mahadmpd

mahadmpd

Share

Tempat Belajar Keluarga Islam

Ma'had Masjid Pogung Dalangan (MPD)
Yayasan Pogung Kampung Hijrah, DIY

05/06/2026
Photos from mahadmpd's post 29/05/2026

“Kenapa aku sulit tenang?”
“Kenapa luka lama masih terasa sampai sekarang?”
“Kenapa hati mudah cemas, overthinking, dan lelah sendiri…?”

Tidak semua luka terlihat.
Ada yang tersimpan diam-diam di balik senyuman, kesibukan, dan kata “aku gapapa”.

Padahal trauma, inner child, dan luka batin yang tidak diselesaikan…
bisa mempengaruhi cara kita berpikir, merasa, bahkan menjalani kehidupan sebagai muslimah.

✨ Karena itu, yuk belajar memahami diri dengan lebih sehat dan Islami.

Dalam kajian ini insyaAllah akan membahas:
🌱 Memahami trauma & inner child
🌱 Mengenali sumber stres dan kecemasan
🌱 Cara menghadapi luka batin secara sehat
🌱 Menguatkan hati dengan dzikir, doa, dan pendekatan syar’i

Karena sembuh bukan berarti menjadi manusia tanpa luka…
tetapi belajar kembali dekat kepada Allah di tengah luka 🤍

📌 Daftar sekarang:
madrasahkeluargasakinah.com/daftar

⏳ Penutupan pendaftaran:
26 Juni 2026

22/05/2026

“Abi… kalau wudhu sambil ngomong itu batal gak?”
“Kalau tayamum pakai bedak sah gak?”

Anak-anak itu s**a bertanya.
Dan di usia mereka, rasa penasaran adalah pintu belajar 🌱

Sayangnya…
tidak semua anak mendapatkan jawaban agama yang benar dan menyenangkan.
Padahal thaharah adalah ilmu dasar yang akan dipakai setiap hari sampai dewasa.

✨ PROGRAM TANYA USRAH
“Anak Bertanya, Ustadz Menjawab”
Tema: Thaharah

Belajar fiqih dasar dengan bahasa yang ringan, interaktif, dan mudah dipahami anak-anak 👦🏻👧🏻

📖 Materi:
• Hadats & Najis
• Etika Buang Hajat
• Wudhu & Tayamum

🎙 Materi singkat & menyenangkan
❓ Anak bisa tanya langsung
📜 Sertifikat peserta

👥 Kelas Khusus Anak
🗓 Sabtu, 6,13,20 | Juni 2026
⏰ 09.00–10.00 WIB

📌 Daftarkan putra-putri terbaik antum:
madrasahkeluargasakinah.com/daftar

⏳ Penutupan:
4 Juni 2026

Karena adab dan ilmu yang benar lebih mudah ditanamkan sejak kecil 🤍

19/05/2026

“Takut menikah… karena merasa belum siap?”

Takut tidak bisa menjadi suami yang baik?
Takut tidak mampu menjadi istri yang shalihah?
Takut rumah tangga nanti justru penuh luka dan penyesalan?

Akhirnya…
banyak yang hanya mempersiapkan acara pernikahan,
tapi lupa mempersiapkan ilmu setelah pernikahan.

Padahal menikah bukan sekadar:
💍 sah di hari akad
Namun tentang bagaimana menjalani kehidupan setelahnya.

✨ Yuk persiapkan pernikahan dengan ilmu, bukan hanya dengan rasa siap.

Belajar bersama di "Program WAG Keluarga Sakinah Batch 29"

🎁 GRATIS & belajar selama 1 tahun penuh

📌 Daftar sekarang:
madrasahkeluargasakinah.com/daftar

⏳ Pendaftaran ditutup 31 Mei 2026

Karena rumah tangga yang baik dibangun dengan ilmu dan ketakwaan 🌱

Photos from mahadmpd's post 18/05/2026

Banyak kepala keluarga terlihat kuat di depan keluarga maupun teman-temannya.

Padahal diam-diam…
sedang memikul banyak hal sendirian.

Tentang kebutuhan,
masa depan,
dan rasa takut tidak bisa mencukupi keluarga.

