03/06/2026
Doa Berlindung dari Tetangga Yang Jahat
Tetangga merupakan orang yang sangat dekat dalam keseharian kita. Pada saat kita keluar rumah maka tetanggalah yang kita temui pertama kali. Saat kita sedang membutuhkan bantuan, tetanggalah yang pertama kali kita datangi pintu rumahnya. Sangat tidak mungkin bagi kita untuk hidup tanpa tetangga. Maka beruntunglah bagi mereka yang memiliki tetangga yang baik karena tetangga yang baik merupakan suatu nikmat. Hal ini sesuai dengan hadits “Di antara kebahagiaan seorang muslim di dunia adalah tetangga yang baik, rumah yang luas dan kendaraan yang menyenangkan.” (HR. Ibnu Hibban No 4032)
Sebaliknya jika kita mendapati tetangga yang mempunyai perlakuan buruk atau jahat kepada kita hendaklah kita sebagai seorang muslim bersabar jika mendapati perlakuan tidak baik dari tetangga serta memaafkan dan tidak membalasnya. bergembiralah dengan kesabaranmu karena engkau akan mendapatkan pahala dan keridhaan Allah.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memerintahkan kita untuk berlindung dari tetangga yang jahat. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Berdoa:
ALLAAHUMMA INNII A-'UUDZU BIKA MIN JAARIS-SUU' FI DAARIL MUQOOMATI "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari tetangga yang buruk di tempat tinggal tetapku. (HR. Bukhari NO 117)
🛒 Mau pesan sekarang?
Pilih cara belanja paling nyaman untukmu 👇
➡ WhatsApp 0812-2927-2277
➡ Shopee shopee.co.id/fahdproject
➡ Tokopedia tokopedia.com/fahdproject
✅ Produk Original 🎁 Packing Aman ⭐ Bergaransi
02/06/2026
Perbanyaklah Mengingat Nikmat Allah
Salah satu cara yang paling ampuh untuk melapangkan dada dan menenangkan hati dari kesedihan dan kegelisahan adalah dengan memperbanyak mengingat nikmat yang Allah Subhanahu wa Taala berikan kepada kita. Semakin seseorang pandai mengingat-ingat nikmat Allah Taala, maka ia akan lebih terdorong untuk bersyukur. Jika seorang hamba mencoba membandingkan antara nikmat Allah yang tidak terhitung jumlahnya dengan musibah yang menimpanya baik kondisi fakir, sakit atau musibah lainnya, Maka pastilah lebih banyak nikmat yang Allah berikan kepadanya sedangkan musibah yang menimpanya sangat sangat sedikit.
Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam Bersabda: “Perhatikanlah orang-orang yang ada dibawah kalian, dan jangan kalian memperhatikan orang-orang yang ada di atas kalian. Karena hal itu akan membuat kalian meremehkan nikmat Allah yang ada pada kalian” (HR. Muslim No.2963) Ketika seseorang mengamalkan nasihat Nabi maka ia akan melihat dirinya berada diatas kebanyakan orang bagaimanapun kondisi dirinya. Sehingga semua kesedihan dan kegelisahan yang dialami bisa menghilang.
Semakin sering seseorang merenungi nikmat-nikmat Allah maka ia pasti akan menyadari bahwa Allah subhanahu wa Taala telah memberikannya banyak kebaikan dan menyelamatkannya dari banyak keburukan. Tentunya hal ini bisa menghilangkan kesedihan dan kegelisahan serta bisa mendatangkan kesenangan dan kebahagiaan. Allah Subhanahu Wa Taala Berfirman: Dan segala nikmat yang ada padamu (datangnya) dari Allâh, kemudian apabila kamu ditimpa kesengsaraan, maka kepada-Nyalah kamu meminta pertolongan.” (Quran Surat An Nahl Ayat 53)
🛒 Mau pesan buku kami sekarang?
