Yayasan Al Fattah Pereng Yogyakarta

Yayasan Al Fattah Pereng Yogyakarta

Share

Pendidikan Rumah Al Qur'an Al Fattah Pereng Yogyakarta

30/03/2022

Berkah manfaat

21/11/2021

Matur sembah nuwun 🙏

Mugo2 tenaga dan pikiran sederek satu padukuhan pereng dan para donatur dalam proses pembangunan Rumah Al Quran Al Fattah Pereng, hingga proses ngedag cor beton lantai 1 malam ini mendapat balasan setimpal saking Gusti Allah SWT.

Aamiin aamiin aamiin ya mujibassailin
🤲🤲🤲

17/11/2021

Selamat dan Sukses kepada Bapak dr. H. Tejo Katon, S.Si, MBA, MM, ASN Kanwil Kemenag DIY yang telah berhasil menjadi TOP 25 Kandidat Terpilih Anugerah ASN 2021 Kategori ASN Inspiratif

Semoga terus bisa menginspirasi kita untuk melakukan hal-hal yang terbaik untuk agama, bangsa dan negara tercinta.







-----------------


09/11/2021

Assalammu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Punya anak/ adik/ cucu/ saudara atau bahkan tetangga berusia 4 - 6 tahun yang ingin hafal JUZ 30??
AYO JOIN SEKARANG JUGA!!!
Gelombang 1 : Agustus 2021 - Januari 2022

----------
*PAUD AL QUR'AN AL FATTAH PERENG*
SEKOLAH FORMAL SETARA TK/ RA UNTUK ANAK BERUSIA 4 - 6 TAHUN
SISTEM PENGAJARAN 70% AL QUR'AN, 30% PENGETAHUAN UMUM (CALISTUNG)

----------
Segera Cek dan Follow SosMed kami 👇🏼
- Facebook : Yayasan Al Fattah Pereng Yogyakarta
- Instagram : .yogyakarta

----------
Hubungi Kami
- Telp/ WA : 085345184898 / 081297175525
- E-Mail : [email protected]

----------




Wassalammu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

17/10/2021

Pada momen ketika Nabi Muhammad lahir, jazirah Arab diimpit oleh dua kekaisaran: Romawi dan Persia. Keduanya memperebutkan wilayah Hijaz di Timur Tengah yang waktu itu belum terkuasai.

Romawi yang saat itu dalam kekuasaan Kekaisaran Byzantium, sementara Persia di bawah Kekaisaran Sasaniyah.

Nabi Muhammad lahir di Makkah pada 571 M atau sekitar 1449 tahun lalu. Dalam khazanah Islam, tahun kelahiran Nabi Muhammad dikenal dengan "Tahun Gajah" yang menandai momen penting ketika raja vasal Ethiopia di Yaman, Abrahah bermaksud meratakan bangunan Ka'bah. Pasukan ini bertolak menuju Makkah dengan membawa gajah.

Ka'bah nyatanya tak pernah runtuh, dan pasukan Abrahah dihujani batu yang dilempar burung ababil, demikian dikisahkan dalam sumber-sumber resmi Islam. Peristiwa penyerangan Ka'bah ini juga diabadikan dalam Alquran surah Al-Fiil.

Di "Tahun Gajah" itulah, bayi Muhammad lahir dari rahim Aminah binti Wahab bin Abdi Manaf bin Zuhra sebagai anak yatim. Ayahnya, Abdullah bin Abdul Muthalib meninggal dalam perjalanan niaga dari Syam. Abdullah meninggal ketika singgah ke tempat saudara ibunya di Yatsrib.

Selepas Aminah melahirkan, Abdul Muthalib amat gembira dan membawa bayi yang baru lahir itu ke Ka'bah, serta memberinya nama Muhammad. Nama "Muhammad" yang dipilihkan Abdul Muthalib menimbulkan pertanyaan di kalangan kaum Arab Makkah.

Ketika diadakan "kenduri" penyembelihan unta selepas 7 hari kelahiran sang bayi, sebagaimana dituliskan Muhammad Husain Haekal dalam Sejarah Hidup Muhammad (1980), orang-orang Quraisy bertanya-tanya kenapa nama bayi itu tidak diambil dari nama-nama nenek moyang mereka.

