Fahd Project

Fahd Project Bersama Menebar Manfaat

Pernah bertanya, kenapa kita begitu mudah membagikan kesalahan orang lain, tetapi sulit menahan diri untuk menutupi aib ...
19/08/2026

Pernah bertanya, kenapa kita begitu mudah membagikan kesalahan orang lain, tetapi sulit menahan diri untuk menutupi aib orang lain?

Satu video. Satu screenshot. Satu klik.

Dalam hitungan detik, aib seseorang bisa tersebar dan nama baiknya rusak.

Padahal Rasulullah ﷺ bersabda:

"Barang siapa menutupi aib seorang muslim, Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat."

(HR. Muslim No. 2699)

Menutupi aib bukan berarti membenarkan dosa. Nasihat tetap perlu, tetapi dengan ilmu, adab, dan niat untuk memperbaiki, bukan mempermalukan.

Sebab kita semua punya kekurangan. Kita semua berharap Allah menutupi aib kita.

Maka sebelum menekan tombol "Share", berhenti sejenak dan tanyakan:

"Apakah ini mendekatkan kepada ridha Allah, atau justru membuka aib saudara seiman?"

Jadilah pembawa kebaikan, bukan penyebar keburukan.

Temukan pembahasan selengkapnya dalam buku "Insan Pembuka Pintu Kebaikan dan Penutup Pintu Keburukan"

🛒 Mau pesan sekarang?

Pilih cara belanja paling nyaman untukmu 👇
➡ WhatsApp 0812-2927-2277

➡ Shopee shopee.co.id/fahdproject

➡ Tokopedia tokopedia.com/fahdproject

➡ Website fahdproject.com/store

Simpan sebagai pengingat dan bagikan kepada orang yang mungkin membutuhkan nasihat ini.

18/08/2026
Pernah merasa sudah membaca berulang kali, tetapi isi buku tetap sulit dipahami?Mungkin masalahnya bukan pada bukunya, a...
18/08/2026

Pernah merasa sudah membaca berulang kali, tetapi isi buku tetap sulit dipahami?

Mungkin masalahnya bukan pada bukunya, atau bahkan bukan pada kemampuanmu belajar. Bisa jadi, kamu hanya belum menemukan waktu belajar yang tepat.

Tubuh memiliki ritme sirkadian, yaitu “jam biologis” yang mengatur kapan tubuh dan otak lebih siap untuk fokus, mengingat, menganalisis, hingga beristirahat.

Menariknya, setiap waktu memiliki fungsi yang berbeda.

Ada waktu yang lebih cocok untuk:

Memahami dan menghafal materi baru
Mengerjakan soal dan berpikir kritis
Membaca, merenung, dan menyerap wawasan

Lalu, kapan waktu terbaik untuk melakukan masing-masing aktivitas tersebut?

Geser sampai akhir, karena bisa jadi selama ini kamu belajar di waktu yang kurang tepat.

Simpan postingan ini sebagai referensi dan bagikan kepada teman yang sedang berusaha meningkatkan kualitas belajarnya.

Pernahkah kita mendoakan Indonesia?Di hari kemerdekaan, jangan hanya mengenang jasa para pejuang. Luangkan juga waktu un...
16/08/2026

Pernahkah kita mendoakan Indonesia?

Di hari kemerdekaan, jangan hanya mengenang jasa para pejuang. Luangkan juga waktu untuk mendoakan negeri ini.

Kita sering berdoa untuk kesehatan, rezeki, keluarga, dan urusan pribadi. Tapi, sudahkah kita mendoakan kebaikan negeri tempat kita tinggal?

Nabi Ibrahim ‘alaihissalam pernah berdoa:

“Wahai Rabbku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman dan berikanlah rezeki kepada penduduknya.”
(QS. Al-Baqarah: 126)

Mari doakan Indonesia agar Allah menjadikannya negeri yang aman, makmur, dan penuh keberkahan.

Namun, mendoakan negeri bukan berarti hanya menunggu perubahan. Kita juga perlu mengambil bagian dengan memperbaiki diri, menjaga amanah, berlaku jujur, membantu sesama, dan memberikan manfaat.

Allah Ta’ala berfirman:

“Seandainya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.”
(QS. Al-A’raf: 96)

Maka, jangan hanya mengeluh tentang negeri.

Langitkan doa untuk Indonesia, lalu mulai perubahan dari diri sendiri.

Semoga Allah menjaga Indonesia dengan keamanan, kesejahteraan, dan keberkahan. Semoga Allah memberikan kebaikan kepada seluruh masyarakatnya.