Pilih cara belanja paling nyaman untukmu 👇
➡ WhatsApp 0812-2927-2277
➡ Shopee shopee.co.id/fahdproject
➡ Tokopedia tokopedia.com/fahdproject
✅ Produk Original 🎁 Packing Aman ⭐ Bergaransi
01/06/2026
Jadikan Akhirat Tujuanmu Maka Dunia Akan Mengikutimu
Kebanyakan manusia berusaha keras untuk mengejar kehidupan dunia demi mencapai keinginan dalam hidupnya tetapi yang terjadi justru mereka semakin jauh dari ketenangan dan keberkahan. Padahal kunci kemudahan hidup sesungguhnya bisa didapatkan apabila kita mengejar akhirat. Dengan mengejar tujuan akhirat sebagai prioritas maka Allah akan mencukupkan urusan duniawi, serta menjadikan hidupnya penuh ketenangan dan keberkahan.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Bersabda: “Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai akhirat, maka Allah akan memberikan kecukupan dalam hatinya, Dia akan menyatukan keinginannya yang tercerai berai, dunia pun akan dia peroleh dan tunduk padanya. Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai dunia, maka Allah akan menjadikan dia tidak pernah merasa cukup, akan mencerai beraikan keinginannya, dunia pun tidak dia peroleh kecuali yang telah ditetapkan baginya.” (HR. Tirmidzi no. 2465)
Maka barangsiapa yang menjadikan tujuan hidupnya adalah Akhirat maka Allah akan melancarkan urusannya. Dunia pun akan mendatanginya dalam keadaan hina (tanpa diminta) segala hajat dimudahkan dan hidup dilapangkan. Namun barangsiapa yang menjadi dunia sebagai tujuan hidupnya maka Allah akan jadikan kemiskinan selalu terlihat di matanya, segala urusan menjadi sulit dan timbul ketidaktenangan hati. Duniapun tidak akan datang kecuali yang telah Allah Taala tetapkan untuknya. Maka jadikanlah akhirat sebagai tujuan utama kita. Semoga Allah Subhanahu Wa Taala meneguhkan hati kita untuk selalu mendahulukan akhirat di atas urusan dunia. Aamiin
🛒 Mau pesan buku kami sekarang?
Pilih cara belanja paling nyaman untukmu 👇
➡ WhatsApp 0812-2927-2277
➡ Shopee shopee.co.id/fahdproject
➡ Tokopedia tokopedia.com/fahdproject
✅ Produk Original 🎁 Packing Aman ⭐ Bergaransi
31/05/2026
Bacaan Untuk Meminta Kecukupan Dalam Segala Urusan
Setiap manusia pasti memiliki kebutuhan hidup yang tidak terbatas dan beragam untuk bertahan hidup serta mencapai kesejahteraan. Namun sebagai seorang muslim yang baik kita sebaiknya selalu merasa cukup atas segala sesuatu yang kita dapatkan. Terdapat suatu amalan yang bisa kita lakukan agar diberikan kecukupan dalam segala urusan. Dari Abu Mas’ud Al-Badri Radhiyallahuanhu bahwasanya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Siapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah pada malam hari, maka ia akan diberi kecukupan.” (HR. Bukhari no. 5009)
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin menjelaskan tentang keutamaan dua ayat tersebut ketika dibaca di malam hari, “Ketahuilah para ikhwan sekalian, kedua ayat ini jika dibaca di malam hari, maka akan diberi kecukupan. Yang dimaksud diberi kecukupan di sini adalah dijaga dan diperintahkan oleh Allah, juga diperhatikan dalam do’a karena dalam ayat tersebut terdapat doa untuk maslahat dunia dan akhirat.” (Ahkam Al-Qur’an Al-Karim, 2: 540-541)
🛒 Mau pesan buku kami sekarang?
Pilih cara belanja paling nyaman untukmu 👇
➡ WhatsApp 0812-2927-2277
➡ Shopee shopee.co.id/fahdproject
➡ Tokopedia tokopedia.com/fahdproject
✅ Produk Original 🎁 Packing Aman ⭐ Bergaransi
30/05/2026
Untukmu Yang Sulit Menjaga Pandangan
Sebagai wujud rasa syukur terhadap mata yang dianugerahkan oleh Allah, kita dituntut untuk menjaga pandangan dari hal-hal yang haram yang tidak boleh dipandang oleh mata. Hal tersebut tidak lain sebagai ujian keimanan bagi kita dan sebagai bukti ketaatan kita kepada Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman, Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (Quran Surat. An-Nûr Ayat 30)
Perintah menjaga pandangan tersebut juga berlaku bagi kaum wanita. Sebagaimana firman Allah Ta’ala: “Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya. Dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka,… (Quran Surat. An-Nur: 31)
Terdapat kabar gembira bagi umatnya yang mampu menjaga pandangannya dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah. Dari Ubadah bin Shamit radiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ”Jaminlah aku dengan enam perkara, dan aku akan menjamin kalian dengan surga. Jujurlah (jangan berdusta) jika kalian berbicara. Tepatilah jika kalian berjanji. Tunaikanlah jika kalian dipercaya (jangan berkhianat). Peliharalah kemaluan kalian. Tahanlah pandangan kalian. Dan tahanlah kedua tangan kalian.” (HR. Ahmad no. 22757)
Disebutkan dalam kita Shahihain, Nabi shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda, “Hai sekalian pemuda, barangsiapa di antara kalian sudah memiliki kemampuan, segeralah menikah. Karena menikah dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang belum sanggup menikah, berpuasalah. Karena puasa akan menjadi benteng baginya.” (HR. Muslim no. 1400)
Pilih cara belanja buku paling nyaman untukmu 👇
➡ WhatsApp 0812-2927-2277
➡ Shopee shopee.co.id/fahdproject
➡ Tokopedia tokopedia.com/fahdproject
29/05/2026
Sikap Muslim Ketika Ada Kenaikan Harga Bahan Pokok
Di tengah melemahnya nilai rupiah, naiknya harga kebutuhan pokok, serta semakin beratnya biaya hidup, banyak manusia diliputi kecemasan. Sebagian mulai panik, sebagian lagi tenggelam dalam keluhan, bahkan ada yang mulai mencari jalan-jalan haram demi mempertahankan gaya hidupnya. Namun seorang muslim tidak memandang peristiwa ekonomi hanya dengan kacamata angka dan grafik semata. Ia melihat bahwa seluruh kejadian di alam ini berada di bawah takdir dan hikmah Allah ‘Azza wa Jalla. Naik turunnya mata uang, lapang sempitnya rezeki, subur atau runtuhnya ekonomi sebuah negeri, semuanya tidak pernah keluar dari kehendak Rabb semesta alam.