Semoga Allah cukupkan rezeki para pejuang keluarga,
dan dikuatkan hatinya dalam setiap perjuangan. 🤍

Save & kirim ke seseorang yang sedang berjuang untuk keluarganya.

16/05/2026

“Katanya kalau penghasilan besar hidup bakal tenang…”

Tapi kenapa banyak keluarga yang tetap penuh tekanan?
Gaji masuk numpang lewat.
Sering khawatir sebelum akhir bulan.
Pembahasan uang berubah jadi pertengkaran.
Bahkan ibadah dan ketenangan rumah ikut terdampak.

Masalahnya sering kali bukan sekadar kurang uang.
Tapi karena belum paham:
bagaimana cara menjemput rezeki yang benar,
dan bagaimana mengelolanya dengan bijak.

Padahal keluarga sakinah tidak dibangun hanya dengan cinta.
Tapi juga dengan ilmu.

✨ WEBINAR KELUARGA SAKINAH
“Manajemen Keuangan Keluarga”

Belajar bersama:
📖 Konsep rezeki dalam pernikahan
📖 Rambu-rambu menjemput rezeki
📖 Manajemen keuangan keluarga

👥 Terbuka untuk Ikhwan & Akhawat
🗓 25–27 Mei 2026
⏰ 20.00–21.30 WIB
📍 Via Zoom
🎁 GRATIS

Karena rumah tangga tidak cukup hanya dijalani…
tetapi perlu dipersiapkan dan dipelajari.

Daftar sekarang:
madrasahkeluargasakinah.com/daftar

⏳ Penutupan pendaftaran:
23 Mei 2026

13/05/2026

“Menikah saat miskin itu kriminal.”
Kalimat ini sering diucapkan seolah Islam mewajibkan seseorang kaya raya dulu sebelum halal.

Kalau memang begitu, maka banyak sahabat Nabi ﷺ tidak akan pernah menikah.

Islam tidak pernah menjadikan kekayaan sebagai syarat sah menikah.
Yang diwajibkan adalah:
- kemampuan bertanggung jawab,
- kesiapan memberi nafkah sesuai kemampuan,
- dan kesungguhan membangun rumah tangga.

Allah Ta’ala bahkan berfirman:

وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ ۚ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ

“Nikahkanlah orang-orang yang masih sendiri di antara kalian… Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya.”

(QS. An-Nur: 32)

Perhatikan ayat ini. Allah tidak mengatakan:
“Tunggu kaya dulu baru menikah.”

Justru Allah memerintahkan menikahkan mereka, lalu Allah menjanjikan kecukupan dari karunia-Nya.

Nabi ﷺ juga pernah menikahkan seorang sahabat yang bahkan tidak memiliki harta untuk mahar. Beliau bersabda:

“Carilah walau hanya cincin dari besi.”
(HR. Al-Bukhari no. 5121, Muslim no. 1425)

Ketika tidak ditemukan apa pun, akhirnya mahar beliau adalah hafalan Al-Qur’an.

Artinya apa?
Kesungguhan dan tanggung jawab lebih penting daripada gengsi dan kemewahan.

Yang menjadi masalah bukan miskinnya.
Tapi:
- laki-laki yang malas bekerja,
- tidak mau menafkahi,
- hidup tanpa tanggung jawab,

lalu menjadikan istri dan anak sebagai korban.

Ini yang zalim.

Hari ini banyak orang berkata:
“Jangan nikah kalau belum mapan.”

Tapi anehnya, mereka membiarkan:
- pacaran bertahun-tahun,
- jalan berdua tanpa halal,
- chat romantis setiap hari,
- bahkan zina yang jelas dosanya besar.

Menunda halal terlalu lama juga bisa menjadi pintu kerusakan. Padahal menikah bukan tentang pesta besar, dekor mahal, atau gaya hidup sosial media.

Menikah adalah ibadah.
Tempat menjaga pandangan, kehormatan, dan ketenangan hati.

Bukan berarti setelah menikah lalu boleh nekat tanpa ikhtiar. Tetap wajib bekerja, berusaha, dan bertanggung jawab.