Abdul Muthalib yang menyaksikan kedahsyatan peristiwa "Perang Gajah" dan bantuan serangan dari "langit" lantas menjawab: “Kuinginkan dia [Muhammad] akan menjadi orang yang terpuji bagi Tuhan di langit dan bagi makhluk-Nya di bumi.”

Dalam bahasa Arab, kata "Muhammad" diambil dari kata sifat yang berarti "orang yang terus-menerus terpuji." Harapan Abdul Muthalib terkabul karena Nabi Muhammad SAW menjadi sosok yang demikian berpengaruh, berbudi pekerti luhur hingga dijuluki Al-Amin (orang terpercaya), dan memperoleh tempat khusus di sejarah dunia.

Dikisahkan bahwa pada malam kelahiran Nabi Muhammad, istana kisra di Persia berguncang hingga 14 ruangannya roboh. Api kaum Zoroaster yang disembah penganut Majusi pun padam. Padahal, api tersebut telah menyala selama 1000 tahun.

Kelahiran Nabi Muhammad SAW ini diyakini telah "memadamkan api" penganut Majusi, menandai kemunculan penyampai pesan "ketuhanan" di tengah impitan imperium Romawi dan Persia.

Esoknya, air danau Sawah di Persia surut. Beberapa sumber mata air mengering dan rakyat Kisra kebingungan. Seseorang kepercayaan di Kisra bernama Al-Mubidzan bermimpi melihat unta-unta bermuatan berat menuntun kuda-kuda bagus. Unta-unta tersebut berjalan mengarungi sungai Tigris dan sungai Eufrat, lalu menyebar ke sejumlah negerinya. Mimpi itu ditafsirkan sebagai kelahiran Nabi Muhammad SAW yang menjadi momen besar di seluruh penjuru Arab.

Kelahiran Nabi Muhammad juga diyakini membawa berkah bagi orang-orang di sekitarnya. Halimah As-Sa'diyah, diriwayatkan terus menerima keberuntungan, sejak pertama kali ia mengambil bayi Muhammad bin Abdullah sebagai bayi susuannya.

Ketika bayi itu disusui, air susu Halimah yang sebelumnya sedikit menjadi deras mengalir. Unta yang ditumpanginya dan sang suami ketika mengambil Muhammad menjadi gemuk dan kuat menempuh perjalanan dari Makkah ke Thaif. Kabilah bani Sa'ad asal Halimah As-Sa'diah juga tak henti-henti dilimpahi keberkahan selepas Muhammad berada di lingkungan mereka.

صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّد

Shollallaahu ‘ala Muhammad

Artinya: "(Ya Allah) berikanlah tambahan rahmat-Mu kepada junjungan kami Nabi Muhammad."

Gus Muh Jogja
-------------------------
Dilansir dari berbagai sumber



04/10/2021

QS. al-Maidah: 2, Allah swt berfirman :

وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلۡبِرِّ وَٱلتَّقۡوَىٰۖ وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡعُدۡوٰ⁠نِۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِیدُ ٱلۡعِقَابِ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolonglah dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya”[QS. Al-Maidah: 2]

Al-Quran membahasakan ungkapan gotong royong atau kerja sama dengan kata ta’awun, di mana kata dasarnya berasal dari ta‘awana-yata’awanu. Kata ini memiliki konotasi saling menolong, yang berarti kedua belah pihak secara aktif melakukan pertolongan satu sama lain. Karakter dasar manusia inilah yang menempatkan dirinya menjadi sebuah keniscayaan, di mana dalam mengarungi dan memenuhi kebutuhan kehidupannya di dunia ia tidak mampu hidup sendiri.

Tradisi gotong royong pada dasamya memiliki kesamaan landasan dalam al-Quran tentang pentingnya bekerja sama, tolong-menolong atau saling bantu-membantu. Prinsip ini dikemukakan al-Quran tidak lain sebagai upaya meletakkan manusia di samping sebagai makhluk Tuhan, juga sebagai makhluk sosial yang terikat dengan hukum-hukum sosial.

