commitment to ensure that the promise of independence remains real for future generations. Indonesia deserves a republic that is not only stable, but just, democratic, and worth inheriting.

You can watch the entire video in NALAR’s YouTube Channel Episode 194, titled 'Rehabilitating and Reconstructing the Republic'. A shorter version of this episode was published in The Jakarta Post newspaper on 2 December 2025 titled "Rehabilitating and Reconstructing the Republic”.

Aceh’s post-tsunami recovery succeeded because reconstruction was grounded in unified data systems, transparent monitori...
11/08/2026

Aceh’s post-tsunami recovery succeeded because reconstruction was grounded in unified data systems, transparent monitoring, and a single-window mechanism that reduced discretion and strengthened accountability. Indonesia today requires a comparable renewal of its knowledge systems: strengthening the use of data and evidence, rebuilding analytical capacity across ministries, and restoring respect for expertise in the policy process.

You can watch the entire video in NALAR’s YouTube Channel Episode 194, titled 'Rehabilitating and Reconstructing the Republic'. A shorter version of this episode was published in The Jakarta Post newspaper on 2 December 2025 titled "Rehabilitating and Reconstructing the Republic”.

This is the institutional tsunami that demands national-scale reconstruction and rehabilitation. And reconstructing and ...
10/08/2026

This is the institutional tsunami that demands national-scale reconstruction and rehabilitation. And reconstructing and rehabilitating the republic today requires the same clarity of purpose, humility, and moral courage that guided Aceh’s recovery 20 years ago —but on a national scale.

You can watch the entire video in NALAR’s YouTube Channel Episode 194, titled 'Rehabilitating and Reconstructing the Republic'. A shorter version of this episode was published in The Jakarta Post newspaper on 2 December 2025 titled "Rehabilitating and Reconstructing the Republic”.

09/08/2026

Two decades ago, Aceh reminded Indonesia and the world that even the most devastated societies can rebuild when governance is anchored in integrity, accountability, and public participation. The challenge now is to apply those same principles to the republic. Without serious institutional rehabilitation and reconstruction, Indonesia risks evolving into a structure that is more authoritarian politically, more fragile economically, and more vulnerable ecologically.

You can watch the entire video in NALAR’s YouTube Channel Episode 194, titled 'Rehabilitating and Reconstructing the Republic'. A shorter version of this episode was published in The Jakarta Post newspaper on 2 December 2025 titled "Rehabilitating and Reconstructing the Republic”.

Presiden Prabowo Subianto resmi menaikkan tunjangan kinerja prajurit TNI dan pegawai Kementerian Pertahanan dalam RAPBN ...
05/08/2026

Presiden Prabowo Subianto resmi menaikkan tunjangan kinerja prajurit TNI dan pegawai Kementerian Pertahanan dalam RAPBN 2027. Keputusan ini pun menimbulkan banyak pertanyaan mengenai dampaknya terhadap beban APBN serta prinsip kesetaraan tunjangan dibandingkan dengan profesi lainnya.

Simak unggahan berikut ini.

Address

Yogyakarta
Sleman

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Nalar Institute posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Nalar Institute:

Shortcuts

Share