Namun jangan sampai standar manusia membuat orang takut halal, sementara maksiat justru dinormalisasi.

Photos from mahadmpd's post 08/05/2026

⚠️ Jangan Asal Memilih Pondok untuk Anak

Belakangan ini masyarakat kembali dikejutkan dengan kasus dugaan pelecehan terhadap santriwati yang menyeret nama Kyai Ashari, pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Pati, Jawa Tengah. Sebelumnya ia dikenal sebagai sosok religius, aktif di kegiatan keagamaan, dan mengelola pondok tahfidz gratis untuk anak yatim serta keluarga kurang mampu. Namun di balik citra tersebut, muncul dugaan penyimpangan yang membuat banyak pihak tersentak dan lebih waspada.

Kasus seperti ini menjadi pengingat bahwa orang tua tidak boleh tergesa-gesa memilih tempat mondok hanya karena nama besar, bangunan bagus, atau terlihat religius di permukaan.

Memondokkan anak bukan sekadar mencari tempat belajar agama.
Orang tua sedang menitipkan aqidah, akhlak, dan penjagaan anak di sebuah lingkungan yang akan mempengaruhi mereka setiap hari.

Karena itu, perhatikan:
• bagaimana aqidah dan manhajnya
• siapa guru dan rujukan ilmunya
• bagaimana adab para santrinya
• bagaimana sistem penjagaan dan pengawasannya
• serta bagaimana rekam jejak pondok di masyarakat

📚 Ingin tahu bagaimana memilih pondok yang benar dan aman sesuai kaidah Islam?

Yuk pelajari panduannya lebih lengkap di E-Course Serba-Serbi Anak Mondok bersama Ustadz Ibnu Sutopo hafizhahullah.

🌐 madrasahkeluargasakinah.com/parentingremaja

06/05/2026

“LAKI-LAKI TIDAK AKAN SANGGUP MENJADI WANITA. SEPAKAT ✅️”

Karena setiap kita diciptakan dengan kodrat, peran, dan ujian yang berbeda.

Laki-laki punya beban kepemimpinan, nafkah, dan tanggung jawab besar.
Wanita pun punya ujian yang tidak ringan—bahkan seringkali lebih halus tapi dalam.

✨ Kabar gembiranya… jalan surga bagi wanita itu mudah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا، قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

“Jika seorang wanita menjaga shalat lima waktunya, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya, dan taat kepada suaminya, maka akan dikatakan kepadanya: Masuklah ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau kehendaki.”
(HR. Ahmad no. 1664, hasan)

📌 Empat amalan—surga terbuka luas.

Namun di sisi lain, Rasulullah ﷺ juga mengingatkan:

أُرِيتُ النَّارَ فَإِذَا أَكْثَرُ أَهْلِهَا النِّسَاءُ

“Aku diperlihatkan neraka, dan ternyata mayoritas penghuninya adalah wanita.”
(HR. Bukhari no. 29, Muslim no. 907)

Kenapa bisa begitu?

Bukan karena wanita itu lemah…
tapi karena ujian wanita itu berat di sisi yang sering diremehkan:

Taat kepada suami — kepada sosok yang dulu bukan siapa-siapa dalam hidupnya
Menjaga lisan saat emosi
Mengendalikan perasaan saat kecewa
Tetap berbuat baik meski tidak selalu dipahami

Berbeda dengan ayah yang sudah dicintai sejak kecil,
suami adalah “orang baru” yang harus ditaati…
di sinilah letak perjuangan besar itu.

🌸 Maka menjadi wanita itu…
jalannya bisa sangat mudah menuju surga,
tapi juga bisa sangat mudah tergelincir jika tidak dijaga.

Semoga Allah menjadikan para wanita:

ringan dalam ketaatan
lembut dalam akhlak
kuat dalam menghadapi ujian
dan dimuliakan dengan surga-Nya 🤍

Karena yang menentukan bukan siapa kita…
tap

Want your school to be the top-listed School/college in Sleman?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Address


Jalan Pogung Dalangan
Sleman
55284

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 08:00 - 16:00
Wednesday 08:00 - 16:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 08:00 - 16:00
Saturday 09:00 - 15:30