Video : kegiatan gotong royong warga Pereng Sumberharjo Prambanan dan santri Al Fattah Pereng dalam membangun Rumah Al Qur'an Al Fattah Pereng di wilayahnya.

Sahabat, yuk bantu pembangunan Rumah Al Qur'an Al Fattah Pereng lewat Donasi Jariyah Anda, baik itu berupa dana ataupun barang-barang material bangunan.

Jazakumullah khoiron katsiron kepada para donatur yang telah membantu selama ini, hingga kami bisa memulai proses awal pembangunan ini.

Semoga menjadi Amal Jariyah dan Allah memberi keberkahan atas apa yang Anda berikan.

Aamin Aamiin Yaa Mujibas Saailiin


'an


27/09/2021

Bismillahhirohmannirohim

Al Fattah Pereng merupakan salah satu Pondok Pesantren Yatim dan dhuafa di Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang didalamnya terdapat sarana pendidikan keagamaan lainnya seperti : TPA, Paudqu, juga Madrasah Ibtidaiyah.

Lokasinya terletak di pelosok Sleman Timur, Prambanan, tepatnya di Dusun Pereng, Sumberharjo, Prambanan, Sleman.

Di daerah ini, antusias masyarakat untuk belajar tentang pendidikan keagamaan Islam sangatlah baik.

Banyak di antara mereka memasukan putera-puterinya ke Al Fattah Pereng untuk menuntut ilmu, khususnya dalam pengajaran Taman Pendidikan Al Quran (TPA) serta Paud Qur'an.

Lewat Program Rumah Al Quran, Kami berupaya untuk bisa menghadirkan sarana bangunan pendidikan yang layak untuk mereka semua, dengan dana yang dikumpulkan dari hasil swadaya masyarakat sekitar, sahabat donatur se Indonesia, termasuk juga kegiatan gotong royong bersama warga masyarakat

Sahabat, yuk kita bantu pembangunan Rumah Al Quran Al Fattah Pereng, Sumberharjo. Harapannya tentu agar santri-santri kami memiliki sarana dan prasarana yang memadai.

"Jika manusia meninggal dunia maka putuslah amalnya kecuali tiga hal; Shadaqah jariyah, ilmu yang diambil manfaat dan anak shalih yang mendoakannya," (HR Muslim).

Semoga menjadi asbab pahala jariyah kita semua, Aamiin Aamin Ya Robbal Alamin.
-------------------
Info Rekening :
Bank BRI a.n TPA Al Fattah Pereng No Rek : 3066-01-040885-53-2

Bank BNI a.n PP Al Fattah Pereng No Rek : 1131860346

Bank BPD DIY a.n Yayasan Al Fattah Pereng Yogyakarta No. Rek : 097.211.001853

Atau hub : no wa 0882-3315-3772

🙏





14/07/2021

Bismillahhirohmannirrohim

Insya Allah Keberadaan Paudqu Al Fattah Pereng bisa mencetak Generasi Qur'ani

Aamiin aamiin ya robbalalamin

Pengasuh Paudqu Alfattah Pereng: Gus Muh Jogja

Kepala Sekolah Paudqu Alfattah Pereng : Riyani Pujiana
---------------------------------


10/07/2021

Selamat datang peserta didik baru PAUDQu Al fattah Gus Muh Jogja

08/07/2021

Beruntung sekali orang" yang hidup di dunia ini yang selalu menjunjung akhlakulkarimah Gus Muh Jogja

05/07/2021

Lahumul Fatihah

05/07/2021

Bismillahhirohmannirohim
Mohon doa restu rencana akan dibangun Rumah Al Qur'an Al Fattah Pereng.

Dan bisa menjadi sarana pendidikan yg layak bagi santri Ponpes Al Fattah Pereng, santri TPA Al Fattah Pereng, santri Paudqu Al Fattah Pereng dan santri Madrasah Diniyah Al Fattah Pereng.

Info lebih lanjut hub no di banner ini.

Want your school to be the top-listed School/college in Sleman?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Website

Address


Pereng 003/035, Prambanan, Sumberharjo
Sleman
55572