Lengkapi doa-doa harianmu dengan buku “Bekal 125 Doa Bekal Seorang Muslim”.

🛒 Mau pesan sekarang?

Pilih cara belanja paling nyaman untukmu 👇

➡ WhatsApp 0812-2927-2277

➡ Shopee shopee.co.id/fahdproject

➡ Tokopedia tokopedia.com/fahdproject

🇮🇩

Rajin shalat, tapi masih jatuh dalam maksiat?Allah berfirman:“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan m...
15/08/2026

Rajin shalat, tapi masih jatuh dalam maksiat?

Allah berfirman:

“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”
(QS. Al-‘Ankabut: 45)

Lalu, kenapa masih ada orang yang rajin shalat tetapi tetap melakukan dosa?

Bukan janji Allah yang salah. Bisa jadi, ada yang perlu kita evaluasi dari kualitas shalat kita.

Shalat bukan sekadar gerakan dan kewajiban yang selesai setelah salam. Shalat seharusnya membekas dalam hati dan tercermin dalam perilaku.

Ada tiga hal yang perlu kita hadirkan dalam shalat: ikhlas, rasa takut kepada Allah, dan dzikir yang mengingatkan kita pada perintah serta larangan-Nya.

Jika saat ini kita masih berjuang meninggalkan maksiat, jangan tinggalkan shalat. Justru, perbaiki shalat kita. Pelajari, pahami, dan kerjakan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.

Karena shalat yang benar bukan hanya tentang menggugurkan kewajiban, tetapi juga tentang bagaimana ia membentuk diri kita menjadi lebih taat.

Sudahkah kita mengevaluasi shalat kita hari ini?

Pelajari panduan praktisnya melalui buku “Mukhtasar Sifat Shalat Nabi”.

🛒 Mau pesan Bukunya sekarang?

Pilih cara belanja paling nyaman untukmu 👇

➡ WhatsApp 0812-2927-2277

➡ Shopee shopee.co.id/fahdproject

➡ Tokopedia tokopedia.com/fahdproject

Racun Zaman Sekarang tidak selalu berupa maksiat yang terlihat. Ada racun yang lebih berbahaya karena diam-diam merusak ...
14/08/2026

Racun Zaman Sekarang tidak selalu berupa maksiat yang terlihat.

Ada racun yang lebih berbahaya karena diam-diam merusak iman yaitu syubhat dan syahwat.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya di antara yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syahwat pada perut dan kemaluan, serta fitnah-fitnah yang menyesatkan.” (HR. Ahmad no. 15550)

Syubhat adalah keraguan dan pemikiran menyimpang yang mengaburkan kebenaran.
Sedangkan syahwat adalah hawa nafsu yang mendorong seseorang mengikuti keinginan hingga melanggar syariat.

Lalu bagaimana cara menyelamatkan diri?

Syubhat dilawan dengan ilmu yang benar agar kita memiliki keyakinan dan mampu membedakan antara yang hak dan batil.

Syahwat dilawan dengan kesabaran, yaitu menahan hawa nafsu agar tetap taat kepada Allah.

Karena ilmu menuntun kita mengenali kebenaran, sementara kesabaran membuat kita mampu tetap berada di atasnya.

Syekh Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i rahimahullah juga berwasiat agar seorang Muslim saling mengingatkan untuk bertakwa kepada Allah dan bersungguh-sungguh menuntut ilmu agama yang bersumber dari Al-Qur'an dan As-Sunnah sesuai pemahaman para salaf.

Di tengah derasnya fitnah zaman, jangan biarkan diri dan keluarga menghadapinya tanpa bekal ilmu.

Dapatkan Buku "Insan Pembuka Pintu Kebaikan & Penutup Pintu Keburukan" Sebuah bekal untuk membantu kita memperkuat iman, mengenali kebaikan, menjauhi keburukan, dan tetap teguh di tengah fitnah zaman.

🛒 Mau pesan bukunya sekarang?

Pilih cara belanja paling nyaman untukmu 👇

➡ WhatsApp 0812-2927-2277

➡ Shopee shopee.co.id/fahdproject

➡ Tokopedia tokopedia.com/fahdproject

AL-QUR’AN JADI BAHAN CHALLENGE?Menghafal dan membaca Al-Qur’an adalah ibadah.Lantas, pantaskah ayat-ayat Allah dijadikan...
13/08/2026

AL-QUR’AN JADI BAHAN CHALLENGE?