Seorang muslim meyakini bahwa Allah adalah Ar-Razzaq, Dzat Yang Maha Memberi Rezeki. Dialah yang melapangkan dan menyempitkan kehidupan hamba-hamba-Nya sesuai hikmah-Nya. Ketika harga-harga barang pernah melonjak di zaman Nabi ﷺ, para sahabat meminta beliau untuk menetapkan harga pasar. Namun beliau menolak seraya bersabda: “Sesungguhnya Allah-lah yang menentukan harga, Yang menyempitkan, Yang melapangkan, dan Yang memberi rezeki.” (HR. Abu Dawud no. 3451)
Hadits ini mengajarkan bahwa gejolak ekonomi bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri. Semua terjadi dengan izin Allah. Maka hati seorang mukmin tidak bergantung kepada rupiah, dolar, pasar, atau jabatan. Hatinya bergantung kepada Allah semata. Betapa banyak orang yang hartanya sedikit namun hidupnya tenang dan penuh keberkahan. Sebaliknya, betapa banyak orang bergaji besar tetapi hidupnya penuh kecemasan, utang, dan masalah. Karena hakikat kekayaan bukan banyaknya angka, melainkan keberkahan yang Allah letakkan di dalamnya.
🛒 Mau pesan sekarang?
Pilih cara belanja paling nyaman untukmu 👇
➡ WhatsApp 0812-2927-2277
➡ Shopee shopee.co.id/fahdproject
➡ Tokopedia tokopedia.com/fahdproject
✅ Produk Original 🎁 Packing Aman ⭐ Bergaransi
28/05/2026
Mengenal Hari Tasyriq
Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Hari tasyriq adalah tiga hari setelah Idul Adha (yaitu 11, 12, 13 Dzulhijjah). Disebut tasyriq karena tasyriq itu berarti mendendeng atau menjemur daging qurban di terik matahari. Dalam hadits disebutkan, hari tasyriq adalah hari untuk memperbanyak dzikir yaitu takbir dan lainnya.” (Syarh Shahih Muslim, 8: 18).
Hari tasyriq adalah hari-hari makan dan minum; hari-hari menampakkan s**a cita dan kegembiraan; menyenangkan keluarga, istri, dan anak-anak dengan sesuatu yang menyegarkan jiwa serta melapangkan dada, selama itu yang bukan merupakan perkara haram membahayakan ataupun memalingkan dari ketaatan kepada Allah Ta’ala. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Hari Arofah, hari Idul Adha dan hari-hari Tasyriq adalah ‘ied kami kaum muslimin. Hari tersebut (Idul Adha dan hari Tasyriq) adalah hari menyantap makan dan minum (HR. Abu Dawud 2419)
Hari tasyriq juga adalah hari-hari untuk mengingat Allah Ta’ala. Yaitu dengan bertakbir setiap selesai salat, pada setiap waktu, dan pada kondisi-kondisi yang tepat untuk mengingat Allah Ta’ala. Seperti mengingat Allah Ta’ala ketika makan dan minum dengan membaca bismillah di awalnya, lalu mengucapkan tahmid di akhirnya. Walaupun hal ini berlaku di setiap waktu, akan tetapi pada hari-hari tersebut lebih ditekankan lagi.
Maka hendaknya seorang muslim berhati-hati untuk tidak lalai dari mengingat Allah Ta’ala, seperti ia hanya mengambil bagian dari awal hadis (yakni hari makan dan minum) tetapi meninggalkan akhir hadis (yakni hari mengingat Allah). Sebaiknya ia menyemarakkan waktu-waktu yang utama ini dengan ketaatan, melakukan kebaikan, dan tidak menyia-nyiakannya dengan senda gurau juga bermain-main.