Menghafal dan membaca Al-Qur’an adalah ibadah.
Lantas, pantaskah ayat-ayat Allah dijadikan sarana mendapatkan sesuatu yang haram?

Bukan sekadar soal hadiah. Ini tentang adab terhadap kalamullah.

Allah Ta’ala berfirman: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” (QS. At-Taubah: 65)

Ayat ini mengingatkan kita untuk tidak menjadikan agama sebagai bahan permainan, candaan, atau sekadar konten demi perhatian.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya.”
(HR. Muslim no. 804)

Maka, jangan sampai Al-Qur’an yang seharusnya menjadi petunjuk dan jalan menuju Allah, justru dijadikan alat mengejar sensasi, viralitas, atau sesuatu yang haram.

Tidak semua yang viral harus diikuti.
Tidak semua yang bisa dijadikan konten layak dijadikan konten.

Hafalkan karena Allah.
Baca karena Allah.
Amalkan karena Allah.

Pemuda Muslim harus punya iman, adab, dan prinsip.
Bukan sekadar mengikuti tren.

Stop Ceramahi Anak!Mereka Lebih Percaya Perbuatan daripada NasihatSering kali kita sibuk menasihati anak, tetapi lupa ba...
12/08/2026

Stop Ceramahi Anak!

Mereka Lebih Percaya Perbuatan daripada Nasihat

Sering kali kita sibuk menasihati anak, tetapi lupa bahwa mereka belajar terutama dari apa yang kita lakukan.

Kalau ingin anak:
🤍 santun, tunjukkan kesantunan.
🤍 berbakti, jadilah anak yang berbakti kepada orang tua.
🤍 dekat dengan Allah, perlihatkan keteladanan dalam ibadah.

Sebelum menuntut anak berubah, mari mulai dari diri sendiri.

Karena pendidikan terbaik bukan sekadar nasihat, tetapi teladan, doa, dan usaha yang terus-menerus.

Anak tidak membutuhkan orang tua yang sempurna. Mereka membutuhkan orang tua yang mau terus belajar dan memperbaiki diri.

Dapatkan Panduan Mendidik Anak Secara Islami Dalam Buku: "Pendidikan Anak dan Pemuda: Pilar Emas Menghadapi Tantangan Zaman"

Yuk, jadi teladan sebelum menjadi penasehat.

🛒 Mau pesan Bukunyasekarang?

Pilih cara belanja paling nyaman untukmu 👇
➡ WhatsApp 0812-2927-2277

➡ Shopee shopee.co.id/fahdproject

➡ Tokopedia tokopedia.com/fahdproject

Buku Cepat Rusak? Stop Lakukan 5 Kesalahan Ini!Buku bisa awet bertahun-tahun jika disimpan dan dirawat dengan benar. Jan...
11/08/2026

Buku Cepat Rusak? Stop Lakukan 5 Kesalahan Ini!

Buku bisa awet bertahun-tahun jika disimpan dan dirawat dengan benar. Jangan sampai kebiasaan kecil justru membuat koleksi bukumu cepat rusak.

1. Salah Posisi
Simpan buku berdiri tegak dan gunakan penahan buku. Hindari menumpuk buku terlalu lama karena dapat merusak jilidan.

2. Terkena Matahari & Lembap
Sinar UV bisa memudarkan sampul dan membuat kertas rapuh. Kelembapan memicu jamur dan bau apek. Jaga rak tetap kering dan beri jarak 5–10 cm dari dinding.

3. Memperlakukan Buku dengan Kasar
Jangan melipat sudut halaman atau membuka buku terlalu lebar. Gunakan pembatas buku agar halaman dan jilidan tetap terjaga.

4. Membiarkan Debu Menumpuk
Bersihkan rak dan sela buku secara rutin menggunakan kemoceng, kain mikrofiber kering, atau kuas lembut.

5. Mengabaikan Kelembapan Rak
Gunakan silica gel sebagai tambahan, tetapi tetap utamakan ventilasi yang baik. Jauhkan buku dari sumber air dan area lembap.

Kunci buku lebih awet:
Simpan dengan benar, jaga tetap kering dan bersih, hindari sinar matahari langsung, serta perlakukan dengan lembut.

Buku bukan sekadar bacaan, tetapi koleksi ilmu yang layak dijaga.

Ikuti akun kami untuk lebih banyak tips buku, membaca, dan rekomendasi literatur.

Follow, Save, & Share!

Address

Jalan Gito Gati
Sleman

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Fahd Project posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Fahd Project:

Shortcuts

Share

Category