🛒 Mau pesan buku kami sekarang?
Pilih cara belanja paling nyaman untukmu 👇
➡ WhatsApp 0812-2927-2277
➡ Shopee shopee.co.id/fahdproject
➡ Tokopedia tokopedia.com/fahdproject
✅ Produk Original 🎁 Packing Aman ⭐ Bergaransi
27/05/2026
Berbahagia Di Hari Raya
Hari raya adalah hari adalah hari bersyukur dan dzikir, hari makan dan berbuka. Berpuasa pada hari ini hukumnya haram karena berpaling dari perjamuan Allah Azza wa Jalla dan dianggap menyelisihi perintah-Nya; dan Allah Azza wa Jalla mensyariatkan berbuka pada hari ini.
Pada hari raya idul Adha disyariatkan menyembelih hewan kurban dan hadyu bagi yang sedang berhaji. Allah berfirman: “Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang Telah ditentukan atas rezki yang Allah Telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.” (Quran Surat Al Hajj Ayat 28)
pada hari raya dianjurkan untuk menampakkan kebahagiaan dan bersenang-senang seperti mengadakan acara berkumpul makan-makan juga disunahkan ngobrol-ngorol ringan dan berbincang hangat dalam rangka menyambung ukhuwah dan menghilangkan hasad dan kedengkian sesama kaum muslimin di waktu gembira. Ibnu Hajar Al Asqalani Rahimahullah Berkata: "Menampakkan kegembiaraan di hari raya ied termasuk dari syiar agama" (Fathul Bari 2:443)
Oleh karena itu, hari raya seharusnya dimaknai oleh kaum muslimin sebagai bentuk s**a cita karena keutamaan dan karunia Allah, sublimasi dari kebahagiaan karena taat dan ibadah, rasa syukur yang seutuhnya karena takwa dan amal shaleh. Berbahagia karena keutamaan dan karunia Allah adalah perintah Allah ‘azza wa jalla dalam Al Qur`an, “Katakanlah: “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (Quran Surat Yunus Ayat 58)
🛒 Mau pesan buku kami sekarang?
Pilih cara belanja paling nyaman untukmu 👇
➡ WhatsApp 0812-2927-2277
➡ Shopee shopee.co.id/fahdproject
➡ Tokopedia tokopedia.com/fahdproject
✅ Produk Original 🎁 Packing Aman ⭐ Bergaransi
26/05/2026
TAHNIAH
Seluruh tim Fahd Project mengucapkan :
TAQABBALALLAHU MINNA WAMINKUM WAAHALAHULLAHU ’ALAIK
Semoga Allah menerima amalan dari kami dan dari kamu sekalian dan semoga Allah menyempurnakannya atasmu.
(Al-Fatawa Al-Kubra, 2/228)
26/05/2026
Kump**an Amalan Kebaikan Pada Hari Arafah
Hari Arafah bukan sekadar hari biasa dalam kalender Islam. Ia adalah hari penuh rahmat dan ampunan yang begitu luas. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa tidak ada hari di mana Allah lebih banyak membebaskan hamba dari api neraka dibanding Hari Arafah. Sebagai umat islam kita dianjurkan untuk memperbanyak melakukan amalan kebaikan pada hari Arafah. Berikut kump**an amalan yang dianjurkan pada hari arafah.
Memperbanyak doa pada hari arafah.
Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, Nabi ﷺ bersabda “Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah.” (HR. Tirmidzi, no. 3585). Dari ‘Ali radhiyallahu ‘anhu Nabi ﷺ Bersabda: “Kalimat utama yang aku dan para nabi ucapkan pada senja hari Arafah adalah: LAA ILAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKA LAH LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALA KULLI SYAI-IN QODIIR” (HR. Ath-Thabrani dalam Fadhl ‘Ashri Dzil Hijjah, 2:13)
Berpuasa pada hari Arafah bagi yang tidak berhaji, dapat menghapus dosa dua tahun.
Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim, no. 1162)
Bertakbir sejak Shubuh hari Arafah hingga hari tasyrik terakhir setiap bakda shalat.
Bacaan Takbir yang dianjurkan adalah Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, laa ilaha illallah wallahu akbar. Allahu akbar, walillahil hamd.
Perbanyak kebaikan karena Arafah masih masuk awal Dzulhijjah seperti sedekah.
“Tidak ada satu amal shalih yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal shalih yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzulhijjah).” Para sahabat bertanya, “Tidak p**a jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jihad di jalan Allah pun tidak bisa mengalahkan kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali sedikit pun.” (HR. Abu Daud, no. 2438)